Apr 072018
 

Menhan RI Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu didampingi Pangdam Jaya Mayjen TNI Joni Supriyanto menyampaikan sejumlah isu faktual terkait stabilitas keamanan di kawasan diantaranya pengamanan laut Sulu dan potensi ancaman ISIS.

Jakarta, Jakartagreater.com – Menteri Pertahanan RI Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu berpesan agar prajurit TNI tetap konsisten bersikap profesional dan netral pada Pilkada Serentak Tahun 2018. Hal ini dikemukakan Menhan saat memberikan pembekalan kepada 241 Komandan Satuan (Dansat) jajaran Kodam Jaya/Jayakarta pada Apel Dansat, hari Selasa 3 April 2018 di Rindam Jaya Condet, Jakarta Timur.

Menhan RI Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu didampingi Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Joni Supriyanto juga menyampaikan sejumlah isu faktual terkait stabilitas keamanan di kawasan diantaranya pengamanan laut Sulu dan potensi ancaman ISIS.

Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu sempat mengingatkan dinamika perkembangan lingkungan strategis baik global, regional maupun nasional, mengisyaratkan tantangan yang besar dan kompleks, khususnya dalam konteks menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI.

Dengan demikian, dibutuhkan upaya yang lebih besar lagi untuk bisa menghadapi dan menjawab semua tantangan yang dimaksud serta memerlukan tindakan bersama yang lebih konkret dan serius. “Tunjukkan kalian adalah Tentara yang benar dan benteng Sapta Marga, itu harapan kita semua, harapan bangsa ini,”tegas Menhan Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu.

Terkait netralitas, Menhan menambahkan setiap prajurit TNI hendaknya selalu bersikap hati-hati, harus betul-betul memegang teguh Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. “Semua harus menyadari, terutama tentara dan polisi. Kalau tentara dan polisi sudah ikut- ikutan berpolitik yang seharusnya tidak boleh berpolitik, itu sama saja mengajarkan rakyat tidak benar, “terang Menhan.

Selain menekankan netralitas dan profesional dalam kesempatan tersebut juga ditekankan untuk terus menjaga dan memelihara ideologi Pancasila. “Jadikan Pancasila, Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI serta peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai roh dan pedoman di dalam kehidupan keprajuritan,”tandas Menhan Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu.

Saat dimintai keterangannya, Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Joni Supriyanto menjelaskan, Apel Dansat dilaksanakan guna bertukar pikiran mengatasi permasalahan yang dihadapi satuan dan untuk penajaman kualitas kepemimpinan para Dansat. (tniad.mil.id).