Sep 222016
 

Menyusul tuduhan Amerika Serikat (AS) terhadap Rusia soal insiden pengeboman konvoi bantuan kemanusiaan di Suriah, Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, meluapkan amarahnya di hadapan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov di forum Dewan Keamanan PBB. Kerry menuntut jet-jet tempur Moskow dan Damaskus agar tidak terbang di zona perang Suriah.

Meski tidak menunjuk langsung Rusia, Kerry meluapkan emosinya pada Lavrov atas insiden pengeboman terhadap konvoi bantuan di Suriah saat gencatan senjata berlangsung. Sementara, Militer Rusia sendiri telah merilis video yang menunjukkan bahwa serangan itu diduga dilakukan pesawat nirawak predator milik koalisi internasional yang dipimpin AS.

Kerry blak-blakan meragukan komitmen Rusia dan rezim Suriah untuk menjalankan kewajiban gencatan senjata di Suriah. Sebelum Kerry emosi, Lavrov terlebih dahulu berbicara di hadapan 15 anggota Dewan Keamanan PBB, bahwa semua pihak harus menahan diri.

”Salah satu kebutuhan untuk menahan diri dari naluri emosional, dari bergegas menuju mikrofon dan segera mengomentari sesuatu hal. Penyelidikan harus dilakukan (atas serangan konvoi bantuan),” ujar Lavrov, pada Rabu waktu New York, yang dikutip Reuters, Kamis (22/9/2016).

Ucapan Menlu Rusia ini disambut sinis oleh John Kerry. Menurut Kerry, mendengarkan Lavrov membuatnya merasa seperti tinggal di sebuah “dunia paralel”. Kerry merasa janji-janji Rusia dan rezim Suriah untuk mematuhi gencatan senjata telah rusak dan didasari kebohongan.

”Seharusnya kita semua ingin tujuan yang sama,” ujar Kerry dengan nada tinggi.

”Saya pernah mendengar itu lagi dan lagi. Semua orang duduk di sana dan mengatakan kita ingin Suriah bersatu, sekuler, menghormati hak-hak semua orang, dimana rakyat Suriah dapat memilih kepemimpinan mereka. Tapi kami membuktikan bahwa tidak ada kemampuan dari kita untuk bisa ke meja (perundingan) dan memiliki pembicaraan serta mewujudkannya,” imbuh Kerry.

Kerry menyalahkan Rusia yang terlalu membela rezim Suriah karena terus mengabaikan perjanjian gencatan senjata yang dicapai di Jenewa dua minggu yang lalu.

”Bagaimana orang bisa duduk di meja dengan rezim yang mengebom rumah sakit dan meneteskan gas klorin lagi, dan lagi, dan lagi, dan lagi, dan lagi, dan lagi, dan bertindak dengan impunitas?,” kesal John Kerry.

”Apakah kita seharusnya duduk di sana dan melakukan pembicaraan bahagia di Jenewa ketika Anda mendaftar untuk gencatan senjata dan Anda tidak mematuhi itu? Apa jenis kredibilitas yang Anda miliki?,” tanya Kerry lagi.

”Ini bukan lelucon!,” seru Kerry, mendesak semua untuk menghentikan permainan kata.

AS sendiri juga tidak luput kecaman keras setelah jet-jet tempur koalisi yang dia pimpin menewaskan lebih dari 60 tentara Suriah dalam serangan yang dianggap Pentagon sebagai “kecelakaan”.

Perdana Menteri (PM) Australia, Malcolm Turnbull, kepada Sky News, mengatakan memanasnya ketegangan antara Rusia dan AS telah menyebabkan ambang “perang dingin”.

Ia mengakui PBB telah gagal dalam tanggung jawabnya untuk melindungi Suriah.

”Kita harus menilai tindakan politik dengan hasil merek. Semua resolusi, semua upaya, telah gagal menghasilkan penyelesaian yang kita butuhkan di Suriah,” ujar Turnbull.

PM Australia juga menambahkan bahwa tragedi di Suriah telah memberikan dampak yang begitu besar dan tragis bagi jutaan orang sehingga resolusi harus segera dicapai.

Sumber: international.sindonews.com

Berbagi
 Posted by on September 22, 2016

  15 Responses to “Menlu AS Luapkan Amarah Pada Rusia”

  1.  

    Perta

  2.  

    Pertanyaannya sebenarnya sangat sederhana:
    Apakah ada Undang Undang Internasional yang mengizinkan Amerika mencampuri urusan negara lain, bahkan menyingkirkan pemimpin sah negara tersebut?
    -Muammar Qadaffi
    -Saddam Hussein
    -Assad (belum berhasil)
    -Kim Jong Un (target)

  3.  

    As kampret

  4.  

    ex nato general wesley clark (2007):”rencana penghancuran 7 negara…”
    https://www.youtube.com/watch?v=jy5F5nDuXYY

  5.  

    alangkah baiknya semua negara presidennya dipilih oleh rakyatnya sendiri dengan masa 5 tahun. Dengan demikian hidup akan rukun dan tentram seperti INDONESIA ku NKRI. hehehehehwh

    Ayooo berdamai…. perang akan menyengsarakan kehidupan. Kalau Kalian semua pemimpin pasti akan menghidari perang karna pemimpin tau rakyatnya sendiri yang akan jadi korban. Hindari sifat egoisme masing masing. Hehehehheh huhuhuhu hihihi

  6.  

    timur tengah ladang perebutan antara dua kekuatan besar dunia…
    yaitu assu dan rusu..

  7.  

    AS vs Rusia kisruh mulu.. yg enjoy Israel

  8.  

    F*ck us , john kerek mulut comberan

  9.  

    hahaii.. ketauan isi kontainer itu dalemnya dicampur senjata buat pemberontak suriah. makanya di bom russia atas balasan usa ngebom prajurit suriah. intelijen gitu loh. udah dibales koar2 deh. dasar ASU doyannya menggongggong.

  10.  

    Betul bung Joss gandoss… negeri kita sendiripun jg dirusak saat presiden sukarno mereka singkirkan,dan menancapkan pion guna merusak SDA,SDM,moral,dan rasa nasionalisme NKRI. Untung sdh era reformasi kita mulai bangkit lagi,insya allah generasi masa depan negeri ini kelak akan jauh lebih baik lagi,gak dikadalin dan dikebiri oleh asu dan konco2nya. Jayalah NKRI…

  11.  

    Percuma saja Resolusi PBB keluar ,Toh yang Berperang sejatinya Negara pemilik Veto,Gengster Barat “AS+Nato” VS Gengster Timur”Rusia-China).paling Suriah jadi Balkan ke 2 .Negara Super (PBB) punya Dewan keamanan tapi dewan keamananlah Biang kerok kekacauan Global,korban tetap saja negara dunia ke tiga.

  12.  

    Dunia klo mau aman babat abis as sampe akar akarnya bukan begitu bukan…

  13.  

    marah2 trus darah tinggi trus stroke..

 Leave a Reply