Menteri Pertahanan Indonesia Harapkan Su-35 Datang Akhir Tahun 2019

44
5163
Produksi Su-35 (foto:Asiandefencenews)

Indonesia mengharapkan pengiriman jet tempur Su-35 Rusia akan mulai pada akhir tahun 2019, kata Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu kepada TASS pada hari Minggu.

“Saya pikir masalah ini akan diselesaikan tahun ini,” kata Menteri.

Menurut Menteri, “Tantangan tertentu (dalam menyelesaikan kontrak) adalah karena fakta bahwa ada tiga departemen Indonesia yang terlibat dalam proses tersebut.” “Kementerian Pertahanan telah menandatangani semua dokumen, sedangkan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Keuangan masih dalam proses persetujuan,” yang terkait dengan fakta bahwa “akan ada berbagai bentuk pembayaran,” jelasnya, menambahkan bahwa meskipun diskusi masih dilakukan, dan masih berlangsung, namun secara mendasar masalah ini telah terpecahkan.”

Sebelumnya Menteri mengatakan kepada TASS bahwa Jakarta “tidak akan membatalkan kontrak pasokan jet meskipun ada sanksi AS terhadap Rusia.” Penandatanganan kontrak dengan Indonesia untuk memasok 11 jet tempur Su-35 diumumkan pada awal tahun lalu.

Indonesia menjadi negara kedua setelah China yang membeli pesawat tempur Su-35 dari Rusia. Jet tempur supersonik Su-35S yang masuk generasi 4 ++ melakukan penerbangan perdananya pada 19 Februari 2008.

Su-35 adalah jet tempur turunan dari Su-27. Su-35S berbobot 19 ton, memiliki kemampuan terbang hingga ketinggian 20.000 meter, dapat mengembangkan kecepatan maksimum 2.500 km / jam dengan satu pilot. Persenjataan jet tempur termasuk senapan mesin 30mm,dan muatan persenjataan hingga 8 ton (misil dan bom dari berbagai jenis) pada 12 titik bawah sayap dan badan.

Tass

44 KOMENTAR

  1. Katanya mau datang tahun 2017, katanya mau datang mei 2018, katanya mau datang agustus 2018, katanya lagi mau datang bulan Oktober. Katanya lagi pertengahan 2019. Sekarang berubah lagi akhir tahun ini. Ngaret mulu nih kalo beli alutsista dari Rusia. Beli alutsista dari Korsel aja gak pake ribet malah bisa ToT lagi. Padahal total biaya yg dikeluarkan lebih banyak waktu beli alutsista dari Korsel.

    Payah nih Rusia. Makanya beli alutsista dari negara barat aja atau sekutunya kayak Korsel biar gak ribet banget.

          • Kan elo yg bilang gk dilirik tp pemerintah dan TNI au dah nelan ludah ngiler ame kemampuan dan tawaran transfer teknologi gripen E’ cuman si pendengki suka maksa2 pakai ngancam agar indonesia beli tu produk sinegara pendengki, kalau aja gk pakai ancam2 pasti yg deal itu 48 unit gripen E kwkwkwkwkwkkk

          • India aja yg punya MRO Flanker aja ngeluh ama sucadnya apalagi Indonesia yg gak punya MRO Flanker dimari. Beli aja pake barter gitu masak iya gak ngeluh ama sucadnya?? Logikanya Dimana coba. Padahal bayar Kasel Korsel aja biasa aja tuh. Malah nambah lagi 3 biji. Ini Flanker dari tahun kapan gak kelar kelar belinya. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

          • Bukan bayarannya yg ribet tp si negara pendengki yg buatnya jd ribet, sampai2 bank yg memberi pinjaman kepada negara yg membeli produk rusia pun diancam’ ya kalau gk suka ame rusia ya udah serang aja langsung sendiri dan jangan hoby main keroyokan hasut sana hasut sini’ kan sipendengki negara super power harusnya berani dong nyerang rusia sendirian,,,kwkwkwkwkwkkkkk

          • Masalah india kan sudah ada peringatan dr rusia jangan menggunakan sistem avionic diluar rusia tp ya itu negara sok pinter maksa pakai sistem avionic luar ujungnya belum waktunya untuk masuk masa perawatan tp pespurnya udah batuk2 keselek, mau dibaikin ganti mesin rupanya bukan sekedar mesin aja yg kena’ banyak sistem yg kena karena radiasi sistem avionicnya menyerang mesin yg pelindung radiasinya tidak sesuai dengan besaran radiasi yg ditimbulkan sistem avionic yg dipakai sehingga mengganggu kinerja mesin dan perlahan membuat kinerja mesin melemah yg ujungnya mengganggu sistem kelistrikan pespur sehingga merusak sistem2 lainnya bahkan merusak sistem avionic2 yg sangat penting, india = malaysia = sok pintar kwkwkwkwkwkkk,,,masih mendingan indonesia meski uang tipis tp pespurnya gk ada yg batuk2, itu emang karena ada kemampuan merawat pesawat dan meski ada kemampuan merawat tp indonesia tetep mau mendengar apa kata rusia agar tidak mengotak atik pespur tanpa ada rujukan rusia dan tanpa sepengetahuan rusia, kalau mau otak atik sendiri tunggu dapat ijin MRO dr rusia dan itu pun kalau mau instal sistem senjata dan sistem avionic apa pun wajib siijin dan sepengetahuan rusia dan bukannya sok pinter2an yg ujungnya pespur jd stroke kwkwkwkwkwkwkkkk

          • Tuh sudah dijelaskan sama pak Raden… praktis ya hanya India dan Malaysia yang keteteran dengan Sukhoi mereka yang merupakan versi dari MKI… perawatan yang jadi rumit dan jadi lebih mahal seperti yang dialami Malaysia, sedangkan Indonesia aman2 saja menggunakan Sukhoi, bahkan dengan minat membeli Su-35 jelas TNI AU puas dengan kemampuan Sukhoi…

    • Ya begitulah kalau ada sebuah negara yg punya sifat dengkinya kebablasan terhadap satu negara tp sayang negara tu yg punya sifat dengki itu gk berani satu lawan satu ame negara yg didengki kannya itu’ beraninya cuman main keroyok dan main keroyok bersama sekutunya,,karena dengkinya yg berlebihan itu sampai2 produk negara yg di dengki kan nya itu tidak boleh di beli negara lain, si pendengki itu mengancam setiap negara yg mau membeli produk2 dr negara yg di dengki si pendengki itu, DENGKINYA PARAHHHH KWKWKWKWKWKWKKK

    • Dan kalau beli dari barat sama saja tak dapat tot tetapi dapat bonus yaitu EMBARGO, lebih baik bikin semua sendiri, ayo cepat mandiri segala hal indonesia, mandiri segala macam rudal, segala macam pesawat, segala mesin yg motor mobil kereta dll, segala robot manufaktur, handphone, satelit, dll semuanya, ayo ayo ayooo…

      • Mandiri kalo punya uang, China aja yg punya banyak duit aja masih minta ToT kalo perlu pake nyuri Blue print segala. Udah lah Mbah, udah syukur bisa dapet ToT dari barat daripada dari Rusia atau China. Seluruh alutsista yg udah bisa dibuat didalam negeri itu ToTnya dari Barat semua Mbah. Mana ada Indonesia dapet ToT dari Rusia atau China. Yakin 100% gak ada, buktikan deh kalo ada Mbah.

      • Minta tot itu sah2 aja asal menguntungkan bagi yg punya produk dan teknologi, rusia gk keberatan kok dengan transfer tekonologi yg diminta indonesia karena sistemnya punya keuntungan yg berkepanjangan bagi rusia, masalahnya itu ya emang negara si pendengki itu nekan indonesia tuk beli prodaknya oleh sebab itu indonesia kemaren menjamin 32 unit f16v pasti diakusisi indonesia.

  2. Sanksi amrik memang menjadi hantu,disaat Indonesia ingin membutuhkan pespur tersebut,memang indonesia harus ecek* alutsistanya dibandingkan dengan Australia dan Singapore,disaat nanti indonesia bisa dijajah dikemudian hari bila alutsistanya lemah…

      • Beda kasus mbah
        Waktu beli kasel dari korsel blom ada UU yg mewajibkan TOT. Tp krn Indonesia sdh beli berbagai macam produk korsel, maka kesepakatan akhir di kasel yg minta TOT. Beli F/A-50 lalu KT Wong B selanjutnya meriam 155 dengan nilai yg lumayan besar tentu ada yg diminta oleh pemerintah RI sebagai imbalam. Itulah dia, beli kasel sekaligus TOT bonus dari semua pembelian itu.

  3. Gua cuma khawatir nantinya Su-35 ini bisa kompatibel dengan datalink Pespur lain gak? atau malah jeroannya saja tidak sama dengan Sukhoi lain? Lebih baik cari cara biar Su-27/30/35 Indonesia bisa lebih seragam, karena konon mesin AL-31 dan rada Irbis-E itu sama sekali beda dengan punyanya Su-27/30.

  4. kalau beli barang dari rusia selalu berbelit.krn elite politik kita.
    coba kl beli dari si amer..elit politik kita langsung setuju walau cuma dapat rongsokan doank.
    tuh apache ga bisa kemana2. ga kayak heli mil mi 35 kita bebas mau terbang kemana dan bebas buat nembak pokok pisang siapa saja.

    • Kalau menurut ane elite kita setuju dan kesemsem kok ame produk2 rusia, tp apabila indonesia berniat beli barang mewah dr rusia si negara pendengki langsung ancam para elite kita agar membatalkan niat indonesia membeli produk rusia tersebut dan beralih ke produk mereka, kalau gk nurutin keinginan negara pendengki itu siap2 ekonomi indonesia di gembosin kwkwkwkwkwkkkk

  5. Semuanya jd kacau kalau sifat dengki dan paranoid lebay si negara pendengki ini muncul, eropa aje dia ancam’ sekarang tau rasa dech eropa gk diberi kebebasan mengembangkan sistem persenjetaan mereka sendiri, itulah akibat memberi akses ame si negara pendengki itu untuk menginstal sistem senjatanya diseluruh eropa dengan alasan yg di buat2 untuk keamanan negara2 anggota nato dr ancaman rusia’ rusia tu sebenarnya gk suka cuman sama inggris doang yg punya sifat busuk iblis berbulu domba, memberi akses instalisasi sistem senjata kepada negara pendengki itu sama artinya membiarkan seseorang menodongkan senjata dikepala kita, sekarang tau rasa eropa wajib ikutin aturan main si negara pendengki dan paranoid lebay kwkwkwkwkwkwkwkkk

    https://www.jejaktapak.com/2019/06/04/amerika-ultimatum-uni-eropa-untuk-tidak-kembangkan-senjata-tanpa-melibatkan-mereka/