Nov 122016
 

bekasi

Warga Bekasi siang tadi dihebohkan dengan suara letusan senjata dan ledakan mortar yang terjadi berkali-kali. Ratusan orang langsung mengarahkan pandangannya ke alun-alun lapangan Pesantren Attaqwa Ujung Malang, Bekasi Utara.

Ternyata suara letusan senjata dan ledakan meriam tersebut berasal dari aksi teaterikal yang dimainkan oleh puluhan pemuda untuk mereka ulang pertempuran pondok ungu atau lebih dikenal dengan pertempuran Sasak Kapuk.

Yang menarik, reka ulang ini juga dimainkan oleh para pelaku sejarah dari Jakarta, Bandung (Historia van Bandoeng), Yogyakarta (Djokjakarta 45), Bogor (Bogor Historical Community), hingga Temanggung dan Surabaya (Roode Brug Soerabaia).

Para pemain juga mengenakan seragam para pejuang zaman dahulu Teatrikal ini bahkan juga mengikutsertakan truk militer dan jip kuno. Mereka menampilkan kisah perjuangan di simpang Pondok Ungu (kini Jalan Sultan Agung, Kota Bekasi) antara laskar pimpinan KH Noer Ali beserta Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Laut yang terlibat pertempuran frontal dahsyat pertama di Bekasi dengan tentara sekutu, pada 29 November 71 tahun silam.
Mengisahkan tentang infantri dan kavaleri Inggris yang disergap di pertigaan Pondok Ungu dengan jumlah korban sekira 40 orang di pihak laskar dan TKR. Sebagai tanda penghormatan, para peserta satu persatu melakukan sikap hormat dan menyalami sang veteran.

Sumber : Okezone.com

Bagikan:

  9 Responses to “Mengenang Pertempuran Pondok Ungu”

  1.  

    Error 404 – Not Found

  2.  

    Suasana zaman dahulu beda dgn zaman skrng

  3.  

    Suasana zaman skrng beda dgn zaman dahulu

  4.  

    hormaaaaaat grak.!!

  5.  

    sekalian rilis filem neh, pasti seru,,

  6.  

    Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para Pahlawan nya.

  7.  

    perjuangan yang kita kenang dan kita teladani sisi positifnya..

 Leave a Reply