Mengubah Strategi Belanja Alutsista Indonesia

46
5

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menilai pemerintah masih terbelenggu dengan impor komoditi untuk memenuhi kebutuhan di berbagai sektor industri, dikarenakan lemahnya perencanaan jangka panjang.

“Perhatian kita yang sifatnya strategis dan jangka panjang memang rendah,” ujar Sudirman Said diskusi di Jakarta, Sabtu (24/9/2016).

Di sektor energi, kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia telah mencapai 1,5 juta barel/ hari (bph), sementara produksi minyak dalam negeri hanya sebesar 800 ribu bph. Ini artinya ada 700 ribu barel gap yang harus dipenuhi oleh pemerintah melalui PT Pertamina.

“Energi makin hari gap-nya semakin lebar. Kalau lihat tentara baris di satu negara, walaupun tentaranya canggih-canggih, tapi itu impor semua. Betapa seringnya kita terperangkap pada cara pandang dan sikap kerja yang gampang, kalau masih kurang, pilihannya langsun impor saja,” jelasnya.

Taidk hanya itu, sewaktu dirinya menjabat sebagai Direktur Utama PT Pindad (Persero) di era presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pembelian alat utama sistem pertahanan (Alutsista) di prioritaskan pemerintah kepada asing.

Dari anggaran Rp 100 triliun untuk pembelian alutsista selama 10 tahun, hanya Rp 20 triliun digunakan untuk membeli alutsista dalam negeri. Sementara Rp 80 triliun digunakan untuk impor alutsista.

“Dulu saya pernah di industri pertahanan walaupun cuma sebentar. Selama 10 tahun pemerintahan Pak Susilo Bambang Yudhoyono, kita menghabiskan Rp 100 triliun untuk belanja alutsista. Artinya daya mampu kita itu sangat rendah dan ketergantungan pada luar sangat tinggi,” ujar Sudirman Said.

Sumber : Merdeka.com

46 COMMENTS

  1. Kan TOTnya banyak ragamnya pak…
    Tahapan pembelian pertama kan tidak semua harus bersifat kandungan lokal.
    Contohnya untuk produksi body kapal terbang militer kelas medium – heavy class, perusahaan ternama kita (PT KS) belum sanggup mengayakannya.
    Berlahan tapi pasti apa yang kita sanggup kembangkan maka kita akan kerjakan, setidaknya itulah kurang lebih moto TOT dengan negara kita.
    Oleh karena itu apakah bapak sadar bahwa hingga saat ini mereka (negara asing dan perusahaan asing) sebagian besar hanya bermitra kepada BUMN yang katagorinya sudah layak mengerjakan, meriset hingga memproduksi sendiri, sebagai contoh : PT DI dan PT PAL
    Anyway setidaknya negara kita sudah melangkah ke arah yang benar, meskipun kita masih tertinggal beberapa langkah dari negara tetangga yang telah memijakkan kakinya untuk pertempuran moderen (elektronik)
    Yang sabar ya pak dan semoga para petinggi kita mau membuka dan mendengar ke arah yang benar untuk kemajuan kemandirian, keamanan dan pertahanan bansa Indonesia.

  2. Semuanya karna terkendala dana, korupsi maupun perhatian semua pihak …
    Sebagai bagian dari negara, kita seharusnya bisa menunaikan tugas kita sesuai hak dan kewajiban …
    Rakyat= bayar pajak memberikan masukan” positif terhadap pemerintah
    pemerintah= mengelola negara menampung, menkaji dan menjalankan aspirasi dari masyarakat yg dianggap paling efektif …

  3. Semuanya karna terkendala dana, korupsi maupun perhatian semua pihak …
    Sebagai bagian dari negara, kita seharusnya bisa menunaikan tugas kita sesuai hak dan kewajiban …
    Rakyat= bayar pajak + memberikan masukan” positif terhadap pemerintah
    pemerintah= mengelola negara + menampung, menkaji dan menjalankan aspirasi dari masyarakat yg dianggap paling efektif …

  4. Dari sumber energi sambung ke inhan. akar permasalahan yang di bahas apa pak sumber energi apa inhan?
    ———————————–
    Bukanya pemerintah yg lalu juga sudah sadar di balik 80% import juga berupaya untuk memajukan inhan untuk menguasai teknologi yang belum mampu di kuasai inhan dari paket pembelian senjata tersebut maka hadir juga uu no 12 thn 2012.
    ————————————
    sekarang tinggal memetik hasilnya walaupun belum begitu sempurna, dan menunggu buah lainya yang belum matang. Semoga keadaan politik indonesia adem ayem dan program yang lagi on the way lancar.
    ————————————

  5. Bung…maaf Kalo g salah…
    PKR itu light frigate…kalo pengembangan akan menjadi frigate…
    Gosipnya…indonesia akan beli Iver class…light destro…nah…Dr light destro bisa ke destro…hehehehe
    Makasi bung…

  6. PARAHNYA LAGI RI TIDAK PUNYA CADANGAN BBM YG CUKUP,JIKA MISALKAN TERJADI PERANG DALAM JANGKA WAKTU YG RELATIF LAMA MAKA RI AKAN KALAH..KARENA SEHEBAT APAPUN ALUTSISTA YANG DIMILIKI AKAN JADI TIDAK BERGUNA…SEMUA ALUTSISTA TDK BISA DI OPERASIKAN KRN BAHAN BAKARNYA HABIS..

  7. semoga dengan holding energi yg sedang di canangkan pemerintah saat ini dapat berjalan lancar.
    apalagi kalau pertamina nanti yg memimpinnya.
    kekuatan energi di sektor bbm,gas,dll pasti akan tambah baik dan berkembang.
    cadangan bbm dalam negeri pasti akan bertambah.

  8. semoga dengan holding energi yg sedang di canangkan pemerintah saat ini dapat berjalan lancar.
    apalagi kalau pertamina nanti yg memimpinnya.
    kekuatan energi di sektor bbm,gas,dll pasti akan tambah baik dan berkembang.
    cadangan bbm dalam negeri pasti akan bertambah.

  9. Hehheh…yg dilakukan presiden sekarang sudah benar…dia menyiapkan dan berusaha menyelesaikan kandang2nya untuk pembelian di tahun 2017…diharapkan pembelian di 2017 akan jadi ditahun 2020,pas kandang dan infrastrukturnya selesai..barang baru datang..kandang baru jadi…lihat pembangunan jalan dipapua…kenapa dilakukan oleh TNI,1.untuk pengenalan medan,2.pembuatan pertahanan strategis,3.penyebaran pasukan,4.pemangkasan biaya tentunya..dll…langkah yg sangat bagus itu,pembuatan rel kereta api dikalimantan..1.mencari dan menanamkan letak strategis..2.memudahkan pengiriman logistik maupun alutsista,3.kemungkina besar pertahanan basis kereta api..yg sedang dikembangkan pihak russia sendiri..dll..lihat kapal2 patroli kelas 40-60,sudah pada jadi…kalo kandangnya gak jadi…mau ditumpuk dimana??…ini menurut saya pribadi..jadi mungkin pembelian presiden yg dahulu belom pada datang atau banyak dr luar utk memenuhi kuota standart minimum…ternyata jumlah minimumnya banyak…kan gak bisa juga bim salabim..kandangya juga jadi cepet…sekali ini pendapat saya pribadi…semoga bisa jadi masukan utk untuk warjag yg suka2 menjelek2an presiden…pemenuhan alutsista juga gak bisa cepet…contoh btr 4…baru uji coba…drpd saling menjelekan dan menjatuhkan..kenapa gak perdapat yg baik dan berguna??..toh sama2 bicara saja alangkah baiknya bicara yg baik tidak saling menyakiti..semoga bangsa dan tanah air kita selalu utuh sampai diakhir jaman…AAMIIN!!!…SALAM NKRI!!!….

  10. syarat untuk ToT, gelombang 1 beli langsung, gelombang 2 dibuat di dalam negeri …

    contoh KS CHANGBOGO dan LIGHT FRIGATE SIGMA PKR10514 …

    artinya sudah ada upaya untuk kemandirian, meskipun harus beli dari luar apa yang belum bisa dibuat di dalam negeri …

    kalau research waktunya lama sekali, lebih baik dengan :

    beli barang + ToT —> setelah bisa barulah mulai mengembangkan sendiri

  11. @war lord : Menilai hasil kerja seorang Presiden bukan hanya dapat di lihat dari jumlah alutista yang datang, melainkan faktor penunjang kelengkapan alutista tersebut.
    Jika saudara paham bahwa ada alitista yang mobile dan diam.
    Untuk yang mobile jika tidak di tunjang dengan infrastruktur mungkin membutuhkan waktu sedikit lebih lama di medan tempur atau ke titik yang di tuju.
    Persoalan dari tahun ke tahunnya pun berbeda, jika dahulu kita tidak bersinggungan langsung dengan China di LCS sekarang sedikit banyak kita ada gesekan dengan China, meskipun sudah terselesaikan dengan diplomasi kedua negara.
    Belum lagi faktor BBM yang sekarang menganut sistem harga pasar minyak mentah dunia.
    Bayangkan kebutuhan untuk kendaraan otomotif negara kita saja kita sudah defisit -+ 50 persen dari hasil produksi PERTAMINA.
    Itu belum untuk kebutuhan alutista mobile kita (darat, laut dan udara)
    Setiap pemimpin pastilah punya kelebihan dan kekurangan (manusia biasa) akan tetapi kebijakan untuk mejaga dan mempertahankan ibu pertiwi pastilah lebih besar beratnya di tanggung di lahir batin Presiden kita.

    Alangkah baiknya kita bersikap kritis dengan sehat untuk krpentingan bangsa dan negara.

    Wassalamualaikum…

  12. @war lord : Setidaknya beliau cerdas dalam menentukan sikap untuk membelanjakan uang rakyat yang di gunakan untuk membeli pesawat tanpa lewat perantara / calo / broker untuk TNI AU
    Mengenai jadi atau tidaknya dibeli alutista tersebut, kembali lagi pada perekonomian negara kita.
    Jika Presidennya Carin mungkin beliau akan membelanjakan 100 pesawat F Seriess dengan amunisi lengkap dan uptodate, ataupun jika Presidennya mbah bowo, kemungkinan beliau akan membeli semua alutista made in China dengan sesuka hati tanpa menjamin kualitasnya.
    Jika hanya membeli, siapapun Presidennya pasti bisa!
    Pertanyaannya apakah hanya cukup dengan membeli?
    Apakah tidak akan di rawat?
    Apakah tidak akan di upgrade?
    Apakah tidak ingin membangun lebih banyak SDM yang lebih baik?
    Apakah tidak ingin meriset?
    Apakah tidak ingin memproduksi?
    Apakah tidak ingin menjual?
    Dan sebagainya…

    Jika hati dan pikiran anda dapat bersyukur, mungkin anda lebih dapat bermental baja dengan pihak yang berbeda dengan anda.
    Btw negara kita banyak di permudah dalam pinjaman hutang (untuk militer, infrastruktur dan sebaginya) karena keaneka ragaman.
    Baik dari kekayaan alam, manusianya (kepandaian) serta budayanya dan bahasanya dan lain sebagainya.
    Intinya BHINEKA TUNGGAL IKA
    So…
    Jika anda merasa berbeda pendapat dan pemikiran, apakah dengan cara harus menjatuhkan seperti komentar anda?
    Ingat bung kita INDONESIA
    Sukarno, Suharto, Habibie, Gus Dur, Megawati, SBY dan Jokowi juga rakyat Indonesia.
    Terkecuali anda adalah warga negara tetangga sebelah yang hanya dapat berkomentar memprovokasi dengan caara menghina.

    Wassalam…

LEAVE A REPLY