Jan 082015
 

menhan-kunjungan-ke-pt-len

Bandung – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu didampingi Kepala Badan Sarana Pertahanan Laksda TNI Rachmad Lubis dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kemhan Prof. Dr. Ir. Eddy Sumarno Siradj, M.Sc., melakukan peninjauan kemampuan tiga perusahaan industri strategis pembuat radar dan Alat Komunikasi (Alkom) di Bandung, Senin (29/12).

Ketiga industri strategis yang ditinjau Menhan yaitu PT Len (Persero), PT Inti (Persero) dan PT CMI Teknologi. PT Len dan PT Inti merupakan perusahaan strategis Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sedangkan PT CMI Teknologi merupakan perusahaan swasta nasional.

Menhan memulai peninjauan ke PT Len dan diterima oleh Direktur Utama PT Len p Abraham Mose yang didampingi jajarannya. Sebelum peninjauan dan melihat langsung fasilitas produksi PT Len, Menhan terlebih dahulu menerima paparan mengenai profile dan sejauh mana kemampuan PT Len dalam mendukung dan memenuhi kebutuhan Alpalhankam.

Dirut PT Len Abraham Mose menjelaskan, hingga saat ini kinerja PT Len terus mengalami kenaikan baik di sektor bisnis transportasi maupun di sektor pertahanan. Khusus di sektor pertahanan, berbagai produk telah dikembangkan dan diproduksi oleh PT Len baik di kelompok Combat System, Radar, Tactical dan Secure Communication System hingga Cyber System.

Selama periode tahun 2010 hingga 2014, PT Len telah berkontribusi dalam mendukung pemenuhan Alutsista TNI diantaranya mendukung proyek pembangunan kapal PKR yaitu terlibat dalam pembuatan beberapa modul software untuk CMS PKR, pemenuhan sistem komunikasi pengamanan wilayah perbatasan di Kalimantan Timur dan pembuatan sistem komunikasi terpadu untuk kapal Markas KRI Surabaya.

Usai kunjungan ke PT Len, selanjutnya Menhan melanjutkan peninjauannya ke PT Inti dan diterima Direktur Operasi Teknik PT Inti Adiaris. Usai menerima paparan mengenai profile dan kemampuan PT Inti, Menhan dan rombongan juga berkesempatan meninjau fasilitas produksi PT Inti.

Direktur Operasi Teknik PT Inti menyampaikan, bahwa kunjungan Menhan ini merupakan kehormatan bagi PT Inti selaku Badan Usaha Milik Negara Industri Strategis, karena kunjungan ini merupakan kunjungan Menhan yang pertama ke PT Inti.

Dijelaskannya, meskipun tidak begitu besar keterlibatan PT Inti dalam kegiatan pemenuhan peralatan pertahanan, namun PT Inti secara tidak langsung sudah terlibat dalam berbagai kegiatan antara lain membantu PT Pindad menyelesaikan retrofit Tank AMX dalam konteks pelaralatan komunikasi interkom.

Selanjutnya usai kunjungan di PT Inti, Menhan mengakhiri peninjauannya ke PT CMI dan diterima oleh Dirut PT CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno. Dalam peninjauan ini, Menhan melihat secara langsung bagaimana PT CMI Teknologi memproduksi alat komunikasi yang dipesan oleh TNI. Menhan meninjau fasilitas produksi PT CMI Teknologi meliputi ruang mekanik dan fasilitas produksi perakitan radar dan Alkom.

PT CMI Teknologi merupakan perusahaan teknologi swasta yang fokus dalam mendesain dan memproduksi microwave radio. Saat ini, PT CMI sudah memiliki kontrak pengembangan sistem radar militer di Indonesia.

Dalam rangkaianya peninjauan ini, Menhan secara umum menyampaikan kesan sangat bangga dapat melihat secara langsung bagaimana produk-produk Alkom dan radar yang dibuat oleh industri strategis. Menurutnya produk dalam negeri tidak kalah dengan produksi dari negara maju lainnya.

Kedepan, Indonesia harus mampu secara mandiri membuat Radar dan mengurangi ketergantungan dari negara lain. Karena, radar merupakan sarana yang sangat penting sebagai mata dan telinga bagi negara terutama bagi angkatan bersenjata.

Lebih lanjut Menhan berpesan agar apa yang telah dicapai untuk terus dilanjutkan dan ditingkatkan serta disesuaikan dengan kemajuan teknologi. Selain itu, industri strategis juga harus terus menyiapkan Sumber Daya Manusia secara berlapis dan jangan sampai terputus, sehingga kedepan akan bertambah maju lagi dan harapan Indonesia untuk lebih mandiri akan terwujud.

Selain Kabadan Ranahan Kemhan dan Kabalitbang Kemhan, turut pula mendampingi Menhan dalam peninjauan ini antara lain Staf Ahli Menhan Bidang Teknologi Industri Dr. Ir. Anne Kusmayati, M.Sc., dan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim dan Dirtekin Ditjen Pothan Kemhan Brigjen TNI Zainal Arifin. (DMC Kemhan.go.id).

Bagikan :

  17 Responses to “Menhan Tinjau Industri Pembuat Radar dan Alkom”

  1.  

    Lanjutkan

  2.  

    lanjutkan & gapai cita2 menuju kemandirian bangsa. aamiin…

  3.  

    pak panglima masih ngiler dengan alutsista negara lain… apa masih konsen ya dijelaskan ttg kemajuan alutsista produk dalam negeri.. ?????

  4.  

    Cintailah produk2 INDONESIA.. anda percaya, kami pasti bisa… .

  5.  

    Dorong terus n wajib kn user (TNI) Menggunakan alutsista buatan dlm negri… Awal2 memang pasti bnyk kekurangan nya , . Sbgai contoh anoa,ss pindad, lpd pt.pal yg skrg mlh bs di ekspor.. & semoga radar pun bs menyusul

  6.  

    roketnya kok gak ada kabarnya ya bagi sodara2 yg punya kabar roket lapan mohon pencerahanya

  7.  

    berdayakan produk dalam negeri….yakin bisa.
    yang belum mampu buat, baru beli dgn TOT…titeni.

    kok tambah sepi ya…

  8.  

    wah salut nih…baru kemarin ada sesepuh di sini bilang mau ngomporin agar karya anak bangsa di perhtikan. eh reaksi cepat lgs berkunjung.
    jangan2 Link nya pak RR nih.

  9.  

    rudal petir produk arek malang siap d produksi massal katanya tahun ini.
    Anti jamming lagi tuh..

  10.  

    Cara paling cepat utk memajukan industri dalam negeri adalah TNI mau menggunakannya sambil meminta utk ditingkatkan specnya, shgg mrk terpacu utk menciptakan alat yg specnya diminta oleh TNI.
    Ayo pak, dorong dgn sekuat tenaga agar TNI memesan dan menggunakan produk2 dalam negeri! Tank mbt jg kan didalam negeri ada yg sanggup membuatnya.
    Pesan jg tuh kapal cruiser bertenaga nuklir agar PT PAL punya tantangan. Ana yakin klu didorong PT PAL mampu mmbuatnya.
    Majulah Indonesia!
    Majulah dan majulah!

  11.  

    Pak MENHAN, jangan lupa singkirkan orang yg masih memelihara budaya WANI PIRO, AKU OLEH OPO hari gini masih bilang begitu. ayo move on.

  12.  

    mudah2an aja bukan sekedar kunjungan tapi ada bukti nyata dari setiap kunjungan itu. misalnya alat komunikasi militer kita wajib buatan dalam negri karena akan mengurangi resiko kebocoran informasi militer dan juga akan membuat anak bangsa lebih bersemangat dalam melakukan penelitian dan pengembangan peralatan militer kita.

  13.  

    Produk dlm negri?saya suka om,,,paling tinggal berapa2 lagi yg kupakai buatan luar negri dirumah ,,lainya udah dlm negri semua,,,,,

  14.  

    bangga dgn menhan asli wong kito palembang-lampung

  15.  

    Jika orang lain bisa,
    Saya juga bisa,
    Mengapa pemuda-pemudi kita tidak bisa,
    Jika memang mau berjuang.

    #Abdul Muis

  16.  

    saya pengen tni beli alkomya, seratus unit dulu, nah trus langsung di uji di medan hutan belantara ato untuk komunikasi pasukan perbatasan, ujilah selama 1 tahun, gunakan alkom itu sesering mungkin, kalo perlu kepanasan keujanan biarkan saja, kita lihat sekuat apa alat itu mampu bertahan?
    tahun berikutnya langsung disempurnakan, kalo gak gitu, semua pobia ma alat sendiri, dah pobia, masih ditempelin isu kuno lah, jelek lah ato apalah, yg penting beli dulu!

  17.  

    Mudah2an. . . .ada tndak lnjut yg positif,ga asal knjungan doank. . . .jayalh indonesia ku

 Leave a Reply