Jun 302014
 

f-16-runway

30/06/2014. Tucson. Enam Penerbang F-16 TNI AU dari Sakdron Udara 3 tiba di Tucson Arizona, untuk mengikuti latihan konversi menjadi instruktur penerbang pesawat tempur F-16 C/D Block 52ID dalam Proyek “Peace Bima Sena II”.

Mereka adalah Komandan Skadron Letkol. Pnb. Firman “Foxhound” Dwi cahyono (40 th), Mayor. Pnb. Anjar “Beagle” Legowo (38 th), Mayor Pnb. Bambang “Bramble” Apriyanto (34 th), Kapt. Pnb Pandu “Hornet” Eka Prayoga (31 th), Kapt. Pnb. Anwar “Weasel” Sovie (30 th) dan Kapt. Pnb. Bambang “Sphynx” Yudhistira (30 th).

Para penerbang TNI AU ini tiba di Tucson International Airport pada tanggal 25 Juni 2014 pukul 14.05 siang setelah menempuh perjalanan selama 28 jam dari Jakarta – Hongkong – Seattle dan Tucson.

Para penerbang akan menjalani Latihan “Differential Training” F-16 C/D di Tucson Arizona tanggal 30 Juni-11 Juli 2014. Selanjutnya setelah mengikuti penyerahan tiga pesawat ke pemerintah Indonesia maka pada tanggal 15 Juli dua penerbang akan ikut terbang “Ferry” dari Hill AFB, Utah – Eilsen AFB Alaska- Andersen AFB Guam dan langsung menuju Lanud Iswahyudi Madiun.

Selama perjalanan akan dilaksanakan beberapa kali “air refueling” atau pengisian bahan bakar di udara. Ketiga pesawat direncanakan akan mendarat di Madiun pada tanggal 20 Juli 2014 pukul 11.00 siang. Para penerbang akan melanjutkan latihan terbangnya di Lanud Iswahyudi Madiun.

image

Pesawat Tempur F-16 C/D yang saat ini sedang di upgrade di Hill AFB memiliki nama resmi F-16 C/D k 52 ID memiliki kemampuan dalam banyak hal setara dengan pesawat F-16 Block 52, khususnya bidang kecanggihan avionic, kemampuan tempur dan jenis persenjataannya.

Seluruh pesawat sebelumnya digunakan oleh USAF dan disimpan dengan baik di Davis Monthan AFB/AMARG (Aerospace Maintenance & Regeneration Group) yang berlokasi di gurun yang sangat kering. Sementara seluruh mesin pesawat tipe F100-PW-220/E menjalani upgrade di fasilitas pabrik Pratt & Whitney di Old Kelly AFB sehingga menjadi baru kembalai memiliki umur komponen dua kali lebih lama dari mesin standar.

Seluruh pesawat menjalani upgrading dan refurbished rangka serta sistem avionic dan persenjataan di Ogden Air Logistics Center yang berada di Hill AFB, Odgen, Utah. Rangka pesawat diperkuat, jaringan kabel dan elektronik baru dipasang, semua system lama di rekondisi menjadi baru dan system baru ditambahkan agar pesawat lahir kembali siap menjadi pesawat baru dengan kemampuan jauh lebih hebat dari saat kelahirannya.

Sebetulnya pesawat F-16 C/D 52ID F-16 berdasarkan F-16 C/D Block 25 yang memiliki bentuk fisik dan berat kotor maksimum serta tipe mesin yang sama dengan pesawat F-16 Block 15 A/B OCU yang kita miliki. Memang pesawat F-16 C/D Block 52 dengan daya dorong lebih besar mampu mengangkut senjata lebih berat dan bisa terbang lebih jauh. Namun dalam close combat atau pertempuran udara jarak pendek maka pesawat F-16 TNI AU dengan T/W ratio lebih besar memiliki kelincahan yang lebih baik dari F-16 Block 52. Sehingga untuk urusan pertempuran udara dengan rudal jarak pendek AIM-9 Sidewinder P-4/L/M dan IRIS-T (NATO) serta rudal jarak sedang AIM-120 AMRAAM-C jelas pesawat F-16 C/D 52ID TNI AU tidak kalah dengan pesawat F-16 C/D Block 50/52.

image

Untuk serangan permukaan darat dan perairan Pesawat F-16 ID juga mampu menggotong persenjataan kanon 20 mm, bomb standar MK 81/82/83/84, Laser Guided Bomb, JDAM (GPS Bomb), rudal AGM-65 Maverick, rudal AGM-84 Harpoon (anti kapal), rudal AGM-88 HARM (anti radar) serta mampu menggunakan navigation dan targeting pod untuk operasi malam hari serta missi Supression Of Enemy Air Defence (SEAD) menghancurkan pertahanan udara musuh. Improved Data Modem memungkinkan penerbang melakukan komunikasi tanpa suara hanya menggunakan komunikasi data dengan pesawat lain dan radar darat, radar laut atau radar terbang.

Upgrade Pesawat F-16 C/D 52ID tidak main-main karena mengejar kemampuan setara dengan Block 52, diantaranya memasang Mission Computer MMC- 7000A versi M-5 yang dipakai Block 52+, Improved Data Modem Link 16 Block-52, Embedded GPS INS (EGI) block-52 yang menggabungkan fungsi GPS dan INS, AN/ALQ-213 Electronic Warfare Management System, ALR-69 Class IV Radar Warning Receiver, ALE-47 Countermeasures Dispenser Set untuk melepaskan Chaff/Flare. Sementara radar AN/APG-68 (V) di upgrade agar meningkat kemampuannya.

Prinsipnya pesawat F-16 C/D 52ID TNI AU menjalani program The Common Configuration Implementation Program (CCIP) seperti yang dilakukan pada pesawat F-16 CD Blok 40/42 USAF agar meningkat menjadi standar Blok-50/52. Semua pesawat F-16 C/D 52ID TNI AU juga menjalani modifikasi struktur rangka pesawat dengan program Falcon STAR (Structural Augmentation Roadmap) sehingga umur rangka pesawat menjadi lebih dari 10.000 jam, hal ini memungkinkan pesawat dipakai selama 10 tahun lagi sebelum menjalani Service Life Extension Program (SLEP) yang mampu menambah umur rangka pesawat sekitar 2000 jam atau 10 tahun masa pakai.

Pada saat usia pakai F-16 C/D 52 ID berakhir maka diharapkan Indonesia sudah memiliki armada pesawat tempur modern masa depan generasi 4.5 atau generasi ke 5.

Pesawat F-16 C/D 52ID ini merupakan jembatan yang sangat baik untuk membawa Indonesia selangkah lebih maju, tidak hanya menghasilkan penerbang dan tekhnisi yang mahir menguasai pesawat dengan generasi lebih maju, namun juga membawa kita untuk bersama-sama menguasai tehnologi, manajemen dan taktik pertempuran udara modern. Sehingga bisa membawa kekuatan udara betul-betul menjadi bagian dari operasi gabungan TNI dengan matra lainnya baik di Darat, Laut dan Udara. Pembelian F-16 C/D 52ID ini akan mendorong peningkatan kemampuan, pengalaman dan pengetahuan kita tentang apa yang diperlukan oleh Indonesia untuk membangun Air Power atau Kekuatan Dirgantara yang kuat. (tni-au.mil.id).

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara
Hadi Tjahjanto, S.IP.
Marsekal Pertama TNI

  112 Responses to “Menjemput F-16 C/D 52 Indonesia”

  1. Wah..dah mo dateng juga..mantap

    • Tuh kan bener2 block 52 pake ID lagi..kereeenn :mrgreen: btw tuh kalo terbang ferry dr tucson..klo yg bawa pilot amrik wah bisa kaya pilotnya..klo pilot kita dihargai sama gak buat bawa tuh falcon ya?..tp yg pasti biasanya registrasinya msh make amrik punya..

      • SELAMAT KOMANDAN BOSS… BUNG AKUNG JADI ADI PRADANA

      • nih dibaca lagi, blok 25 setara blok 52 :

        Sebetulnya pesawat F-16 C/D 52ID F-16 berdasarkan F-16 C/D Block 25 yang memiliki bentuk fisik dan berat kotor maksimum serta tipe mesin yang sama dengan pesawat F-16 Block 15 A/B OCU yang kita miliki.

        Pesawat Tempur F-16 C/D yang saat ini sedang di upgrade di Hill AFB memiliki nama resmi F-16 C/D k 52 ID memiliki kemampuan dalam banyak hal setara dengan pesawat F-16 Block 52, khususnya bidang kecanggihan avionic, kemampuan tempur dan jenis persenjataannya.

        di Amerika, Block 25 and Block 30/32 dikonsentrasikan untuk Air National Guard dan Air Force Reserve units, sedangkan untuk USAF active duty hanya menerbangkan F-16 Block 40/42 and Block 50/52

        mesin F-16 mulai Block 30/32 mulai menggunakan 2 pilihan mesin dimana Block dengan akhiran “0” menggunakan mesin buatan General Electric sedangkan akhiran “2” menggunakan mesin buatan Pratt & Whitney, seperti F-16 yg Indonesia beli ini Block 25 bermesin F100-PW-220/E sejenis dengan F-16 Block 15OCU kita yg menggunakan mesin F100-PW-220

      • hehehe….peristiwa ferry flight tahun 1989 terulang kembali…

  2. Pertamini

  3. Wah..dapet pertamax..mantap :mrgreen:

  4. Pertamaxxxx

    • Katanya Nippon lagi bangun jet mitsubishi ya?
      Kenapa INA kaga nebeng ikut belajar ke Nippon? Hha agak mengkhayal…

      • Nebeng ? …emang mo pulang kantor cari tebengan…hehehe, maap bro Joe Kanda just kiding..
        Nasib jet mitsubishi tersendat dan suram, krn pihak amerika tdk suka melihat jepang bisa bikin pespur…dimana jepang yg notabene kalah perang & harus tunduk pd perjanjian perang dunia ke II.
        Angkatan perangnya di batasi dan di monitor oleh amrik.

  5. pertamax

  6. Msih kosong numero uno….

  7. Siip lah. Semoga dlm 10 ke depan RI Punya pespur gen 5

  8. ok sipp habis itu no more USA Made fighter……

  9. mantap,…

  10. radar AN/APG-68 (V) nya versi berapa ya (V5 atau V9).

  11. Apakah hanya secara penamaan sajakah F16 C/C 52ID = Blok 52 ? Seperti penamaan tank leopard RI…krn hampir semua specknya sama ? Apakah radar F16 52ID ini sdh di upgrade / setara dgn AESA ?

  12. Sepertinya masih versi yang V5 bung @boku. Kl yang V9 mungkin belum d kasi ma mamarika.

    • Masa si ngak di kasi. MLU F16 Thailand aja di upgrade radarnya ke APG-68(V)9.

    • berita resmi yang direlease TNI AU juga belum secara gamblang membuka semua apa saja yang dimiliki oleh F16 C/D 52 ID ini 🙂 tetapi ada hal yang patut disyukuri bahwa dalam close combat atau pertempuran udara jarak pendek maka pesawat F-16 TNI AU dengan T/W ratio lebih besar memiliki kelincahan yang lebih baik dari F-16 Block 52.

      • Stuju tu bung. Mlihat rekam jejak f16 lawas tni yg bgitu disegani si upil sy yakin avionik yg trtanam di f16 52 id tni tdk main2. Scr tni mmiliki standar tinggi dlm mngaplikasikn radar. Aplgi bicara avionik pespur tni yg msuk ranah sngt rahasia agak susah mnebak avionik yg sbenarnya dpakai olh pespur tni kita.

  13. bisa lebaran dikmpng nich…

  14. AWAS! …. Alat sadapnya dipretelin dulu…

  15. <:D
    ?) siap !!!
    _||_ Komandan !!!

  16. Akhrx nyang ditngu2 tlah tiba…Jaya Indonesiaku

  17. Lapor ndan……!!!!Lanjutkan…..!!!!

  18. F 16 hasil upgrade….hibah dari usa…apakah ada perjanjian hibah tentang penggunaan ne pesawat…atau kita bebas mau pakai di mana aja n melawan ancaman musuh dri mana saja..termasuk sukutunya asu…atau ada btasan tdk boleh melanggar ham lgi kah…para sesepuh warjager ..bisa minta jelaskan sdikit ya..salam nkri

    • moga-moga ga ada deh..
      kasus bawean, yg meng-intersep hornet USA, F-16 kita tuh
      opo trus kita diembargo?

    • Embargo itu seperti perang jadi ada prosedurnya juga gak langsung jatuhkan vonis. Misal, kalo kita ada kasus Papua trus diangkat LSM trus PBB anggap itu pelanggaran HAM, maka langkah pertama melarang penggunaan F-16 untuk digunakan di Papua (meskipun misalnya cuma buat nengok sedulur aja 🙂 ).

      Kalo ternyata masih bandel juga make ni pespur buat menghantam OPM, maka dilarang ekspor senjata atau rudal pelengkap pespurnya, lha kalo masih bandel juga maka semua pengiriman sparepart dan jasa service atas ni pesawat akan dihentikan…

  19. diatas kertas speknya lumayan ujian sebenarnya tunggu latgab lanjutan utk diadu dgn flanker. posisi falcon memang utk patroli bukan murni air superiority tp masih bisa jabanin hornet ato flanker tetangga.

  20. Welcome barang tua

  21. gadis cantik jelita itu sedang bersolek kawan……

    • Pake baju n aksesoris beli di kaki lima Kampung Melayu ya kawan, tapi sebelum dipake, dibagusin dulu di penjahit langganan, dikasi pernik-pernik ma bros yang mahal, trus aksesorisnya yang agak luntur juga dilapis ulang he..he….

  22. amerika yg di caci namun jg dinanti..di cerca tp jg di cinta…welcome amerika

  23. bungkus

  24. yg selama ini beredar di media block CD32 dan bocoran info di sini block CD52.. lebih akurat info di forum ini,,, kaum hoex muntah bareng yuk 😀

  25. walaupun upgrade blok 52, tetap Bulan bulanan Raptor 😀

  26. walaupun upgrade ataupun bekas yg penting bisa nambal langit nkri yg bolong bolong.. kuantitas dan tot yg utama dulu…
    semoga sehat selalu bung…

  27. Kalau di lihat Air Refueling F16 mengunakan sistem boom ya. tidak dgn sistem hose. apakah kedepan TNI AU mendapatkan A330 MRRT?

  28. Dateng juga ni….tapi TNI-AU saya harap juga mengakuisis sistem payung pertahanan udara juga krn di artikel ini ditulis “Dalam close combat atau pertempuran udara jarak pendek maka pesawat F-16 TNI AU dengan T/W ratio lebih besar memiliki kelincahan yang lebih baik dari F-16 Block 52. Sehingga untuk urusan pertempuran udara dengan rudal jarak pendek AIM-9 Sidewinder P-4/L/M dan IRIS-T (NATO) serta rudal jarak sedang AIM-120 AMRAAM-C jelas pesawat F-16 C/D 52ID TNI AU tidak kalah dengan pesawat F-16 C/D Block 50/52.”nah menurut saya disini muncul kelemahannya karena musuh pasti sudah tau kemampuan F-16 TNI-AU mereka pasti akan menghindari close combat dan memilih pertempuran BVR dng range pertempuran jarak jauh dng kita…makanya penting bagi TNI utk punya persenjataan rudal Sistem Pertahanan Udara layaknya s-300 ato sekelasnya utk mengcover pesawat tempur kita…amin

  29. setuju Rz….malaysia saja mulai kerjasama dg china untuk produk alih tehnologi rudal pertahanan sekelas S300

  30. Press release DSCA:
    “Indonesia – Regeneration and Upgrade of F-16C/D Block 25 Aircraft
    WASHINGTON, Nov. 17, 2011 – The DSCA (Defense Security Cooperation Agency notified Congress Nov. 16 of a possible Foreign Military Sale to the Government of Indonesia for the regeneration and upgrade of 24 F-16C/D Block 25 aircraft and associated equipment, parts, training and logistical support for an estimated cost of $750 million.
    The Government of Indonesia has requested a sale for the regeneration and upgrade of 24 F-16C/D Block 25 aircraft and 28 F100-PW-200 or F100-PW-220E engines being granted as Excess Defense Articles. The upgrade includes the following major systems and components: LAU-129A/A Launchers, ALR-69 Radar Warning Receivers, ARC-164/186 Radios, Expanded Enhanced Fire Control (EEFC) or Commercial Fire Control, or Modular Mission Computers, ALQ-213 Electronic Warfare Management Systems, ALE-47 Countermeasures Dispenser Systems, Cartridge Actuated Devices/Propellant Actuated Devices (CAD/PAD), Situational Awareness Data Link, Enhance Position Location Reporting Systems (EPLRS), LN-260 (SPS version, non-PPS), and AN/AAQ-33 SNIPER or AN/AAQ-28 LITENING Targeting Systems. Also included are tools, support and test equipment, spare and repair parts, publications and technical documentation, personnel training and training equipment, U.S. Government and contractor engineering, technical and logistics support services, and other related elements of logistical and program support. The estimated cost is $750 million.”

    Jadi, optimised untuk ground attack saja pakai Maverick. Mungkin ngga bisa nembakin AMRAAM, kalau toh bisa hanya versi AIM-120B saja. Hanya cocok utk ground attack dan WVR saja, bukan BVR. Tidak juga dapat ToT, paling Depo. Sesuai dengan politik uncle Sam untuk tidak mengubah perimbangan kekuatan wilayah, S’por atau Ossie.
    Buat apa dibeli ya? $750 million bisa dapat 10 F-16 Block 52 asli baru, atau 10 Su-35.

    • @ bung antonov, maaf mo nanya dikit. klo gak bisa nembakin aim-120 trus nyang ini bwat apa ya? LAU-129A/A Launchers, ……maklum hanya tukang ketoprak…….he,he,he

      • nah sang pakar layangan muncul,,,bung@EH, salam hangat selalu

      • nah lho bung @antonov, ditanyain tuh sama “supir” layangan.. hehehe..

      • bung EW.. nanya …
        mengenai f16 yg in.. apa tidak ada remote2 an…
        jgn 2 pas head2 head sama MUSANG.. nanti malah keditek friend pesawat musang nya.. alhasil ga bisa kita binasakan itu pesawat musang…

        • o ic …. terima kasih ndan…
          sangat mencerahkan..

          soal nya saya denger kl pas terjadi gesekan antara mesir dan istrael, pesawat mesir tidak dapat lock on pesawat istrael….
          jadi mesir minta source code buat melock pesawat istrael..
          nah dari kasus diatas saya takut kan kl kita sampai begitu…

          sampai kapikiran kl MUSANG maen maen, kita ga bisa gebuk..
          tapi ada penyejuk juga ndan di artikel terdahulu…
          ……. menjaga kemungkinan terburuk F16 kita tidak dapat terbang karena satu dan lain hal….
          jan ceto wello wello petunjukipun….. qqq…..

    • kalo … ini sih kaaallaauuu saja duit US$750jeti dibelikan MIG29SMT bisa dpt 22 biji … varian mutakhir & super gress !!! ( tiga kali lbh yahud dari varian awal)

    • klo dibwh speck singapor dan australi mending beli SU 35 wlo cuma dapat 10 biji tapi gahar…atau mungkin kwantitas yg dikejar..??

    • LAU-127, 128 & 129 AMRAAM Missile Launcher

      The AMRAAM Missile Rail Launcher (MRL) is utilized for launching AMRAAM and Sidewinder Missiles from a variety of aircraft, including: F-15, F-16, F-18, and F-22. There are predominately three different configurations of the AMRAAM MRL, including the LAU-127A/A, LAU-128A/A (which will be used on F-22), and the LAU-129A/A. The AIM-120 AMRAAM, being almost 180 pounds lighter than the AIM-7 Sparrow, can be either rail launched from the LAU-128 or the LAU-106 A/A.

      Each of these units requires extensive Environmental Stress Screening (ESS) and Acceptance Testing. Testing is performed at the end item level as well as throughout the lower subassemblies and components. MRL testing includes high and low temperature cycling, vibration, electrical and functional testing, and pressure testing (LAU-127A/A only). Testing is performed using contractor Special Test Equipment (STE) designed to support high rate throughput. http://www.marvingroup.com/todd/mec/products/lau127.htm

  31. Mungkin Indonesia perlu juga memiliki Su 35 + MIG 35 Fulcrum buat mengejar kuantitas pespur utk memenuhi barisan burung besi yg masih kurang jumlahnya guna menjaga wilayah udara NKRI.

  32. Pilihan pintar dan bijak buat petinggi tni au…untuk sekedar mengisi kekosongan slot fighter kita dan yg penting bisa ngimbangin falcon nya s’ngpore sambil menunggu produksi IFX kita..

  33. selamat datang pesawat tempur F-16 C/D k 52 ID ; kuantitas pesawat tempur masih harus ditingkatkan bersamaan dengan peningkatan kepemilikan pesawat tempur yang berkualitas serang jarak jauh seperti SU-35 BM sebagai alutsista pemukul, idealnya Indonesia minimal punya 200 pesawat tempur lengkap dengan senjatanya, semoga bisa terwujud

  34. pswt tempur rusia jgn dibeli lg,biaya operasionalnya tinggi,apalg kita sdh beli f16,rencana jg bli apache,blackhawk..klo perlu kita bli f35..selain amerikat,blh jg kita bli rafale/tornado/saab gripen(china jgn)..klo sistem pertahanan rudal bolehlah rusia punya kita pake(china jgn)

  35. Semoga bisa beli 24 lagi untuk nambah dan memperkuat armada TNI-AU.

  36. Ehm… kalo yang kemaren ikut Latgab yang mana ya? berarti bukan yang ini kan?.. hehehe.. Anyhow, I’m proud to be Indonesian…

  37. Pakai conformal fueltanks gak ya? Klo pake itu klhatan lbih berotot pswatnya…

  38. Lumayan buat kamikaze klu asu and konco2nya macam2. Jdi snjata mkn tuan deh. Dh tuh F-16 buat latihan dan parade aja. trus disimpan buat jadi rudal terbang lawan kapal perang atau kapal induk. Cukup Su-35, flangker ma thifoon buat kawal angkasa Indonesia. Sambil nunggu ifx buat ngejar kuantitas…

  39. Kalau pemilu tanggal 9 Juli ntar yang menang si no 1 yang gendut bukan no 2 yang kurus, F-16 ini tetep bakal dikirim nggak ya? Moga2 aja tetep dikirim.

  40. absen dulu..

  41. halaaaah psti klo TNI beraksi dikit aja ujung2na di UUD alias UJUNG UJUNGNA DIEMBARGO

  42. SEMUA NEGARA PASTI MENGEMBARGO GENK, ITULAH SEBAGAI NEGARA YG BELUM BISA MEMPRODUKSI ALUTSISTA SENDIRI TERIMALAH KENYATAAN…. TU MAKANYA DARI SKRG MEMULAI MEMPRODUKSI ALUTSISTA YG CANGGIH, PERGUNAKAN TOT ITU SEBAIK MUNGKIN. SEMOGA INDONESIA BANGKIT DALAM BIDANG PERTAHANAN. AMIN

  43. NYUMBANG foto aja
    lhoo yang baru kok dimulai dengan penomeran TS 1626 ,,, memangnya punya berapa sih F16
    hehehehe hoax tengah malem

    silahken diaertiken sendiri

  44. @ Bung Nara mau nanya nich (selama ini SR doang).
    Jadi bener mau ada 4 Ska Elang bung.? Yg 2 Ska existing mgkn dibeli (off the record) saat pemerintahan Bapak Guru Bangsa dari satu negeri di Timur Tengah sono.
    Trus yg 2 Ska yg mau datang ini yg sumber mana bung; yg dari skema FMS F-16 Block 52 ori ato yg skema hibah F-16 Block 25 upgrade ke setara Block 52.? Mohon Bocah Ndeso ini diberi wejangan

    • Hehe..yg dua hibah yg dua lg ori ya ndan :mrgreen:
      Sekalian tanya nih ndan..pengganti f5 tiger klo dah pada dateng..ntar tigernya difungsiin jadi apa nih ndan..sayang klo jd rumpon lg :mrgreen:

      • Kalo nasib sang macang menurut clue bung @yayan kan mau dimodif/upgrade/oprek supaya jadi alutsista yg sepuh tapi mumpuni bung @akung…sekalian biar dibabar sedikit kisi-kisinya dari bung @Nara

    • F-16 skema hibah kita di kasih 24 biji + 6 biji cadangan spare part, nyang F-16 block 52 ori ditawari 36 ekor, lha kalo semua ini dibungkus sadonyo (semua) total elang kita nanti dak 4 Ska dong bung @Nara, malah beranak jadi 5 ato 6 Ska dong.? Mohon petunjuknya bung

      • Trus nyang F-16 A/B block 15 OCU nyang dari jaman saya masih SD dulu skrg pada ngumpet/ilang kemana bung @Nara.? Kok di artikel alutsista trimatra 1 bung @Nara menjawab pertanyaan warjagers dgn jawaba “Emang F-16 A/B block 15 OCU masih ada.?” sambil ketawa – tawa.
        Minta wejangannya bung

      • He…he…he trm kasih wejangannya bung @Nara, soalnya merangkai clue2 dari bung Nara terasa ada “sesuatu” yg kurang nyambung.
        Ska existing 2 (kayak operasi alpha pengadaannya), skema hibah block 25 24ekor+6, skema FMS 36…kok di alutsista trimatra 1 cuma jadi 4 Ska.
        Kalo skrg ada kisi2 jadi 4 Ska+ nyambung jadinya, terjawab “sesuatu” yg mengganjal di hati.
        Btw, elang2 kita ini pasti dak standar lagi kan bung, customized or mutant.?

  45. Kalo di artikel alutsista trimatra 1 kan disebut tahun ini ada 28 Elang Block 52 mau datang, lha nyang disebut diartikel ini dari FMS ato hibah bung.

    Kalo nyang FMS kita ambil dan kita juga ambil yg hibah, total akhir Elang kita nanti bisa 5 Ska lebih kayaknya (IMHO).
    Mohon petunjuk dari Bung @Nara

  46. Semoga habis si falcon ini bungkus si 35 dari rusia.. *ngarep

  47. @bung nara , untuk yg ori maupun yg upgred apa uda bs gendong pensil mcm brhmos ? ato mungkin ada clue nantinya mao di centelin apa sayap elangnya ? Masa sepaket ama pensil dr asu ? Galau lagi nih ane…

 Leave a Reply