Jun 032019
 

Produksi Su-35 (foto:Asiandefencenews)

Indonesia mengharapkan pengiriman jet tempur Su-35 Rusia akan mulai pada akhir tahun 2019, kata Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu kepada TASS pada hari Minggu.

“Saya pikir masalah ini akan diselesaikan tahun ini,” kata Menteri.

Menurut Menteri, “Tantangan tertentu (dalam menyelesaikan kontrak) adalah karena fakta bahwa ada tiga departemen Indonesia yang terlibat dalam proses tersebut.” “Kementerian Pertahanan telah menandatangani semua dokumen, sedangkan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Keuangan masih dalam proses persetujuan,” yang terkait dengan fakta bahwa “akan ada berbagai bentuk pembayaran,” jelasnya, menambahkan bahwa meskipun diskusi masih dilakukan, dan masih berlangsung, namun secara mendasar masalah ini telah terpecahkan.”

Sebelumnya Menteri mengatakan kepada TASS bahwa Jakarta “tidak akan membatalkan kontrak pasokan jet meskipun ada sanksi AS terhadap Rusia.” Penandatanganan kontrak dengan Indonesia untuk memasok 11 jet tempur Su-35 diumumkan pada awal tahun lalu.

Indonesia menjadi negara kedua setelah China yang membeli pesawat tempur Su-35 dari Rusia. Jet tempur supersonik Su-35S yang masuk generasi 4 ++ melakukan penerbangan perdananya pada 19 Februari 2008.

Su-35 adalah jet tempur turunan dari Su-27. Su-35S berbobot 19 ton, memiliki kemampuan terbang hingga ketinggian 20.000 meter, dapat mengembangkan kecepatan maksimum 2.500 km / jam dengan satu pilot. Persenjataan jet tempur termasuk senapan mesin 30mm,dan muatan persenjataan hingga 8 ton (misil dan bom dari berbagai jenis) pada 12 titik bawah sayap dan badan.

Tass

Su-35 in Action:

 Posted by on Juni 3, 2019