Feb 152015
 
Fighter KFX/IFX

Fighter KFX/IFX

Kemandirian dan kemampuan Bangsa Indonesia untuk menjadi produsen pesawat semakin diperhitungkan bangsa lain karena sekarang sudah mencoba untuk menjadi produsen pesawat tempur. Namun kita semua harus sadar diri bahwa kemampuan membuat pesawat terbang tidak 100% made in Indonesia. Kemampuan PT. Dirgantara Indonesia yang dulu bernama PT. Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN) dengan BJ Habibie selaku Presiden Direktur pertama membuat pesawat N250 menggunakan mesin mesin turboprop 2439 KW dari Allison AE 2100 C buatan perusahaan Allison. Kemampuan Industri pesawat dalam negeri juga terbilang terbatas karena lebih banyak mengandalkan pesanan pemerintah dan anggaran APBN, hal ini berbeda dengan produsen pesawat luar negeri seperti Lockheed Martin dan Airbus Military.

Eurofighter Typhoon

Eurofighter Typhoon

Geopolitik dunia saat ini sudah berubah, pembuatan pesawat tempur saat ini lebih cenderung dikerjakan rame-rame secara kolektif gabungan dari berbagai perusahaan dunia. Eurofighter Typhoon dikembangkan dan diproduksi oleh konsorsium perusahaan eropa dengan bagian pendanaan terdiri dari Deutsche Aerospace (Jerman) 33%, Bae (Inggris) 33%, CASA (Spanyol) 13% dan Alenia (Italia) 21%. Demikian juga dengan pengembangan dan pembuatan Joint Strike Fighter (JSF) F35 merupakan gabungan dari perusahaan dan negara dari Primary Customer: Amerika, Level 1 partner: United Kingdom,  Level 2 partners: Italy dan Belanda, Level 3 partners: Australia, Canada, Denmark, Norwegia, dan Turki, Security Cooperative Participants: Israel dan Singapura.

Konsorsium Perusahaan pembuat JSF F35

Konsorsium Perusahaan pembuat JSF F35

Perkembangan program KFX/IFX dengan pendanaan Indonesia 20% dan Korea 80% hingga saat ini masih terdapat beberapa kendala yang mengakibatkan penundaan. Kasus yang ada kaitannya dengan KFX/IFX bermula saat 50 delegasi utusan Presiden SBY yang dipimpin Menko Perekonomian Hatta Rajasa tiba di Seoul untuk kunjungan 3 hari. Mereka juga melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak dan berdiskusi tentang perluasan kerjasama ekonomi dan militer bilateral, termasuk rencana Korea Selatan untuk menjual pesawat latih tempur T-50 Golden Eagle. Pencurian terjadi disela-sela acara. Pencurian Laptop Staf Menperin ini ada yang mengkaitkan dengan penjualan T-50 Golden Eagle, namun ada pula yang mengkaitkannya dengan rencana bilateral kerjasama KFX/IFX. Pelaku pencurianpun ada yang menyangka dilakukan intelijen Korea Utara namun Jakarta telah mengetahui adanya keterlibatan NIS (Badan Intelijen Korsel).

image007

Salah satu faktor penghambat kelanjutan proyek KFX/IFX berikutnya adalah adanya alasan pergantian pemerintahan di Korsel. Saat ini seharusnya sudah memasuki Fase EMD (Enginering Manufacturing Design) Project KFX/IFX, namun tertunda sejak awal tahun 2013, hal ini dikarenakan pergantian pemerintah baru di Korea Selatan dan adanya pemotongan anggaran proyek yang masih menunggu persetujuan parlemen Korea Selatan. Sementara Fase Technical Development (TD Fase) telah diselesaikan tim gabungan Indonesia dan Korea Selatan pada akhir tahun 2012. Tantangan kendala berikutnya adalah anggaran untuk Full Scale Development Project jet tempur KFX/IFX sebenarnya sudah disetujui oleh Departemen Keuangan Korea Selatan senilai 8.6991 trillion won ($7.9171 billion).

Meski sudah mendapatkan persetujuan dari departemen Keuangan Korea Selatan, anggaran tersebut baru bisa digunakan setelah mendapat persetujuan dari parlemen Korea Selatan. Sayangnya rumor yang beredar parlement Korea Selatan belum memberikan persetujuan dan baru bisa memberikan persetujuan pada bulan Desember 2015 nanti, artinya harus menunggu sekitar 12 bulan lagi.

Saab Gripen

Saab Gripen

Belum juga selesai masalah terkait pencairan anggaran dimaksud baru-baru ini muncul lagi permasalahan peserta tender yang menurut Peraturan UU di KORSEL dalam satu tender pengadaan wajib diikuti minimal 2 peserta. Penentuan pemenang Tender ini diharapkan dapat selesai pada akhir bulan Juni 2015. Pemenang tender ini akan menjadi kontraktor utama pengembangan project KFX/IFX dan akan menanggung 20% biaya pengembangan dimana sisanya akan ditanggung 60% oleh pemerintah Korea Selatan dan 20% oleh pemerintah Indonesia. Pada akhirnya peserta tender diharapkan berasal dari Airbus Military dan Korean Airlines bersatu untuk bersaing dengan Lockheed Martin yang menggandeng Korea Airspace Industries (KAI) sebagai partner lokalnya.

Airbus Military dan Korean Airlines dikabarkan sempat akan menggandeng Boeing dan mengajukan Advanced Super Hornet sebagai basis project jet tempur KFX/IFX, sementara Lockheed Martin – KAI yang mengusung design KFX model C-103. Pesawat ini direncanakan akan menggunakan mesin ganda dimana kandidatnya adalah mesin General Electric F-414 yang dipakai Super Hornet dan Eurojet EJ-200 yang dipakai Eurofighter Typhoon. Sesuai kesepakatan Project KFX/IFX ini sendiri akan dikembangkan dalam 3 block. Indonesia dan Korea Selatan akan bekerjasama untuk memproduksi KFX/IFX Block 1, dan untuk selanjutnya pengembangan KFX/IFX Block 2 dan 3 direncanakan akan dikembangkan oleh masing-masing negara.

Mesin EJ200 Eurofighter Typhoon Fighter Jet

Mesin EJ200 Eurofighter Typhoon Fighter Jet

Informasi terakhir bahwa kandidat pengganti pesawat tempur F5 hanya tersisa Sukhoi 35 karena faktor deterrence, dan Gripen atau Eurofighter Typhoon karena dengan pembelian minim bersedia berbagi ToT sesuai kemampuan Industri pesawat terbang di negara pembeli dan terkait kelanjutan Proyek IFX block 2 dan 3 sementara Rafale tidak masuk karena faktor pemberian ToT. Pesawat Jet Tempur Turki (TFX) juga direncanakan menggunakan mesin EJ200. Kemandirian Bangsa Indonesia dalam bidang kedirgantaraan pernah mati suri bahkan hampir dimusnahkan.

Di tahun 1992 IMF menginstruksikan kepada Presiden Soeharto agar menghentikan pemberian dana operasional kepada IPTN, sehingga pada saat itu IPTN mulai memasuki kondisi kritis. Langkah IMF ini sebenarnya terkait rencana BJ Habibie yang akan membuat satelit sendiri, pesawat sendiri, serta peralatan militer sendiri. Rencana ini didukung dengan 40 orang tenaga ahli Indonesia yang memiliki pengalaman kerja di perusahaan pembuat satelit Hughes Amerika akan ditarik pulang ke Indonesia untuk mengembangkan industri teknologi tinggi di Indonesia.

Jika hal ini terwujud, maka akan mengancam industri teknologi Amerika dan Eropa, mengurangi pangsa pasar, sekaligus kekhawatiran kemampuan teknologi tinggi dan militer Indonesia. Maskapai Garuda Indonesia dan Lion Air adalah diantara pelanggan Airbus dan Boeing, Negara kepulauan Indonesia dengan jumlah + 17.508 pulau membutuhkan pengawal angkasa yang mumpuni. Akhir kata jargon “Zero Enemy Thousand Friends” boleh saja dipakai namun masalah Kedaulatan dan Kesetaraan lebih utama.

Diposkan : Ayoeng -JKGR Biro Jambi

Bagikan:

  48 Responses to “MENJAGA TERAS NKRI – GARUDA ASIA II”

  1.  

    Wow

    •  

      harusnya dari puluhan tahun yang lalu indonesia ini jadi bangsa yang mendiri dalam hal teknologi,. kita tahu bagai mana anak2 bangsa dulu bekerja siang malam di bantu bangsa lain tapi tiba2 dihentikan saat sudah menyelesaikan prototaif roket kartika made in indonesia, menyelesaikan prototaif pesawat N250 pertanyaannya why.?
      apa pemimpin bangsa dulu tidak mau bangsa ini maju.??
      sungguh di sayangkan,. saya harap pemimpin bangsa kali ini mensuport putra putri yang ingin memajukan tanah air tercintanya ini, pemimpin kita sekarang harus melanjutkan apa yang sudah di mulai oleh pemimpin sebelumnya dan menjadikan bangsa yang benar2 mandiri,..

    •  

      bagi saya projek Kfx makan belanja besar pada indonesia itu sendiri,
      1)Pertama peralatan cocok bagi indonesia jika pihak amerika tak mahu bekerjasama sama indonesia kerana politik amerika itu,
      2)Indonesia berkerjasama dengan euro untuk sesuai peralatan tool yg mahu pasang pada pesawat indonesia juga makan kos yang tinggi
      3) Dengan Design bebeda dengan korean ia akan menambahkan kos pada indonesia,
      4),Jika indonesia bina dalam dalam jumlah kecil Ia akan merugikan indonesia itu
      5) Pesawat itu masti meyakin penguna bahawa pesawat itu berkebolehan Pasaran dunia.
      6)Negara penbuat alatan dan tool pesawat benarkan akan berkerjasama, saya lihat di korean hanya amerika aje, di indonesia siapa akan berkerjasama bina tool ada pada pesawat,
      7)saya tak melihat pun rakan kongsi pesawat yg nak dibina di indonesia adakah negara euro,sweden, turkis dan amerika.Untuk membina pesawat perlukan dokongan industri besar.

      Bersediakah di indonesia menghadapi kos yg tinggi di sebab perkara di atas, .

      jika Ada kemahuan di situ ada jalan,

      •  

        Hai orang asing tdk tau indonesia bagus jgn komenlah soal indonesia
        – kau bilang tidak ada peralatan soal bangun pesawat, sejak thn60 kita punya
        Nurtanio
        – kau fikir negara didunia hanya bersahabat dgn sgporn& malngsial. Menolak
        Bersahabat dgn indonesia yang kaya sda& sdm
        – jerbasukimowobeo, dasar mahluk haluslu

      •  

        saya optimis om.program kfx dan ifx lancar sama halnya dengan proyek cbg.PT DI Pasti bisa
        jayalah negri q

  2.  

    Wew

  3.  

    NKRI harga mati

  4.  

    kemandirian no satu

  5.  

    walau hanya baut jk su35 kurang baut 1 aj
    masak mau datengin tknisi ruskie
    klo pun ifx gatot als gagal total
    kemhan hrs pnya plan b min tot dr klepon hrs diambil

  6.  

    Nyimak…

  7.  

    Sudah bukan hal aneh insinyur kita yang pintar harus ditarik oleh negara lain dan telah menghasilkan sesuatu yang fenomenal.

    Jika negara ini tidak mampu membayar gaji para insinyur hebat maka sy lebih memilih kita tidak perlu membayar mahal para menteri dan anggota DPR.

  8.  

    Su35 maju teruss

  9.  

    artikel yang menarik

  10.  

    sekarang sudah tgl 15-2-2015, bagaimana kabarnya SU-35S untuk TNI ??? …………………………… !!!

  11.  

    salam bung ayoeng …
    makin mantappp artikelnya neh
    semoga ending akhirnya SU35 plus transfer tekno

  12.  

    Saatnya menanti kebangkitan negeri katulistiwa..!

  13.  

    Hahaha..keren juga tuh namanya besok klo dah keluar… F-33 Blok A (indo-korsel ), F-33 blok B (koreaselatan), F-33 blok C (indonesia)….ngareep buanget…..

  14.  

    Gkan pernah mulus selagi asu masih mencapuri internal Indonesia ,, dan negri barat gakan pernah redho bila NKRI 5 langkah lebih maju dri para antek antek penjilat negri barat … Karna keyakinan negri barat bila Indonesia Jaya maka Ancaman lah untuk mereka ,, maka dari itu negri barat sudah mempersiapkan segala daya nya untuk membendung ke Jayaan Indonesia ,, negri barat tak ingin Garuda Terbang tinggi, mereka tak ingin Macan Asia mengaum …. Bila itu terjadi petakalah untuk mereka … Ingat asu sudah mempersiapkan 80% bala tentara nya di darwin & P.cocos …

  15.  

    Ok,kt tunggu hasilnya.t

  16.  

    Sayang Cita2 P. Habiebie utk membuat pesawat, peralatan militer, dan satelit sendiri, diganjal oleh ASU dng IMF nya.
    Smoga masih banyak Anak bangsa INI yg punya cita cita spt pak habiebie. Dan didukung oleh pemimpin Negri INI.

  17.  

    Mau nunggu 20 tahun lagi baru produksi sendiri? baru R n D nya aja 10 tahun belum lagi perakitannya bisa makan waktu sampe’ 15 tahun. bisa” tahun 2045 baru mau produksi sendiri di saat negara lain udah pake’ 5th atau 6th generation.

  18.  

    tetapi mengingatkan tao mengkritisi bukanlah perbuatan yang tabu bila ada yang dilanggar dalam sumpahnya.tapi banyak cara didalam penyampaiannya tanpa meninggalkan adat kesopanan.tapi terkadang salah tao keliru menurut diri belum tentu bagi yang lainnya karena beda dari mana sudut pandang penilaiannya.tentunya tragedi supersemar tao reformasi ta da yang ingin terjadi lagi karena sudah banyak harta dan nyawa yang harus dikorbankan.dan bila sekarang para peminpin lebih bersikap lunak pastinya sudah diperhitungkan rasio dan resikonya.

  19.  

    KFX IFX gagal lagi. Bidder hanya 1.

    “KAI-Lockheed Sole Bidder for Korean Fighter”

    http://www.defensenews.com/story/defense/air-space/strike/2015/02/15/korea-lockheed-martin-fighter-kai-plan/23348261/

  20.  

    terima kasih artikelnya bung ayoeng. yang perlu digaris bawahi TFX sudah disetujui memakai mesin ej 2000. tinggal seberapa banyak pesanan TFX? kenapa tidak menggandeng negara yang juga berencana sama…
    TFX …IFX..lebih realistis dan cerita typhoon di indonesia akan bertambah issuenya…
    imho…salam tabik…

  21.  

    TFX kl g salah 5th Gen,, ane berharap pembelian Su35 ada opsi untuk pembelian PAKFA, sukur2 bs bruntung kek India dpt FGFA

  22.  

    Ayu, kita semangati para insinyur kita, biar bangkit lagi. Suka atau benci dan juga kesal, itu wajar, karena kita sering disakiti dan dizalimi. Semoga Allah swt merahmati bangsa Indonesia . Su 35 tinggal di depan mata. Beli su 35 1 skuadrun, typhoon 2 skuadrun demi TOT dan insya Allah kita bisa. Semoga pemimpin kita semua arif dan bijak demi kemajuan bangsa

  23.  

    TFX? Ada infonya?

  24.  

    Semua punya keinginan yg sama, kita bisa produksi pespur. Tapi mari kita coba melihat dari sudut pandang yg lain.

    PT DI termasuk dalam industri strategis BUMN dimana pemegang saham utama adalah pemerintah. Semua tergantung pada pemerintah kemana arah produksi PT DI, apakah akan menjadi perusahaan yg menguntungkan, break even, atau merugikan. Ingat bahwa biaya kerugian ditanggung oleh pemerintah sebagai pemegang saham, bukan oleh direksi/ karyawan. Pertanyaan di atas sebetulnya bisa dijawab oleh annual/ financial report PT DI, yg sayang sekali belum bisa saya dapatkan. Ingat bahwa tugas pokok perusahaan adalah mendapat untung, bukan rugi.

    Sekarang kita ingin, termasuk direksi PT DI, mendapatkan ToT pespur segera. Sebagai contoh, Gripen Brazil memerlukan biaya US$5.44 bn kontrak untuk 28 Gripen E and 8 Gripen F untuk diserahkan tahun 2019–24 dan perawatan sampai 2050. Ini belum termasuk price increase US$1 bn karena perubahan yg diminta Brazil, dan biaya produksi lokal/ development cost. Total kira2 Rph. 82 trilyun selama 5 tahun.
    Tanpa melihat financial report-pun jelas PT DI tidak akan sanggup break even apalagi untung bila terbebani jumlah tersebut. Mengapa karena customer utama adalah pemerintah yg mungkin hanya sanggup beli 28 – 32 pespur saja. Customer lain, seperti Thailand, besar kemungkinan lebih suka beli langsung dari Swedia, karena faktor ketidak pastian/ ketidak perrcayaan. Afrika Selatan sama saja, mereka tidak punya uang. Negara lain? Siapa? Kasus di atas berlaku sama terhadap pespur lainnya misalnya Typhoon. Belum kita melihat masalah yg lain, seperti hanya jadi “tukang jahit”, ancaman embargo dll.

    Kasus KFX/IFX lain, ini adalah program pemerintah, sejak awal pemerintah sudah bertekad, jadi adalah kewajiban pemerintah untuk menuntaskannya. Tidak hanya itu, pemerintah seharusnya sudah punya road map industri pendukung, sehingga kita tidak hanya jadi “tukang jahit”.

    Kembali kepada PT DI, daripada ambisi besar pasak dari tiang (nanti terulang lagi kasus IPTN), apakah tidak lebih baik konsentrasi kepada yg menguntungkan, terutama NC-219, dan juga NC-235? NC-295 saja belum ada yang beli selain pemerintah.

    •  

      Saya ralat bung Antonov, bukan NC-219 tapi N-219 ini desain murni anak bangsa tanpa campur tangan CASA. Mereka cuman bantu sertifikasi, thailand adalah costumer negara tetangga yg paling percaya dengan kemampuan PT DI, mereka sendiri minta kita bantu memajukan CN-235, NC-212, dan beberapa pesawat lain termasuk perawatan pesawat komersil mereka dilakukan di PT DI Baik overhaul atau upgrade. Dan Thailand negara asing yg pertama memesan project yg masih sebatas kertas (N-219), jadi ketidakpercayaan itu dimana?

      Kalau mau juru bicara perusahaan pesawat negeri Thailand, kabarin, nanti saya kasih kontaknya dan silahkan tanya sendiri ke orangnya.

      •  

        Bung Jalo
        Yang sy maksud ketidakpercayaan itu untuk pespur seandainya kita jadi buat. Kalau untuk transport, seperti anda tulis, kita sdh berjaya dan sangat menguntungkan, kenapa tidak konsentrasi disitu?

    •  

      Bahkan “tukang jahit” pun kalo memiliki impian dan bekerja keras, dia akan memiliki butik yang terkenal. Karyanya dihargai hingga puluhan juta.

  25.  

    Menginagat kita hanya joint 20%, kalau KFX-IFX sudah jadi (berjalan dengan lancar), apakah Indonesia otomatis bisa memproduksi pespur sendiri walau sebagian komponennya masih berasal dari luar negeri?? Misalnya, minimal sudah bisa memproduksi seperti pada pesawat angkut CN??

  26.  

    Yang saya tahu dari awal, KFX/IFX itu project ambisius….
    PT DI pihak yg kedepan akan menjual IFX saja lebih memilih merakit Typhoon dibanding ikut dalam project KFX/IFX. Kenapa?? Jawabannya sudah sering dibahas, termasuk artikel diatas sudah dijelaskan sedikit. Ingat politik kejam, Alm Prof. Diran pernah mewanti2 project ini dan memberikan kisi2 yg baik agar engineer kita belajar dari pengalaman dan tidak salah pilih.

    •  

      Saya sependapat Bung Jalo, KFX/IFX itu project ambisius, meskipun semua proyek pespur adalah ambisius dipandang dari sudut kondisi kita.
      Seandainya KFX/IFX gagal, tinggal 3 pilihan :
      – Typhoon
      – Gripen
      – Su-35.

      Kalau pilih Typhoon, berarti Su-35 tidak diperlukan, kita mau tidak mau praktis masuk ke Blok Barat.
      Kalau pilih Gripen, berarti Su-35 masih diperlukan, kita tetap non blok.
      Kalau pilih Su-35, masih ada masalah dengan F-16 Blok 52ID bekas yg ompong.
      Paling bagus mungkin Su-35 + Gripen, berimbang.

      Mungkin kita bisa masuk tahap MRO dulu sebelum ToT.
      Tinggal pilih saja, dengan mempertimbangkan biaya, risiko, politik bebas aktif dll.

  27.  

    yg mana aj bung jalo, yg jelas pespur pengganti harus lbih dasyat dari pespur negara kawasan asia tenggara.

  28.  

    maaf neh may ikut nimbrung ulasan ttg PT. DI …
    sejarah awal 1976 memang benar hanya sbg tukang jahit C212 & BO105 … awalnya fuselage utuh dikirim dari Spayol turun di Halim PK disambung Herky TNI dikirim ke Bdg … INI berlangsung hingga sekitar thn 1980- 84, sejarah nya kemudian menjadi NC212 & NBO 105, kenapa boleh ditulis depannya N ? (N =Nusantara dulu Nurtanio)

    jawabannya karena PT DI sdh mampu ikut buat kandungan lokal yg dibuat sendiri, mulai dari design baru bbrp item parts(ubah spek), engineering produksi smp test & sertifikasi, ditandai dg kemampuan anak bangsa membuat fuselage utuh utk NC212 kemudian NC235 dan musti kita ketahui semua pekerjaan metal sdh dibuat sendiri, mulai dari beli sheet metal, potong, tekuk, boring, bubut, pasang, rivet, test dsb … semua dilakukan sendiri, memang masih ada komponen impor CBU nya misal utk engine, landing gear, radar dsb, tapi keseluruhan integrated system dilakukan sendiri PT DI, contoh N250 hasil karya sendiri, design, engineering … walau tdk bisa lanjut tapi bukti nyata !!!

    jadi mhn kpd pembaca sekalian memahami istilah tukang jahit (cuma motong Kain plus jahit) … istilah tsb sdh tidak relevan dg kondisi kemampuan PTDI dulu sampai saat ini.

    salam

  29.  

    Di tahun 1992 IMF menginstruksikan kepada PresidenSoeharto agar menghentikan pemberian dana operasional kepada IPTN, sehingga pada saat itu IPTN mulai memasuki kondisi kritis. Langkah IMF ini sebenarnya terkait rencana BJ Habibie yang akan membuat satelit sendiri, pesawat sendiri, serta peralatan militer sendiri. Rencana ini didukung dengan 40 orang tenaga ahli Indonesia yang memiliki pengalaman kerja di perusahaan pembuat satelit Hughes Amerika akan ditarik pulang ke Indonesia untuk mengembangkan industri teknologi tinggi di Indonesia…coba kalau presidennya masih bpk sukarno….

  30.  

    Di tahun 1992 IMF menginstruksikan kepada PresidenSoeharto agar menghentikan pemberian dana operasional kepada IPTN, sehingga pada saat itu IPTN mulai memasuki kondisi kritis. Langkah IMF ini sebenarnya terkait rencana BJ Habibie yang akan membuat satelit sendiri, pesawat sendiri, serta peralatan militer sendiri. Rencana ini didukung dengan 40 orang tenaga ahli Indonesia yang memiliki pengalaman kerja di perusahaan pembuat satelit Hughes Amerika akan ditarik pulang ke Indonesia untuk mengembangkan industri teknologi tinggi di Indonesia…coba kalau presidennya masih bpk sukarno….kok mau ya suharto nurutin kmauan bangsa asing yg mau menghancurkan indonesia…ada apa?????

    •  

      saat orde baru berkuasa, semua kebanggaan indonesia dihancurkan amerika, TU 16, mig 19, mig 21 di grounded, 24 kapal selam ex rusia tidak berfungsi, diganti pesawat abal2, emang usa, ausie, singapore, tidak suka Indonesia Maju, dari dalam negeri banyak ular & tikus, yang pelan2 menghacurkan negeri ini. semoga garuda tetap berjaya.

  31.  

    mantap pada turun gelanggang, mainkan..beri yg terbaik..

  32.  

    Perjuangan Indonesia dalam membangun kemandirian tehnologi belum apa apa di banding China.Berkali kali china harus pindah haluan dalam pengembangan pesawat.dari Sovyet ke barat,terus kena masalah lagi akibat perintiwa tiannanmen,pindah haluan ke Israel ,terbengkalai , bangkit lagi.Tapi akhirnya mereka berhasil walau butuh waktu belasan tahun.Kunci keberhasilan mereka adalah punya tujuan yang jelas dan tetap. Mari kita lihat ke dalam Indonesia tiap rezim punya haluan sendiri akibatnya tidak berkelanjutan pembangunan yang di jalankan,Yang namanya membangun harus berkelanjutan. Kita analogikan seperti petani pertama di suruh tanam singkong terus berganti rezim disuruh tanam jagung.Sementara kebun singkong di biarkan terbengkalai karena sudah konsentrasi ke jagung.Akibatnya petani rugi waktu dan biaya.Dulu katanya mau kembangkan mobil listrik ,Pindad sudah invest untuk bikin motor listrik dan lainnya,.Sekarang tidak di lirik malah mau kembangkan mobil dari luar .Makanya kita seperti jalan di tempat.

  33.  

    saya punya pendapat (klu salah tolong dikoreksi), TOT 100% yang ditawarkan gripen itu yang mana (sayapnya aja), pesawat itu kan gado2 komponennya, Thailand aja kecewa dgn janji gripen

 Leave a Reply