Mar 022014
 

Tahun ini adalah tahun pertama kedatangan burung-burung besi F-16 upgrade dari USA. Semakin mendekati hari kedatangan, semakin banyak pula pro-kontra menanggapi kehadirannya.

f-16-2014

F-16 Block 25 Refurbish Memperkuat Indonesia Tahun 2014

Pihak yang pro menganggap bahwa keputusan pemerintah untuk menerima hibah ini adalah hal yang wajar untuk mengejar kuantitas sebelum meraih kualitas. Sementara yang kontra tentu saja menganggap bahwa mendatangkan pesawat bekas meskipun di-upgrade hingga block 52 bahkan mungkin nanti ada block 70, 80, 100 dan seterusnya, tetap saja percuma mengingat dinamika kawasan yang akan kedatangan pesawat-pesawat tempur canggih sekelas gen 4,5++ hingga gen 5.

Terlepas dari pro-kontra tersebut, mari kita menyimak “pengalaman tempur” pesawat ini sebelum memberi penilaian. Kata yang dibold itu sengaja dibuat untuk menekankan arti pengalaman yaitu bukti empiris ketimbang teori berdasarkan spesifikasi.

Coba perhatikan beberapa pandangan pilot-pilot Amerika dan Eropa yang pernah menggunakannya baik dalam latihan skala besar maupun pertempuran sesungguhnya.

Menurut Letkol Philip “Rico” Malebranche dari USAF, F-16 mampu meladeni pesawat sekelas F-15 Eagle dengan baik. “F-16 itu kecil, ringan dan lincah” katanya. Meskipun memiliki kecepatan maksimum dan menanjak yang lebih rendah, namun ia mempunyai RCS yang kecil sehingga menyulitkan untuk dibidik (spot), dan juga dapat menandingi F-15 pada ketinggian rendah dengan manuver-manuver ekstrim.

USAF sendiri memerlukan kehadiran F-16 untuk mendampingi penempur kelas berat F-15 dalam menghadapi pesawat blok timur dari type ringan seperti Mig-21 pada pertempuran WVR. Lagi menurut Rico, dengan Thrust to Weight ratio yang lebih tinggi ketimbang F-18 E/F super hornet, pada kecepatan tinggi F-16 mampu mengatasi super hornet dengan cara menanjak hingga 3000 meter di atas F-18 kemudian bermanuver untuk menempatkan F-18 tetap di depan HUD (head up display pilot). Namun hal ini menjadi berbahaya pada kecepatan yang lebih rendah dimana F-18 mampu menaikkan hidungnya lebih mudah ketimbang F-16.

Bagaimana dengan pesawat lain?
Dibanding Mirage 2000, F-16 tidak banyak kehilangan daya ketika harus bermanuver cepat dalam radius kecil. Sedangkan jika dibandingkan dengan Eurofighter Typhoon, F-16 mampu melayaninya pada ketinggian di bawah 10.000 kaki. Pada jelajah di atas 10.000 kaki maka kemampuan aerodinamis dan komputerisasi Typhoon tidak mampu diatasi oleh F-16.

24 pesawat tempur F-16 akan memperkuat Skadron 16 Pekanbaru, Riau

24 pesawat tempur F-16 akan memperkuat Skadron 16 Pekanbaru, Riau

Bagaimana implementasi di lapangan?
Dengan homebase di Pekanbaru, maka hanya sekian menit F-16 sudah dapat mengintip langit tetangga. Itu berarti tidak diharuskan ketinggian jelajah di atas 10.000 kaki, yang berarti pilot-pilot F-16 tetap dapat mengandalkan keunggulan F-16 dalam manuver ketinggian rendah ketika harus bertemu pesawat-pesawat dari tetangga.

Namun, Geografi lingkungan mulai dari Pekanbaru hingga Batam juga berupa dataran rendah dan laut, termasuk flat sehingga tiada tempat untuk sembunyi atau bermanuver di area sempit yang merupakan keunggulan utama F-16.

Terhadap Sonora yang akan mendatangkan F-35, memang fitur silumannya cukup memusingkan untuk dihadapi oleh TNI-AU baik pilot tempur maupun arhanud. Tapi jangan lupa, kita punya marinir dan dari Batam semua pergerakan pesawat dapat terlihat jelas bahkan dengan mata telanjang. Keunggulan siluman itu menjadi sia-sia jika disiapkan pengamat dengan 4-5 shift sehari dilengkapi panduan malam dan kamera infra merah karena Singapura belum mampu meluncurkan pesawatnya tanpa terlihat dari wilayah Indonesia kecuali mereka mengirim dari luar Singapura.

Terhadap Sonotan, nah ini yang agak sulit. Garis pantai yang panjang di sepanjang pesisir selatan Jawa hingga Bali, NTB, NTT, laut Arafura hingga Papua sangat memungkinkan ditembus kapan saja baik siang maupun malam (karena lalu lintas udara dan air di kawasan tersebut juga relatif tidak seramai di Barat-Utara).

Akuisisi rudal khusus yang bisa mentracking pesawat siluman menjadi keharusan di area selatan ini. Tidak mungkin nanti setelah mendatangkan Su-35, kita selalu mengirim 2 sukhoi tersebut untuk patroli (tracking IRST terhadap pesawat siluman sangat efektif menggunakan 2 pesawat bersamaan dengan cara menggiring seperti nelayan menggunakan pukat harimau yang ditarik 2 perahu). Sampai ditemukannya teknologi yang secara efisien dapat melacak pesawat siluman, maka wilayah selatan tetap adalah lubang hitam kita. Mungkin biar seimbang, Kilo harus terus berpatroli dengan tujuan tidak untuk melacak pesawat siluman musuh (yang memang tidak dimungkinkan), namun lebih kepada keseimbangan bahwa kitapun bisa menerobos garis pagar sonotan. (by Maling Jemuran).
Sumber: Theaviationist.com

  105 Responses to “Menjaga Langit Barat dengan Elang “Hibah””

  1. F 16 C/D

    • F-16 Indonesian Air Force

    • Ini strategi cerdas bro….F16 dijajarin utk menghadapi armada udara Red China…lihat aja pangkalannya nanti kebanyakan di Indonesia kawasan Barat…sdgngkan Sukhoi dan grup lainnya yg buatan Rusia akan berpangkalan dikawasan Indonesia kawasan Timur.(Makasssar)…spt kapal selam Kilo akan bepangkalan di Timur sdgkan Chang Bogo akan berpangkalan di Kawasan barat….jadi Indonesia melawankan 2 kutub teknologi 2 blok ini utk menghindari sitting duck tsb…

    • Betul bro..ane sepakat dgn pendapat yei. Pesawat F-16 BEKAS kita cocok nya buat latihan tembak negara tetangga

  2. TNI AU REBUT RUANG UDARA RIAU WARISAN ORDE BARU PENGGADAI NEGARA secara PENUH yang di KUASAI SINGATIPU untuk RAKYAT BERDAULAT PENUH.

  3. F-16 bukan utk menghadapi F-35…tetapi lebih kepada pesawat2 selevelnya yg masih digunakan oleh negara2 tetangga disekitar kita…
    Kita butuh pesawat tempur yg banyak utk menutupi kekosongan alutsista kita,dibanding ambil baru F-16 block 60 cuma dapat 6 bh, sementara teknologi ini juga akan segera expired (usang), dg uang yg sama saya rasa pilihan 24 unit refurbish ini paling tepat…
    Selama kekurangan kita tertutupi adalah saatnya kita memikirkan meningkatkan kualitas…seperti Su-35 masih pantas buat melayani F-35 sonora n sonotan…
    Ketika pesawat silumannya rusia udah diproduksi,sangat penting bagi Indonesia utk mengakuisisinya sebagai penantang F-35…
    Jadi saran saya Indonesia udah harus berfikir memiliki payung udara jarak menengah sampai jauh sekelas S-300 atau S-400

    • F 16 BISA MENGHADAPI F 35….( f 35 banyak cacat…cari sendiri yah)
      syarat :
      1 ….punya radar jarak jauh contoh nya AESA
      2……rudal jarak jauh
      3……bantuan dari bawah radar VOSTOK E

      f 16 membentuk formasi..( 4 pesawat) 1 di depan 1 di kiri dan 1 kanan dan 1 di belakang
      pesawat f 16 yang terdepan lepaskan rudal jarak jauhnya sebagai pancingan
      pesawat f 16 kiri dan kanan memantau pergerakan f 35
      pesawat f 16 yang dibelakang yang menghajar f 35 dengan rudal jarak jauh/sedang
      dan cukup segitu saja….saja pokoknya bisa..!

      posisi formasi seperti ini.

  4. Yaaaah mau gimana lagi.? Sudah final tinggal menunggu kedatangan lengkapnya, membeberkan dari sisi taktis akan sebagai pembelaan akan semakin menenggelamkan keungguan yg ada, yg menganalisa tentu bukan pihak kita saja, calon musuh pun demikian.
    Sekarang harapannya adalah SEMOGA (lagi), F-16 ini tidak dijadikan pemukul utama menjelang tahun 2020, ada penambahan pespur lapis utama adalah tuntutan dinamika yg ada. Karena perang yg akan terjadi tentu z tidak sekema one by one, bisa jadi One vs Multi, sebatas workhorse tidak banyak yg akan meragukannya, tapi combat TNI AU vs Multi…??

    #Kasian pilotnya..

    • Betul bung @donnie, pilihan saya adalah daripada cuma mencibir pilihan TNI, toh tidak akan merubah jenis pesawat yang sebentar lagi akan merumput di pekanbaru. lebih baik cermati bagaimana TNI-AU akan menyiapkan pilot-pilotnya untuk mengeksplorasi kelebihan-kelebihan pesawat ini, dan menggunakannya pada tingkat efisiensi, efektifitas serta tidak lupa faktor keselamatan baik keselamatan kerja maupun keselamatan pilotnya ketika berpatroli. Tentu saja petinggi TNI-AU juga bukan seperti military fanboy yang akan menyodorkan ayam jago melawan elang pemangsa…
      Ini lebih penting daripada memperdebatkan mampu-tidaknya pesawat ini melawan pesawat tetangga, apalagi oleh kita-kita yang mungkin melihat langsung pesawat-pesawat tempur aja belum pernah, apalagi terbang di dalamnya….,tapi saya maklum kok, kan komentator bola juga kebanyakan cuma pernah maen futsal, kalaupun di lapangan paling cuman 10 menit udah ngos-ngosan… 🙂

      • Btw nice article Bung @MJ.

        Pihak User pastinya memiliki planning yg jelas kedepannya,
        masalah Taktis, Jumlah, teknologi, kemampuan, juga masalah waktu penggunaan alias expired date (jika diasumsikan sebagai pemukul utama)
        Jika melihat dari sudut Value per Money, jelas masalah Hibah ini is OK dlm membantu menutupi Jumlah kebutuhan (Gap session).

        Tapi kita juga maklum dgn pandangan military fanboy yg cenderung menginginkan alutsista serba cetar dan itu memang menumbuhkan kebanggaan tersendiri sebagai warga negara, termasuk gue sendiri 😀

        Mengingat dengan segeranya oz mengoperasionalkan bbrpa LHD, lebih jauhnya siapa tau lagi memesan Aircraft career, ditambah keberadan usmc di pulau cocos.
        menempatkan skuadron heavy fighter dgn keunggulan jangkauan, adalah kebutuhan juga, mudahan dlm MEF-2 ada jatahnya untuk pulau sumatera ini,

        # Semoga.

  5. yaaaa gk efektif lah kalo F16 disuruh lawan F35
    walaupun dog fight bisa menang juga

    F16 kan bisa ditugaskan untuk mengawasi
    kalo mreka dah mulai ngeyel si F16 ngulur waktu ampe bosnya si sukro sampai

    TNI juga mikirin klasnya masing2 lah
    sama aja kayak moto GP
    CC nya juga pasti diperhatikan kan?

  6. Sepertinya tidak mungkin petinggi negeri ini membiarkan pilot2 kita jadi sitting duck.. mgkn p3merintah sedang mengejar kuantitas.. ada 3 hal yg akan dihadapi dari pekanbaru oleh squadron baru ini, mal, sing dan selat malaka itu sendiri.. utk selat malaka bolehlah utk meronda, untuk mal, apa iya kehadiran 1 squadron f 16 dan 1 squadron hawk 109/209 tdk membuat mereka makin agak semriwing.. didepan hidung semenanjung lho ini. Utk sing pun ya lumayanlah toh sakingnya ini, klo mentok mendesak bisa panggil abangnya dari makassar. Kalo utk menghadapi phil ga perlu f 16 kok.. hawk 100 dan tucano lbh dari cukup

  7. F16 masih lumayan utk 5 tahun kedepan. Kekuranganya lebih rawan embargo .

  8. Hibahnya ditulis dalam judul 😀

    Justru karena hibah pesawat ini nanti bisa diharapkan. Dengan 750 juta USD masuk ke reftrofit dan upgrade, sepertinya nanti akan punya kemampuan yang tidak jauh dengan F-16 RSAF

    • mau tak cerahkan tapi kok sudah bolak balik ane mencerahkan f16 bosan bung now 😀
      pada gak pernah baca artikel yang lama ? warga baru bisanya teriak teriak gak mau review membaca yg sudah pernah diulas.

      Ini kadang yang membuat ane malas ngetik bung Now 😀 😀 😀

      Bung now FYI seorang Janda itu BEBAS menentukan bersama siapa dia akan menikah lagi, tanpa memerlukan persetujuan dari wali nya lho
      ente da bebas sekarang :mrgreen:

      • Mainkan saja lagi bung. refresh, tidak semua yang masuk saat ini membaca posting lama.

        Dan, ya. “Seorang janda lebih berhak kepada dirinya sendiri dibandingkan walinya.” Bgitu memang hadist-nya :mrgreen: cuco

      • Idem 1000x……………….
        Penduduk Lama banyak yang menyingkir……………..
        Penduduk Baru datang langsung ngawuri-sasi……….
        Ngak dibuka Halaman lama, Langsung main Tembak………..

        • selama ini sy cm SR di Warjag..cm herannya pesawat tempurnya sdh mau nongol malah diributkan lagi dan ada beberapa yang dengan gayanya menyebut pemerintah gagal atau bodooh dalam mengambil keputusan,,
          saya pribadi untuk sekarang pengambilan hibah dan upgrade F-16 sudah cukup bagus untuk menambah pesawat workhorse dan di balik kekurangannya pasti bisa ditutupi dengan skil dan strategi pilotnya,,,

          • intinya pembelian F 16 adalah solusi tepat dengan kondisi anggaran pertahanan indonesia saat ini,

      • * ada pertanyaan nih buat Bung Satrio, Nowyou..atau lainnya *

        melenceng dari topik artikel.

        Sejauh ini kita lihat cara penempatan skuadron kekuatan udara pespur dan hellichopter, disebar berdasarkan spesiesnya (katakanlah begitu),
        Bagaimana dgn pemikiran sebaran penempatan itu berdasarkan titik2 pertahanan yg memang didesign siap gelar, siap operasi tempur, yg gue maksud adalah membuat Group tempur (pespur) yg berbasis lanud utama.
        Jadi dlm satu AIR BATTLE GROUP memiliki berbagai asset sbb :
        – Lanud Utama, (Lanud pembantu, lanud Pionner : optional)
        – Heavy fighter, medium fighter, light,
        – helichopter attack/serbu,
        – uav/ucav,
        – Hercules/antonov
        – dll.

        dlm pemahaman gue sebaran seperti itu lebih cocok apalagi dlm konsep Kogabwilhan.
        yg ditanyakan adalah, apakah memang menuju progres seperti itu atau tetap berdasarkan spesiesnya berdasarkan kalkulasi pertimbangan lainnya.??

        # Mohon pencerahannya.

        • MAAF baru menanggapi senin kadang sibuk
          Penempatan bedasarkan jenis pepsur saat ini yaa memang punya nya hanya itu.
          Dikelompokkan 16 unit didalam satu skuadron di base lanud untuk memudahkan perawatan dan logistik suku cadang dan persenjataannya.

          Suatu saat pasti akan ada satu flight komposit di salah satu kogabwilhan bila mempunyai jenis pepsur lagi

          misalnya ya
          Kogabwilhan barat bila jadi dengan Pembelian pespur Gripen dan Typhon untuk Penguatan (penambahan) Skadud di Sumatera dan kalimantan
          DI Sumatera kogabwilhan barat potensi ancaman dari dua negara,,satu negara upil airpowernya yg begitu besar maka paling tidak akan ada 5 jenis pespur yang memperkuat sumatera yaitu Hawk,F 16,Gripen,Typhon dan Sukhoi

          Bisa saja F 16 dan Gripen bermasrkas di pekanbaru
          Sukhoi di aceh dan Typhon dipalembang
          Medan untuk base drone UAV dan Hawk 109/209 dan Pesawat AEW&C

          Untuk work horse biar tugasnya diemban oleh gripen dan F 16 sedangkan penggebuknya memakai 1-2 flight typhon dan 1 flight Sukhoi
          (1 flight :4 pesawat)
          deploying bisa di tempatkan dilanud lanud wilayah kogabwilhan sesuia ancaman.
          bisa saja misal ada hotspot di nias akan dideploy 1 skuadron komposit yang terdiri 1 flight F 16 ,1 ska Gripen (workhorse) dan 1 ska Typhon + 1 ska sukhoi (pemukul)

          Hawk buat covering the rear saja atau dipindahkan dikogabwilhan tengah atau timur. yang belum punya pesawat buat workhorse

          IMHO

    • wkwkwk, bener bung @nowyou, meskipun udah banyak artikel ini, aye tetep nulis ini karena ada yang gatel-gatel gimana gitu di otak sebelah kanan ngeliat newcomer pada tereak n mencibir tni-au yang beli f-16.
      Seperti yang aye bilang sebelumnya, kita cuman komentator yang mungkin juga gak pernah liat pesawat tempur secara langsung….he…he…inget dulu neymar yang bocah ajaib itu disanjung puji setinggi langit waktu di santos (seperti f-35 secara teori). begitu ketemu di piala dunia antar klub di jepang, jangankan ama messi, ama iniesta dkk aja takluk…

      • Artikelnya mantap bung @MJ, memang kita harus melihat dari semua sisi dan segi terhadap pilihan hibah F-16. Dari sisi teknis, upgrade $31 juta dollar per unit pesawat menjanjikan kualitas. Dan menghadapi kekuatan lawan tidak selalu pesawat vs pesawat. Dari segi politik ini suatu lompatan besar, Indonesia bukan lagi pariah di mata internasional.

        Saya setuju dengan anda, walau kekuatan RSAF lebih mengesankan daripada RAAF tapi letak geografis membuat RAAF memberikan tantangan lebih besar

    • Podho mas……………………….
      Sekarang mulai males bin mules……………………….
      Saya mbales komentarnya sampean aja………….
      Saya baca artikelnya bung Diego dan sampean-sampean aja lah (wong lawas) …………..
      Yang baru cenderung Hoax, Haox, Xaoh, Xoah………………

      • Tapi sekali kali ditanggapi bung melekteck hehehehe
        repotnya nanti dituduh arogan 😀
        Gak mau balas sapaan 😀
        Gak mau nanggapi:D
        Dianggap sombong

        Makanya saya pernah tekankan saya mau berperan sebagai kontributor saja ,
        Yang ngetrol dan ngejunk biar warjager lain yg menanggapi.
        Untuk sapaan greating(salam) …setuju,(agree) dan basa basi sanjungan (salute)
        atau pertanyaan yg diulang ulang materinya terhadap saya maaf saya tidak akan quote ,karena bukan sombong,gak enak sama warjager lainnya bila quote untuk saling balas sapaan dan sanjungan dan quote dgn jawaban ane materi yg sama disetiap thread
        bikin sepet yang baca nanti menghormati para SR dan biar tidak menimbulkan riya.

        Kalau pertanyaan nya kesaya baru dan jarang dibahas Insya Allah pasti akan saya balas semampu saya
        JADI sebelumnya mohon maaf buat warajager bila ada postingan yg tidak selalu saya tanggapi

        Dan Pengkotak kotakan newbie dan Sesepuh itu saya tidak setuju,karena semua dalam rangka belajar bersama disini untuk menambah pengetahuan.
        Tidak penting apa profesi dan jabatan kita didunia nyata karena ini obrolan didunia maya tidak batasan senior dan yunior

  9. Analisis: Udara Indonesia dari Sabang-Merauke belum tercover Full TNI AU sehingga untuk melindungi udara NUSANTARA RI perlu banyak Pespur kelas sedang jenis SU27/30, F16, T50i, IFX min 300unit. Untuk pespur kelas berat jenis SU35, PAK FA, TYPHOON, GRIFEN, F22, F35 min 150unit. Belum jenis Pesbom, Pesgat, Peskut dll juga Rudal, Radar. Kendala TNI AU dari kekurangan Pilot Tempur, Pangkalan Udara, Perawatan, Pelatihan,Teknisi, BBM hingga budget min. RI mesti punya min 500unit dalam waktu 10 tahun kedepan untuk menjaga penuh Udaranya dan untuk menjadi MACAN ASIA RI perlu pespur 1000unit.

  10. Baracuda…..
    Kalao nentengin aim sidewinder and diluncurin di rumahmu juga roboh…
    Skill pilot lebih diutamakan..
    Kalao cuma ngehina itu mudah .coba bayar pajakmu buat beli alutsista…

  11. A QF-16 unmanned aerial target drone on its first unmanned flight over the Gulf of Mexico on 19 September 2013

    • Ini aja ane cerahkan
      Pada 17 Juli 2010
      Boeing menerima jet tempur F-16 pertama yang akan dijadikan drone QF-16.
      Seremoni penyerahan pesawat ini disaksikan oleh Senator Florida, pemerintah daerah dan pemuka masyarakat, di lapangan terbang Cecil, Jacksonville.

      Boeing memenangkan kontrak senilai 69,7 juta dolar dari AU AS Maret tahun 2010 untuk mengubah 126 F-16 menjadi QF-16.

      QF-16 sebagai DRONE dapat diterbangkan dengan pilot atau tanpa pilot. makanya difoto itu kaca cocpitnya dibiarkan bening tidak ditutup permanen.
      Penyerahan QF-16 memang dijadwalkan mulai 2014.

      Harga 69,7 Juta dolar untuk 126 pesawat mengubah menjadi Drone menimbulkan kesangsian akan sejauh mana pesawat QF 16 ini difungsikan
      Apa saja teknologi yang dibenamkan sehingga pesawat ini bisa mengemban suatu operasi tempur .Apakah hanya sebagai finising untuk pemboman terbatas saja setealh airsuperiority dikuasai?
      Dikalangan Airman menyangsangsikan QF 16 ini akan menjadi satuan pemukul utama
      Bahkan banyak yang meduga akan dijadikan Drone target berkecepatan supersonic untuk pengujian pengujian Airto Air misle dan surface to air misle milik USA.

      • betul akan lebih diarahkan ke target drone, karena AS mulai kehabisan stock pesawat2 yang lebih tua untuk keperluan ini.

        skema warna orange sepertinya pertanda kematian…

    • PR UNTUK PT DI Khuususnya bgaimana kalau hawk mk /hawk 200/100 dijadikan unmaned aerial target drone.. Atau ov bronco,skyhawk. ..yg sudah pensiun untuk dijadikan drone sebagai alat bunuh diri ,sebagai uji coba mngkin ov bronco dijadikan drone..mencampurkanya dari air frame avioniknya bisa dialihkan dari hawk .radar bisa diambilkan dari aesa. Untuk dijadikan drone..
      Untuk uji coba tiada salahnya untuk di coba mengetes kemampuan tehnisi pakar di PTDI yang ada.

      Kita bisa meniru seperti usa. Menjadikan pespur bekas untuk di jadikan drone tempur yg suatu saat bisa menjadi ancaman. Drone menjadi pilihan utama usa untuk mengurangi jumlah pilot ,
      Tapi kita tau di jegeri ini kita bukan kurang pilot.tapi kurang pespur..
      Nah dari situ kita bisa mengotak atik seperti f5tiger ,yg akan di pensiunkan atau setidaknya menerima f5 tiger dari korea selatan dan taiwan untuk dijadikan drone.
      Untuk pertama mungkin bisa diotak atik dulu dari pespur kita sejenis hawk mk,f5,atu ov bronco untuk sekedar menjadikanya drone.saya rasa itu hal mudah untuk dikerjakan dalam kurun waktu 2 tahun buat PT DI…
      Tapi semua itu kembali pada dana RnD dan Apakah kungin si usa mengijinkan ke kita bila pespurnya untuk diotak atik dijadikan drone.dengan menerima hibah dari taiwan dan korea adalah alternatif untuk dijadikan drone.yang bisa dijadikan menjadi penebar maut.

      • Kalau alutsista produk usa
        Kita harus meminta ijin dulu untuk menjual,menghibahkan,menscrapnya bahkan menenggelamkan atau menghancurkan untuk sasaran tembak.

        Sepertinya produk Inggris juga begitu karena sudah ada di pasal pasal kontrak pembelian
        Hawk Mk 53 yang uzur dikembalikan ke BAE untuk ditukar sukucadang Hawk 109/209

        Hawk 109/209 enaknya dikembalikan fitrahnya sesuai jenis pesawat itu
        Kalau sudah tidak butuh pespur buat workhorse karena sudah tercukupi,

      • Bisa dimulai dengan pembuatan UAV dulu bung @Patech, sambil memperbanyak satelit militer, kemudian drone dan setelah itu baru unmaned fighter aircraft. Pesawat generasi 6 mungkin unmanned, pilotnya bisa duduk manis di belahan dunia yang lain ribuan kilometer dari lokasi pertempuran. Kita juga belum pernah membangun pesawat tempur dan sedang berusaha melakukan loncatan besar dengan mencari teknologi pesawat generasi 4-5 lewat ToT. Saya sangat mendukung, tapi juga harus tetap realistis

  12. http://www.deagel.com/news/FMS-Indonesia-Requests-of-24-Upgraded-ex-USAF-F-16CD-Block-25-Aircraft_n000009570.aspx

    Perkiraan biaya adalah $ 750.000.000 .untuk :
    upgrade 24 F – 16C / D Block 25 pesawat dan 28 F100 – PW – 200 atau mesin F100 – PW – 220E yang diberikan sebagai Kelebihan Defense Articles . Upgrade termasuk sistem utama berikut dan komponen : LAU – 129A / ??A Peluncur , ALR – 69 Penerima Radar Warning , ARC-164/186 Radio , diperluas Peningkatan Pengendalian Kebakaran ( EEFC ) atau Commercial Fire Control , atau Modular Mission Komputer , ALQ – 213 Electronic Warfare Manajemen Sistem , ALE – 47 Penanggulangan Dispenser Systems, Cartridge ditekan Devices / propelan ditekan Devices ( CAD / PAD ) , Situational Awareness data Link , Meningkatkan Posisi Lokasi Pelaporan Systems ( EPLRS ) , LN – 260 ( SPS version , non – PPS ) , dan AN/AAQ-33 SNIPER atau LITENING AN/AAQ-28 Penargetan Sistem . Juga termasuk adalah alat , dukungan dan alat uji , suku cadang dan perbaikan , publikasi dan dokumentasi teknis , pelatihan personil dan peralatan pelatihan , Pemerintah AS dan kontraktor rekayasa , teknis dan layanan dukungan logistik , dan elemen terkait lainnya dukungan logistik dan Program .

    yg jadi pertanyaan, apa F16 block 32 masih menggunakan radar AN/APG 68 atau versi lain terbaru ?? apa radar nya bisa di upgrade ke AN/APG 80 AESA ?
    maaf penduduk baru ngrecokin lagi,, cos di http://jakartagreater.com/f-16-hibah-air-national-guard/
    dijelaskan “block 25 adalah generasi pertama F-16C/D yang ditandai radar baru APG-68”
    klo F16 block 32 apa masih menggunakan radar AN/APG 68????
    mohon penjelasan para suhu,,,
    makasih sebelum nya.

  13. sebelumnya F16 RSAF pake radar produk Israel, tapi upgrade senilai 2.4bn usd kemarin itu mungkin ganti dengan radar produk BAE

  14. Menghadapi f-35 upil ingat ajaran abadi Sun Tzu “The clever combatant imposes his will on the enemy, but does not allow the enemy’s will to be imposed on him.”.
    Jika lawan kaya dan mengajak adu kuat belanja senjata mutakhir, jangan diladeni tapi ciptakan situasi asimetri dimana kita memilih opsi yang lebih murah.

    Sebar r-han diatas ratusan mobile launcher di berbagai pulau kita yang mengelilingi si upil (makanya dibutuhkan banyak pilihan range untuk r-han). ini menciptakan situasi MAD (mutually assured destruction), situ macam2 dengan f-35, ribuan r-han akan terbang serentak, ditambah door prize Club-S…
    Ratusan launcher r-han yang tersebar akan sulit dilumpuhkan, Iran menggunakan taktik ini untuk mengantisipasi serangan pre-emptive israel (belajar dari serangan ke reaktor iraq), dan menyebar fasilitas nuklirnya.

    mengahadapi f-35 oz harus menggunakan taktik lain…

    • salah satu taktiknya yaa F16 memancing F 35 bermain dan mengejar sampai pada killing area yang sudah dipersiapkan lokasinya dengan arsenal anti serangan udara tersembunyi
      Kecepatan F 16 gak kalah kan ?

      Atau dengan taktik bee swarm bung danu coba digali infonya
      hehehehe

      • betul sekali bung, ribuan r-han terbang bersamaan dapat disebut swarming atau saturation attack…

        Swarming—“a seemingly amorphous, but deliberately structured, coordinated, strategic way to perform military strikes from all directions … sustainable pulsing of force or fire … from a myriad of small, dispersed, networked maneuver units,”

      • @ kang satrio, dlm full stealth mission mode kondisi spt itu bakalan dihindari oleh f-35 kang. salah satu alasannya, dlm misi pemboman obvit si f-35 cuman di bekelin 6 biji tentengan dlm weapon bay nya ( 2 aam biasanya aim-120 amram & 4 biji bom variant tergantung target ). klo ditengah jalan udah udah ngejar sasaran yg bukan target dgn kondisi search & tracking radar mereka dlm posisi on tapi yg keliatan cuman kelereng ( 0,001 something m2 ) akan membuat lawan sadar klo ada bogey stealth approaching trus ditambah utk menembakan aam yg mengharuskan mereka membuka weapon bay yg pastinya akan membuat posisi mereka ( stealth ) bakal terlihat jelas ( udah bukan kelereng lagi ). so taktik tsb sptnya gak bakaln efektif tho? maaf ya klo ngawur

    • utk taktik ini hrs mempunyai radar dan pesawat peringatan dini/AIWACS supaya bisa efektif rudalnya.

      • r-han seperti halnya MLRS adalah roket balistik tanpa kendali (unguided), kalaupun nanti ada gr-han atau r-han/k (guided r-han atau r-han kendali) mungkin berupa data koordinat / GPS, bukan data realtime dari radar karena targetnya fixed/benda tidak bergerak…

    • @bung danu
      stuju ttg asimetris perlu dipelajari,klo ga salah ttg asimtris sudah ada di unhan(cmiiw)
      memang roket – rudal.lebih save cost, tp prl diingat peletakan “launcher” lbh sensitif ketimbang pespur pa lg ribuan dgn jangkauan negra lain.
      yg da perlombaan nuklir smakin cepat

      cuma pendapat
      maaf cucu lancang

  15. f16 vs F-15 dogfight

  16. semoga tni AU KEmbali jaya seperti pada era 60-an

  17. Pembelian 24 pesawat F-16 bekas pakai yang dikiaskan dengan bahasa hibah memang menimbulkan pro kontra di masyarakat. Pengalaman pahit dimasa lalu yaitu embargo Amerika yang melumpuhkan kekuatan TNI AU benar-benar menjadi momok menakutkan untuk semua senjata barat yang telah dibeli indonesia.

    Perlu diketahui, sampai saat ini, pemerintah Amerika masih mengeluarkan laporan tahunan pelanggaran HAM yang dilakukan indonesia, misalkan ; penyerbuan kopassus ke LP cebongan, Densus 88 yang over active, kebebasan beragama bagi minoritas dan kekerasan bersenjata di Papua.

    menurut saya, pembelian 24 F-16 ini masih sangat beresiko dan rentan ancaman embargo di kemudian hari. Ketika menteri keuangan menyatakan bahwa anggaran pertahanan ada kekurangan dana. saya masih sangat berharap pembelian 24 F-16 ini yang dibatalkan, tetapi ternyata berita terakhir dari menteri pertahanan menyebutkan bahwa pembelian F-16 masih dilanjutkan.

    Jika memang pembelian 24 F-16 bekas ini masih berlanjut, semoga ada tindakan lanjutan juga dari pemerintah untuk mengurangi resiko embargo dikemudian hari, yaitu dengan mengusahakan ToT. bisa langsung dari Amerika atau negara ketiga, misalkan melalui Turki.

    Jika Indonesia tidak diperbolehkan memproduksi sendiri F-16, sudah sewajarnya Indonesia meniru India dalam memenuhi kebutuhan pesawat medium multi fungsi. jika memang diperbolehkan, sebaiknya Indonesia memilih Turki sebagai partner karena kerja sama produksi senjata dengan Amerika bisanya selalu bermasalah, contohnya kerjasama pembuatan MBT dengan Jerman dan kerjasama pembuatan pesawat tempur Jepang

    Tawaran ToT 100 % pesawat Saab Gripen NG dari Swedia masih terbuka dan masih sangat menarik. Saab sudah menyatakan bahwa Indonesia mempunyai kemampuan memproduksi Gripen NG.

    kalau diperhatikan, pengadaan pesawat tempur Indonesia itu menurut saya, sangat tidak efisien, boros biaya perawatan dan terkesan terburu-buru. Indonesia saat ini memiliki pesawat tempur keluarga Sukhoi 30/27, Varian F-16, T50i, tucano, aneka pesawat latih dan yang akan pensiun F-5 dan keluarga Hawk.

    supaya efisien dan mandiri, semestinya indonesia cukup melakukan pembelian pesawat Sukhoi 27/30/35 untuk pengadaan pesawat tempur multi fungsi kelas berat dan tentunya pembelian itu harus lengkap dengan senjatanya.

    Untuk pesawat multi fungsi kelas medium, Indonesia “seharusnya” memproduksi sendiri misalkan dengan skema ToT 100% Gripen NG,

    Untuk pesawat serang kelas ringan anti separatis semacam Tucano, “Sudah sangat seharusnya” diproduksi sendiri didalam negeri indonesia.

    Typenya memang cuma 3 kelas saja. tetapi jumlahnya yang harus diperbanyak. karena dibuat sendiri tentunya akan sangat mudah untuk mempunyai 6 skadron tucano dan 10 skadron Gripen NG. untuk keluarga sukhoi 27/30/35 bisa disesuaikan dengan kondisi regional.

    • Sebelum ada yang tanya soal KFX/IFX, saya sependapat dengan Pak Habibie, KFX/IFX itu omong kosong. uang yang diberikan ke korea selatan itu ibarat membiayai korea selatan sekolah membuat pesawat tempur. Projek kapal selam saja, awalnya korea selatan sedikit mempersulit proses ToT-nya.

      • SEPERTINYA BETUL…! korea gitu loh…….di indonesia pengusahanya 90 % adalah BANDIT..! textile,periklanan,kontraktor,….dll
        lihat nanti POSCO di cilegon…,bajanya buat pabrik alut sista korea,..termasuk alut sista yang di pesan indonesia
        kfx….?.coba lihat berapa kerugian 250 juta rakyat indonesia ,hitungan perhari..! untuk proyek yang tidak pasti kapan selesainya ,,denger 2 sih thn 2030- 2040…
        kerugian yang saya maksud adalah
        WAKTU,HARGA DIRI,RESAH MENANTI PULUHAN TAHUN,UANG 20 PERSEN SAHAM,….dll.
        ingat ,,! waktu adalah uang

        pesawat gripen sangat mahalllllll…,dan sangat rentan embargo.
        part nya buatan banyak negara lain..dan jadul..dan buruk
        masih banyak negara lain ..yang ngajak kerja sama dengan indonesia

        perhatikan performa mesinnya
        menit 2.23 dan menit 341

        • perhatikan performa mesinnya
          sama seperti gambar yang di atas..
          tak ada angin,atw hujan,
          dan masih banyak lagi acsident yang lainnya
          gripen gitu loh..,jangan termakan iklan,,..salesnya dodol…xixixi

        • Saya kesulitan untuk mengatakan bahwa Amerika dan sekutunya memenangkan perang di vietnam hanya karena setelah melihat film Rambu di youtube.

        • Untuk mengisi pesawat medium MRCA Indonesia, tidak ada masalah berasal dari Amerika, Perancis, Inggris, Swedia, ataupun dari Rusia baik itu F-16, F-18, Rafale, Typhoon, Gripen, Su-27 asalkan pabriknya dibangun di indonesia, dikerjakan oleh orang indonesia.

          Untuk saat ini hanya Saab Gripen yang bersedia memberikan ToT 100%. 2 skadron pesawat medium multi role itu sangat minim untuk negara seluas indonesia. Indonesia membutuhkan minimal 10 Skadron / 160 pesawat. dan itu sebaiknya dipenuhi dengan membuat sendiri di indonesia.

          Semua pesawat memang disusun dengan banyak suplayer bahkan boeing dan airbus pun memebeli sebagain part-nya dari indonesia. ini adalah hal yang wajar

          • T.O.T DENGAN GRIPEN ITU HANYA ASEMBLING 100 PERSEN. BUKAN MEMBUAT
            MESIN DAN COMPONEN CHIP KOMPUTER TETAP DI PEGANG OLEH NEGARA 2 YANG PUNYA HAK.
            mendingan beli su 35 walaupun tampa T O T dari pada gripen

            BEDA DENGAN BEBERAPA NEGARA DI ASIA YANG BERANI MEMBERIKAN T.O.T “PRODUKSI BERSAMA” walaupun mesinnya masih dari rusia,china, etc

            airbus pun membeli sebagain part-nya dari indonesia….??
            sebenarnya bukan beli..! tetapi mensubkan pekerjaan ,
            atau contohnya seperti offset sayap f 16 (di kasih kerjaan) dengan syarat beli f 16 seperti yang dulu di kerjakan di bandung

            kapan yah indonesia bisa buat MESIN sendiri untuk panser anoa,dan pesawat ringan dirgantara indonesia…??
            mudah 2 an mimpi itu menjadi kenyataan..

          • coba jf 17 thunder aja…. kita ngak boleh loh ngeremehin … apalagi anggaran negara lagi cekak.. yah kan katanya ngejar kuantitas…
            yg tau performennya cuma tni… kalo tuh tni au mau coba tuh pesawat.. main aja kepakistan..

            lihat aja baju di pasar tanabang kalo udah di beli pedagang singapore & malayasia terus dijual lagi oleh mereka di mall- mall ternamanya harganya jadi mahall banget… orang kaya indonesia jalan jalan ke singapore/malaysia shoping disana .. ngeborong..buat oleh2.. yah yg penting gengsi… biar tekor asal kesohor.. he..he itu sebagian sifat orang indonesia loh.. tapi ngak semua begitu…

          • Pakistan: JF-17x Stealth Fighter thn 2016

          • jf 17 sebagai alternatif untuk ngejar kuantitas menurut saya ada baiknya juga… dulu waktu waktu beli t50i & changbogo banyak yang mencibir…
            karena kita ngak tahu kan performannya… coba sekarang… pendapatnya pada berubah 180 derajat

            kalo dibuat di indonesia bodinya diganti rancangan pespur srikandi..
            namanya diganti JFSX 17X Stealth fighter…

            hmm… rancangannya hampir serupa dengan gambar diatas.. gimana bung Engel ?….

  18. Semoga tidak dianggap keluar topik pesawat Medium MRCA.

    Untuk pengadaan MBT. pemerintah sudah tepat yaitu memilih MBT Leopard Jerman. hanya mungkin jumlahnya yang harus diperbanyak menjadi minimal 300 unit. semoga menteri keuangan berbaik hati. selain itu juga perlu disiapkan alat angkut yang sesuai.

    Untuk Tank Medium sepertinya indonesia belum memerlukan karena kondisi keuangan yang sepertinya kurang baik. kalaupun kondisi keuangan mencukupi, sebaiknya dipakai untuk memperbanyak MBT Leopard dan sarana pendukungnya. Leopard tentunya membutuhkan kapal LST yang sesuai. Intinya pembelian MBT leopard itu dipakai untuk berperang dan memenangkan peperangan. indonesia harus FOKUS memperkuat Tank Utamanya dan angka 300 unit itu cukup ideal.

    Jika kebutuhan MBT sudah benar-benar terpenuhi, Tank medium boleh dipikirkan dan pengadaan tank medium tentunya juga harus melihat kebutuhan jangka panjang.

    Kalau melihat prototipe tank medium pindad saya pikir itu kurang bagus, bentuknya aneh bahkan cenderung mirif IFV. Sebaiknya Indonesia bekerja sama secara penuh dengan Jerman atau Russia agar bisa membuat desain tank medium yang efisien.

    Sasis utama tank medium AD Indonesia seharusnya bisa dipakai untuk banyak fungsi misalkan :
    1. sasis utama dipakai sebagai Tank medium dengan meriam 120 misalkan sprut, cv90
    2. sasis utama bisa dipakai sebagai Artileri swagerak misalkan mirif paladin, panzerh 2000,msta
    3. sasis utama bisa dipakai sebagai SAM swagerak misalkan pembawa BUK-M2, SA-13
    4. sasis utama bisa dipakai pembawa radar atau rudal pertahanan pantai

    dengan membuat sasis utama tank medium yang bisa difungsikan untuk banyak keperluan, tentunya biaya operasional dan perawatan akan lebih efisien.

    Untuk Marinir sebaiknya fokus ke sprut dan bmp3 saja. akan lebih baik jika indonesia bisa menyakinkan rusia untuk berbagi teknologinya secara total termasuk Amunisinya.

    • perihal sprut, sulit rusia mau berbagi teknologi. karena ini akan menjadi basis pengembangan ke depan mereka. kalau bmp-3 series mereka dengan senang hati berbagi asal memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan oleh mereka.

      • Sayang sekali bung Alugoro. Sepertinya memang Russia sedang mengembangkan Tank medium segala medan yang bisa berenang, gesit, lincah dengan meriam 120 yang bisa menembus MBT juga bisa diterjunkan dari pesawat angkut berat.

        Saat ini Russia masih fokus di armata. Indonesia juga masih akan ada pemilu. semoga ketika armata selesai dan pemerintah indonesia yang baru sudah terbentuk. Indonesia bisa melobi Russia untuk join pengembangan tank medium marinir. lebih baik jika hasilnya bisa dipakai AD dan akan lebih baik lagi jika hasilnya bisa di buat untuk beberapa type senjata. satu kali kerjasama, pulang bisa membawa tank medium, Artileri swagerak, SAM swagerak, Radar Swagerak, pertahanan pantai yang mobile.

        Indonesia harus berusaha untuk itu. pengalaman mesir di perang yomkipur semestinya bisa jadi pelajaran. Tank, Artileri, SAM, Radar harus bergerak bersama dan saling melindungi, saling bergerak maju.

        • dari beberapa desain yang muncul memang menguatkan adanya 2 type yang berbeda untuk ad maupun al. dari desain tersebut kelihatannya ad mengacu ke marder dan al mengacu ke bmp 3. jika mbt memang lebih baik impor langsung dengan tot hal spesifik terkait pengembangan medium dan light tank yang ingin dirujuk. salam kenal buat mbah moel

    • mbah moel, utk kondisi geografis indonesia, saya kira tank medium lah yg hrs diperbanyak krn butuh tank dgn mobilitas tinggi utk dgn kondisi berbukit2, hutan, rawa dan antar pulau yg satu dgn pulau yg lain mengingat kita negara kepulauan. Kalau MBT dgn berat lbh dari 50 ton susah utk diangkutnya.

      • Tank medium adalah tank lapis 2 bung Ihsan. asalkan tank medium indonesia berkualitas seperti spurt sd advance, gak terlalu masalah sih.

        saya pernah melihat foto tentara Malaysia dengan bangga membawa MBT PT-91 di perkebunan sawit. menurut saya itu “aneh” karena dalam posisi seperti itu akan sangat mudah untuk dihancurkan dengan rudal at-9 heli mi-35 TNI.

        doktrin perang Indonesia selama ini adalah menunggu diserang kemudian mengirim TNI untuk menghancurkan pasukan penyerang tersebut. doktrin semacam itu seharusnya segera dirubah menjadi. Indonesia seharusnya mulai memikirkan bagaimana meyerang dan menaklukan wilayah musuh. gunakan MBT untuk semacam itu.

        Seandainya kita ingin mengusai singapura, kita hantam singapura dengan ratusan rudal, kita hancurkan bandara, gedung pemerintahan, instalasi militer dan pangkalan angkatan laut mereka. kapal selam beroperasi dibawah, sukhoi menghantam semua pesawat yang telah terbang, f-16 mengebom tank, kapal laut, dan instalasi militer lainnya. dilanjutkan marinir mendarat, membuat landasan pendaratan bagi infanteri dan MBT, selanjutnya marinir, infanteri AD dan MBT masuk ke jantung pertahanan singapura menusuk mengebuk mereka sampai mereka dicoret dari peta.

        • MBT PT-91 aka Pendekar

          PT-91 Twardy adalah MBT produk Polandia. Dan pada tahun 2013 Polandia -seperti Indonesia- membeli MBT Leopard 2nd hand dari Jerman 😆 .Tank Pendekar adalah tank yang tidak diinginkan oleh negara produsennya sendiri, i wonder why 😉

          http://www.defensenews.com/article/20131125/DEFREG01/311250019/Poland-Acquires-Tanks-from-Germany

          • Salam kenal Bung Nowyoudont. mungkin sebaiknya kita membiarkan mereka tetap bangga dengan apa yang mereka miliki dan membiarkan mereka tetap merasa lebih kuat dari kita.

          • salam kenal juga @Mbah Moel, saat ini adalah waktu yang kurang bagus untuk jiran. ALutsista tertinggal dibanding Sg dan Indonesia, dan Pilipina yang militernya lebih lemah ternyata punya nyali lebih besar 🙂

          • # Selingan,

            Pastilah banyak sobat2 disini yg membaca OVERWHELMING nya Malaysia, dan diklaim Taktik yg akan ditiru Militer Dunia.
            jujur z gue ketawa, terutama untuk Blogger nya 😀

            #Kebanggaan Nasionalisme memang HAK SEGALA BANGSA, dan segala lapisan.
            😀

          • saya pernah baca dan istigfar 😀 itu sepertinya corong propaganda pemerintah Malaysia. Tapi dimaklumi saja bung, di Malaysia jika ada isi blog bahkan komentar “miring” bisa kena ciduk. Tanpa upaya2 penindasan, Malaysia timur sudah akan melepaskan diri dari federasi atau oposisi mengambil alih pemerintahan

          • Konon
            Malaysia pernah membeli sejumlah lahan sawit dikalimantan
            ternyata dipersiapkan untuk rute pendekar mereka bila mereka melakukan invasi ke kalimantan
            UNTUNG kita tahu dan melakukan anti dot nya
            hehehehe

  19. meski barang bekas, klo dikencingkan rame2…
    marina bay sands ato twin tower bisa jadi lapangan bola..!!
    sekian

  20. jika ingin jamaah f-16 lebih bertaji ya paling tidak dibekingi oleh aset aew&c dengan radar terbaru yang bisa mengendus rcs-nya f-35. karena jsf tidak sekelas raptor, kemungkinan lebih mudah dijejak.

    • f-35 dihantam pakai su-30/35 + c 295 aew&c saja bung. Jangan memaksakan diri. f-35 tetap merupakan pesawat canggih. pengguna f-35 di sekitar indonesia adalah Singapura dan Australia, mereka adalah sekutu Amerika. jika Indonesia berperang dengan mereka, Amerika pasti mengembargo indonesia.

  21. F 16..?? “TILAS TAPI RAOS” kuantitas dulu baru kualitas…?

  22. Drone ini di masa depan depan sgt efektif sekali utk misi rahasia atau strategis krn amerika sendiripun mengakuinya dari drone ini, mereka sdh byk menewaskan petinggi taliban bandingkan dgn pengerahan militer ke afghanistan yg banyak mengeluarkan biaya dan nyawa prajuritnya.

  23. Kami Rakyat kecil , mengganggap pembeliaan F16 sangat rawan EMBARGO , tidak perlu di pertanyakan lagi ,

    Pemerintah Amerika masih mengeluarkan laporan tahunan pelanggaran HAM yang dilakukan indonesia jadi masih ber muka 2 ,

    Silahkan bahas keunggulan F16 dan Pemerintah sudah benar dan senang terima hibah .. kami Tak peduli senjata secanggih apapun klo gak bisa di pake ya percuma.. dimakan sama EMBARGO .. ini benar2 makluk yang menakutkan. dan traumatic..

    • Benar F16 rawan embargo. Ada penjelasan mengapa F16 dan C130 dapat tetap beroperasi sewaktu RI kena embargo?

      • dulu embargo parts, kita tidak dikasih suku cadang dan lain2 yang berhubungan dengan perawatan/pengadaan. Tapi sebagian masih bisa terbang dengan meng-canibal parts dari pesawat lain.

        Diluar masalah teknis, kita memang butuh alutsista timur barat. Barat tidak bisa dipercaya dan timur-pun menyimpan ancaman. Jika kita punya alutsista seimbang timur-barat (apalagi jika mampu mencapai kemandirian alutsista), tidak ada gunanya lagi barat mengancam dengan embargo. Mengembargo kita hanya akan mendorong Indonesia mendekat ke blok Timur, dan itu resiko yang sangat besar dengan situasi dan kondisi kawasan saat ini.

        Untuk bisa menjadi kekuatan regional di kawasan Asia Tenggara Indonesia harus bisa melebihi kekuatan US via negara2 bonekanya. Pada level tersebut -IMHO- kita juga punya daya tawar tinggi terhadap China. Di Asia tenggara pemainnya utama adalah US dan China, pemain tembahan adalah India dan Russia. Indonesia berada di tengah-tengah, pilihannya adalah masuk ke kubu tertentu atau berdiri sendiri. Agar bisa berdiri sendiri dan netral, kita harus menyerap alutsista Timur-barat.

      • kanibal bung Loai, comot sana pasang sini, comot sini pasang sana. akhirnya yang bisa terbang bisa dihitung dengan jari satu tangan. semua negara tetangga mengetahui saat indonesia mengalami bencana tsunami di aceh

  24. hibah bukan berarti gratis…
    sekali2 dong ada artikel yg ngulas embargo dan cara mengatasi (mensiasati) bila barang2 kita di embargo.
    jd biar ada tambahan wawasan buat gw yg oot..hehe

    • kalau mau tidak terpengaruh dengan efek embargo
      misal beli pespur dari negara yang recordnya tidak pernah mengembargo
      Setiap pembelian pespur dengan paket sukucadang yang fast moving untuk persedian selama 25 tahun.dan persenjataan yang CUKUP.
      Kemudian minta tot agar kita bisa membuat suku cadang yg fast moving tersebut
      untuk mesin biasanya malah lebih awet. bukan termasuk sucad fast moving,

      Pembelian pespur tidak dengan ngeteng minimal 3-4 ska maka bargaining TOT dan Ofset lebih memungkinkan untuk produksi bersama atau minimal tot sucad tadi

      Bila sudah terlanjur membeli f16 hibah yaa sudah cukup sejumlah itu saja karena kita akan mempunyai 34 pespur F16 dan 3 unit untuk cadangan dikanibal buat sucad.
      LALU memperluas jaringan dari black market yang biasanya negara negara timur tengah mempunyai jaringannya dengan barang dari israel,

      Yang Paling Penting mempertahankan kekuatan NETRAL dan posisi tawar kita agar kemungkinan untuk embargo kecil.
      Kalau tiba tiba kita menginvasi sabah dan serawak yaa jangan salahkan bila diembargo
      Tetapi bila ada pelarangan menggunakan alutsista kita untuk mempertahankan papua didalam NKRI yaa kita pakai opsy black market diatas.

      • Trims pencerahannya @bung Satrio
        opsi black market+kanibal itu yg menarik.
        klw nyerang sabah+sarawak sekonyong2 kayaknya gak mungkin.negara kita bukan tipe agresor.tapi klw kita menjadi target itu hal yg mungkin,indonesia negara besar,penting dan kaya.menjatuhkan negara besar caranya dgn melemahkan dari dalam itu yg saya takutkan.
        (sekedar curhat liat negara2 agresor yg lagi trend sekarang2 ini).hehe

  25. MASALAH F 16 HIBAH…DAH SELESAI CASE CLOSED

  26. Ada update terbaru gak belanja militer kita, alokasi budget militer kita, actual maupun yg kemungkinan dirahasiakan. Sorry melenceng dari topic.

  27. baca aja di tread alutsista rahasia buatan indo di tread malay bung,disana ada rincian alutsista yg mau di beli di mef 2 oleh bung nara,tp gue ragu sih apa itu bisa terwujud,

  28. sy ingin sharing,ini di luar topik di atas.di forum sebelah ada tulisan yg menyatakan bahwa kita sudah mendapat izin memproduksi rudal c 805 utk kapal patroli kita sekelas FPB.dan cina yg menyatakan itu di sela2 kunjungan pak moeldoko ke negeri koko panda.di tunggu tanggapannya dari para sesepuh warjag.salam

  29. Maaf bung, kok judulnya mirip berita tv yang cari rating tinggi ya. Mungkin bisa di ganti jadi “MENJAGA LANGIT BARAT DENGAN ELANG KREDITAN”. Cuma becanda, hehe.

  30. Dengan bangga nya malaysia kirim pasukan ke timor timur, mereka tidak sadar bahwa kelakuan mereka itu menyakiti perasaan rakyat indonesia. apakah seperti itu sikap tetangga dan negara serumpun yang baik? kalau australia jangan ditanya lagi, mereka itu memang menempatkan indonesia sebagai ancaman dan musuh bagi mereka

  31. ya elah kok ribut F-16.. alasan cuman simple, murah & kita udh ada teknisi, simulator, dan pilot yang sudah cukup menguasai pesawat F-16. Mo ganti ngga gampang, mesti disiapin juga pendukung operasional n pendidikannya ngga asal comot beli, Sukhoi kita aja ngga punya simulator, mesti numpang ke China kl mau latian n masi nego sm Russia bikin bengkel SU disini. F-16 banyak bengkelnya, Turki n Korsel jg bisa.

    Kalu mau diganti semua F-16 silahkan asal ada duitnya, percuma ribut teriak2 ngga jelas padahal dana di Kemhan emang cukupnya cuman beli F-16, hibah lagi kl baru juga dapet 6 ekor F-16 nya. dari pada ngga beli tetep pake pespur uzur Hawk sm F-5 mending hibah F-16 upgrade.

  32. sudah berapa hari tidak ngasih komentar, pas buka jkgr, liat artikel yg bung maling jemuran tulis, ya saya ngasih komentar sedikit.

    Coba baca majalah Angkasa tgl 2 nopember 2011 yg berjudul

    ” Bertempur dengan F-16 Block 32 +? Siapa Takut !

    Oleh Kolonel Pnb. Agung Sasongkojati, mantan instruktur penerbang F-16 TNI AU.

    Semoga bisa menjawab keragu2an agan2 semua.

  33. Saya setuju dengan bung iwoy
    Tolong yg hanya bisa menghina TNI n negara mending gak usah komen deh…kayak udah ahli pesawat aja…TNI gak mungkin mau terima kalo pesawat ini gak bisa tempur…negara jg gak sembarangan memberikan pesawat pada pilotnya,sedangkan biaya utk menjadikan seorang pilot tempur itu hampir semahal pesawatnya…jadi coba liat sisi positifnya bagi indonesia

  34. wajar kalo ada pro dan kontra mengenai F. 16 hibah ini, tapi memang melihat kebutuhan mendesak kita akhirnya kemenhan memutuskan menerima hibah 24 + 6 pesawat (buat suku cadang) yang di upgrade dibanding membeli yang baru tapi cuma dapet 6 unit. toh hal ini sudah didiskusikan secara mendalam sebelumnya dengan pihak TNI AU selaku user nantinya, dan mereka tak masalah. toh memang F. 16 ini bukan difokuskan sebagai penggebuk utama yang di TNI AU memang tugasnya Sukhoi.

    walaupun diatas kertas jeroan teknologi upgrade sudah banyak dibahas dan dibanding-bandingkan dengan F. 16 blok 52 Singapura, intinya kalo terjadi perang beneran adalah kembali di skill, kepintaran dan nyali individu pilot-pilotnya. 😀

    so, siapa takut bertempur dengan F. 16 blok 32++

 Leave a Reply