Okt 092019
 

Menteri Pertahanan India Rajnath Singh terima Pesawat Rafale dari Prancis. (@ Rajnath Singh)

New Delhi, Jakartagreater.com – Menteri Pertahanan India Rajnath Singh pada hari Selasa, 8-10-2019 menerima jet Rafale pertama di fasilitas perakitan Dassault Aviation di Merignac, pinggiran kota Bordeaux, Prancis di hadapan Menteri Angkatan Darat Prancis Ms Florence Parly.

Hari ini adalah tonggak baru dalam kemitraan strategis Indo-Prancis dan memang merupakan puncak baru dalam kerja sama pertahanan bilateral. Prestasi semacam itu mendorong kami untuk melakukan lebih banyak dan itu akan menjadi agenda saya ketika saya bertemu Ms Parly untuk berdiskusi, “kata Rajnath Singh sebelum upacara simbolis untuk menerima Jet tempur pertama, dirilis Sputniknews.com, 8-10-2019.

 

New Delhi dan Paris telah menandatangani perjanjian antar pemerintah pada 23 September 2016 untuk membeli 36 jet Rafale dengan harga lebih dari 7,8 miliar Euro dan semua jet tersebut dikontrak untuk tersedia pada tahun 2022 sementara empat Rafale pertama dijadwalkan tiba di India oleh Mei 2020.

“Saya yakin jadwal pengiriman akan dipenuhi oleh pihak Prancis, dan juga semua 36 pesawat terbang dan peralatan terkait serta sistemnya,” tambah Singh.

 

Sebelumnya, Menteri Pertahanan India juga bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan membahas hubungan pertahanan India-Prancis.

Jet Rafale akan datang dengan berbagai modifikasi khusus India, termasuk display yang dipasang di helm buatan Israel, penerima peringatan radar, jammer band rendah, perekaman data penerbangan 10 jam, pencarian infra-merah dan sistem pelacakan.

Bagikan:

  9 Responses to “Menhan India Terima Pesawat Rafale Pertama dari Prancis”

  1.  

    India boleh berbangga 1 unit jet tempur rafale sdh tiba sementara indonesia masih hrs bersabar menunggu SU35 yg blm jg datang.

  2.  

    Wajar saja kalau India butuh banyak jet tempur, karena untuk mengkover luasnya daratan negaranya yg juga berbatasan dengan China & Pakistan. Lha kalau di bandingkan dgn Indonesia, yg luas malah lautannya….Jadi perlu demaga dan KRI yg banyak, di bandingkan jet tempur.

    •  

      tetap indonesiapun perlu pesawat tempur dalam jumlah yang besar bro.hal itu terkait strategi tempur bukan faktor dominasi darat atau lautnya. sampai saat ini mesin perang yang paling efektif untuk mampir ke berbagai wilayah tempur dengan cepat, menyerang dengan cepat dan berbalik arah dengan cepat ya cuma pesawat tempur apalagi kondisi negara kita yg begitu luas. Dan dalam menyerang wilayah darat/laut pesawat tempur punya sudut pandang yang lebih luas dari kendaraan tempur manapun

  3.  

    Peran pespur sendiri bukan hanya utk menjaga wilayah udara dan menghadapi pespur musuh tetapi jg bisa dipakai utk menyerang kapal contohnya saja dlm konflik falkland antara argentina vs inggris banyak kapal perang milik inggris yg berhasil dirusak ataupun ditenggelamkan dgn bom ataupun rudal yg diluncurkan dr pespur AU argentina.

    •  

      Itu dulu, sudah ndak relevan lagi, kalau sekarang, justru kemampuan kaprang lebih mendominasi lautan dan udara serta serangan darat. Kaprang sekarang sudah di lengkapi rudal laut ke udara dan laut ke darat, semakin banyak armada, maka semakin kuat pertahanan laut dan udara. Untuk mendeteksi pesawat musuh yg masuk lewat wilayah udara, apalagi terbang rendah untuk menghindari radar , kaprang bisa mendeteksi….lebih dulu….seandainyai ke depan, jika TNI AL di perlengkapi armada jet tempur, paling tidak lebih cepat memukul lawan.