Jul 132017
 

Kereta Cepat Beijing – Shanghai saat melintasi Huaqiao(MNXANL)

Beijing – Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) menjajal kenyamanan kereta berkecepatan tinggi di ruas jalur Shanghai-Beijing di sela-sela kunjungan mereka ke China pada 10-15 Juli 2017.

“Kami lihat kereta cepat ini bisa memobilisasi masyarakat dalam aktivitasnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi di China,” ujar Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba di Beijing, Rabu (12/7/2017) malam.

Dalam perjalanan selama lima jam dari Shanghai ke Beijing, enam anggota DPD itu juga mengamati pembangunan di berbagai wilayah yang dilewatinya dari atas kereta berkecepatan maksimum 350 km/jam.

“Pembangunan di sini luar biasa pesatnya. Ekonomi tumbuh juga karena program konektivitas yang cepat,” ujar Parlindungan yang juga ketua rombongan DPD yang melakukan kunjungan kerja ke China.

Anggota DPD dari daerah pemilihan Sumatera Utara ini, mendesak pemerintah Indonesia segera merealisasikan proyek kereta cepat buatan China tersebut di ruas jalur Jakarta-Bandung.

Saat ditanya mengenai pengerjaan proyek tersebut, dia memaparkan ada tiga persoalan utama yang bisa menghambat proyek strategis nasional semacam kereta cepat Jakarta-Bandung.

Pertama, dia mengatakan persoalan tata ruang, kedua faktor keteresediaan lahan, dan ketiga terkait pendanaan.

“Kalau pendanaan sudah tidak ada masalah karena telah disediakan oleh investor. Tata ruang sudah dipikirkan secara matang oleh Kementerian ATR (Agraria dan Tata Ruang). Mungkin persoalan lahan yang belum selesai,” ujarnya saat ditemui di Kedutaan Besar RI di Beijing.

Menurutnya, jika ketiga persoalan itu tidak bisa diatasi dalam waktu dua tahun, maka proyek kereta cepat Jakarta-Bandung akan dicabut dari daftar proyek strategis nasional.

Selain mengamati sistem kereta cepat, keenam anggota DPD juga mempelajari teknologi listrik tenaga angin di Shanghai.

Kedatangan anggota DPD di Beijing disambut Wakil Duta Besar RI untuk China, Listyowati dan Konselor Politik KBRI Beijing Suargana Pringganu.

Komite II yang bermitra dengan Kemenhub, KKP, Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, Kemenperin, Kemendag, Kementan, Kementerian PUPPR, dan Kementerian LHK, berbagi tugas dalam melakukan kunjungan kerja mengenai energi terbarukan dan sistem transportasi massal.

Satu kelompok melakukan kunjungan kerja ke China, dua kelompok lainnya masing-masing ke Fukushima (Jepang) dan Pulau Jeju (Korea Selatan).

China telah memperkenalkan teknologi baru sistem perkeretaapian peluru yang 100 persen hasil pengembangan dan rekayasa industri dalam negeri.

Kereta api peluru yang mampu melaju dengan kecepatan maksimum hingga 400 km/ jam tersebut berhasil diuji coba di jalur Beijing-Shanghai pada awal bulan ini dengan mengangkut penumpang kelas komersial, dilansir ANTARA, 13/7/2017.

Bagikan:

  6 Responses to “Menjajal Kereta Cepat China, Shanghai-Beijing”

  1.  

    Weh, kirain Bung Diego yang njajal sepur ngebut di Cina.

  2.  

    Weee….. ana fikir kereta api komuter……. warga Kalimantan fan KAI pasti kecewa……

  3.  

    Tetap saja kualitas kalah dr Jepang, cuma menang dimurah dan benarinya China memodali kereta cepat Jakarta-Bandung.

 Leave a Reply