Jul 242014
 

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro (tengah).

Jakarta – Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menegaskan hubungan RI dan Tiongkok semakin intens dalam kerjasama di bidang industri pertahanan. Salah satunya adalah kegiatan pengadaan alutsista berupa misil rudal.Menurut Purnomo, TNI terutama Angkatan Laut sudah merasa cocok dengan rudal buatan China. “Pas latihan gabugan di Jawa Timur. Saya sendiri hadir melihat kemampuan rudal China tersebut. Dari temen-temen di TNI terutama Angkatan Laut itu merasa pas dan cocok dengan rudal-rudal China. Dari segi kualitas dan cost,” ujar Purnomo di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis, (24/7/2014).Purnomo menambahkan untuk misil Rudal, pihaknya serius terkait kerjasama pengadaan alutsista ini. Dia menekankan ada empat kerjama di bidang ini dengan prioritas pengadaan rudal jarak pendek dan jarak menengah. Kerjasama ini direalisasikan antara Kementerian Pertahanan RI dengan State Administration for Science, Technology and Industry for National Defence (SASTIND).

“Jadi mereka dan kami betul-betul menjalin kerjasama ini. Ada empat kerjasama pengadaan yaitu rudal jarak pendek dan rudal jarak menengah,” ujar mantan Menteri ESDM itu.

Adapun sejauh ini produk rudal yang digunakan TNI di antaranya Rudal C-802, C-705, Rudal QW-1, dan QW-3. Saat ini, Kementerian Pertahanan dan SASTIND terus berkomunikasi intens untuk melakukan produksi bersama dan transfer teknologi.

Sementara, hari ini Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di kantornya mendapat kunjungan Vice Chairman of the Central Military Commission PLA Tiongkok, Jenderal Fan Changlong. Kunjungan ini sebagai bentuk implementasi kerjasama strategis di bidang pertahanan antara RI – Tiongkok.(news.detik.com)


Menhan Tegaskan Posisi RI Netral Soal Sengketa Laut China Selatan

Jakarta – Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro hari ini mendapat kunjungan dari Vice Chairman of the Central Military Commission PLA Tiongkok Jenderal Fan Changlong. Kunjungan ini sebagai bentuk implementasi kerjasama strategis di bidang pertahanan antara RI-Tiongkok.

Meski terus intens dalam kerjasama dengan Tiongkok di bidang militer, Purnomo menegaskan kalau posisi Indonesia tetap netral dalam sengketa Laut Cina Selatan.

“Kita sampaikan juga posisi Indonesia. Kalau kita ingin jalur itu sebagai kawasan bebas berlayar, zona damai, stabilitas jalurnya,” kata Purnomo di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis, (24/7/2014).

Dia mengatakan Laut China Selatan bisa digambarkan sebagai rute bagi kapal-kapal niaga antar negara yang melintas. Indonesia sebagai negara kepulauan, menurutnya tetap mengupayakan zona damai di kawasan Laut China Selatan. Dia menyebut sejauh ini ada empat negara Asean yang bermasalah dalam kasus Laut Cina Selatan yaitu Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Brunei.

“Ada empat negara Asean yang bersengketa dengan mereka yaitu Filipina, Malaysia, Vietnam, dan Brunei. Terutama Vietnam dan Filipina. Begitu juga China dengan Jepang antara mereka. Kita memahami negara ini dua negara kuat. Tapi, sesuai pembukaan 1945 itu ditegaskan kalau Indonesia ikut menjaga kedamaian di dunia,” kata Purnomo.

Soal kunjungan Jenderal Fan Changlong, Purnomo menyebut kalau pertemuan ini menjadi implementasi dari perjanjian kerjasama di bidang pertahanan sejak 2007. Kerjasama ini berlanjut dengan pengukuhan penandatanganan nota kesepahaman industri pertahanan kedua negara pada Maret 2011. Dalam kerjasama ini pula, kata dia, sudah diaplikasikan latihan gabungan antara TNI dengan militer Tiongkok.

“Kita dalam setahun itu tujuh kali mengadakan pertemuan (dengan Tiongkok),” ujarnya. (news.detik.com)

 Posted by on July 24, 2014  Tagged with:

  116 Responses to “Menhan: TNI Cocok dengan Rudal China”

  1.  

    veny@itu semua bermuara dr sebuah filosofi org china yg mengatakan “org yg sukses adalah org yg selalu memanfaatkan setiap menit yg ada,mereka tidak suka membuang buang waktu dan usianya utk suatu hal yg sia sia”..

  2.  

    lebih baik nungguin juklak & juknis nya … biar jelas mo pake jurus apa ?
    kalo negara pake prinsip non blok memang bagus punya source alutsista yg beragam & bisa pilih yg cocok dg dompet.
    cuma kalo kbanyakan source jg bakal masalah di maintenance cost nya, blm lg program ToT bakal nambah waktu … maklum tiap saat nambah alutsista yg sejenis tapi berbeda negara produsennya … jadi bingung nih … kbanyakan beli barang build up … kapan kita
    bisa full mandiri nya ?

  3.  

    “Prioritas rudal jarak pendek dan menengah” ,
    Kayanya 2 tahun lagi indonesia udah bisa buat rudal Jarak 3 digit asli buatan tangan bangsa ini , dengan. Tot dari china

  4.  

    Bagaimana dengan Nasib TOT rudal C750 dr cina… mohon penjelasan dr para senior.

  5.  

    menhan budiman – menristek prof surya – dream team !

  6.  

    ga salah Rasulullah berkata demikian karna peradaban cina termasuk tua, sebelum bangsa2 lainya mengenal tulisan bangsa cina sudah mengenalnya, sampai sekarng juga banyak hal yg masih bisa kita pelajari dari cina.

  7.  

    Sepertinya di masa kampanye kemarin pernah mengatakan kalau menang, kementrian pendidikan dan kementrian riset akan digabung supaya alokasi anggaran dan program kerja bisa sinergis

  8.  

    Selamat pagi warjager.
    ada yang tau dg info link ini miris

    http://viva.com–news.com/sby-cek-data-cikeas-ternyata-prabowo-menang-tim-kpu-diperiksa-bin/

    Salam NKRI jaya.

    •  

      Berita kayak gini yg bisa memicu pertumpahan darah. semoga yg bikin berita ini di ampuni oleh Alloh SWT.

      •  

        Bung lisuz dan bakul pecel…trs terang sy nyoblos prabowo…tp kalau KPU sdh mengumumkan hasilnya sy tunduk…karena sy ikut undang undang bkn person…sy fanatik tp tdk seperti orang megalitik…

        Kalau prabowo banding ke MK marilah kita tunggu hasilnya sesuai prosedur..jgn buat kesimpulan sendiri…kita sm tau viva itu punya siapa..tdk ada media yg netral…jd kita tunggu saja…

        •  

          Sependapat dg bung wehrmarcht.
          saya sbg WNI di luar negeri,hanya bisa melihat berita,& perkembangan INA melalui media online
          atau pun sosmed.
          semoga aja berita itu palsu.

          Salam NKRI JAYA

        •  

          fanatix tapi bukan megalitix, good phrase bung Wehrrrmachhht aaaah susah banget namanya 🙂

          kalo saya gak nyoblos, tapi udah seminggu gak pernah nonton grup media itu…… abis keliatan banget reporternya kaya gak ikhlas harus melawan hati nurani :mrgreen:

  9.  

    menristek bung jalo
    menhankam bung satrio
    menlu bung yayan
    mendagri bung nara
    menteri pariwisata& kesra bung lare sarkem
    menperindag bung pitik
    menteri kelautan bung ps
    Pangab bung bagols

    menteri pilihanku…
    apa ada versi lain silakan…

  10.  

    Nyimax

 Leave a Reply