Menteri Pertahanan Malaysia Akan ke Rusia Bahas Barter Minyak Sawit dengan Pesawat Tempur

Su-35 seri prototipe pertama (foto : Twitter Kuryer)

JakartaGreater.com – Pembelian peralatan pertahanan dengan kesepakatan offset adalah jalan ke depan untuk menopang penjualan minyak sawit Malaysia.

Dan dengan harga minyak sawit yang melorot, perdagangan dengan sistem barter akan menyelamatkan pekerjaan dan bisnis jutaan warga Malaysia, kata Menteri Industri Primer Teresa Kok.

Menteri mengatakan perdagangan barter semacam itu akan menjadi pertanda baik untuk meningkatkan ekspor minyak sawit dan meningkatkan neraca perdagangan Malaysia dengan negara-negara asing.

“Kami sangat menerima kesepakatan offset perdagangan yang juga akan menyelamatkan kami dari valuta asing, sambil meningkatkan penjualan minyak sawit kami,” katanya mengacu pada kunjungan mendatang Menteri Pertahanan Malaysia Mohamad Sabu ke Rusia pada hari Sabtu.

Mohamad memimpin delegasi pertahanan tingkat tinggi ke Moskow dan dijadwalkan untuk bertemu Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dan Presiden Vladimir Putin, selama kunjungan empat harinya.

Menteri Pertahanan Mohamad sedang berusaha untuk terlibat dalam kesepakatan bernilai miliaran dolar untuk pengadaan perlatan pertahanan dan keamanan, termasuk pesawat militer, persenjataan dan perangkat lunak, untuk memacu penjualan minyak kelapa sawit melalui transfer teknologi dan pembagian pekerjaan.

Kemungkinan kunjungan Menteri Pertahanan berkaitan dengan masa depan armada 18 pesawat tempur Su-30MKM Angkatan udara malaysia dan MiG-29N Fulcrums yang grounded sebagaimana ditulis The New Straits Times.

Malaysia juga mempertimbangkan tawaran Rusia untuk pesawat tempur Su-35 atau bahkan Su-57E, dan delapan unit helikopter Ansat, helikopter Mil Mi-8/17 dan helikopter Kamov Ka- 32A11DC Rusia.

Juga ada kemungkinan masuk dalam agenda adalah pesawat latih Yak 130 untuk menggantikan pesawat latih Aermacchi MB339 buatan Italia.

Direktur Kerjasama internasional dan kebijakan regional Rostec State Corp – Viktor Kladov mengatakan Rusia berkomitmen untuk secara drastis meningkatkan pembelian minyak sawitnya dari Malaysia.

Kladov mengatakan bahwa Rusia bersedia membeli minyak sawit Malaysia dalam jumlah besar untuk meningkatkan neraca perdagangan bilateral, dengan kemungkinan trade-off untuk pengadaan senjata dan pertahanan.

Menteri Teresa Kok menambahkan bahwa banyak negara seperti Rusia telah menunjukkan minat dalam menggunakan minyak kelapa sawit sebagai biofuel, termasuk di sektor penerbangan.

The New Straits Times

Tinggalkan komentar