Nov 282013
 
Latihan Bersama Indonesia - Australia (JOCIT)

Latihan Bersama Indonesia – Australia (JOCIT) di Darwin

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro memastikan Indonesia tetap menghentikan kerjasama dengan Australia selama belum ada komitmen dari Australia untuk memperbaiki ketegangan saat ini. “Kerjasama akan terus kami stop selama belum ada perubahan substansial,” ujar Menteri Pertahanan dalam konferensi pers di Gedung DPR, Kamis 28 November 2013.

Kerjasama yang dihentikan, antara lain tukar menukar informasi intelijen, dan menghentikan latihan bersama TNI dan Australia. “Kita ada tiga bentuk latihan, yaitu latihan Kopassus di Lembang, latihan di Darwin, dan latihan Angkatan Laut Indonesia dan Australia di bidang counter terorism,” kata Purnomo Yusgiantoro.

Selain itu, Indonesia juga membatalkan kesepakatan yang dilakukan Perdana Menteri Australia Tonny Abbott dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengenai patroli gabungan Indonesia dan Australia di Armada Timur. “Sekarang armada timur melakukan patroli sesuai juklak yang ada. Kita melakukan sendiri-sendiri,” lanjur Purnomo.

Lalu sampai kapan penghentian kerjasama itu akan berakhir? “Sampai ada keputusan. Kita lihat perkembangan dari waktu ke waktu. Kalau tidak ada perkembangan lebih lanjut, kita akan tetap stop,” kata dia.

Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro (photo: Antara)

Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro (photo: Antara)

Menurut menteri Pertahanan, Indonesia tidak akan dirugikan sama sekali atas penghentian kerjasama itu dan kerjasama membutuhkan rasa saling percaya. “Kalau kita latihan bersama, yang diperlukan rasa percaya bersama. Bagaimana hal itu dilakukan kalau trust itu tidak ada. Sebaiknya diberhentikan sampai ada perkembangan lebih lanjut,” ujar Menhan.

Menurut Purnomo Yusgiantoro, Mabes Polri juga sudah menghentikan kerjasama di bidang: transnational crime dan terorisme, serta penampungan imigran gelap yang tujuannya adalah Australia.(Vivanews.com).

  46 Responses to “Menteri Pertahanan: Kerjasama dengan Australia Tetap Dihentikan”

  1. kepada warga negara yg disebut irak..iran..bangladesh…maladewa…afrika….semenanjung arab….sewa kapal besar bawa seluruh warga …pindah ke benua aushit…..dipastikan tidak akan di halangi oleh tni al pabila kalian melintasi alk nkri..asal jgn bikin onar…cepat bawa sanak famili kalian benua aushit sudah menunggu….selamat sampai tujuan

  2. Let’s move on Indonesia ! ! !

    (Kurs vs. US$) RUPIAH DI AMBANG 12,000
    PELEMAHAN RUPIAH MEMBAWA MUDARAT BESAR BAGI BANYAK PERUSAHAAN.
    EFEK PELEMAHAN RUPIAH BAKAL MENABRAK KEMANA-MANA.
    BARANG IMPOR MAKIN MAHAL, BUNGA KREDIT MAKIN MENCEKIK
    (harian Kontan)

    Jangan habiskan energi dan terus berkutat dengan masalah penyadapan, Presiden, Menko Perekonomian, Menteri2 ekonomi, DPR, ! ! !

    Banyak hal yang 1,000x lebih penting bagi bangsa Indonesia dari permintaan maaf Austarlia ! ! !

    Serahkan kelanjutan hal penyadapan kepada para pejabat teknis, Menlu, Menhan, BIN, Lemsaneg, yang lain SELAMATKAN EKONOMI ! ! ! ! !

    • antar bank sudah ada yang 13.000

    • IDR melemah memang bagus untuk export dan pariwisata, tapi jika terjun bebas seperti sekarang memang mengkhawatirkan. belum lagi hutang negara dalam Dollar jadi membengkak, dan karena Alutsista belum mandiri maka anggaran pertahanan naik tinggi pun tetap saja nilai mengecil.

      kenapa Chatib Basri dan Agus Marto komennya tenang2 saja ya? background mereka kan profesional dan bukan dari partai seperti bbrp kementrian dan badan negara yg lain. ada yang bisa menjelaskan mengapa IDR sangat sensitive terhadap Dollar di banding negara2 lain di Asean?

    • atau segala kebisingan memang untuk mengimbangi grafik yang menyedihkan ini ? ? ?

  3. Mungkin bkn cm rupiah yg terpengaruh,mata uang asing lain jg terpengaruh thdp dollar..cm tergantung tingkat inflasi di negara tsb.

    Klo inflasi tinggi akan menyebabkan depresiasi,inflasi adlh kecenderungan naiknya harga barang dan jasa secara akumulatif,klo inflasi meningkat akan beresiko naiknya harga barang dan jasa,naiknya harga barang dan jasa adalah indikator turunnya nilai mata uang..ada jg istilah teori purchasing power parity,klo kita simpulkan kira2 bgini “nilai mata uang satu negara terhadap mata uang negara lain itu tergantung dgn daya beli masing2 negara”..
    Ilustrasinya bgini,infiasi tinggi mengakibatkan mahalnya harga barang2 domestik drpd harga barang impor.mahalnya barang domestik mengakibatkan turunnya daya saing di level internasional,di tingkat masyarakat lebih cenderung membeli barang impor yg lbh murah,inilah indikator turunnya nilai ekspor dan naiknya nilai impor!

    Berarti telah terjadi konversi besar2an mata uang domestik ke mata uang asing,dgn meningkatnya permintaan mata uang asing akan menyebabkan turunnya nilai mata uang domestik..seperti mata rantai,naiknya harga barang dan jasa menyebabkan tingginya inflasi,tingginya inflasi menyababkan turunnya daya saing,dan berakibat turunnya nilai mata uang..good night

    • Grafik penguatan / pelemahan beberapa mata uang Asia terhadap US$;

      Hukum besi ekonomi: setiap benda/komoditas dengan tingkat DEMAND lebih tinggi dari SUPPLY, akan NAIK harga/nilainya (kecuali alutsista, yang mekanisme penentuan harganya khusus. B-2 Spirit tidak banyak negara yang menginginkan, tapi harga tetap selangit).

      Kenapa SUPPLY $ rendah? Karena ekonomi RI tidak cukup banyak menghasilkan $ (melalui ekspor migas/non-migas, termasuk dari para pahlawan devisa).

      Kenapa DEMAND $ tinggi? Untuk membiayai impor BBM, untuk membayar impor barang modal / konsumsi, untuk membayar cicilan + bunga utang swasta / pemerintah dalam denominasi $ (utang kepada kreditor LN, bank2 swasta asing dan ADB, World Bank)

    • Pada 23 Agustus 2013 yang lalu Pemerintah RI menetapkan empat paket kebijakan penyelamatan ekonomi guna menjaga stabilitas ekonomi nasional, akibat perlemahan nilai tukar rupiah.

      Paket kebijakan ekonomi dikeluarkan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, dan dampak guncangan ekonomi ke dunia usaha minim, sehingga penyediaan lapangan pekerjaan terjaga. Keempat paket kebijakan tersebut adalah, pertama mendorong ekspor dan memberikan tambahan pengurangan pajak untuk ekspor padat karya yang memiliki ekspor minimal 30 persen dari total produksi. Kedua, menurunkan impor migas dengan mendorong penggunaan biodiesel. Ketiga, menetapkan pajak impor barang mewah dari 75 persen menjadi 125-150 persen. Keempat, memperbaiki perizinan guna percepatan investasi, meningkatkan ekspor mineral dengan memberikan relaksasi kuota, mempercepat renegosisi kontrak pertambangan dan merevisi peraturan daftar negatif investasi (DNI).

      Setelah 3 bulan ditetapkan, tampaknya pelaksanaan paket kebijakan BELUM berjalan sesuai harapan. Ekspor barang dan produk padat karya BELUM meningkat signifikan. Impor minyak dan BBM MASIH tinggi, pajak barang mewah BELUM dinaikkan, renegosiasi kontrak tambang BELUM tuntas, daftar negatif investasi BELUM ditetapkan dan mengurus ijin MASIH lama dan jumlahnya banyak, serta penggunaan biodiesel BELUM sesuai target.

      Pemerintah tampaknya TIDAK menjalankan fungsi perencanaan dan eksekusi yang dimiliki sebagaimana mestinya. Dengan demikian kita TIDAK perlu berharap akan ada perubahan signfikan
      untuk mengatasi masalah. Defisit perdagangan dan neraca pembayaran Indonesia akan dapat TERUS terjadi, sehingga kondisi krisis ekonomi, atau minimal meningkatnya kesulitan ekonomi sebagian besar anggota masyarakat, akan dapat terulang sewaktu-waktu.

      http://satunegeri.com/paket-kebijakan-ekonomi-impor-migas-ancaman-krisis.html
      ( CAPS dari saya )

      Setiap negara di muka bumi bersaing saling sikut, saling jegal, saling injak bahkan mencuri (spionase) agar unggul (dalam hati masing2 berprinsip ‘zero friend, all enemies’ -kecuali RI mungkin)

      Setiap negara dengan kinerja pemerintahan LELET akan menjadi PECUNDANG, bahkan dalam jangka panjang terancam menjadi negara gagal / failed state.

      • Saatnya pemerintah introspeksi….kalau emang masih punya hati, bukan hanya ambisi 2014 semata. Sepertinya sudah waktunya menerapkan kondisi darurat ekonomi. Paket kebijakan ekonomi agustus 2013 tu harusnya jadi prioritas dan dipelototin habis2an supaya tidak belok dan melempem.

  4. Mbah Pur ini, gede omong doang…dulu waktu awal-awal kasus penyadapan di Jerman dia bilang: Indonesia ngga bakal disadap Australia….apaan. Orang ini kalo ngomong berbusa-busa, mengas-mengas, tapi kosong… TNI maju itu karena jenderal-jenderalnya, bukan karena Menhannya si Pur ini…

  5. inilah repotnya kita……. di satu sisi, kita teriak2 gayang penjajahan model baru, nasionalisasikan freeport, putuskan hubungan dgn Australia krn menginjak2 harga diri bangsa dst dst dst……..
    Tapi di sisi lain ……. kita juga teriak2…… gimana ini pemerintah tidak becus, kenapa melawan Amrik dan australia…… nah akhirnya Rakyatlah jadi korban……….
    Menurut saya, sikap pemerintah sudah bagus…..

    Memulangkan dubes RI untuk australia dan memutus/menghentikan hubungan militer dengan tetangga/teman krn tetangga/teman itu klo ketemu bersikap ramah , bersahabat, tapi dibelakang menusuk2 , menginjak2 Indonesia.
    Insyaallah, Semua akan kemballi normal , klo kerjasama ini dilandasi dgn sikap saling menghargai, menghormati, sederajat……

    cadangan devisa Indonesia :
    Indonesia sekitar 97 milyar dollar per oktober 2013, semoga aja tidak tergerus untuk menormalkam krus dollars.

  6. Kita itu sudah ditipu sama pengusaha- pengusaha besar, Dan dikhianati Pejabat- Pejabat Negara

    Mie Instan ==> Gandum 100% impor dari Australia dan AS, yang ngak impor BUMBUNYA saja

    Lampu Hemat Energi dan LED ==> 100% impor dari China, kita hanya Packing aja

    Elektronika ==> 95% impor, kita hanya rakit dan label merek serta Packing aja

    Komputer ==> 100% impor, kita hanya rakit dan label merek serta Packing aja

    Gadget (HP/Tablet/dsb)==> 100% impor, kita hanya rakit dan label merek serta Packing aja

    Sapi ==> 70% impor dari Australia

    Buah dan Sayur ==> 60% impor

    Minyak Bumi ==> 40% impor

    Furniture ==> 30% Import, kemungkinan akan naik terus

    DST……………….

    Rupiah Anjlooookk………………………

    BELUM TERMASUK PEMBELIAN (IMPOR) 100 PESAWAT OLEH LION-AIR, DAN MASKAPAI LAINNYA, SAYA NGAK BANGGA BLASS…….

  7. saya akan benar2 kecewa pada pemerintah jika revisi perundangan mengenai import sapi tidak jadi dilakukan. Ketergantungan Indonesia pada Australia adalah pada produk gandum, live cattle dan garam. harusnya jangan sampai ada yang ketergantungan produk dari negara tertentu lebih dari 50%, mungkin harus ada perundangan maks 30% produk dari negara tertentu hingga keamanan nasional tetap terjaga. Kita lihat apa urusan dengan Australia bisa membawa hikmah atau malah makin memperjelas posisi lemah daya tawar negara kita akibat pemerintah yg lebay

    IMO, pertama sebelum pada elektronik dan alat alat teknologi tinggi, kita harus kembali berupaya pada swasembada pangan. minimal pada komoditi2 yang bisa dihasilkan di dalam negeri seperi rempah bumbu dan sayuran serta buah2an, gula, garam, beras, gandum, hewan ternak dan lain sebagainya. sebelum urusan fundamental akan kebutuhan dasar masyarakat beres ekonomi Indonesia tidak akan benar2 aman, dan IDR akan tetap lemah karena ketergantungan tinggi terhadap $US

    Pemerintah pasca orba dipengaruhi kartel pejabat2 ekonomi asuhan barat yang lebih suka mendatangkan barang import daripada swasembada pangan ala Soeharto. Pengusaha/Penguasa untung, Rakyat buntung.

  8. klo utk impor sapi australia mungkin msh blh kita pertahankan,disinilah kesempatan kita utk mendikte mereka..kita bs mendesak agar mereka mau menekan harga jual per kg nya antara 5rb-10rb/kg,dari harga (klo ga salah) saat ini sekitar 45rb atau 55rb/kg nya menjadi 35rb-45rb/kg nya.itulah syarat mutlak yg harus mereka penuhi jk mereka msh mau mempertahankan ekspor sapi mereka ke indonesia

    • Intinya daripada Mendag buang2 waktu cari negara pemasok sapi baru (India dsb yang kualitas sapinya gak jelas), lebih baik konsentrasi cari negara2 tujuan ekspor baru untuk diversifikasi pasar / peningkatan ekspor produk2 kita (=peningkatan penerimaan devisa).

      Apa lagi kalau konsentrasi juga terpecah ke RI-1 2014, hancur minah…

    • saat ini perundangan import sapi membuat pilihan RI sangat terbatas, dan keterbatasan ini menimbulkan ketergantungan. menggantungkan masalah pangan dgn skala prasentase besar pada negara seperti Australia melemahkan daya tawar politik. Import sapi, gandum dll tidak mungkin dihentikan sepenuhnya, yang saya harap adalah diversifikasi negara pemasok sambil meneruskan usaha meningkatkan kemampuan peternakan dalam negeri.

      Indonesia mempunyai 250jt perut yang harus dipenuhi kebutuhan pangannya setiap hari, jika beras, gula, gandum, sapi dan garam sera lain2 harus berasal dari import, maka berapapun hasil devisa export dari sektor non pangan lain akan tergerus kebutuhan import pangan. sementara semua yg disebutkan tadi bisa juga diupayakan agar dihasilkan di dalam negeri walau tidak bisa 100%

      • Sulitnya menteri dari parpol: tidak ada insentif untuk swasembada berbagai komoditas pertanian / peternakan. lebih baik semua impor (bawang merah / putih / beras / gandum /sapi), karena akan ada banyak importir yang berjuang untuk mendapatkan kuota impor. Di sini kroni separtai sang menteri masuk menjadi calo dan berpesta pora. Kalau semua swasembada? yang ada hanya para petani yang tidak bisa dimintai upeti -bikin suntuk…

        • sayangnya memang terlihat seperti itu kondisinya.
          daripada kerja keras “ngasuh” petani dan nelayan demi kemandirian pangan pemerintah lebih suka mendatangkan produk dari luar dan dapet sabetan kiri kanan in the process, walau artinya membunuh petani dan nelayan dalam negeri
          siapa sih sih yang mengusulkan para menteri di kementrian2 terkait? IMF? percuma IMF didepak tapi grand design-nya masih terus diterapkan

  9. Membahas masalah ekonomi tdk ada salahnya menengok founding father negara kita krn arah ekonomi indonesia sudah melenceng jauuuuuh dari tujuan semula , salah satunya yang kaya bukan negara nya tapi penyelenggara negara dan kroni nya he..

    Strategi dasar perekonomian

    Kita sedang dalam tahap revolusi nasional-demokratis. Pada tahap ini, seperti diterangkan Soekarno, tugas ekonomi kita adalah menghapus sisa-sisa imperialisme dan feodalisme di lapanngan ekonomi.

    Di sini, Soekarno menjelaskan, pada tahap nasional-demokratis mutlak diadakan mobilisasi seluruh potensi ekonomi nasional, baik potensi pemerintah maupun koperasi dan usaha swasta, guna meningkatkan produksi dan menambah penghasilan negara.

    Soekarno mengatakan: “..yang harus diselenggarakan sekarang ialah memperbesar produksi berdasarkan kekayaan alam yang berlimpah-limpah dan meletakkan dasar-dasar untuk memulai industrialisasi.”

    Soekarno menyakini, di negara baru merdeka seperti Indonesia, modal utama pembangunannya adalah kekayaan alam. Dengan demikian, titik tekan utama pembangunan adalah pertanian dan perkebunan. Disamping, pemerintah juga mulai mengelola kekayaan pertambangan.

    Ada yang menarik dari pemikiran ekonomi Bung Karno: ia meletakkan massa rakyat sebagai tulang-punggung pembangunan ekonomi. Nah, kekuatan massa rakyat inilah yang diolah dengan semangat gotong-royong. Inilah yang sering dilupakan ekonom-ekonom sekarang!

    Soekarno faham betul, bahwa sekalipun imperialisme bisa dipukul di dalam negeri, tetapi secara internasional ia akan terus menciptakan rintangan. Makanya, agar ekonomi Indonesia tidak terisolasi, maka mutlak kerjasama ekonomi dan perdagangan terutama dengan negara-negara “new emerging forces” (Nefo), yakni negara-negara anti-kolonial yang baru merdeka dan blok sosialis.

    Soekarno juga menganjurkan agar pembangunan dimulai dari “modal dan kekuatan yang kita punyai”. Saya kira, ini adalah prinsip dasar pemikiran Soekarno: “self-reliance” (jiwa yang percaya kepada kekuatan sendiri) dan “self help” (jiwa berdikari) —yang kemudian disempurnakan menjadi konsep Berdikari.

    Sumber Artikel: http://www.berdikarionline.com/bung-karnoisme/20120422/strategi-perekonomian-bung-karno.html#ixzz2m1FNAPSK

  10. Sekitar 15 tahun lalu saya duduk berdekatan saat sarapan di hotel (Jkt) dengan seorang tentara cewek bule. Yang menarik adalah sepatunya (mindset saya sepatu tentara adalah seperti sepatu TNI) yang mirip sepatu2 hiking/outdoor dengan desain ergonomis, tinggi lebih sedikit dari mata kaki.
    Selang beberapa lama saya baru tahu desain2 sepatu tentara Barat telah sangat berubah, sementara desain sepatu TNI masih jadul, masih seperti di foto cover buku Pengakuan Algojo 1965 / Tempo, 2013.

    Bisa diperhatikan pada foto pertama di atas.


    http://www.dhgate.com/product/infantry-walking-combat-boots-at-cl29-0017/154776721.html

    • Belum tentu sepatu modern kayak gitu tahan lama dan kedap air, bisa proteksi keseleo mata kaki, apalagi cocok untuk medan di Indonesia. Jadi ingat dulu sekali saya punya dan pake sepatu yg disebut Ceko dan Hongkong, kuat dan tahan lama termasuk sol-nya.

  11. Sekarang, sepatu TNI juga semakin bagus.


    Gak tahu, sudah seluruh satuan nggak ya.. ?
    Biasanya semakin tinggi pangkat, sepatunya semakin bagus dan empuk 😀

    • Wah iya mantap, yang lebih penting: lebih enteng sehingga tidak cepat lelah,,,

    • Pernah nyobain sepatu PDL punya Australia, memang lebih ringan dan empuk. Lebih dari itu, struktur sepatu tersebut fit…cocok mengikuti bentuk kaki kita sehingga terasa nyaman. Pas dibandingkan dengan PDL kita…memang berbeda, lebih berat dan tidak fit dengan tekstur kaki. Mungkin sekarang sudah diperbaiki. Semoga

  12. semua mmg harus menjadi perhatian,tdk ckp hanya sepatu,tentunya baju dan celana pdh,pdl,pdu jg hrs ditingkatkan kwalitasnya..satu lagi,mungkin sdh saatnya tinggi rata2 prajurit tni 175cm atau lebih..mengikuti perkembangan postur tubuh ideal laki2 asia,tentara china,korea,jepang,bahkan singapore memiliki postur lbh tinggi dr rata2 prajurit tni,bhkan china dan korea posturnya hmpir mendekati rata2 tentara amerika/eropa ..tinggi laki2 indonesia sdh diatas rata2 170cm,jd tdk sulit utk mendapatkan putra putri indonesia yg memiliki tinggi 175cm bhkan lebih!
    rasanya sdkt janggal jk melihat prajurit tni yg mungil memegang senapan ss dlm keadaan popor terbuka,saya yakin secara fisikologis sgt mengganggu prajurit tsb

    • secara fisiologis postur prajurit TNI tidak/belum terbukti mengganggu kemampuan untuk menguasai senapan serbu, bahkan pada AASAM 2013 prajurit TNI mengungguli prajurit2 Perancis, Australia, New Zealand, US, UK yang berpostur tinggi besar.

      dalam yonif ada kompi senapan dan kompi bantuan (senapan mesin berat, mortir), mungkin prajurit bule akan unggul jika senjata2 bantuan ini dipertandingkan, khususnya jika posisi menembak berpindah2 (menembak, berlari memanggul senjata ke posisi baru, menembak lagi dst).

      keuntungan lain untuk prajurit ki senapan, semakin kecil postur, semakin mudah berlindung

      • Dulu pernah ada penelitian, semakin rendah tinggi badan suatu bangsa, tingkat kerjasamanya lebih mudah dilatih daripada bangsa-bangsa yang tingginya diatas rata-rata. Sangat klop juga dengan sport misal bola, dimana tim-tim dengan tinggi badan rata-rata rendah sangat mengandalkan pergerakan yang memanfaatkan kerjasama tim seperti operan-operan pendek. Bukan berarti orang tinggi tidak bisa kerjasama, tetapi rata-rata latihan kerjasama antar orang yang tidak tinggi lebih mudah diterapkan.
        Nah dalam pertempuran, sistem yang mengandalkan kerjasama antar personil yang harusnya lebih sering dilatih…atau strategi mengandalkan kelincahan.

  13. Kalau mau kuat pemerintah dan militernya JAGA harga diri bangsa ini. Jangan jadi pengemis, dikasi hiba pesawat mau Tapi sok tegas dgn yg ngasih.Tolong banyak2 berkaca yang ngatur negara ini.

  14. Kalau mau kuat pemerintah dan militernya. JAGA harga diri bangsa,Jangan jadi pengemis selalu. dikasi hiba pesawat seneng tapi mau bertindak tegas dengan yg ngasi. Tolong banyak2 berkaca orang yg mengatur negara ini.

  15. kita tdk bicara tentang terganggunya kemampuan prajurit dlm menggunakan senapan(tni yg ikut AASAM2013 saya lihat tdk ada yg mungil/rata2 tinggi atau paling tdk 170cm),tetapi lbh bertujuan menuju postur prajurit yg ideal dan berkwalitas secara fisik maupun kemampuan individu..dgn postur saat ini saja sdh hebat,apalagi ditunjang dgn postur yg proporsional!

    • Saya bisa bilang postur mungil juara/hebat, sementara yang tinggi besar kalah, juara artinya ideal dan berkualitas.
      Jadi tidak perlu ada yang diutak atik.
      Dalam olahraga dikenal ‘rumus’ don’t change the winning team…

    • untuk pasukan pajangan (upacara, penyambut tamu penting, penjaga perbatasan (Korea)) postur prajurit sangat diperhatikan. sementara untuk prajurit reguler umumnya hanya tinggi minimal, dan tinggi tertentu untuk operator alat2 tertentu. jaman ketika perang sangat jarang berhadapan apalagi hand to hand combat ukuran badan pasukan memang tidak lagi menentukan.

      di perang masa depan prajurit dituntut lebih dituntut skill dan kecerdasan, sementara keberanian adalah jatah politisi 😀

  16. ketangguhan seorang prajurit tdk bs di ukur cm dr kompetisi di lapangan tembak,tp bgmn dia bs mendikte lawan dan menguasai keadaan di medan pertempuran sesungguhnya..ok,kita mengatakan bhwa prajurit kita jago tembak bahkan prajurit selevel amerika pun kalah..pertanyaannya,apakah prajurit kita sdh teruji ketangguhannya di medan pertempuran sebenarnya?
    Jgn cerita soal aceh,papua,timtim krn tdk bs dikatagorikan medan pertempuran krn yg di lawan adalah bangsa sendiri yg tdk memiliki skil tempur sebenarnya,itupun skala yg sangat kecil,tp yg menyedihkan ribuan prajurit tni yg “jago tembak” ternyata tewas dlm baku tembak cuma oleh “gerombolan” pengacau keamanan,bkn tewas baku tembak dgn “pasukan terlatih”..saya tdk bs bayangkan bgmn jk para “jago tembak” kita diterjunkan di medan pertempuran sedahsyat irak atau afganistan hehe
    Ternyata tentara yg disana walau tidak “jago tembak” dikompetisi tp mereka telah teruji dimedan pertempuran sebenarnya!

    • Ya.. mereka memang menang om, tapi karena ngeroyok..
      10 orang sasaran dikepung 500 serdadu…
      setelah sebelumnya drone mereka menghancur leburkan sarang sasarannya…
      Terus mereka nembaknya pake gatling, setelah dihancurkan sama Tank mereka…
      Itupun setelah dikasih bom asap dulu…om… hehehe..

      (cerita perang prajurit as di irak-afganistan) 🙂

      • Betul, jangan menggunakan perang yang melibatkan sekutu untuk mengukur parameter kemampuan prajurit. Perang teluk dsb itu adalah ajang untuk pamer teknologi senjata, supaya senjata barat laku di pasaran dunia. Makanya ada istilah betel prupen yang memang sengaja dihembuskan barat untuk mendown-grade level senjata buatan timur yang secara tertulis memang sering lebih unggul. Palagi terbukti begitu banyak tentara US yang stress sepulang perang teluk, menandakan secara mental sebagian besar mereka bukanlah pasukan gagah berani yang bertemperamen dingin ketika membunuh tentara musuh….masih ingat dulu berapa banyak rudal scud irak yang lolos meski dihadang barisan patriot. sebaliknya, begitu 2 rudal US gagal menyerang Siria karena pertahanan S-300 US langsung menghentikan tembakan rudalnya, karena mereka tahu bahwa 2 rudalnya betul-betul dihadang juga oleh 2 rudal dari SAM siria, bukan dihadang oleh puluhan rudal supaya tidak miss, berarti daya tangkalnya jauh lebih tinggi sistem buatan timur…

    • Kembali ke point awal anda:

      >mungkin sdh saatnya tinggi rata2 prajurit tni 175cm atau lebih

      >sdkt janggal jk melihat prajurit tni yg mungil memegang senapan ss dlm keadaan popor terbuka,saya yakin secara “fisikologis” sgt mengganggu prajurit tsb
      (asumsi saya maksudnya fisiologis, bukan psikologis)

      apa hubungannya dengan:

      >apakah prajurit kita sdh teruji ketangguhannya di medan pertempuran sebenarnya?
      (ternyata tentara yg disana -Irak/Afghan walau tidak “jago tembak” dikompetisi tp mereka telah teruji dimedan pertempuran sebenarnya!)

      • > mungkin sdh saatnya tinggi rata2 prajurit tni 175cm atau lebih –> setuju om

        >apakah prajurit kita sdh teruji ketangguhannya di medan pertempuran sebenarnya?

        –> mungkin harus kita redefinisi mengenai bagaimana “medan pertempuran yang sebenarnya” itu..
        Apakah model “invasi kolosal” seperti irak, afganistan, atau apakah pertempuran gerilya.???
        Kalau gerilya, mungkin ‘sejarah’ sudah mencatat indonesia sudah kenyang dengan gerilya.. Pasca kemerdekaan: Tritura, Konfrontasi dengan malaysia, pemberontakan2, Tim-Tim, Aceh, dan sekarang Papua.

        Atau mungkinkah maksud dari “medan pertempuran yang sebenarnya” itu adalah medan pertempuran “up 2 date” terbaru di kancah internasional???
        Kalo itu sih kita memang “cuman” sebatas tentara penjaga perdamaian, yang juga tidak kalah berat juga perjuangannya dibandingkan dengan peperangan yang sebenarnya.
        Ada beberapa contoh, salah satunya adalah pada saat misi Kontingen GAruda tahun 1957 yang ditugaskan ke kongo..
        Dengan strategi dan kecerdikan luar biasa, dengan “hanya” 30 orang dapat mengalahkan 3000 orang pemberontak yang sehari sebelumnya menyatroni markas mereka….. Coba bayangkan… Hingga kini mereka melegenda dengan julukan “Les Spiritesses” atau Hantu Putih. dan berbagai pengalaman2 perang yang membuat decak kagum komunitas militer internasional.

        Hanya tinggal menunggu waktu saja…. akan kita lihat kepiawain militer RI dalam dunia internasional….

      • dan mengenai prajurit2 “tidak jago tembak itu” tapi teruji saya punya pendapat:
        Tentara2 AS dalam menyerang sasaran,

        1. selalu mengedepankan pesawat pembom, bantuan kaveleri, darat dan laut, ataupun drone…
        2. sesudah bombardir air strike, cavalery back up, baru mereka mengirim pasukan infanteri untuk membersihkan sisa2 yang masih hidup..
        3. Bahkan korban tentara mereka lebih banyak sesudah pertempuran2 awal dibandingkan dengan invasi kolosal pertama.
        Tentara mereka “bertewasan” akibat IED / bom pinggir jalan dengan kekuatan dahsyat yang ditanam gerilyawan baik di irak maupun afghanistan…

        Saya kira serdadu2 dengan pengalaman pertempuran2 semacam ini tidak tepat mendapat predikat “teruji”.

      • Kalau tinggi min tamtama TNI ingin dinaikkan menjadi 175cm, setidaknya perlu diadakan penelitian kecil2an. Buat kompilasi data seluruh tinggi badan peraih medali di AARM dan AASAM, jika mayoritas dekat dengan tinggi 175 cm saya sih setuju saja2, jika lebih banyak disekitar 165 cm, ya jangan diubah ketentuannya, karena ada indikasi keunggulan pada postur dan tinggi badan sekian.

        Sepakbola adalah contact-sport, para pemain dapat berbenturan badan secara fair dan FIFA tidak menetapkan tinggi min. Jika ada aturan tinggi min mungkin kita tidak pernah mengenal Maradona, Messi, Aguero, Xavi, Iniesta, Alexis Sanchez, Modric, Cazorla, Arshavin, Eden Hazard, Juan Mata, Roberto Carlos, Lorenzo Insigne, Park JS, Kagawa dsb…

        Sementara prajurit infanteri baku tembak dengan peluru kaliber 5.56mm pada jarak 500 meteran , tanpa benturan badan, sehingga tidak urgent mengubah tinggi badan min…

 Leave a Reply