Mar 162018
 

Menko Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, dalam menindak setiap pelanggaran hukum di laut parameternya adalah nasionalitas, sanksi tegas perlu lebih ditingkatkan guna memberi efek jera terhadap pelaku pelanggaran hukum di laut.

Selat Malaka, Jakartagreater,com – Badan Keamanan Laut RI Laksdya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan berkomitmen menindak tegas segala bentuk pelanggaran di wilayah perairan perbatasan RI dengan Singapura.

Komitmen ini disampaikan Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H., bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan sewaktu meninjau perairan Pulau Nipah dan Pulau Sambu dengan kapal patroli milik Bea Cukai BC 60001 yang sedang berlayar pada Kamis 15 Maret 2018 di selat Malaka.

Kabakamla bersama Menko Maritim sepakat akan membuat sebuah rancangan teknis dan taktis penindakan segala bentuk pelanggaran oleh armada kapal yang melintas di perairan yurisdiksi nasional khususnya di wilayah Selat Malaka.

Menko Kemaririman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, dalam menindak setiap pelanggaran hukum di laut parameternya adalah nasionalitas. Sehingga aparat di lapangan diharapkan dapat melakukan tugasnya penindakan dengan tegas namun tetap mematuhi Standard Operation Procedure (SOP) yang berlaku sesuai norma hukum laut internasional.

Tindakan keras terhadap pelanggar hukum di laut tersebut untuk melindungi kepentingan nasional serta komunitas kemaritiman dan nelayan. Sangsi tegas perlu lebih ditingkatkan guna memberi efek jera terhadap pelaku pelanggaran hukum di laut, kata Menko Luhut Binsar Pandjaitan. (Humas Bakamla RI).

Berbagi

  18 Responses to “Menko Kemaritiman Tinjau Perairan Perbatasan RI – Singapura”

  1.  

    Pasir ‘Dikeruk’ Singapura, Pulau Nipah Hampir Tenggelam berikutnya Pulau Sambu, FIR & Uang Koruptor di Ambil

  2.  

    pertamakali

  3.  

    Masih ngotot bela pengembang reklamasi pantai Jakarta gak pak? Yg didepan mata diteluk Jakarta penegakkan hukumnya aja asal suka2.he3

    •  

      terlepas dr apa2 masalah,sy pribadi tdk setujuh jika pembangunan yg sdh berjalan di stop2 begitu, menjadi isu negativ bg investor,mencari investor bukan barang mudah,teruskan

      •  

        teruskan sambil yg paling penting masyarakat yg terdampak nasib nya harus di urusi.

        •  

          Apa rakyat yg terdampak diurusi? Para petani tambak diteluk Jakarta kemaren aja banyak yg rugi karena ikan2 mereka pd mati dan sampe sekarang jg gak bs menanam bibit lagi dikarenakan musim hujan air dr sungai2 yg bermuara di teluk Jakarta tdk bs lgsg kelaut dan limbah masuk ke tambak2 mereka! Amdal dan izin2 aja penuh kontroversi, IMB belum keluar sudah membangun apa itu gk melanggar hukum? Klu demi Investror harus lanjut gmn dgn Jakarta yg terdampak Rob dan banjir karena air banjir gak bs lgsg kelaut! Apa Investor bs mengatur negara? Kok semua terkesan dipaksakan demi investasi yg menyalahi prosedur dr awal!he3.just imho.

          •  

            sekarang baru timbul spt lebih banyak bauh politiknya bung.
            ini progres sejak jaman pak harto.

          •  

            Iya klu di RI setiap pembangunan selalu mendahulukan kepentingan politik drpd penegakkan hukumnya jg dampak2 negatifnya, antar instansi sering kagak nyambung jalan sendiri2. Masterplan aja kurang terkadang Masterplan yg sudah aja bs dirobah sesuai rezim yg berkuasa!mbohlah pusing memahaminya.he3

          •  

            katanya dulu reklamasi demi jkt tdk kena rob,kan sdh jelas gambar pulau2 dlm plan itu yg mau di buat,mestinya pemerintah jaman dulu sdh memberi tahu ke masyarakat efek dan jalan keluarnya spy rakyat tdk di rugikan.

          •  

            Bung Zain, sebenernya Reklamasi bisa tahan air Rob secara data Jakarta turun 7cm pertahun.. dan reklamasi banyak di terapkan di banyak ibukota, atau kota besar berbasis pinggir laut yang terdampak penurunan tanah. tetapi bedanya di sana sungai bersih sedangkan jakarta tau sendirilah… kalau di reklamasi justru jd boomerang tersendiri, tidak di reklamasipun sama. dilema sebenernya…

  4.  

    Narkoba masuk,pulau dikeruk, dllheleh

  5.  

    Ngomong podo pecetat- pecotot alias mbuh*han..?

 Leave a Reply