Jan 122016
 
Tower Kontrol Bandara Changi Singapura

Tower Kontrol Bandara Changi Singapura

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Luhut Pandjaitan membahas rencana pengambilalihan ruang kendali udara (Flight Information Region / FIR) Indonesia dengan Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan.

Menko Polhukam mengatakan, dalam beberapa waktu ke depan Indonesia tetap akan patuh pada kesepakatan yang menyerahkan kendali ruang udara di sekitar Kepulauan Riau kepada Singapura.

Sebelum ada kesepakatan baru, Indonesia tidak dapat langsung mengambil ruang kendali udara yang padat penerbangan tersebut. “Tentu tidak bisa langsung kami ambil alih sebelum ada pembicaraan,” ucapnya.

Luhut Pandjaitan mengatakan proses pengambilalihan kendali ruang udara baru akan selesai dalam waktu lima tahun ke depan.

“Tim kami akan berbicara, mungkin bisa selesai ke depan. Ini persoalan yang tidak mudah tapi sudah ada negosiasi teknis,” ujarnya di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (12/1/2015).

November lalu, Deputi Perdana Menteri Singapura Teo Chee Hean menyatakan ketidaksetujuannya dengan rencana pengambilalihan kendali ruang udara oleh Indonesia.

Sumber : CNN Indonesia

  77 Responses to “Menko Polhukam : TIdak Mudah Ambil Alih FIR, Tapi Kita Lakukan”

  1. hehe

    • setuju ato nggak kt ambil aja kan mmg itu harusnya kt yg megang itukan cm di kasi pinjem sementara krn kt punya alat ketinggalan, ibarat kt uda dipinjemin masa gak mau balikin kan kurang ngajar

      • Betul bung freddy saya setuju itu. FIR dinatuna adalah kedaulatan kita. Tiada hak singapura untuk tidak setuju, tentu dengan cacatan RI telah siap baik SDM,infrastruktur dan peralatan untuk pengoperasian FIR tersebut. Buat pemerintah RI yang terpenting adalah punya niat yang kuat,berusaha,bergerak tidak masalah dalam waktu lima tahun yang penting FIR kep Riau Natuna dan sekitarnya kembali kepangkuan RI. kami seluruh rakyat Indonesia siap mendukung. Ayo ambil alih FIR dari singapura…..Indonesia bisa…kita bisa….

        • “Kesiapan” ini nantinya yang akan jadi jurus Singapore untuk menentang habis-habisan pengambil alihan FIR ke otoritas International. Harus ada batasan yang jelas apa saja yang harus dipenuhi agar sertifikat “SIAP” bisa dipegang oleh Indonesia.

      • ane perhatikan bertahun-tahun wacana ambil alih FIR ini mbulet terus; ………sebenarnya indonesia mampu apa nggak sih?

    • Mari Bung Rebut FIR kembali….

    • Mari Bung Rebut FIR kembali. Kedaulatan darat laut dan udara harga mati.

    • Singapura sudah merasa keenakan trus gak mau lepas. Emang kalo singapura gak mau lepas trus berhenti bgt saja..??? Trus yang punya kedaulatan penuh emng siapa juga?? Sampe2 singapua tdk mau ikuti kehendak RI. Jadinya lucu singapura ini, yang punya wilayah luas udara adalah Indonesia, dan singapura seperti lagi pinjam wilayah RI trus gak mau kembalikan FIR kepada yang berhak sebenarnya. Kalo emang singapura gak mau. RI harus minta dana kompensasi 30% keuntungan setiap tahun plus perhitungannya sbelum2nya ditambah memerlibatkan tenaga kerja Indonesia 50% dalam operasinya….Itu barulah adil dan tidak mengganggu penerbangan akibat efek pengambilaihan FIR dari singapura kepada RI.

    • saya “ragu” indonesia bs merebut FIR karena berbagai kepentingan salah satunya indonesia membutuhkan israel dlm hal alutsista,walaupun indonesia-israel tdk ada hubungan diplomatik tapi kenyataannya ekspor impor indonesia-israel terus meningkat mereka mengunakan pihak ke-3 yaitu “singapura”,jadi jgn heran indonesia mw tunduk dgn singapura.

  2. hehehe

  3. Mari bung Rebut Kembali….!!!!!

  4. Kedaulatan udara RI hrs secepatnya diambil alih, 5th terlalu lama itu, nanti lempar tgg jwb lagi, ga mampu turun aja.!!!

  5. Hehehe

  6. dimana ada kemauan disitu ada jalan….masa gitu ja dah putus asa….

  7. sebenarnya bisa juga dibikin deal,… singapura tetap memegang kendali FIR tapi bayar biaya sewa. ,…
    Ibarat pemilik lahan yang lahannya disewa untuk BTS,…

    • Soal kedaulatan tidak mudah… di alih bicarakan dengan uang mas bro.
      “Wani piro” kalo di buat deal bayar sewa FIR??.
      Terus juga sebaliknya, harga negara kecamatan Singapura kalo di jual ke Kita di tawarkan harga Berapa??. Cantumkan harganya, luasnya, ukurannya, surat-suratnya, inventarisnya juga apa saja serta harus di kasih tanda tangan penguasa singapura sekarang sekaligus ahli warisnya. kalo bisa kesepakatan langsung ” take over “.

      Biar gak repot-repot ngurusi FIR. kita beli aja negara Mafia singapura. gimana?

  8. bagi yg peka pasti dah kerasa manuver kecamatan singa poor ini utk mnggagalkan rencana pengambil alihan Fir, yg paling mencolok dr lembaga pemeringkatan maskapai kemarin, moga rencana Indonesia menjadi salah satu dewan di ICAO lancar, tp klo smua buntu mengingat kuatnya jaringan si red dot, mending tongkrongin S300 di Riau

    • o ya? kalau emang terbukti ucapan si RC di rekaman itu napa jaksa agung sampe sekarang lom manggil Luhut why?why?why?
      dan kalau luhut yg disebut 66x menurut lu terlibat gimana prabowo yg ud nerima dana kampanye 500M dari RC

      • bung lexy…

        saya yakin bung belum mencermati isi rekaman itu dengan detail dan tuntas. Terlihat dari cara bung bertanya. Tentang Jakgung, dia juga moron politik.

        Jika ada keinginan presiden untuk ambil alih fir namun ada pejabat yang kurang senada, itu namanya apa?? Tolong tanyakan pada setiap prajutit yang bung temui, jika prajurit tidak menjalankan perintah komandan nya dengan baik namanya apa?? dan harusnya diapakan?? apalagi saat melawan asing.
        Dari wajahnya seolah-olah muncul garis-garis wajah sengkuni. Bisa-bisa nya prajurit perang tidak patuh perintah panglima.

    • Koment koment di no 9 lagi ngebahas KONSPIRASI dan INVISIBLE HANDS ,ijin ikut nyimak aja bung semua buat nambah wawasan .Mks..

  9. Ko lima tahun lama amat? Setelah 5 th pemerintahan berakhir lempar lg ke pemerintahan baru.jadi ga jelas status fir

  10. Lima tahun kedepan, mungkin Pak Luhut sudah tidak jadi menteri. Sebelum masa pemerintahan Pak Jokowi berakhir sanggup tidak?

    • Itulah tujuanya bung…. membuat pejabat kita dan publik kita lelah namun singaporean tetap fokus pada misi negaranya untuk memperluas daratan dan lautan termasuk udaranya. Proyek reklamasinya jalan terus bukan? Singapur jadi luas, tanah, laut, udara dan energi siapa yang diambil.
      mengapa kita menutup mata?? Kita sudah lelah?

  11. anak demam jangan langsung diberi paracetamol. Smart is patient. Teroris itu ga smart karena ga patient. Jadi ketergantungan antibiotik.

  12. negara tak punya laut….tak punya udara….singapoor

  13. Singapor menjiplak cara Israel zionis dan memodifikasi nya untuk diterapkan terhadap dua tetangga besarnya. Bertepuk sebelah tangan tidak akan berbunyi kawan-kawan… bila nyaring seperti ini pasti ada tangan yang menyambut. Oh..oh… siapa dia? bolehkah aku melihat sari wajah mu…oh oh… siapa dia??

  14. Saya paling sebel sama pejabat yang punya mental PESIMIS.

    Sebenarnya simple tapi nggak tahu kenapa jadi ribet ?

    Pertama siapkan Bandara Hang Nadim dengan peralatan canggih plus tenaga manusianya .
    setelah siap ,bilang sama Singapure karena masa berlaku kesepakatan sudah habis maka dengan ini FIR ,natuna ,Riau kami ambil alih ,tak lupa ucapkan terima kasih .

    Tahap ke dua Declare ke ICAO ( International Civil Aviation Organization ) bahwa mulai sekarang FIR Natuna diambil alih Indonesia dan dikendalikan dari Hang Nadim Airport . Bikin NOTAM (Notice To Airman ) kirim keseluruh Airlines dalam dan luar negeri bahwa FIR Natuna yang selama ini di kuasai Singapure sudah berakhir dan dikendalikan dari Hang Nadim Batam . Untuk 6 bulan pertama FREE OF CHARGE ,alias GRATIS ..pasti AIRLINES akan patuh apalagi iming iming free of charge . Sekalian kasih tahu Airlines yang tidak patuh akan di force down ,siapkan SU 30 di bandara RANAI Natuna..

    Simple Bukan ? ,trus pasti ada yang bilang . SOK TAU ,EMANG GAMPANG …Jawabnya memang Gampang kenapa di bikin ribet .

    • Tau nggak bung, rencana mulia gitu malah dibanting sam oknum2 sindikat pembongkar bagasi penumpang

      Keliatan sepele tapi mencoreng citra pelayanan udara nasional scr keseluruhan, apalagi terjadinya di bandara nomer 1

  15. mari bung rebut kembali FIR singaporn

  16. Yg penting Infrastrukturnya dan SDMnya dipersiapan terlebih dahulu kalo semua sudah siap dan kualitas baik infrastruktur dan SDMnya sekelas singapura barulah kita berani adu Tawar dengan Singapura kan selama ini yg bikin kuatnya nilai tawar Singapura adalah kelengkapan serta modernnya Infrastruktur serta kesiapan SDMnya utk mengelola FIR yg selama ini di biarkan saja dan hanya jadi jargon pemerintah2 yg lalu utk FIR diamblialih
    Ambil alih FIR berarti tanggung jawab keselamatan penerbangan Internasional ada dipihak pemegang hak pengelola FIR jangan hanya krn benci ato tidak suka lantas buru2 diambilh alih saja FIRnya tapi Keselamatan penerbangan diabaikan
    FIR bagi singapura layaknya Selat malaka utk malaysia jadi arus keluar masuk barang dan jasa lewat udara dan yg pasti singapura akan mati2an mempertahankan FIR bagi keuntungan mereka sendiri entah itu benar ato salah caranya mereka pasti lakukan, apalagi Pasar MEA juga sudah berlaku

    • Saya setuju dengan anda Bung , “tapi adu tawar yang anda maksud apa ?. Ini ruang udara kita dan dikaburkan oleh Singapure dengan pernyataan ” ini bukan masalah kedaulatan tapi masalah keselamatan penerbangan …”.

      Dan sebagai besar rakyat Indonesia meng amini pernyataan Singapure itu . Pertanyaan saya apa selama ini FIR yang di kuasai jakarta dengan dan Ujung pandang ada masalah ?. Sudah puluhan tahun Bung ,aman aman saja sama dengan Changi ,sing a porn . Harusnya kita sebagai bangsa tersinggung dengan pernyataan itu .

      Konfensi CHICAGO tahun 1944 tentang penerbangan sipil Internasional PASAL 1menyebutkan “every state has complite and exclusive sovereignity over the airspace above its territory ” dan Pasal 5 Undang Undang tahun 2009 tentang penerbangan menyebutkan Negara Indonesia berdaulat penuh dan ekslisif atas wilayah udara Indonesia .

      Ini Amanat Undang Undang maka pemerintah harus melaksanakan ,sesuai denga visi PDI-P berdaulat dalam bidang politik ,berdikari dalam ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan .

      Saya minta jika MENKOPOLHUKAN yang sekarang JIKA tidak mampu terus terang saja MUNDUR dari pada mengumbar pernyataan perlu waktu 5 tahun ,itu sama saja di lempar bola pada MENKOPOLHUKAN berikutnya …

      • Nilai tawar yg saya maksd adalah nilai tawar Indonesia ke ICAO sebagai induk PBBnya aviasi dunia bung kalo anda merujuk perjanjian Chicago harusnya 21 tahun yg lalu FIR sudah kembali donk kenapa pemerintah yg dulu2 tidak dapat berbuat banyak malah bikin perjanjian baru dengan Singapura, ICAO tidak hanya melihat masalah dari sisi keadilan kedaulatan udara suatu negara, yg dilihat ICAO juga adalah kesiapan sarana dan prasarana pedukung Aviasi suatu negara dimana FIR wilayah itu diberikan, apa sanggup ato tidak utk diberikan beban utk mengatur lalu lintas udara suatu wilayah udara….memang benar FIR jakarta dan FIR makassar yg dipegang Oleh kita selama ini belum ada suatu tragedi ato kecelakaan disebabkan kesalahan menara pengawasan dikedua kota tsb tapi anda jangan lupa juga berapa sih perbandingan jumlah Lalu lintas udara yg bisa dicover Changi di bandingkan Lalu lintas udara yg bisa dicover Soetta dan Makassar, di Soetta saja personil airnav Indonesia sudah kewalahan kok mengatur jadwal take off dan landing pesawat di Soetta masih harus mengawasi lalulintas pesawat hingga ke Natuna dan singapura, ditambah lagi infrastruktur pendukung yg belum di upgrade contoh satu saja Radar di Soetta apakah sudah sekompeten dan setara radar navigasi di bandara changi belum lagi sarana dan prasaran lain yg belum dibangun ato lupa dibangun oleh yg dulu2
        FIR tidak semata-mata hanya utk merebut Kedaulatan udara kita, tapi FIR juga adalah bentuk dari kesiapan tanggung jawab kita utk mengelola aset wilayah udara didalam FIR tsb dengan baik makanya saya lebih menekan percepatan pembangunan sarana dan prasarana Pendukung Aviasi Negara ini lebih dahulu baik dari segi Infrastruktur maupun SDMnya krn mau diakui ato tidak kita tertinggal beberapa langkah dari Singapura, nah kalo sudah siap semua itu maka kita bisa berdiri tegak utk mengambilalih FIR Natuna dari tangan Singapura

        • Bukan tidak bisa berbuat banyak ,saya cuma mencurigai easy money alias uang sgk ,lebih berkuasa di sini dan klop dengan Singa yang tak kenal ha lal/ram.

          Pejabat kita dari dulu kalah dengan singa ,ya karena ini .Jokowi harus tegas ,kasih mentrinya target waktu 2 tahun misalnya ,kalo sanggup anda terus kalau tidak seperti bilang perlu 5 tahun ,jelas pernyataan lempar handuk ,sinyalnya sudah jelas tak sanggup maka ,ganti dengan lainnya ,saya usul Yusril yang cocok untuk ini latar belakang hukum.,tegas juga walau agak angkuh.

          Setuju FIR bukan hanya kedaulatan tapi juga kesiapan untuk over handle . Saya setuju usul Bro den bdg no 25 bawah .Kalau masalah peralatan masak tak ada duit ,tak pake tahunan ,kalau ada dana dalam 3 bln bisa lengkap datang ,Hang nadim punya landasan terpanjang di Indonesia ,sudah ada ATC dan crew ,tinggal upgrade aja.

          Sungguh tak masuk akal perlu 5 tahun.Singapure tak perlu ajak berunding cukup pemberitahuan dari kemenhub “dengan ini di ambil alih sekalian terima kasih (karena telah mengantikan tanggung jawab yang seharusnya di pegang Indonesia ) .Tak perlu tunggu balasan ,karena sifatnya pemberitahuan.
          Suka atau tidak Singa, bodo amat ,kita di wilayah sendiri ,terserah Indonesia ,nggak bisa protes,emang Natuna wilayah mereka . Kalau sudah di Announcement ke Icao dan seluruh Airlines ,Singa bisa apa ?. Batam ,natuna ,wilayah kita .Apa berani SINGA duduki BATAM ,cuma gara gara kita melakukan pengaturan di wilayah kita sendiri.? Itung itungnya tak kan berani menurut saya ,dunia akan mengutuK sing a porn yang memang porno .

          Ingat Bung sedikit saya ada masalah Indonesia dengan Singa maka dunia pelayaran akan langsung bilang Selat Malaka tidak aman untuk pelayaran ,Maka mereka akan menghindari Singapure sebagai tempat transit .Tentu SING tidak mau terjadi situasi tidak kondusif di selat Malaka …maka mereka pasti akan mengalah karena akan rugi lebih banyak ….

          Untuk masalah di daerah perbatasan ICAO menyaratkan perundingan antar negara . Icao tidak bisa campur tangan ,dia cuma lembaga yang mewadahi bukan punya otoritas menentukan ,yang yang punya otoritas adalah negara masing masing sesuai aturan yang sudah disepakati negara anggota. Salam Bung.

  17. Dibikin mbulet aja….terkesan seperti negara yg benar” ga mampu mengontrol ruang udaranya sendiri..padahal wilayah sendiri yg sangat vital..ini masalah kedaulatan pak..jgn buat main”…mau alasan apalagi..kerja cepat jgn model ” ngapain dibuat gampang kalo masih bisa dibikin sulit “. Kemerdekaan direbut dgn susah payah ampe nyawa taruhanya..semakin lama masalah ini bakalan susah diprediksi & jadi duri dlm daging..bikin malu aja kalah pintar dgn si upil..hahahaha..!!!! Negara besar,rakyat ratusan juta,kekayaan alam melimpah.kurang apalagi.??? Masa kalah sama negara kecamatan..kelamaan 5 tahun lagi sih…hahaha…

  18. Kok pemerintah ini isine dagelan ato piye toh…

    Apa susahnya sih nih negara beli 1 baterai s300..terus tempatin di natuna..selesai masalah….begitu nyata ntuh s300 di natuna..lgsg gelar uji coba…..tapi sebelum uji coba..ajak singapura ngomongin fir, kalo gk mau..baru uji coba,…mainkan elektronik weaponnya…

    Selesai masalah FIR,..lanjut lagi ke masalah satunya..

    Implikasinya luar biasa FIR ini,…ini yg menjadikan singapura jadi bandara tersibuk di Asia tenggara…

    Salam

  19. FIR Natuna dikuasai Singapur kerna Natuna bagian dari semenanjung.
    Maka, Natuna dan pulau2 sekitarnya harus gabung ama semenanjung.
    Suku Natuna dari suku Melayu Terengganu.

    • Suku lagi suku lagi…….mau sampek kapan kamu mikirin suku? Ntu singapura dulu dikuasai oleh suku bugis..ntu suku gw….

      Pukimai kau….

    • come on lon,bangun sana….mengkhayal saja kau….kau lihatpun SSKM sudah dapat sokongan dari berbagai bangsa,konon lagi kau mimpi natuna….hacehhh malon emang pemimpi saja

  20. kalo FIR nya susah direbut pak, kenapa ga “rebut” ruang kontrol udaranya aja dulu…biar greget

  21. Dasarnya apa harus 5th? Jangan sampai ini dijadikan jadi janji2 kampanye

    • Dasarnya TAKUT sama dengan Jokowi suruh bakar kapal nelayan asing ,TNI awalnya tidak mau melakukan setelah berkali kali di minta baru berani ,ke enganan TNI itu sempat disorot salah satu TV dan di tanyakan ke Jokowi langsung …Mental pecundang.

  22. susah bung si red dot walaupun sdh trun tp msh urutan ke 3 investor terbesar negeri ini, harapan ane sering2 aja kjadian kayak kasus bendera si red dot yg buat taplak meja

  23. urusan ambil FIR lima tahun ??? sama dengan nyuruh ribuan orang teknisi ATC anak bangsa utk sekolah lagi dari awal donk, ayo kita hitung cepat :
    ATC bandara Sukarno Hatta tiap hari mampu atur ratusan flight dg perfect !
    ATC seluruh Indonesia kalo dijumlah bisa ribuan flight per hari !!!
    berani adu dg jumlah flight di seluruh bandara Singapore !!!
    artinya SDM kita sdh mampu kontrol FIR seluruh wilayah NKRI !
    peralatan jadi alasan ?!! jaman hi-tech saat ini bukan hal yg sulit … semua sdh ada di pasaran tinggal pilih … duitnya ? pake APBN paling se trilyun aja … demi kedaulatan duit segitu gak besar … ntar jg duitnya bisa balik dari upeti kontrol udara … anggap investasi plus kedaulatan dan kehormatan bangsa.
    Ayo pak Jokowi … dengarkan kata hati anda & kesampingkan bisikan¬≤ pesimistis dari hulubalang.

    • Setuju banget BUNG den bdg . Orang Indonesia selalu membuat yang sederhana jadi ribet ,contoh izin mau investasi butuh tahunan ,padahal yang bikin aturan kita bukan Amerika . Kalau tak sesuai ya robah dong .

      Teringat waktu MENHUB melarang ojeg online ,sebuah stasiun TV nanya Jokowi ,kata Jokowi tak perlu dilarang ,si penanya ngotot ,kan melanggar Undang Undang Pak. Dan di balas Jokowi dengan pertanyaan Yang bikin Undang Undang siapa ..? Si penanya terdiam ,di jelaskan Jokowi “kita kan ? Pemerintah kan ?. ” . Ya robah saja undang undangnya jika ternyata bikin masalah bukan menyelesaikan masalah … emang Undang undang di bikin negara lain. Yah begitulah Indonesia ku ..

  24. Perang cepat, ente yakin.???
    Coba ente lihat personil pasukan singapura, pegang senjata aja kebalik, gmn mau perang cepat.

    Selagi kita bener Gak usah takut bung, kita susun strategi buat ambil FIR, tau sendiri kalo singapura punya boss amerika. Kalo langsung pake otot ane rasa agak sulit.

  25. emang bener agak susah ambil kontrol FIR bung, banyak negara yangg mengunakan jalur FIR, kalo macem2 bisa kita sangsi,dan lagi mengingat 70 persen pendapatan singapura ada pada sibuknya jalur FIR ini…

    Lagi-lagi kita harus mengatur stategi lagi,!!!

  26. Apa perlu kita rayu dulu negara2 yang memakai jalur FIR ini ya, semacam meyakinkan mereka untuk mendapat dukungan terutama amerika..

  27. bung @Wiski knapa gak putus diplomasi aja sma red dot bila perlu kita buat Indonesia atau si red dot yg kluar dr keanggotaan Asean klo si red dot msh keukeuh

    • Lumayan juga solusi ente bung, tapi ane sepertinya lebih tertarik dengan pendapatnya si bung KOMERAT PAREWA. Coba anda baca bung…

      Sebisa mungkin pakai cara yang halus tapi langsung menuju ke target, dan hal ini harus di dukung penuh oleh para legislatif/mentri2 kita, dan mental baja seluruh jajaran TNI.

  28. assalamualaikum wr.wb.
    Singapor luar biasa hebat
    ahli2 dari luar singapor di iming2i gaji setinggi langit dengan membandingkan nilai kurs mata uang (misal dollar singapor vs rupiah), namun hidupnya di suruh di singapor yang gajinya pas2an untuk hidup disana
    alias gaji semu
    hak paten dapat, uang tidak bocor keluar negeri

    kita malah beda, orang asing di istimewakan seperti orang luar planet saja wkwkwk

    mungkin ada benarnya mental inlander yaitu nunggu disuruh tidak ada inisiatif diri sendiri, mulai dari atas sendiri sampai bawah kesadarannya nol
    alias bingung tidak tahu apa yang harus diperbuat dikerjakan

    seharusnya jika bermental juara/pejuang dan kebersamaan/persatuan sudah dari dulu Indonesia maju.
    Terlepas dari siapapun pemimpinnya, ibaratnya tim sepakbola sesama anggota tim saja main jegal2an ya bonyok akhirnya.

    jika membandingkan dengan negara tetangga sepertinya negara ini akan paling tertinggal dan hancur.

    Seperti contoh kasus yang saya baca kemarin pasukan keamanan Afganistan banyak yang banyangan, alias semu. Uangnya banyak dikorupsi penjabatnya sedangkan posisi Afganistan masih dalam status siaga perang, intinya nasionalismenya rendah.
    Amerika enak tinggal danai sana sini untuk kepentingannya, keamanan terjamin uangnya pun tidak berkurang, dananya ngambil dari arab irak dari Indonesia dari papua new gini, dari jepang dls.
    Dari jual senjata minyak film narkoba dls.

    edisi harapan besar

  29. Si luhut mah jangan didengerin, lo setuju apa gak harus diambil alih, dgn pengambil alihan FIR ada potensi dana ratusan trilyun yg bakalan menjadi sumber pendapatan negara…..

    Lewat bayar, gak bayar bacokkkk….

  30. Atas dasar apa si Teo Chee Hean menyatakan ketidaksetujuannya?!!
    Belum begitu lama kita merasa optimis dgn komitmen pemerintah untuk mengambilalih FIR yg katanya harus selesai dlm 3 tahun. Tp sekarang tiba2 mundur jadi 5 tahun.

    • atas dasar ada tangan yang menyambut, yang mata dan kulit nya kayak kita bung. Ituu tuuuhh yang kliatan tuh.. ga sendirian sih. Dia tinggi kursinya tapi juga punya majikan diluaran sana.

  31. Atas dasar apa si Teo Chee Hean menyatakan ketidaksetujuannya?!!
    Belum begitu lama kita merasa optimis dgn komitmen pemerintah untuk mengambilalih FIR yg katanya harus selesai dlm 3 tahun. Tp sekarang tiba2 mundur jadi 5 tahun. Hanya bisa berharap pd keberanian dan kekoppigan Pak Jokowi.

  32. pak MENTRI kurang tegas tuh, msak wilud(wilayah udara) punya kita kok msih harus patuh sma singapor.

  33. hehe akhirnya diundur lg si fir nya seperti jalannya undur-undur, sudah kelihatan singapur sdh main strategi lewat jalan belakang, pake saja atc nya batam, ditambah dan diperlengkapi dengan alat yang canggih sekitar satu atau dua tahun sdh bisa diambil atau kalau mau lebih cepet bisa diambil oleh pihak atc pertahanan udara Indonesia kan alatnya sdh canggih.

    • Setuju Bung Korparkhasau atau baret Jingga tugasnyakan mengamankan Bandara sekalian mampu mengendalikan penerbangan Airport . Sewaktu di DILI dulu mereka ini yang mengendalikan bandara .

  34. Makanya bilang ke Singapura, jangan sombong…baru punya negara segede upil, udah keterlaluan sombongnya.

    Akhirnya sadar kan, gak punya ruang udara untuk pergerakan pesawatnya sendiri…rasain lah.

    Sudah saatnya FIR diambil lagi oleh RI karna memang wilayah udara kita sendiri.

    Mari awasi jangan sampai ada pejabat-pejabat RI ber-main mata dengan Singapura karna punya bisnis atau saham di perusahaan2 sana.

 Leave a Reply