Jan 212018
 

Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu, salah satu pembicara dalam dialog atau konferensi multilateral “Raisina Dialog 2018”, 18/1/2018, di New Delhi, India. (@Kemhan_RI)

Jakarta, Jakartagreater.com – Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu, menyebutkan, saat ini dunia tengah menghadapi 4 isu krusial yang dapat mengganggu keamanan kawasan regional dan wilayah. “Saat ini dunia masih diwarnai dengan adanya 4 isu aktual keamanan serius yang perlu mendapatkan perhatian kita bersama,” kata Menhan dalam siaran persnya diterima pada Jumat 19 Januari 2018 di Jakarta.

Menhan saat menyampaikan pembicara kunci pada Dialog Raisina, India, Kamis 18 Januari 2018 mengatakan 4 isu krusial itu adalah Korea Utara, perkembangan Laut Cina Selatan, trilateral pengamanan Laut Sulu dari potensi ancaman ISIS, serta perkembangan krisis Rohingnya.

Mengenai isu ketegangan di semenanjung Korea, Ryamizard mengajak semua pihak untuk tidak terprovokasi dengan situasi yang justru dapat memicu eskalasi konflik. “Marilah kita bersama-sama mengajak PBB untuk dapat mengambil langkah-langkah produktif untuk dapat lebih menekan Korea Utara agar dapat lebih menghormati hukum dan norma serta tatanan internasional,” kata mantan Kasad ini.

Di sisi lain, lanjut dia, situasi ketegangan Laut Cina Selatan yang sudah cenderung mereda dan membaik perlu terus dipelihara. Indonesia juga memandang untuk mengapresiasi niat baik Tiongkok yang sudah membuka diri dan berkeinginan untuk bekerja sama dalam memperkuat arsitektur keamanan kawasan.

“Ancaman yang sangat nyata pada saat ini dan memerlukan perhatian dan tindakan bersama yang serius adalah ancaman bahaya terorisme dan radikalisme,” ucap Ryamizard Ryacudu . Ancaman terorisme dan radikalisme merupakan ancaman yang bersifat lintas negara dan memiliki jaringan serta kegiatan yang tersebar dan tertutup.

Sehingga, dalam penanganannya sangat memerlukan penanganan kolektif dan tindakan bersama-sama melalui kolaborasi kapabilitas dan interaksi antar negara yang intensif, konstruktif dan konkrit. Di kawasan Asia Tenggara, Filipina Selatan telah dijadikan sebagai salah satu basis kekuatan ISIS yang ikut memicu aksi-aksi teror lain di kawasan Asia Tenggara.

Kelompok itu terus berencana untuk membangun Daulah lslamiyyah Katibah Nusantara yang merupakan aliansi dari Divisi Islamic State Asia Timur dibawah kendali struktur ISIS Pusat yang dipimpin oleh Abu Bakr al-Baghdadi yang berbasis di Syria dan Irak.

“Guna mengatasi potensi ancaman terorisme dan radikalisme ini maka Indonesia bersama negara lainnya yaitu Filipina dan Malaysia telah mengambil langkah-langkah kerja sama yang konkrit melalui pembentukan Platform kerja sama Trilateral di Laut Sulu yang diisi dengan kegiatan patroli bersama,” ucap Menhan.

Selain itu, masalah lain yang tidak luput dari perhatian adalah krisis Rohingnya di Rakhine State, Myanmar. Saat ini sangat diperlukan langkah konkrit dan penanganan bersama di kawasan yang tepat sasaran. “Karena bila tidak ditangani dengan baik dan benar, para pengungsi yang rapuh ini dapat direkrut oleh kelompok ISIS untuk memperkuat jaringannya,” ucap Menhan Ryamizard Ryacudu.

Untuk lebih memperkuat sistem pengawasan dan deteksi dini terhadap potensi berkembangnya ancaman ISIS di kawasan, Kementerian Pertahanan sendiri sudah mengeluarkan satu inisiatif platform kerja sama baru, yakni konsep kerja sama pertukaran intelijen strategis bernama “Our Eyes”.

Konsep tersebut hampir mirip dengan konsep Five Eyes negara Barat yang melibatkan unsur kerja sama pertahanan/militer dan jaringan Intelijen secara terintegrasi. Konsep itu adalah murni kerjasama untuk mengatasi ancaman terorisme dan radikalisme di kawasan tanpa ada agenda politik di dalamnya.

“Konsep ini telah didukung secara aklamasi oleh para Menhan ASEAN serta beberapa negara mitra seperti Amerika Serikat, Australia, Rusia dan Jepang menyatakan keinginannya untuk bergabung,” demikian Menhan Ryamizard Ryacudu. (Antara)

Bagikan :

  5 Responses to “Menhan: 4 Isu Krusial ini Dapat Ganggu Keamanan Kawasan”

  1.  

    Nenen

  2.  

    Isu Ke -5 adalah OPM

  3.  

    belum beruntung

  4.  

    MEF 2 dulu pak diberesi, agar warjag gak angot2an.he3. Klu RI kuat dan bertaring negara2 lain jg akan segan terutama tetangga dekat anggota FPDA klu usil dan gak nurut RI tgl nyentil.he3

  5.  

    Pengalihan isu untuk pengadaan alutsista baru, iso-iso ae si mbah iki hahahaha…

 Leave a Reply