Sep 062013
 
TNI AD Beli 100 MBT Leopard 2 berbobot 60 ton (photo:Rheinmetal)

TNI AD Beli 100 MBT Leopard 2 berbobot 60 ton (photo:Rheinmetal)

Menteri Pertahanan  Purnomo Yusgiantoro mengatakan kekuatan pertahanan Indonesia akan bertambah, menyusul penambahan alat utama sistem pertahanan (alutsista). “Pembangunan kekuatan pertahanan kita pada renstra 1 (2010-2014) akan bertambah kuat  dan diharapkan menjadi kekuatan besar nantinya,” ujar  Menhan di Banda Aceh, Jumat 6/09/2013.

Menteri Pertahanan bersama dengan Panglima TNI Jenderal Moeldoko, KSAD Letnan Jenderal Budiman, KSAL Laksamana Marsetio, dan Pangkostrad Letjen Gatot Nurmantyo, menghadiri kegiatan pembukaan Latihan Batalyon Raider Kodam Iskandar Muda di Lapangan Blang Padang , Banda Aceh.

Menhan Purnomo Yusgiantoro menjelaskan, awalnya target dari rencana strategi pertama 2010-2014 bisa mencapai 30 persen pengadaan penambahan alutsista TNI, namun kini telah mencapai antara 40 hingga 50 persen.  Sebagai contoh Menhan menyebutkan, pertahanan Indonesia akan mempunyai skuadron helikopter Apache untuk TNI Angkatan Darat. Untuk kendaraan lapis baja, awalnya berpikir hanya bisa menambah sebanyak 40 unit tank dengan bobot 60 ton. “Tapi kita bisa penuhi menjadi 100 unit tank yang beratnya 60 ton, selain juga penambahan sebanyak 50 unit tank yang beratnya 40 ton,” kata Purnomo menjelaskan.

Sementara sebelumnya Indonesia hanya memiliki tank tempur jenis scorpion dan AMX 13.

Menhan juga menyatakan akan mendatangkan rudal dari Brazil, selain peluru-peluru kendali jarah jauh untuk satuan Arhanud TNI Angkatan Darat.

TNI AL Beli dan Produksi 3 Kapal Selam Changbogo Korea Selatan (photo:ROK Navy)

TNI AL Beli dan Produksi 3 Kapal Selam Changbogo Korea Selatan (photo:ROK Navy)

Untuk jajaran TNI Angkatan Laut, menteri menyebutkan sebelumnya Indonesia hanya berpikir menambahkan satu unit kapal selam, namun kini sudah memesan tiga kapal selam. Kemudian Rusia juga menawarkan sebanyak 10 unit kapal selam lagi. “Itu semua karena kepercayaan negara-negara sahabat kepada Indonesia untuk menjaga stabilitas di kawasan,” kata Purnomo Yusgiantoro.

Sedangkan untuk TNI Angkatan Udara, menteri menjelaskan awalnya ada pemikiran penambahan tiga unit pesawat bagi transportasi udara, tapi kini pihaknya akan mendatangkan sembilan unit atau penambahan satu kuadron.

“Belum lagi jenis pesawat angkut Hercules, awalnya tidak mendapatkan tambahan. Tapi sekarang kita akan mendapatkan tambahan sebanyak 10 unit lagi,” katanya menambahkan.

F-16C block 25 serial number 84-1281 yang  dihibahkan ke Indonesia. Photo diambil 9 April 2008 di Eielson AFB, saat misi Red Flag-Alaska  [Photo by Karl Drage]

F-16C block 25 serial number 84-1281 yang dihibahkan ke Indonesia. Photo diambil 9 April 2008 di Eielson AFB, saat misi Red Flag-Alaska [Photo by Karl Drage]

Kemudian skuadron tempur juga bertambah, selain pesawat Sukoi. Selanjutnya F16 sebelumnya diperhitungkan tambahan hanya enam namun mendapat sebanyak 24 unit.

“Dengan penambahan pesawat tempur F16 itu mungkin kita akan menambah skuadron, bisa saja ditempatkan di wilayah Sumatera,” ujar Menhan Purnomo Yusgiantoro menutup pembicaraan.(Antara/Ella Syafputri).

  43 Responses to “Pertahanan Indonesia Semakin Tangguh”

  1.  

    Menhan “Kemudian Rusia jg menawarkan (lagi) 10 unit kapal selam” (menambahkan yg sudah ada sebelumnya ya pak?!). Btw bung Diego minta tulung pencerahannya untuk KS yg ditawarkan 10 biji itu jenisnya apa ya? Nakula-kah? Semur-kah? Tilpon-kah? Ato Merica?

    •  

      Mungkin kilo class, secara…..
      Tapi varian yang mana….?
      Logikanya sih 877, 877E dan 877EKM yang dilepas Rusia karena mereka telah membuat varian-varian yang lebih baru spt project 636 dan 677. Tapi kapal selam bukan produk massal, jadi bisa dicomot dari beberapa varian, misal ambil dua dari varian 677 yang sudah memiliki vitur operasikan/ release-recovery pasukan khusus dan didisain khusus fungsi intai. Syukur-syukur masih kebagian yang amur class, tapi masalanya kan wani piro ?.
      Dugaaan saya sih 877-877EKM yang ditingkatkan kemampuan senjata dan elektroniknya.

      •  

        MAU nanyak ne bung diego pada intinya indo jadi beli KS kilo class tidak ? ini masi simpang siur kalu KS camboogo sudah 3 unit dari Korsel yang dari rusia jadi ngk ya ???

  2.  

    Klo ks rusky udah sering dibahas, sy tertarik pd pernyataan pengadaan peluru kendali jarak jauh untuk arhanud tni .
    Hayo main tebak2an lagi hi hi hi hi …….. Pasti entar lg ada bocorannya
    Oleh2 SBY ktm putin nich…. Lontong + rudal . Mantap
    Lanjutkan !!!!

    •  

      Secara nasional, radar kita menggunakan sistem nato (master T perancis). Radar nasional ini diintegrasikan ke sistem pertahanan titik yg juga nato (starstreak composit orlekon). Nah sistem pertahanan jarak menengah, kalau s300 rusia yang dipilih, bisakah diintegrasikan ke radar nasional dan pertahanan titik ?

      Logikanya kan…kalau radar nasional nangkap pesawat asing, data itu bisa dikirim ke cockpit pesawat tempur, sistem pertahanan jarak pendek dan menengah, serta kapal perang, sehingga bisa bereaksi dgn cepat. Terlambat satu menit saja, alutsista atau obyek vital yang ditarget musuh, bisa hancur babak belur.

      Lha sistem kita saat ini gado-gado, termasuk fighter dan kapal perang. Integrasi frigate sistem nato dgn rudal yakhont….mungkin bisa dijadikan tolak ukur, betapa sulitnya mengintegrasikan dua sistem berbeda karena akan banyak bugsnya.

      Apa kira kira platform sistem pertahanan kita ke depan ya ?

      •  

        platform sistem pertahanan kita ya dari dalam negeri bagaimana setuju?

      •  

        Tetep gado-gado bang.. Selain miskin perencanaan kita ini juga masih “embargopobhia”, makanya klo beli alutsista tiap matra juga pasti kombinasi timur-barat. Satu lagi, suka lupa konsep awal klo ada yang ngasih hibah sama embel2 TetOteT.

        Ane nggak menyalahkan TNI/Pemerintah kok, soalnya klo keukeuh sama perencanaan bisa2 malah nggak dikasih restu sama….. (isi sendiri ya, u know what i mean)

        •  

          kurang sepakat dengan istilah “gado-gado”. Mungkin lebih cocok dengan istilah “hybrid” kali ya. sebagai salah satu negara yang menggunakan dua sistem kendali, yaitu versi eropa-as dan rusia, akan menjadi salah satu keistimewaan indonesia.

          itulah gunanya LIPI, untuk mengintegrasikan kedua sistem tersebt ke dalam satu alat hybrid yang mampu menangani sistem nato vs rusia.

          Indonesia memiliki ribuan sarjana2 elektronik, sarjana2 komputer, dan sarjana2 lain. jumlahnya jutaan yang masih menganggur. Masak bikin alat hybrid yang mampu menangani begituan saja tidak mampu..
          manfaatkan mereka. jangan beban negara yang begitu besar hanya dibebankan ke pundak beberapa orang saja.

          •  

            Klo yang ini ane cocok.. Di kita banyak yg pinter2 koq, lomba sains dan metematika aja anak2 Indo banyak juara. Ahli juga banyak di kita, cuman seperti ane pernah bilang, kepedulian negara ama riset dan penelitinya masih kurang, makanya banyak yg lari ke luar negri, akhirnya malah negara lain yg menikmati hasilnya..

            Ilmuwan itu kaya anak-anak, klo ortu nggak kasih mainan ya gabung ama anak-anak tetangga yg punya mainan. Istilahnya punya hasrat dan imajinasi kok nggak ada penyaluran.. CMIIW

          •  

            Pemerintah pelit sih dalam perekrutan calon-calon ilmuan muda.

            Seharusnya porsi untuk calon ilmuan muda diberbagai bidang lebih diperbanyak, terutama ilmuan di bidang militer.

            Militer juga harus memiliki Unit Ilmuan sendiri donk, jangan cuma bergantung kepada LIPI DOANK, agar perkembangan teknologi yang diserap militer (bukan LIPI) semakin meningkat, semakin terarah, dan semakin mengalami percepatan.

        •  

          Tadi saya coba googling…rudal anti udara jarak menengah HQ 9 China yang meniru S-300 Rusia, ternyata menggunakan sistem radar LLQ-305A yang sejenis dengan Thales Ground Master 400 AESA / Patriot (NATO)

          China berhasil memadukan S-300 (sistem rudal rusia) dengan patriot (sistem radar Nato) menjadi HQ9. Ini yang dimaksud Bung Disperado Hybrid

          TNI sempat juga melihat uji tembak HQ 16 di China. Mungkin TNI sempat tertarik dengan rudal pertahanan jarak menengah China, karena radarnya platform nato/barat, sama dengan radar indonesia, buatan perancis dan inggris.

          China berhasil mengawinkan teknologi Rusia dan Nato, meski secara kualitas belum tahu seperti apa

          •  

            Boleh tau nggak bang, hasil uji coba coba di China. Tingkat akurasinya di banding S-300 apa Patriot, udah mendekati atau malah sebanding? Mungkin ada bocoran dari orang kita yg ikut menyaksikan uji coba..

          •  

            Hasil ujicoba di gurun gobi saya tidak tahu. Sempat baca komparasi hq 16 vs s300 di forum china. Ulasan mereka hq 16 masih di bawah s300. Jarak tembak diperkirakan maks 120 km, dan belum bisa membidik pesawat stealth…krn belum bisa kunci pesawat yg rcs kecil. Tapi china terus kembangkan kemampuan radar mereka. Radar terbaru sdh dibuat dan diujicoba. Salah satunya dipasang di radar kapal china yg kini dikirim ke perairan mediterania- suriah. Tentu radar china belum mature…krn mrk baru baru berkembang bbrp tahun terakhir

          •  

            Thanks bang. Berarti masih dibawah yg aslinya ya..

            He he.. Rupanya ke mediterania ada maunya, jalan-jalan liat kembang api sambil ngetes radar bisa liat penampakan apa nggak, kayaknya mo ngetes ngusilin Tomahawk yg lagi terbang juga nih si panda…

          •  

            Om diego, Mungkin kemhan+TNI nantinya juga pengin mengikuti model Turki (yg juga anggota nato). Turki mengkombinasikan rudal pertahanan udara dari barat dan dari rusia/china.
            Turki pun berniat membeli sejumlah senjata dari Rusia dan China. Beberapa senjata yang akan dibeli Turki adalah Misil Patriot jarak jauh buatan perusahaan Amerika Serikat (AS) Raytheon dan Lockheed Martin, Sistem pertahanan S-400 buatan Rosoboronexport, Rusia, HQ9 dari China, serta beberapa sistem pertahanan dari Prancis dan Italia. Langkah Turki adalah taktik untuk mengatasi menghemat karena harga-harga senjata dari Barat relatif tinggi.
            Khusus HQ 9 dirancang untuk menjadi cukup fleksibel untuk menggunakan berbagai macam radar, baik pencarian / pengawasan / akuisisi radar dan pelacakan / keterlibatan / api radar kontrol (FCR).

      •  

        Setelah TNI berhasil memasang yakhont di Van Speijk, integrasi sudah bukan masalah lagi. (sama2 300 km).

        •  

          Klo boleh tau yg bikin integrasi sistemnya LEN? apa teknisi Rusia yg katanya juga ikut dalam peng-integrasian? Setau ane kapal van speijk yg digarap CMS-nya sama LEN cuman KRI Ahmad Yani doang.. Soalnya selentingan kabar uji coba Yakhont pertama gagal, baru yg kedua yg berhasil. Nggak tau beneran apa nggak, soalnya masih sas-sus. Mohon pencerahannya…

      •  

        Setuju om diego, mungkin itu jg dirancang oleh kemhan dan tni saat ini. Mereka memerlukan pengadaan satelit militer secepatnya untuk komunikasi semua antar sistem kendali. Apalagi sistem alutsista kita gado gado, mungkin kesulitan dlm hal interkoneksi datalink antar sistem tsb.
        Dlm Litbang kemhan dlm pengembangannya bersama bppt, lipi, len, pt di, tni, dll jg bekerjasama dgn perusahaan swasta berusaha membuatsistem komunikasi dan oertukaran datalink interkoneksi mulai dari satelit, radar oertahanan, KRI, pesawat tempur, uav, dll
        Ini sgt penting dan urgen sekali misalnya dipake terutama di komando pertahanan udara nasional khususnya

        •  

          contoh sederhana, misalnya ketergantungan kita thd sistem GPS.
          Kita harus bisa membuat satelit militer yg salah satunya digunakan untuk membantu sistem navigasi global dan jaringan positioning yang dikenal sebagai Beidou, atau sistem kompas atau untuk penggunaan satelit global dan sistem navigasi seperti meniru program negara china untuk bisa membuat sistem GPS sendiri.
          Bayangin aja, hp, tablet, komputer, internet dll keseharian kita membutuhkan gps untuk byk akses keperluan kita. Hal itu juga digunakan byk prajurit tni di lapangan.

      •  

        Bisa pasti brow, lha kaya gak tau aja, 80 persen PC yang beredar di Indonesia kan isinya gado-gado he..he…IBM Gw aja, motherboard udah China punya, hard disk dari Jepang, DVD rom buatan arek dewek wkwkwkwkwk

  3.  

    Di tetangga sebelah ada judul seperti ini” Menhan : 2014 TNI Terkuat di Asia Tenggara”. Yang menarik dari judul tersebut ada kutipan pernyataan pa menhan RI: “Sukhoi akan diganti semua. Negara kita akan kuat, itu penting”. Mohon penjelasan dari kutipan menhan tersebut, mungkin saudara Satrio, bung WH, pa Melektekh dan saudara-saudara yang lain bisa ikut membantu atau memberi tafsir dari kutipan menhan diatas,terimakasih.

    •  

      Kemungkinan besar salah kutip. Gak mungkin sukhoi diganti…lha baru minggu ini komplit menjadi 1 skuadron. Yang ada harusnya ditambah. Mungkin maksudnya ada skuadron baru f16 di sumatera, pesawat hibah eks national guard AS. Salam

    •  

      Menurut saya, sukhoi mau diganti semua di sini bukan 16 sukhoi tapi 4 sukhoi pembelian awal jaman presidennya ibu megawati dulu ( SU-27SK & SU-30MK ). Keempat sukhoi ini berbeda type dgn yg terakhir dibeli ( SU-27SKM & SU-30MK2 ). Dan tekhnologinya jauh tertinggal. Jadi kesemuanya (maksud pak menteri keempat empatnya ) akan diganti (baca : diupgrade teknologinya.)

  4.  

    Ah, mengenai C4i kangkung kita bagaimana bung diego. Macam sol daden nguturo pake men pet..sudah mulai digagas..pake open sors mungkin ya? Osnya model firefox?

  5.  

    Mantab Indonesia…!!!

  6.  

    Selama kita belum punya rudal anti udara jarak jauh saya kira kita belum termasuk negara dengan pertahanan kuat.okelah selama MEF 1 selesai kita semakin kuat.tp selama kita blum punya payung udara yg mumpuni ya jgn berpuas diri.minimal s300 lah syukur2 s350.harapan saya sih di MEF 2 kita beli 1 ska su 35 BM?kapal selam yg di tawarin kita beli semua?s300 paling ga 8 baterai ?heli AKS ?heli serbu dan serang?heli angkut chinook?dan setidaknya 4 destroyer canggih apa frigatte.itu aja sy rasa cukup.klo ada yg kurang bung diego bisa nambahin..oiaa jgn lupa juga kembangkan satelit militer kita.klo blom bisa ya ajak negara2 lain china kek rusia kek

    •  

      Banyak amat wishlist-nya bang.. Menurut ane sampai 2020 yg masuk akal cuman s-300/400, Su-35bm, heli AKS dan serang, kilo, sama chinok doang. Yg lain cuman “wet dream”..

      •  

        dapet info drmmna ittu oom kalao mef 2 dpet segitu..banyaknya..

        Kalu kilo mgkin nd pastimmasuk lah.
        Tp yg lain “mboten ngertos”

      •  

        Kan ane bilang “yg masuk akal” gan.. Soalnya yg destro sama satelit militer 10 taun kedepan juga belum masuk akal.. Namanya juga “wishlist”, ente juga bisa kok gan majangin “list” harapan ente di mari, sapa tau kejadian beneran.. He he..

        •  

          Nggak ada yg mustahil, tapi impian juga harus disesuaikan keadaan gan.. Perihal flagship pan nggak harus sekelas destro/heavy frigate gan. Lha US flagship aja bukan destro kok, coba googling USS Blue Ridge. Sama dengan model command ship, emang ada juga sih yg pake heavy frigate, contoh belanda pake DZP buat command ship. Dikita kan ada juga command ship, KRI Multatulli gan, walaupun aslinya support ship buat kapal selam. Dari umur yg udah tua, mungkin kapal ini yg mau diganti dengan command ship pengadaan baru. Jadi bedalah menurut ane pengadaan flagship dengan destro.. CMIIW

    •  

      setuju di noted : Selama kita belum punya rudal anti udara jarak jauh saya kira kita belum termasuk negara dengan pertahanan kuat. jadi pade menhan apa sudah mempertimbangkan memang sudah mau punya payung udara berlapis yg mantabb.?? meski punya leopard , apache , sukro, kilo, yakhont pertanyaannya bisa gak ngatasi klo di rudal tomahawk nyasar ke Jakarta atau kota besar lainnya dari selatan misalkan :salah pencet he he he ???

    •  

      Benda-benda semacam S300, Patriot, dst secara memang logika harus di order dalam MEF II, kalau ingin menjadi macan Asia. Apalagi negara2 Asia sudah jamak memilikinya. Bahkan lebih dari itu, logistik juga masih kedodoran. Maka Chinook dan A-400M Atlas atau C-17 Globemaster sekalian juga perlu diadakan … . Chinook seperti menjadi barang wajib setelah kita deal membeli 8 Apache, setidaknya untuk mensupport BBM Apache di tengah jalan.

      Untuk daya gempur dari darat sudah cukup menjanjikan untuk membentuk Skuadron Kavaleri yang terdiri 4 elemen berat yg bisa berlari kencang “bersamaan”: MBT Leopard 2 + IFV Marder + Apache Longbow + Caesar 155 mm. Tinggal diperbanyak.

      •  

        Pasti sedang dipikirkan kok bang, haqul yakin ane. Apalagi di sebelah selatan ada rame2 di cocos, Jokowi juga lagi sibuk nyari parkiran buat nih barang. Ane ada bau-bau kontrak long range/medium SAM dalam waktu dekat. Moga aja firasat ane bener, soalnya dah kenyang ama pengadaan shorad ..

        Chinook dah masuk list di dephan sama dpr, klo A-400m sama c-17 sementara ane kategorikan sebagai “wet dream”…

    •  

      Selama ini kita mengeluh masalah dana, budget dll, sebenarnya dgn anggaran TNI sekarang kita bisa menjadi negara yg sangat kuat di dunia, ini listnya. saya telah menghitung melalui skema keungan terrencana dgn baik atau tepat, dan konsisten. inilah senjata mutakhir yg bisa kita dapat pd 30 tahun dari 2015. Semuanya baru, keluaran pabrik, gress.

      1. Pesawat tempur, super canggih, sekelas F22, T50 Pak-pa, atau su35 = 500 unit
      2. Kapal selam super canggih = 60 unit, atau senilai Rp 150 Trilyun.
      3. Kapal Induk Canggih dan super canggih. = 10 unit. senilai Rp. 400 Trilyun.
      4. Kapal selam canggih dan super canggih = 600 unit
      5. Rudal Jrk. menengah, jauh, dan antar benua, = 350 batrei lebih, setara dgn Rp. 350 Trilyun
      6. Tank super canggih setara leopard atau lebih. = 10.000, senilai Rp.500 Trilyun.
      7. Pasukan Cadangan = 15 juta personel, dgn asumsi tiap tahun 500 rb. tamatan smu wajib militer.

      Angka angka diatas sangat mungkin dicapai dengan catatan.
      – Separuh dari anggaran utk TNI (APBN) khusus untuk membeli / membuat alutsista tiap tahun.
      – Pertumbuhan ekonomi positif 5 s/d 7 % pertahun.
      – Pertumbuhan anggaran TNI 6 s/d 7 % pertahun.
      – bila ada peralatan lain, atau perbaikan, yg tdk masuk dari operasional rutin atau tdk ada dlm program pembelian diatas, seperti radar, dll. dicarikan dari sumber dana lain, atau dana taktis non budgeter.

      Nilai total belanja uang sekarang sekitar. Rp. 2.200 (dua ribu dua ratus) Trilyun.
      Nilai 30 tahun yg akan datang Rp. 7.700 (Trilyun)

      Kalau sebagian bisa dibuat sendiri dalam negeri, berarti menjadi sangat murah, sehingga bisa dicapai dalam tempo jauh lebih singkat.

      “””” Semoga dengan kekuatan senjata ini Indonesia menjadi lebih bijaksana, bukan adigang adigung yg menyebakan kehancuran bagi Dunia dan umat manusia. terutama bangsa sendiri. AAAAAMMMMMMMIIIIINNNNNN ………………….. “”””””””””””””””””

  7.  

    Oia bung diego..di tunggu artikelnya yg lain.tiap hari saya buka isinya koq artikel yg sama..terima kasih dan salam

  8.  

    jangan lupa MEF itu kekuatan pokok minimum
    jadi kalaupun tercapai target MEFnya itu baru kekuatan minimum

  9.  

    Kalau detik ini jakarta,surabaya dan makasar diserang dgn rudal, pesawat siluman dan pesawat pembom tanpa awak. Yang dipandu satelit mata2 mereka. Apa yg bisa diandalkan S300 dan S400 belum ada. Tolong dipikirkan…kalau masih waras.

  10.  

    kombinasi Kehadiran Pantsyr S1 dan S-300 dalam jajaran alutsista RI jelas akan meningkatkan Arm race di kawasan ASEAN dan mengubah strategi geopolitik negara kawasan.
    Lebih baik klo memang mau ambil yg versia baru s-350/s-400, dan untuk payung pelindungnya pantsyr s1.

    •  

      kalau payung udara kita mengintegrsikaan s-350 / s-400..tiada lagi kucing liar tetangga umpet”an bang..
      Menurut ane gk sah muluk” mintanya cuma pantsyr,s-350,s-400 ,su35bm sebagai payung serta elang udara NkrI bang… Dah merasa lebihh,,udah sujud sukur ane,kalau pak beye jadi nge bungkusin buat kita”..

      Kalao untuk lontong mah ane djamin 100% pasti di bungkus,,tanpa terkecuali..

  11.  

    Dirgahayu TNI … semoga makin jaya di darat-laut-udara…

    •  

      Sayang TVRI 30 tahun gak maju2 (sejak peringatan HUT TNI di Jagorawi) dalam kemampuan reportase, pembawa acara bilang ‘berikut tampil alutsista A’ ..di layar keluar alutsista Z…

  12.  

    Beli alutsista dari Rusia saja agar dpt di intergasikan dgn s300 atau s400 spt India kalau beli dgn Barat bisa di embargo (masih tdk kapok2nya pejabat kita ) disamping alutsista barat lebih mahal dan perawatan susah dan mahal , Kalau pertahanan bagus dengan Rusia, Kalau ekonomi dengan Jepang, Korea, Kalau science dgn barat

 Leave a Reply