Sep 162018
 

dok. Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu. (photo: Jim Mattis)

Manila, Jakartagreater.com  –  Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu menegaskan ASEAN serius mengatasi ancaman radikalisme, ektrimisme dan terorisme dengan meningkatkan koordinasi dan strategi di semua tingkat pemerintahan bersama masyarakat sipil, antarnegara-negara ASEAN, dirilis Antara pada Jumat 14-9-2018.

“Pola kerja sama antara Indonesia, Filipina dan Malaysia dalam menangani terorisme merupakan cerminan kita serius mengatasi ancaman terorisme. Pola ini menjadi perhatian dunia, dan model ini dapat diterapkan di negara lain,” katanya, dalam pertemuan trilateral dengan Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana dan Menteri Pertahanan Malaysia Mohammad Bin Sabu, pada Jumat 14-9-2018 di Manila.

Pada pertemuan yang berlangsung di Markas Angkatan Bersenjata Filipina tersebut, Indonesia mengusulkan adanya latihan bersama Angkatan Darat, untuk melengkapi kerja sama yang telah dilakukan oleh Angkatan Laut dan Angkatan Udara untuk mengatasi aksi terorisme di wilayah perbatasan tiga negara yakni Indonesia, Filipina dan Malaysia.

Pertemuan ketiga negara sepakat untuk memberikan perhatian serius pada akar persoalan terorisme, termasuk upaya mengatasinya antara lain melawan narasi ekstrimisme melalui pendidikan, keterlibatan masyarakat serta memberikan dukungan bagi terorisme.

Ketiga negara sepakat mempromosikan program deradikalisasi, rehabilitasi dan reintegrasi sebagai bagian dari langkah-langkah komprehensif melawan terorisme, dan melindungi kelompok rentan terutama perempuan, anak-anak dan kaum muda dari pengaruh terorisme.

“Kami telah memiliki program deradikalisasi, termasuk program bela negara yang menyentuh seluruh komponen bangsa termasuk kaum muda, pelajar untuk menghindarkan mereka dari paham terorisme,” tutur Menhan Ryamizard.

Hal senada diungkapkan Menhan Malaysia Mohammad Bin Sabu yang mengatakan, terpenting adalah mengalahkan paham radikal yang dianut para teroris, termasuk kesalahan memahami makna jihad. “Terorisme adalah ancaman nyata yang dihadapi ASEAN, maka kita perlu bekerja sama mengatasinya, di berbagai tingkatan, baik militer maupun masyarakat sipil,” ucapnya.

Sementara Menhan Filipina Delfin Lorenzana menegaskan kerja sama yang telah dilakukan antara 3 negara menjadi landasan kuat untuk mengatasi beragam ancaman keamanan di kawasan, termasuk ancaman radikalisme dan terorisme. “Apa yang terjadi di Marawi beberapa waktu lalu, menjadi gambaran bahwa ancaman itu nyata dan kuat,” ujarnya.

Beberapa waktu lalu, dengan memanfaatkan konflik bersenjata di Filipina Selatan, kelomppok militan yang menyatakan setia pada Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS) mencoba menancapkan panji mereka di Asia Tenggara.

  5 Responses to “Menhan RI: ASEAN Serius Atasi Ancaman Radikalisme”

  1.  

    semoga boneka2 teroris itu tidak pernah mendapai semai dan tempat di nusantara,seperti Marawi yang sudah diacak acak itu begitu dekat dengan kita….perkokoh persatuan bangsa itu adalah bentengnya.

  2.  

    Yg Nggak Serius Soal Teroris Yaitu Beruk lihat teroris berkeliaran di wilayah lautx, apa nggak ada duit buat patroli

  3.  

    Lha memang seh, kelihatannya radikalisme di negeri ini ada yg memelihara…

  4.  

    Konon pemikiran seperti itu tidak bisa dihilangkan. Akan tetap patah tumbuh hilang berganti. Masih ada kesempatan untuk mengatasi dengan cara dilokalisasi. Diberi wilayah sendiri untuk membentuk pemerintahan yang disukai. Tidak boleh terpencar diberbagai negara. Kalau yang ingin memperluas wilayah keluar dari lokalisasi terpaksa diperlakukan seperti binatang buas yang keluar dari habitatnya.
    Nambah wacana, insyaallah bermanfaat. Aammmiiiiiinnnn.
    https://jakapingit.blogspot.com/2011/12/pm-vladimir-putin.html
    Silahkan dibaca.

  5.  

    Kalo di gebuk.. malah jadi efek Domino opo yo ora mumet..

 Leave a Reply