Menhan RI dan Turki Bahas Kerja Sama Industri Militer

Ankara, Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar menerima kunjungan resmi Menteri Pertahanan Indonesia, Prabowo Subianto di ibu kota Turki, Ankara, pada Kamis, 28-11-2019. Pertemuan Hulusi Akar dengan Prabowo Subianto diawali dengan upacara militer di Kementerian Pertahanan Turki, dirilis Anadolu Agency.

Keduanya melakukan pertemuan tertutup setelah menghadiri upacara resmi dan acara diskusi yang diadakan oleh delegasi Turki dan Indonesia.

Kunjungan Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto ke Ankara, Turki, 28-11-2019. (@tcsavunma)

Pertemuan ini membicarakan masalah keamanan dan kerja sama dalam industri militer dan pertahanan. Jakarta dan Ankara memiliki hubungan yang kuat dalam mengembangkan industri pertahanan.

PT Pindad Indonesia dan FNSS Turki menandatangani kerja sama pembuatan purwarupa medium tank pada tahun 2015. Perancangan tank dimulai Februari 2016. Setelah diproduksi di Turki, medium tank ini diberi nama Kaplan MT, sementara Indonesia menamainya Tank Harimau.

Kunjungan Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto ke Ankara, Turki, 28-11-2019. (@tcsavunma)

Pada tanggal 1 November 2016, tank itu diperkenalkan ke publik selama pameran Indo Defence tahun 2016.

Kedua negara juga berkolaborasi dalam memproduksi kendaraan udara tak berawak (UAV). Perusahaan Turkish Aerospace Industry (TAI) telah mengikuti proses tender pengadaan UAV sejak tahun lalu, namun hingga kini belum diputuskan.

12 pemikiran pada “Menhan RI dan Turki Bahas Kerja Sama Industri Militer”

  1. Kalau dilihat-lihat, kapabilitas industri hankam Turki lebih mumpuni dan dapat diandalkan jika ditinjau dari perspektif kerjasama internasional. Mengingat mereka juga anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara, Turki sudah menjadi salah satu rantai pasok utama bagi industri hankam disamping Amerika Serikat, Inggris, Perancis dan Italia.

    Dibawah pengawasan dan koordinasi Savünma Sanayi Baskanlïgi (Presidency of Defence Industry), Turki mampu mengonsolidasikan ekosistem industri hankam yang efektif, efisien dan inovatif dari segi riset dan pengembangan senjata.

    Sektor pertahanan laut Turki dengan Milgem (program Korvet nasional), TF-2000 (program fregat berat siluman anti kapal selam) dan Milden (program kapal selam nasional), ketiga program tersebut merupakan hasil kerjasama antara industri hankam swasta dengan badan usaha milik negara Turki seperti Thyssenkrupp Marine System Gmbh (Jerman) dengan Gölcuk Naval Shipyard milik AL Turki dengan basis desain Type 214.

    Sementara itu, yang sangat menarik Dari Turki adalah sektor pertahanan udaranya, dimana Turki baru saja merilis produk pesawat tempur 5th Gen mereka yaitu, TF-X yang dipelopori oleh industri aviasi nasional mereka, Turkish Aerospace Industry. Desainnya yang menyerupai F-35 ini sudah dikerjasamakan dengan Swedia lewat SAAB (Swedia) sebagai pengarah desain dan Inggris dengan BAE Systems Plc (UK) sebagai pengarah sistem avionik dan C4ISR pespur.

    Jadi dengan melihat apa yang sedang dikerjakan dan dengan Siapa Turki bekerjasama, akan lebih baik bagi industri hankam Indonesia bekerjasama dengan Turki di lebih banyak bidang matra.

    Kemudian Indonesia juga bisa meningkatkan kerjasama pengembangan industri hankam nasional dengan Italia dan Swedia, mengingat dari segi kontrol persenjataan (termasuk transfer teknologi) tidak seketat Inggris, Perancis dan Jerman.

    Swedia dengan segala pengalaman nya dalam industri pertahanan, dari udara hingga laut memiliki keandalan yang tinggi dengan kapasitas yang setingkat dengan negara-negara NATO, meskipun bukan anggota, dari Gripen NG Block E/F, hingga AIP-equipped Kapal Selam Kelas A-26 (HSwMS Blekinge Class) merupakan alternatif potensial untuk mencapai MEF 2019-2024.

    • Fighter jet gen 5 Turki masih dalam bentuk mock-up desain, jadi masih lama. Lebih maju tahapan KFX/IFX.

      Pak Prabowo kemarin hanya tinjau Kapal selam dan korvet dari program Milgem yaitu korvet Ada Class.

      Pengadaan kapal selam dipercepat. Jadi selain 3 kapal selam 209 dari Korsel yang kemarin ditandatangani kontraknya di Pindad senilai usd 1,2 milyar, ada lagi pengadaan kapal selam dari sumber lainnya (kemungkinan dari Turki ini).

      Lalu untuk korvet kemungkinan besar ambil dari Turki mengingat kita mau lepas dari Damen sehubungan konflik CPO dengan Eropa.

      • Memang yang terlihat saat ini dari TF-X masih dalam mock-up, tapi masa sih kita tidak tahu kontur industri hankam? Pastinya ga diumumkan semua pastinya dan hanya karena kebetulan yang dikunjungi hanya korvet dan kasel, bukan berarti hanya itu sajakan?

        Kalau Korvet menurut Saya terlalu dini memperkirakan DAMEN akan dilepas, mengingat di UE sendiri ada Belanda, Inggris, Polandia, Hungaria, Italia juga Lithuania menolak rencana peningkatan bea masuk sawit yang bernilai hanya USD 650 Juta dari total perdagangan ke 28 negara anggota UE sebesar USD 31 Miliar pertahun 2018.

        Toh yang Saya dengar, PAL sendiri sudah menyiapkan desain kapal Korvet 90 M pengganti Parchim bekas AL Jerman dan mereka kabarnya tandatangan kesepakatan untuk pembelian lisensi Iver Huitfeldt dari Odense Maritime Technology

Tinggalkan komentar