Menjajal Kemampuan KRI Fatahillah yang Dimodernisasi

Jakartagreater – KRI Fatahillah-361 dari jajaran Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada II, Latihan Penembakan Meriam atau Gunnery Exercise dengan sasaran killer tomato di Laut Jawa, pada Sabtu, 7-10-2020.

Saat latihan ini, KRI Fatahillah-361 tergabung dalam Satuan Tugas Operasi Perisai Sakti-20 di bawah kendali operasi Guspurla Koarmada II, ujar rilis Pen Koarmada II.

Latihan penembakan meriam ini untuk melatih naluri tempur dan menjaga profesionalisme prajurit KRI FTH-361, serta memberi gambaran kepada 12 taruna AAL tingkat IV yang onboard dalam rangka lattek Jalayudha 2020, ujar Komandan KRI FTH-361, Letkol Laut (P) Agus Setyawan.

Menjajal Kemampuan KRI Fatahillah yang Dimodernisasi

“Dalam latihan penembakan ini Taruna AAL terlihat berperan aktif dalam kegiatan mulai pada saat persiapan, loading Amunisi, Briefing Artileri, pelaksanaan latihan penembakan hingga prosedur selesai penembakan,” ungkap Letkol Agus.

Sementara, Komandan Guspurla Koarmada II Laksma TNI Rahmat Eko Rahardjo mengatakan melalui latihan ini diharapkan prajurit KRI Fatahilah-361 dapat melatih ketangkasan dan profesionalisme dalam mengoperasikan meriam.

Hal ini sesuai dengan perintah Pangkoarmada II Laksda TNI I N.G  Sudihartwan yang juga selaras dengan program prioritas Kasal Laksamana TNI Yudo Margono khususnya di bidang Pembangunan SDM TNI AL yang unggul.


Kemampuan KRI Fatahillah

Sebelumnya, kemampuan KRI fatahillah telah dijajal oleh pesawat tempur Sukhoi TNI AU, pada 27 Agustus 2020. Saat itu, bunyi ‘alarm’ terdengar keras sebagai tanda bahaya di Pangkalan Utama Armada Laut, Makassar.

Dalam latihan perang itu, KRI Fatahillah dikejutkan dengan serangan mendadak dari Jet tempur buatan Rusia, Sukhoi di Dermaga Breakwater Pangkalan Utama Angkatan Laut VI Makassar, Sulawesi Selatan.

Pesawat jet tempur Sukhoi muncul tiba-tiba ketika KRI Fatahillah 361 sedang melaksanakan Operasi Keris Sakti-20 di bawah kendali operasu Gugus Keamanan Laut Komando Armada II.

Menghadapi serangan yang tiba-tiba, pasukan KRI Fatahillah langsung mengambil posisi masing-masing untuk melakukan serangan balik. Aksi tempur pun dimulai, prajurit KRI Fatahillah 361 langsung melakukan tracing terhadap jet tempur Sukhoi itu.

Meriam-meriam pertahanan udara di KRI Fatahillah 361 langsung diarahkan ke sasaran target penyerang. Pesawat jet Sukhoi pun menjadi target serangan KRI Fatahillah yang terbang di atasnya.

Selanjutnya prajurit KRI Fatahillah 361 melakukan komunikasi taktis dengan prajurit jet tempur Sukhoi. Ini artinya kapal perang eks NATO ini, bisa berkomunikasi dengan pesawat tempur Sukhoi buatan Rusia.

Kemampuan Anti Ranjau

KRI Fatahillah-361 dan KRI Pulau Rengat-711 juga terlibat dalam latihan bersama Peperangan Ranjau di Periran Utara Laut Jawa dan APBS (Alur Pelayaran Barat Surabaya), pada akhir Agustus 2020. Dalam latihan ini KRI Fatahillah berperan menyebarkan Ranjau, sedangkan KRI Pulau Rengat melaksanakan Pemburuan dan Penyapuan Ranjau.

KRI Fatahillah & KRI Pulau Rengat Latihan Peperangan Ranjau

Dalam latihan ini, kedua KRI juga melakukan serangkaian serial latihan lainnya meliputi Com Check, Flag Hoist, RAS Approach, Mine Laying, Mine Hunting, dan Mine Sweeping.

Modernisasi KRI Fatahillah.

KRI Fatahillah-361 merupakan kapal perang jenis perusak kawal berpeluru kendali yang memiliki bobot 1.450 ton. Kapal perang ini dimodernisasi oleh PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero) yang selesai pada tahun 2016.

KRI Fatahillah-361 merupakan kapal perang buatan Belanda tahun 1973, yang saat ini telah memiliki teknologi dan persenjataan terbaru dan modern. Setelah dimodernisasi KRI Fatahillah-361 memiliki command management system, di antaranya sistem pendorong, yang diperbaiki bekerja sama dengan Ultra dari Inggris.

Kapal perang dengan 2 sumbu baling-baling yang masing-masing berkekuatan 8.000 bhp ini dilengkapi peralatan modern, di antaranya radar Decca AC 1229, pemandau tembakan signal, surface search, dan signal DA 05.

Kapal juga memiliki sistem sonar yang menggunakan signal PHS 32 (Hull Mounted), dan sistem pengecoh yang menggunakan 2 Knewbworth Corvus 3 – tubed launchers dan 1 T-Mk 6 torpedo decoy.

Selain memiliki persenjataan canggih, kapal berkapasitas 82 awak kapal itu juga memiliki lambung kapal yang dikerjakan sendiri oleh anak bangsa, dan dilengkapi interior kapal modern.

KRI Fatahillah-361 dengan bobot 1450 ton dan panjang 83,85 meter, dilengkapi senjata yaitu :

  1. Empat peluru kendali permukaan-ke-permukaan Aerospatiale MM-38 Exocet dengan jangkauan maksimum 42 Km, berkecepatan 0,9 mach, berpemandu active radar homing dengan hulu ledak seberat 165 Kg.
  2. Satu meriam Bofors 120/62 berkaliber 120mm (4.7 inchi) dengan kecepatan tembakan 80 rpm, jangkauan 18.5 Km dengan sistem pemandu tembkan Signaal WM28.
  3. Dua kanon Penangkis Serangan Udara Rheinmetall kaliber 20mm dengan kecepatan tembakan 1000 rpm, jangkauan 1,6 KM untuk target udara dan 2,5 KM untuk target di permukaan laut.
  4. 2×3 torpedo Honeywell Mk. 46, berpeluncur tabung Mk. 32 (324mm, 3 tabung) dengan jangkauan 11 Km kecepatan 40 knot dan hulu ledak 44 kg. Berkemampuan anti kapal selam dan kapal permukaan.
  5. Mortir anti kapal selam Bofors ASR 375 mm laras ganda.

TERPOPULER

Satu pemikiran pada “Menjajal Kemampuan KRI Fatahillah yang Dimodernisasi”

Tinggalkan komentar