Jun 302014
 

f-16-runway

30/06/2014. Tucson. Enam Penerbang F-16 TNI AU dari Sakdron Udara 3 tiba di Tucson Arizona, untuk mengikuti latihan konversi menjadi instruktur penerbang pesawat tempur F-16 C/D Block 52ID dalam Proyek “Peace Bima Sena II”.

Mereka adalah Komandan Skadron Letkol. Pnb. Firman “Foxhound” Dwi cahyono (40 th), Mayor. Pnb. Anjar “Beagle” Legowo (38 th), Mayor Pnb. Bambang “Bramble” Apriyanto (34 th), Kapt. Pnb Pandu “Hornet” Eka Prayoga (31 th), Kapt. Pnb. Anwar “Weasel” Sovie (30 th) dan Kapt. Pnb. Bambang “Sphynx” Yudhistira (30 th).

Para penerbang TNI AU ini tiba di Tucson International Airport pada tanggal 25 Juni 2014 pukul 14.05 siang setelah menempuh perjalanan selama 28 jam dari Jakarta – Hongkong – Seattle dan Tucson.

Para penerbang akan menjalani Latihan “Differential Training” F-16 C/D di Tucson Arizona tanggal 30 Juni-11 Juli 2014. Selanjutnya setelah mengikuti penyerahan tiga pesawat ke pemerintah Indonesia maka pada tanggal 15 Juli dua penerbang akan ikut terbang “Ferry” dari Hill AFB, Utah – Eilsen AFB Alaska- Andersen AFB Guam dan langsung menuju Lanud Iswahyudi Madiun.

Selama perjalanan akan dilaksanakan beberapa kali “air refueling” atau pengisian bahan bakar di udara. Ketiga pesawat direncanakan akan mendarat di Madiun pada tanggal 20 Juli 2014 pukul 11.00 siang. Para penerbang akan melanjutkan latihan terbangnya di Lanud Iswahyudi Madiun.

image

Pesawat Tempur F-16 C/D yang saat ini sedang di upgrade di Hill AFB memiliki nama resmi F-16 C/D k 52 ID memiliki kemampuan dalam banyak hal setara dengan pesawat F-16 Block 52, khususnya bidang kecanggihan avionic, kemampuan tempur dan jenis persenjataannya.

Seluruh pesawat sebelumnya digunakan oleh USAF dan disimpan dengan baik di Davis Monthan AFB/AMARG (Aerospace Maintenance & Regeneration Group) yang berlokasi di gurun yang sangat kering. Sementara seluruh mesin pesawat tipe F100-PW-220/E menjalani upgrade di fasilitas pabrik Pratt & Whitney di Old Kelly AFB sehingga menjadi baru kembalai memiliki umur komponen dua kali lebih lama dari mesin standar.

Seluruh pesawat menjalani upgrading dan refurbished rangka serta sistem avionic dan persenjataan di Ogden Air Logistics Center yang berada di Hill AFB, Odgen, Utah. Rangka pesawat diperkuat, jaringan kabel dan elektronik baru dipasang, semua system lama di rekondisi menjadi baru dan system baru ditambahkan agar pesawat lahir kembali siap menjadi pesawat baru dengan kemampuan jauh lebih hebat dari saat kelahirannya.

Sebetulnya pesawat F-16 C/D 52ID F-16 berdasarkan F-16 C/D Block 25 yang memiliki bentuk fisik dan berat kotor maksimum serta tipe mesin yang sama dengan pesawat F-16 Block 15 A/B OCU yang kita miliki. Memang pesawat F-16 C/D Block 52 dengan daya dorong lebih besar mampu mengangkut senjata lebih berat dan bisa terbang lebih jauh. Namun dalam close combat atau pertempuran udara jarak pendek maka pesawat F-16 TNI AU dengan T/W ratio lebih besar memiliki kelincahan yang lebih baik dari F-16 Block 52. Sehingga untuk urusan pertempuran udara dengan rudal jarak pendek AIM-9 Sidewinder P-4/L/M dan IRIS-T (NATO) serta rudal jarak sedang AIM-120 AMRAAM-C jelas pesawat F-16 C/D 52ID TNI AU tidak kalah dengan pesawat F-16 C/D Block 50/52.

image

Untuk serangan permukaan darat dan perairan Pesawat F-16 ID juga mampu menggotong persenjataan kanon 20 mm, bomb standar MK 81/82/83/84, Laser Guided Bomb, JDAM (GPS Bomb), rudal AGM-65 Maverick, rudal AGM-84 Harpoon (anti kapal), rudal AGM-88 HARM (anti radar) serta mampu menggunakan navigation dan targeting pod untuk operasi malam hari serta missi Supression Of Enemy Air Defence (SEAD) menghancurkan pertahanan udara musuh. Improved Data Modem memungkinkan penerbang melakukan komunikasi tanpa suara hanya menggunakan komunikasi data dengan pesawat lain dan radar darat, radar laut atau radar terbang.

Upgrade Pesawat F-16 C/D 52ID tidak main-main karena mengejar kemampuan setara dengan Block 52, diantaranya memasang Mission Computer MMC- 7000A versi M-5 yang dipakai Block 52+, Improved Data Modem Link 16 Block-52, Embedded GPS INS (EGI) block-52 yang menggabungkan fungsi GPS dan INS, AN/ALQ-213 Electronic Warfare Management System, ALR-69 Class IV Radar Warning Receiver, ALE-47 Countermeasures Dispenser Set untuk melepaskan Chaff/Flare. Sementara radar AN/APG-68 (V) di upgrade agar meningkat kemampuannya.

Prinsipnya pesawat F-16 C/D 52ID TNI AU menjalani program The Common Configuration Implementation Program (CCIP) seperti yang dilakukan pada pesawat F-16 CD Blok 40/42 USAF agar meningkat menjadi standar Blok-50/52. Semua pesawat F-16 C/D 52ID TNI AU juga menjalani modifikasi struktur rangka pesawat dengan program Falcon STAR (Structural Augmentation Roadmap) sehingga umur rangka pesawat menjadi lebih dari 10.000 jam, hal ini memungkinkan pesawat dipakai selama 10 tahun lagi sebelum menjalani Service Life Extension Program (SLEP) yang mampu menambah umur rangka pesawat sekitar 2000 jam atau 10 tahun masa pakai.

Pada saat usia pakai F-16 C/D 52 ID berakhir maka diharapkan Indonesia sudah memiliki armada pesawat tempur modern masa depan generasi 4.5 atau generasi ke 5.

Pesawat F-16 C/D 52ID ini merupakan jembatan yang sangat baik untuk membawa Indonesia selangkah lebih maju, tidak hanya menghasilkan penerbang dan tekhnisi yang mahir menguasai pesawat dengan generasi lebih maju, namun juga membawa kita untuk bersama-sama menguasai tehnologi, manajemen dan taktik pertempuran udara modern. Sehingga bisa membawa kekuatan udara betul-betul menjadi bagian dari operasi gabungan TNI dengan matra lainnya baik di Darat, Laut dan Udara. Pembelian F-16 C/D 52ID ini akan mendorong peningkatan kemampuan, pengalaman dan pengetahuan kita tentang apa yang diperlukan oleh Indonesia untuk membangun Air Power atau Kekuatan Dirgantara yang kuat. (tni-au.mil.id).

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara
Hadi Tjahjanto, S.IP.
Marsekal Pertama TNI

  112 Responses to “Menjemput F-16 C/D 52 Indonesia”

  1.  

    absen dulu..

  2.  

    halaaaah psti klo TNI beraksi dikit aja ujung2na di UUD alias UJUNG UJUNGNA DIEMBARGO

  3.  

    SEMUA NEGARA PASTI MENGEMBARGO GENK, ITULAH SEBAGAI NEGARA YG BELUM BISA MEMPRODUKSI ALUTSISTA SENDIRI TERIMALAH KENYATAAN…. TU MAKANYA DARI SKRG MEMULAI MEMPRODUKSI ALUTSISTA YG CANGGIH, PERGUNAKAN TOT ITU SEBAIK MUNGKIN. SEMOGA INDONESIA BANGKIT DALAM BIDANG PERTAHANAN. AMIN

  4.  

    NYUMBANG foto aja
    lhoo yang baru kok dimulai dengan penomeran TS 1626 ,,, memangnya punya berapa sih F16
    hehehehe hoax tengah malem

    silahken diaertiken sendiri

  5.  

    @ Bung Nara mau nanya nich (selama ini SR doang).
    Jadi bener mau ada 4 Ska Elang bung.? Yg 2 Ska existing mgkn dibeli (off the record) saat pemerintahan Bapak Guru Bangsa dari satu negeri di Timur Tengah sono.
    Trus yg 2 Ska yg mau datang ini yg sumber mana bung; yg dari skema FMS F-16 Block 52 ori ato yg skema hibah F-16 Block 25 upgrade ke setara Block 52.? Mohon Bocah Ndeso ini diberi wejangan

    •  

      Hehe..yg dua hibah yg dua lg ori ya ndan :mrgreen:
      Sekalian tanya nih ndan..pengganti f5 tiger klo dah pada dateng..ntar tigernya difungsiin jadi apa nih ndan..sayang klo jd rumpon lg :mrgreen:

      •  

        Kalo nasib sang macang menurut clue bung @yayan kan mau dimodif/upgrade/oprek supaya jadi alutsista yg sepuh tapi mumpuni bung @akung…sekalian biar dibabar sedikit kisi-kisinya dari bung @Nara

    •  

      F-16 skema hibah kita di kasih 24 biji + 6 biji cadangan spare part, nyang F-16 block 52 ori ditawari 36 ekor, lha kalo semua ini dibungkus sadonyo (semua) total elang kita nanti dak 4 Ska dong bung @Nara, malah beranak jadi 5 ato 6 Ska dong.? Mohon petunjuknya bung

      •  

        Trus nyang F-16 A/B block 15 OCU nyang dari jaman saya masih SD dulu skrg pada ngumpet/ilang kemana bung @Nara.? Kok di artikel alutsista trimatra 1 bung @Nara menjawab pertanyaan warjagers dgn jawaba “Emang F-16 A/B block 15 OCU masih ada.?” sambil ketawa – tawa.
        Minta wejangannya bung

      •  

        He…he…he trm kasih wejangannya bung @Nara, soalnya merangkai clue2 dari bung Nara terasa ada “sesuatu” yg kurang nyambung.
        Ska existing 2 (kayak operasi alpha pengadaannya), skema hibah block 25 24ekor+6, skema FMS 36…kok di alutsista trimatra 1 cuma jadi 4 Ska.
        Kalo skrg ada kisi2 jadi 4 Ska+ nyambung jadinya, terjawab “sesuatu” yg mengganjal di hati.
        Btw, elang2 kita ini pasti dak standar lagi kan bung, customized or mutant.?

  6.  

    Kalo di artikel alutsista trimatra 1 kan disebut tahun ini ada 28 Elang Block 52 mau datang, lha nyang disebut diartikel ini dari FMS ato hibah bung.

    Kalo nyang FMS kita ambil dan kita juga ambil yg hibah, total akhir Elang kita nanti bisa 5 Ska lebih kayaknya (IMHO).
    Mohon petunjuk dari Bung @Nara

  7.  

    Semoga habis si falcon ini bungkus si 35 dari rusia.. *ngarep

  8.  

    @bung nara , untuk yg ori maupun yg upgred apa uda bs gendong pensil mcm brhmos ? ato mungkin ada clue nantinya mao di centelin apa sayap elangnya ? Masa sepaket ama pensil dr asu ? Galau lagi nih ane…

 Leave a Reply