Menghadapi Pedang Bermata Dua 2020

Ledakan penduduk usia produktif di tahun 2020-2030 membutuhkan lapangan kerja agar tidak menjadi bencana

Menghadapi Pedang Bermata Dua 2020 1

Jakarta – Presiden Jokowi menyebut di tahun 2020-2030, jumlah penduduk dengan usia produktif melimpah ruah. Jika tidak dipersiapkan dengan baik, kondisi itu bisa saja jadi bencana.

Hal ini dikatakan Jokowi saat menghadiri peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXII di Tangerang Selatan. Tepatnya di Lapangan Sunburst, Jalan Boulevard BSD City Timur, Banten, Sabtu (1/8/2015).

“Bonus demografi ibarat pedang bemata dua. Satu sisi adalah berkah, jika kita berhasil mengambil manfaatnya. Satu sisi lain adalah bencana apabila kualitas manusia Indonesia tidak disiapkan dengan baik,” kata Presiden Jokowi.

“Penduduk dengan umur produktif sangat besar,” kata Jokowi.

Jumlah penduduk di usia produktif mencapai 70 persen. Sisanya berada pada kisaran usia di bawah 15 tahun dan di atas 65 tahun.

Menurut Jokowi, kondisi itu sebenarnya jadi berkah tersendiri untuk Indonesia. Terutama dalam sisi pembangunan.

“Satu sisi lain, adalah bencana jika kualitas manusia tidak dipersiapkan dengan baik,” lanjutnya lagi.

Jokowi pun berpesan agar setiap keluarga bisa memprioritaskan pembangunan manusia, terutama kualitas penduduk di usia kerja. Keluarga punya peran sangat penting dalam hal ini.

“Kita gunakan momentum untuk perkuat keluarga Indonesia,” tandasnya.

Pembangunan di kawasan Jl Gatot Soebroto Jakarta

Menghadapi Pedang Bermata Dua 2020 2

Optimis Ekonomi Nomer 7 Dunia
Presiden Joko Widodo optimistis mengenai pertumbuhan ekonomi RI yang akan melesat dan menjadi salah satu negara yang diperhitungkan di dunia.

Menurut Jokowi, saat ini saja dengan jumlah masyarakat kelas menengah yang mencapai 45 juta dan 55 juta tenaga terampil, bahkan didukung dengan stabilitas makro, ekonomi Indonesia masuk dalam posisi ke-25 dunia. Nantinya ekonomi Indonesia akan masuk ke level 16 besar dunia dengan bonus demografi.

“Dan perkiraan ekonom-ekonom dunia dan dalam negeri, Indonesia akan menjadi ekonomi terbesar ke-7 di dunia pada tahun 2030,” tegas Jokowi.

Presiden menambahkan, hal tersebut harus dibuktikan dengan kerja keras. Jokowi pun optimis Indonesia akan menjadi ekonomi terbesar ke-7 di dunia akan tercapai.

Lanjut Jokowi mengungkapkan, capaian Indonesia menjadi salah satu ekonomi terbesar ke-7 dunia akan dibuktikan dengan pertumbuhan masyarakat kelas menengah yang akan sebesar 135 juta dan ditambah dengan sebesar 113 juta tenaga terampil.

“Ini kekuatan, ini landasan kita untuk tetap optimis meskipun kita tahu ada tekanan dolar AS ke Rupiah, global yang berkaitan dengan ekonomi,” paparnya.

Kendati ada tantangannya dalam mencapai hal tersebut, Jokowi terus mendorong dan menularkan virus optimis untuk menatap masa depan.

“Memang masih banyak kekurangan, tantangan, kemiskinan masih ada 28 juta penduduk miskin, pengangguran 7,2 juta yang harus dicarikan jalan keluarnya. Tetapi kalau ekonomi naik 5,7 persen tahun ini, tahun depan bisa 6 persen,” ungkapnya.

Diakui Jokowi, dibandingkan negara ASEAN lainnya, Indonesia masih cukup tertinggal dalam penanganan kemiskinan dan korupsi.

“Yang tadi disampaikan bisa diselesaikan. Tetapi tantangan hambatan, kekurangan inilah yang jadi pekerjaan besar. Kemiskinan, korupsi, posisi kita masih ada di sini di ASEAN kalah dengan Singapura, Filipina, Thailand, ini tugas berat. Tapi kita harus yakini kita mampu atas hal itu,” tukasnya.

Detik.com dan Okezone.com

Leave a Reply