Apr 132017
 

Novel Baswedan (kanan) dirawat di rumah sakit akibat penyiraman air keras (photo : Muhammad Said Didu @saididu)

Bandarlampung – Lembaga Bantuan Hukum Bandarlampung mengecam keras tindakan kekerasan dengan menyiramkan air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan yang dikaitkan dengan kasus korupsi besar dan melibatkan banyak pembesar yang sedang ditanganinya.

Kepala Divisi Ekosob LBH Lampung, Chandra Bangkit Saputra di Bandarlampung, Kamis, 13/4/2017 menyatakan tindakan kekerasan yang dialami Noval Baswedan jelas sebagai aksi teror terbuka yang harus ditangani secara tuntas.

“Hal penting dari kejadian ini maka dibutuhkan jaminan keamanan dan keseamatan aparat yang sedang menangani kasus-kasus besar dan melibatkan banyak pihak,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui Novel Baswedan disiram air keras usai menuaikan Salat Subuh di Masjid Al Ikhsan Jl Deposito RT 03 RW 10 Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4).

Penyidik senior KPK yang tidak kenal kompromi ini disiram air keras oleh dua orang sekitar pukul 05.10 WIB.

Akibat serangan tersebut wajah dan kedua mata Novel mengalami bengkak. Selain itu dahinya juga bengkak dikarenakan terbentur pohon.

“Serangan ini adalah perilaku yang licik, dan kami LBH Bandarlampung menduga keras peristiwa ini didalangi oleh para koruptor yang perkaranya sedang diusut oleh penyidik senior KPK ini,” ujar Chandra pula.

LBH Bandarlampung juga mendorong Polri agar bertindak cepat dalam pengungkapan kasus ini, segera tangkap baik pelakunya langsung maupun yang mendalangi peristiwa ini, agar tidak menjadi isu dan bola liar serta preseden buruk selanjutnya.

Selain itu, menurutnya, LBH Bandarlampung juga mendorong agar ada kebijakan yang mengatur tentang keamanan diri bagi penegak hukum yang sedang mengungkap kasus-kasus besar, bukan hanya KPK tetapi seperti komisi negara lainnya Komnas-HAM maupun Ombudsman.

LBH Bandarlampung juga berharap kepada seluruh jajaran KPK agar tidak gentar terhadap serangan ‘pengecut’ seperti ini. Serangan terhadap Novel Baswedan adalah serangan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi, kata Chandra pula.

LBH Medan Kecam Penyerangan Baswedan

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan mengutuk keras aksi penyiraman air keras terhadap Novel Bawesdan, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, dan hal tersebut merupakan teror pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Meminta Kepolisian agar dapat mengungkap secepatnya kasus penganiayaan tersebut, dan lebih serius mengusut tuntas hingga ke akar-akarnya,” ujar Wakil Direktur LBH Medan Ismail Koto di Medan, Rabu, 12/4/2017.

Aktor dari aksi penyiraman air keras itu, menurut dia, harus dibuka secara jelas.

Penyerangan tersebut diduga direncanakan oleh orang yang tidak senang dengan pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Ini ada hubungannya dengan pemberantasan kasus korupsi yang sedang gencar dilakukan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” ujar Ismail.

Ia menyebutkan aksi serangan air keras yang dilakukan orang yang tidak bertanggung jawab itu, merupakan upaya untuk pelemahan terhadap KPK.

“Kami memastikan bahwa serangan terhadap Novel Baswedan tidak akan menghambat proses hukum sejumlah kasus yang saat ini sedang bergulir dan ditangani oleh KPK,” ucapnya.

Ismail mengatakan, apabila pihak kepolisian tidak menemukan pelaku dan juga aktor dalang dari aksi tersebut, akan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap para penegak hukum khususnya institusi Kepolisian.

Selain itu, LBH Medan juga berharap agar negara dapat memikirkan metode pengamanannya bagi personel KPK yang sedang melaksanakan tugas pemberantasan korupsi dan penegakan hukum.

“Karena hal tersebut, sedikit banyaknya dapat berpengaruh terhadap kinerja personel KPK itu. Dan ke depan diharapkan aksi yang arogan tersebut tidak terulang lagi,” katanya.

Polisi Siap Kawal Penyidik KPK

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menegaskan bahwa institusinya siap mengawal pemimpin, penyidik, dan staf Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bila diperlukan, menyusul teror fisik yang dialami penyidik senior KPK Novel Baswedan.

“Kalau ada yang memerlukan bantuan keamanan dari kepolisian akan kami siapkan, namun keputusan diterima atau tidaknya kami serahkan kepada teman-teman di KPK. Kami berusaha memberikan pengamanan maksimal,” ujar Kapolri di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu, 11/4/2017.

Menurut Kapolri sejauh ini belum ada permintaan pengamanan untuk Novel Baswedan, yang telah dirujuk di Rumah Sakit Singapura untuk mendapatkan perawatan lebih intensif.

Terkait kasus penyerangan Novel Baswedan, menurut Kapolri tim gabungan Polres Jakarta Utara, Polda Metro Jaya, dan Mabes Polri sudah bekerja melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi-saksi, serta mendalami potensi-potensi motif.

“Kita tunggu saja hasil kerja tim nantinya,” kata Tito usai meresmikan Command Center di Markas Polrestabes Makassar.

Saat ditanya apakah sudah ada titik terang mengenai pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan, Tito enggan memberi keterangan.

“Kami tidak akan sampaikan dulu apa pun hasil kerja tim ini yang kira-kira bersifat sensitif supaya pelaku juga tidak mengetahui,” ucapnya.

Polisi Periksa 15 Saksi Penyiraman

Penyidik Polres Metro Jakarta Utara dan Polda Metro Jaya memeriksa 15 saksi terkait penyiraman cairan kimia terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

“Hari ini sudah 15 saksi diperiksa,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Rabu, 11/4/2017.

Kombes Argo mengatakan saksi yang menjalani pemeriksaan itu mengetahui, mendengar dan melihat insiden teror tersebut.

Saksi yang dimintai keterangan menurut Argo berada di samping rumah Novel dan mengetahui korban keluar, serta masuk rumah.

Ia mengungkapkan penyidik juga mengambil sampel cairan kimia yang tercecer di lokasi kejadian guna dianalisa di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor). “Kita masih menunggu cairan apa,” ujar Argo.

Kombes Argo menuturkan Polda Metro Jaya akan berkoordinasi dengan KPK guna menganalisa rekaman kamera tersembunyi di lokasi kejadian.

Ia menambahkan penyidik juga belum dapat memastikan nomor polisi kendaraan roda dua yang digunaka pelaku penyiraman terhadap Novel.

“Yang terpenting motor itu dinaiki dua orang dan yang melakukan (penyiraman) yang di belakang,” Kombes ungkap Argo.

Sebelumnya, Novel disiram air keras yang diduga dilakukan dua orang pria tidak dikenal di jalan Deposito depan Masjid Al Ikhsan RT03/10 Kelapa Gading Jakarta Utara, usai menjalani shalat subuh pada Selasa (11/4) pukul 05.10 WIB.

Akibat kejadian itu, Novel mengalami luka pada bagian wajah dan bengkak pada bagian kelopak mata kiri, sementara itu pelaku melarikan diri.

Ungkap Pelaku Teror

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan memerintahkan jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Polres Metro Jakarta Utara segera mengungkap penyiraman cairan kimia terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan.

“Kita prihatin. Untuk itu saya perintahkan Direktur Kriminal Umum segera evaluasi kembali,” kata Irjen Iriawan di Jakarta, Rabu.

Irjen Iriawan mengatakan polisi juga telah meminta keterangan sejumlah saksi untuk menggali informasi termasuk foto maupun rekaman gambar.

Irjen Iriawan menuturkan polisi harus segera mengungkap pelaku penyiraman karena masyarakat menunggu hasil kerja kepolisian.

“Semoga cepat terungkap siapa pelaku di balik ini tentu ada pelaku di lapangan yang menyiram tentu ada yang menyuruh tidak mungkin berdiri sendiri,” ujar mantan Kapolda Jawa Barat itu.

Antara

https://web.facebook.com/JakartaGreater

  46 Responses to “Mengungkap Teror Terhadap Novel Baswedan”

  1. Hukuman apakah yang paling tepat untuk pelakunya?

  2. Masak polisi bilang pelaku bertindak karenamasalah istri ybjualan baju online ,masuk akal ga

    • Pe’ak lo dor….sebelum aksi penyiraman ada bbrp kejadian mencurigakan termasuk orang yang datang menanyakan soal baju, aksi pengintaian dll.

      Lo mo tarik-tarik kemana emangnya…?!!!!

    • Kata polisi …ini cuma persaingan bisnis Jilbab online …
      Kata polisi tidak Ada hubungannya dengan masalah politik Dan kasus korupsi ..
      DPR juga ikut Prihatin mendengar soal musibah ini..
      Ya sudah Bagaimana lagi .. ?

  3. y allah lindungilah para penyidik kpk yg jujur dari gangguan para koruptor

    • Dengan dukungan pemerintah NKRI bersama DPR Dan kepolisian …
      Insya Allah KPK akan semakin kuat Dan professional .. Serta selalu sejalan dengan segala program and Kebijaksanaan yang Dikeluarkan pemerintah NKRI Dan DPR …
      Kita serahkan semua nya kepada pemerintah.

  4. Orang HAM pada sembunyi pada ketiaknya siapa ya??? kok diam saja….kalau penjahat di dor teriaknya nauzubillah….tapi kalau anggota senior KPK kena musibah tindakan kekerasan licik….HAM jadi dower diam saja….oalah HAM, HAM, kowe kuwi ora jelas misi lan visi ne….ecek-ecek

    • kalo kasus ini gak ada $$$ nya bung…

      xixixi….

    • LSM pendukung communist Dan secularism liberalism pluralism Serta separatist….tidak akan bersimpati ketika Ada masalah Seperti ini..
      Bukan urusan mereka itu … tidak menarik Bagi mereka….ngapain ..?
      Tidak Ada uang nya..
      Tidak Ada sponsor nya …dari negara luar …
      Itu kenyataan …
      Tidak percaya?
      Lihat saja KomNas HAM… isi nya Orang2 yang Tidak jelas arah Dan integritas nya ..
      Nationalism nya diragukan ..
      Terakhir ..Kena kasus korupsi juga …

      • harap berhati2 sebelum menggunakan anak panah istilah ideologi asing sebaiknya cek juga busur maknanya biar sasarannya tepat
        tidak nyasar seperti sifat kearifan lokal bangsa tenggang rasa nanti bisa2 dikira liberalisme dan ke-bhinneka-an nanti dikira pluralisme tanpa memperhatikan tunggal ikanya

        selebihnya gak perlu dicek BAKAR aja

        xaxaxa

        • tambah lagi radikalisme namun tak perlu dibakar cukup dikarungin dan dipendam atau dicemplungin ke kali toh sama2 dgn yg dulu menghina dan ingin merubah ideologi bangsa
          yg neo-komunis juga diharapkan(diseret lebih enak) keikutsertaannya utk memperingati Tour De River 65-67

  5. Ini bukti kalau koruptor e ktp mulai ketakutan

  6. Saatnya hukuman mati koruptor diterapkan..!! Persetan dengan HAM….!

    • seharusnya memang seperti itu kalau pengen menjadi negara maju.proses hukum di negara korea utara kaya’nya bisa dijadikan contoh dinegara ini.sesekali emang perlu bagi para koruptor beserta anak istrinya merasakan sensasi nikmatnya ditembak menggunakan CWIS Phalanx.

      • widih…. langsung ndak berbekas tuh bung
        wong kena sebutir peluru kaliber 20 mm aja udah bikin tubuh mencar kemana2 tuh pa lg disembur palang yg 1 menit bisa nyembur 6000 peluru 20 mm

        • efek gregetan bung@M….perasaan dari jaman baheula ampe nich jaman kambing beranak kucing.penyakit kronis NKRI yg satu itu nggak pernah sembuh2 juga.mangkel ane.

  7. Perang thd korupsi jangan hanya dalam orasi saja, ………. tetapkan hukuman mati bagi koruptor, pa lagi koruptor sdh berani ngajak perang begitu, ………. !!!

  8. koq saya liat malah seperti donatelo ya? cuma tanpa ada cangkangnya sih

    ninja turtle

  9. KATANYA PENYIDIK KPK SEKARANG MAU DIKAWAL TNI..MANTAAP..KAWAL SM TANK LEOPARD..WKWK..LINDES KORUPTOR!!

  10. bingun mau komentar apa

  11. KPK tidak boleh kalah …

    Novel Baswedan tidak boleh kalah …

    ayo dukung Baswedan … ingat ingat … ayo dukung Baswedan … jangan golput

  12. sdh saatnya KPK di back up personel komando TNI gabungan 3 matra dg persenjataan lengkap …

  13. Hihihi… Om Diego Angkat Ini Jadi Artikel biar Rame Warungnya…
    http://news.liputan6.com/read/2918506/panglima-tni-ungkap-bahaya-fiber-optik-malaysia-di-wilayah-ri

  14. Hukuman koruptor sgt ringan di Indonesia, klu di arab saudi potong tangan di China potong leher nah ini dia yg mantap di NKRI potong masa tahanan, sel VVIP pasilitas bintang lima dan bonus pelesiran dgn alasan berobat jalan!

  15. ternyata bisnis online hijab resikonya besar ya. hahahaha

  16. seharusnya polisi malu, jika kpk menerima pengawalan dr pihak TNI,,ini membuktikan institusi yg memang punya ladang disitu, sudah tidak dipercaya lagi,,kredibilitasnya dipertanyakan

  17. setau saya kita harus belajar dari KPKnya korsel di mana para anggotanya
    di persenjatai untuk menegakkan hukum ( menahan ) serta membela diri.

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)