Des 072018
 

Peluncuran rudal Salamcheh dari sistem pertahanan udara jarak menengah Mersad © Kemhan Iran via Iran Project

JakartaGreater.com – Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan bahwa resolusi 2231 yang dikeluarkan oleh Dewan Keamanan PBB tidak membatasi program rudal Iran, seperti dilansir dari Mehr News.

“Amerika Serikat sendiri telah mengakui bahwa JCPOA alias Rencana Aksi Komprehensif Bersama dan resolusi 2231 tidak membatasi aktivitas rudal Iran”, katanya pada Rabu di sela-sela sidang kabinet.

Iran tidak pernah mendesain rudalnya untuk membawa hulu ledak nuklir karena tidak memiliki rencana untuk memiliki senjata nuklir, menurut keterangan Menlu Iran.

Zarif melanjutkan dengan mengatakan bahwa Amerika Serikat membuat klaim seperti itu karena ingin menutupi pelanggarannya sendiri terhadap resolusi DK PBB setelah mundur dari JCPOA. Menggambarkan klaim tersebut sebagai “tidak berdasar”, Zarif menyoroti bahwa Dewan Keamanan PBB tidak menyelidiki klaim ini dalam pertemuan kemarin.

Iran luncurkan rudal balistik Fateh-110 di selat Hormuz © Kementerian Pertahanan Iran

Zarif telah men-tweet pada hari Selasa, mengutip pernyataan utusan khusus AS untuk Iran Brian Hook yang telah mengakui bahwa resolusi 2231 oleh DK PBB tak melarang program rudal Iran.

Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan tertutup pada tanggal 4 Desember atas klaim yang dibuat oleh Amerika Serikat, Prancis dan Inggris bahwa Iran telah menguji rudal balistik yang melanggar Resolusi 2231 DK-PBB. Namun pertemuan tersebut tak mengeluarkan pernyataan apa pun dalam hal ini.

Zarif menegaskan bahwa “kemampuan pertahanan Iran tidak dapat dinegosiasikan”, negara-negara yang mengekspresikan kekhawatiran tentang kekuatan pertahanan dari Republik Islam Iran adalah yang telah mengirimkan senjata bernilai miliaran dolar ke wilayah tersebut, menyebabkan ketidakamanan regional, oleh karenanya mereka tidak bisa seenaknya menyuruh Iran untuk meninggalkan kekuatan pertahanannya.

Di tempat lain, saat ditanya tentang langkah AS untuk mengirim kapal induk ke Teluk Persia, Menteri Luar Negeri Iran menjawab, “kami percaya bahwa kehadiran pasukan asing di Teluk Persia akan merusak keamanan regional. Tapi Republik Islam Iran akan mempertahankan integritas teritorial dan kepentingan nasionalnya menggunakn semua kekuatan yang ada.

Bagikan:

 Leave a Reply