Sep 062018
 

Jet tempur multiperan Su-35S (varian ekspor dari Su-35BM) © Oleg Belyakov via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Menteri Pertahanan Australia yang baru Christopher Pyne telah membalas kritik yang disampaikan sejumlah pihak terhadap F-35, jet tempur generasi kelima yang baru di akuisisi oleh Australia, ia mengatakan memiliki keyakinan 100 persen pada pesawat futuristik yang merupakan “paling mematikan” di dunia.

Menteri Pyne menanggapi kritikan oleh wartawan senior The Australian, Robert Gottliebsen dan veteran mantan pilot Angkatan Udara Australia (RAAF) Peter Goon tentang program jet tempur F-35 Australia senilai AU $ 17 miliar atau sekitar US $ 12,2 miliar untuk 72 unit pesawat buatan Lockheed Martin.

Diberitakan The Australian, Peter Goon mengatakan bahwa dia telah melakukan simulasi pada jet tempur F-35A Australia yang dibanderol seharga US $ 170 juta per unitnya, menunjukkan jet tempur Su-35 China yang diperoleh dari Rusia bisa “overfly” dan melesat lebih cepat daripada JSF Australia untuk dapat melancarkan serangan ke Darwin atau pangkalan RAAF Tindal di Northern Territory.

Gottliebsen pekan ini meluncurkan serangan terhadap Kementerian Pertahanan Australia yang mengklaim bahwa ada penyembunyian besar-besaran tentang kemampuan jet-jet itu, yang mana menurutnya telah usang oleh pesawat baru buatan Rusia dan China yang bisa terbang lebih cepat dan bahkan lebih tinggi dari F-35.

Su-35 China Pecundangi F-35 Australia

Peter Goon, yang pernah bertugas di RAAF selama 15 tahun, beberapa waktu lalu mengajukan diagram yang menunjukkan apa yang dia yakini bakalan terjadi jika jet tempur Su-35 yang baru-baru ini diakuisisi oleh China dan juga telah dipesan Indonesia diadu dengan aset udara utama Australia, termasuk pesawat tempur F-35 terbaru dalam pertempuran di Laut Timor.

Menurut skenario Goon, F-35 Australia dan F/A-18 Hornet dikerahkan dalam peran pertahanan serta didukung oleh pesawat peringatan dini Wedgetail dan pesawat tanker sebagai bagian dari kekuatan untuk menggagalkan serangan oleh armada Sukhoi Su-35 Flanker E.

F-35 Joint Strike Fighter © USAF

Goon mengatakan bahwa Flanker E dapat melakukan “supercruise” di sekitar 1,8 Mach tanpa menggunakan afterburner dan pada ketinggian sekitar 55.000 kaki (16,7 km) jauh di atas F-35 dan F/A-18 Hornet yang hanya di sekitar 30.000 – 35.000 kaki (10,6 km).

  • Catatan:
    – Su-35 dirancang beroperasi hingga ketinggian 59.000 kaki (18 km)
    – F-35A dan F/A-18 Hornet dirancang beroperasi hingga ketinggian 50.000 kaki (15 km)

“F-35 mungkin bisa mendeteksi lebih dulu dan menembakkan rudal ke Flanker E, tetapi mereka (pilot Flanker E) hanya akan bersendawa pada afterburner mereka dan melesat lebih cepat dari rudal, yang akan semakin lambat saat mereka naik ke ketinggian Flanker E”, terang Goon.

Melanjutkan bahwa Flanker E kemudian akan menembakkan rudal mereka di pesawat Australia.

“Kenyataannya adalah bahwa Su-35 dapat menembakkan rudal dari posisi yang lebih tinggi, ini artinya mereka melemparkan tombak dari puncak gunung ke lembah sementara kita mencoba untuk melempar tombak dari lembah ke puncak gunung”, Goon mengibaratkan.

Setelah jet-jet Su-35 China berhasil menembus pertahanan F-35 dan F/A-18 Australia, mereka bisa menghancurkan pesawat tanker.

Christopher Pyne membantah keras klaim tersebut

“Setiap saran yang saya terima, setiap briefing dari Kepala Staff Angkatan Udara ke penerbang yang menerbangkan F-35A telah disepakati bahwa platform ini adalah yang paling mematikan dan dapat dioperasikan dengan platform lain di ruang pertempuran yang sama di dunia”, kata Pyne.

Pyne mengatakan bahwa kritik yang disampaikan tidak memiliki akses ke semua informasi yang tersedia di pemerintah.

“Saya tentu saja tidak bermaksud untuk memberikan saran di bawah pendapat orang-orang yang tidak mengetahui rahasia intelijen seperti yang disampaikan oleh para petinggi militer kepada pemerintah Australia”, katanya.

Sementara itu, juru bicara Lockheed Martin mengatakan bahwa F-35 adalah sebagai kekuatan pengganda yang menyediakan kesadaran situasional lengkap untuk para pilot serta di seluruh pasukan yang secara signifikan meningkatkan kemampuan platform berbasis udara dan darat lainnya.

Dia mengatakan bahwa sistem sensor dan komunikasi canggih dan sangat terintegrasi pada jet tempur F-35 akan memberikan pilot keunggulan dalam pertempuran.

  53 Responses to “Menhan Australia Geram, Su-35 Lebih Unggul Dari F-35”

  1.  

    Biar para jubir tak resmi a.k.a. fansboy yang menjelaskan semua 😛 hehehe

  2.  

    mereka gelisah… GELI GELI BASAH

    •  

      hahahahahahahahahahahaha…..

      mosok jaman now ada burung yg lebih cepat drpd rudal.
      ibarat Vin Diesel, mobilnya dikejar sama rudal, lalu dia nenggok ke kaca spion, dan ngomong ke Paul Walker,,, “Let’s Smoke Them All”……..

      habis itu si paul ngegas kenchang sambil menyalakan afterburner dan NoS…….
      breeemmmmmm…..
      mobil kemudian berlari kenchang sambil meninggalkan burung……

      tpi yg begitu cuma ada di dunia fantasy….xixi

  3.  

    hahahahahahahahahahahaha…..

    mosok jaman now ada pesawat yg lebih cepat drpd rudal.
    ibarat Vin Diesel, mobilnya dikejar sama rudal, lalu dia nenggok ke kaca spion, dan ngomong ke Paul Walker,,, “Let’s Smoke Them All”……..

    habis itu si paul ngegas kenchang sambil menyalakan afterburner dan NoS…….
    breeemmmmmm…..
    mobil kemudian berlari kenchang sambil meninggalkan rudal……

    tpi yg begitu cuma ada di dunia fantasy….xixi

    •  

      Pesawat boleh canggih, tapi skill pilot dan nasibnya dipertanyakan… anda mungkin akan tertawa terbahak-bahak melihat kebodohan dan kesialan pilot AS berikut ini 😛 wkwkwkw 😆

      An F-35C Lightning II Joint Strike Fighter flying from USS Abraham Lincoln (CVN-72) was damaged during an aerial refueling exercise, in the first major flight mishap for the carrier version of the JSF.

      The engine of an F-35C from Strike Fighter Squadron (VFA) 125 was damaged while receiving fuel from an F/A-18F Super Hornet from VFA-103 on Aug. 22, Navy officials confirmed to USNI News. Debris from an aerial refueling basket was ingested into the F-35C’s engine intake, resulting in the damage, Naval Air Forces Atlantic spokesman Cmdr. Dave Hecht said on Tuesday.

      Both fighters were able to land safely – the Super Hornet flew to Naval Air Station Oceana, Va., while the F-35C returned to Lincoln. No injuries were reported and the incident is currently under investigation, Hecht said.

      Damage to the F-35C was reported as a Class A mishap – the most serious type for a military aircraft. An incident is classified as Class A when an aircraft suffers more than $2 million in damage, is totally destroyed or involves a serious or fatal injury to the aircrew. The damage to the F-35 was above the $2 million threshold, Hecht said. A new F135 engine for the JSF costs about $14 million, according to the most recent contract award to engine builder Pratt & Whitney.

      The Super Hornet was also damaged but was reported as a Class C mishap because there were no injuries and the total estimated cost of damage to the aircraft is between $50,000 and $500,000, Hecht said.

      Bisa anda hitung berapa kerugian materi yang diakibatkan tersebut?
      Koq saya malah ragu, saat rudal diluncurkan dari F-35 bisa aja tuh rudal gagal meluncur dan atau meledak di weapon bay 😀 kan kacau 😆

      •  

        Beneran Ane percaya kalo Ente tuh gak bisa bahasa Inggris. Hanya karena ada kata “DAMAGE” jadinya asal share dan langsung asal komen yg lain.

        Harusnya ente jelasin, kenapa kok bisa ada kerusakan, apakah F-35 rusak berat atau enggak, pilotnya selamat atau enggak.
        P.S. Mesin F135 memang sangat mahal, jadi kalo ada kerusakan aja jelas akan masuk pada Class A Mishap, karena biaya perbaikannya bisa lebih dari USD 2 juta. Itu kalo ente paham. Kalo mata ente udah ketutup yah sudah lah. Hhhhhhhhhh

      •  

        apa hubungannya ya dengan artikel dan cerita diatas ?

        lagipula cerita yg loe bawa itu adalah F-18 menggunakan buddy fuel tank, dan sedang mengisi bensin F-35.

        kgk ada hubungannya dgn combat, rudal maupun artikel.

      •  

        apa hubungannya ya dengan artikel dan cerita diatas ?

        lagipula cerita yg loe bawa itu adalah burung menggunakan buddy fuel tank, dan sedang mengisi bensin F-35.

        kgk ada hubungannya dgn jemb*t combat, burung rudal maupun artikel.

    •  

      sangking cintanya, gak baca artikel dulu fansboy modal pulsa nih:

      “melesat lebih cepat dari rudal, yang akan semakin lambat saat mereka naik ke ketinggian Flanker E”

      Rudal ada keterbatasan ketinggian, yang mempengaruhi kecepatan ketika sampai pada ketinggaian dimana flanker berada. Jadi baca artikel jangan buru2 karena takut kehabisan pulsa atau belajar dulu pake Britanica Science, jangan cuma koar2 modal kaki lima…

      •  

        fansboy culun,,,mata luh minus yah,,,,baca lagi isi artikelnya…

        menembakkan rudal ke Flanker E, tetapi mereka (pilot Flanker E) hanya akan bersendawa pada afterburner mereka dan melesat lebih cepat dari rudal, yang akan semakin lambat saat mereka naik ke ketinggian Flanker E”, terang Goon.

        anggapan goon F-35 menembakkan rudal, Su-35 ada diketinggian diatas F-35…
        menurut dia ketika rudal naik kecepatannya lebih rendah drpd kecepatan Su-35….
        sehingga SU-35 cukup bersendawa dgn afterburnernya dan bla bla bla….

        jelas klo fansboy culun satu ini kurang paham isi artikelnya… mending pake daster saja, terus make up pake gincu…xixi

    •  

      Masa analisa mantan pilot pespur diadu dengan mantan pilot gamer bisa menang pilot game….. Kwokwokwok

      😎

  4.  

    Kita seharusnya …paranoid jga terhadap Hobart class mereka.jangan leha-leha saja.11 flangker E kalo mereka pake sistem kroyokan bakalan habis jga.belum lgi 2 martadinata class disikat 1 hobart class…modyarrrr.

  5.  

    betul sekali rudal pesawat di ciptakan dari udara ke udara beda dengan sam dari dari darat ke udara, maka rudal f35 akan menahan berat grafitasi bumi lebih besar jika di tembakan dari bawah ke atas apalagi su35 adalah pespur dengan kecepatan tinggi dan lincah belum juga jaming rudal dan penipu rudal maka f35 dlm bahaya besar jika berhadapan dengan SU35 huehehehe

  6.  

    Sorry Sorry saya hanya menambahi kritikan wartawan senior The Australian Peter Goon huehehehe

  7.  

    Bukan tanpa sebab jika Rusia belum berniat serius mengganti Su-35, ya tentu krn data intelijen bahwa Su-35 belum ada tandingan sepadan. Bahkan disebut Su-35 masih kompatibel head to head dengan F-22 Raptor.

  8.  

    @Agato beralasan bahwa F-35 dilengkapai dengan rudal BVR seperti AIM-120 AMRAAM dan mengandalkan kecepatan mach 4

    Pernah terpikirkan gak sih?

    The newer AIM-120C-5 and AIM-120D have HOB, they should have 50 G like the French MICA BRAAM. But the missile will require about five times the G capability of the target to complete a successful intercept.

    The time it takes for a missile to lose 25% of its velocity after burn out at supersonic speeds.

    Never shot from > @ 100,000 m altitude (~300,000 ft) in space
    ~150 seconds @ 24,000 m (~80,000 ft)
    ~70 seconds @ 18,000 m (~ 60,000 ft)
    ~25 seconds @ 12,000 m (~ 40,000 ft)
    ~10 seconds @ 6,000 ft (~20,000 ft)

    Nah, pada ketinggian operasional yang dimiliki F-35 dan F-18, anda bisa tahu butuh berapa detik rudal akan mengalami penurunan kecepatan 25% dari awalnya? (dengan catatan arah tembakan adalah datar) beda lagi perhitungannya klo arah tembakan naik/menanjak

    Tapi mungkin klo babi ngepet terbang yg anda ditembak pake rudal tersebut dan cuma tau meluncur lurus ya tentunya “teori” anda pasti berhasil 😛 hihihihi

    Seharusnya anda mengerti kenapa AS sangat anti klo ada negara beli pesawat Rusia, karena mereka dirancang untuk bermain di altitude yg lebih tinggi dari pesawat buatan AS 😀 sebab rudal AS dirancang untuk bermain di ketinggian standar mereka lho.. terlebih, semakin tinggi maka rudal akan semakin berkurang kemampuan manuvernya

    Dah jangan terlalu dipikirin, orang sepintar anda tentunya sudah mengetahui itu semua, bila dibandingkan saya 😛

    #PilotAsli vs #SalesGagal

  9.  

    Breaking News : Apaluh Petantang Petenteng ditemukan dalam keadaan lemas…..tanpa sehelai benang pun di tubuhnya…

  10.  

    Kalau mbaca artikel di atas…njelas sihhhh…Flanker E yg lebih unggul….F35 bisanya mbawa rudalnya mbah bowo sihh….hanya tahan cuman 3 menit …terus mbongsong…wkwkwkwkwk

  11.  

    Sugimura Agato Ente cerdas banget, berapa km jauh rudal itu ditembakkan. buat nembak jarak 1 km butuh 150 detik untuk ketinggian 24 km??? Kalo ngeteh ya yg lengkap, jangan sepotong-sepotong. Sini kasih belinknya biar gak HOAX. aaaaaaahhhhhhhh, muaah muah muah

  12.  

    Breaking News : Sugimura Agato ditemukan dalam keadaan lemas…..tanpa sehelai benang pun di tubuhnya…

  13.  

    waduhhh , bung agato n petentang petenteng…

    Kenapa asal muasal F35 di sebut “KalKun Ngising” itu yaaa karena G spot nya ga sensitive alias lemot , ama service ceiling nya rendah …

    Makanya betul kata Bule GoGon itu , …masalah V and H jadi kelemahan F35.

    •  

      Wah, lama gak ketemu sama Bung SP nih. Sehat selalu Bung.

      Gini Bung SP. Kemampuan terbang tinggi/Service Ceilling memang memberikan keuntungan yg besar untuk melihat target dg radar dan membuat jangakauan tembakan rudal AAW/AGM menjadi lebih jauh.

      Tapi jika berhadapan dgn pespur dg kemampuan Stealth, jelas itu akan menjadi masalah besar. Penampang atas pespur generasi kelima dibuat dg bentuk diamond shape, membuatnya memudahkan untuk mengarahkan gelombang deteksi radar dari pespur musuh agar tidak kembali. Ditambah dg coating untuk menyerap radar pada sisi yg susah untuk dipantulkan, maka tingkat visibilitas pada pespur Siluman yg terbang rendah menjadi lebih rendah.

      Nah, kebalikannya pada pespur khususnya generasi keempat, penampang bodi dibawah jelas akan sangat jelas dilihat dg radar biasa maupun IRST. Intake, nozzle, dan bahkan rudal yg menggantung akan mudah dilihat bila pespur terbang tinggi hingga maksimal. Makanya, pespur generasi keempat/kelima yg terbang lebih tinggi dari F-35 yg “hanya” mampu terbang setinggi 15 km takkan menjadi keunggulan buat mereka.

      Lalu gimana tentang buka-tutup pintu weapon bay F-35 yg lambat ?? Itu memang akan menjadi masalah, apalagi bila musuh mendeteksinya dg IRST. Tapi bila musuh terbang lebih tinggi dari F-35, tentunya F-35 tak perlu risau pintu weapon bay nya ketahuan, kan dia terbang lebih rendah. Sekuat apapun radar musuh, kalo dia terbang lebih tinggi itu hanya akan mengenai penampang atas F-35 yg lebih Stealth dan diberi lapisan penyerap gelombang yg baik. Makanya F-35 takkan risau kalo hanya bisa terbang rendah karena musuh pun harus terbang setinggi dg F-35 atau lebih rendah kalo mau menang pertempuran BVR dg F-35. Gitu Bung SP .

 Leave a Reply