Apr 182019
 

Su-35 seri prototipe pertama (foto : Twitter Kuryer)

JakartaGreater.com – Pembelian peralatan pertahanan dengan kesepakatan offset adalah jalan ke depan untuk menopang penjualan minyak sawit Malaysia.

Dan dengan harga minyak sawit yang melorot, perdagangan dengan sistem barter akan menyelamatkan pekerjaan dan bisnis jutaan warga Malaysia, kata Menteri Industri Primer Teresa Kok.

Menteri mengatakan perdagangan barter semacam itu akan menjadi pertanda baik untuk meningkatkan ekspor minyak sawit dan meningkatkan neraca perdagangan Malaysia dengan negara-negara asing.

“Kami sangat menerima kesepakatan offset perdagangan yang juga akan menyelamatkan kami dari valuta asing, sambil meningkatkan penjualan minyak sawit kami,” katanya mengacu pada kunjungan mendatang Menteri Pertahanan Malaysia Mohamad Sabu ke Rusia pada hari Sabtu.

Mohamad memimpin delegasi pertahanan tingkat tinggi ke Moskow dan dijadwalkan untuk bertemu Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dan Presiden Vladimir Putin, selama kunjungan empat harinya.

Menteri Pertahanan Mohamad sedang berusaha untuk terlibat dalam kesepakatan bernilai miliaran dolar untuk pengadaan perlatan pertahanan dan keamanan, termasuk pesawat militer, persenjataan dan perangkat lunak, untuk memacu penjualan minyak kelapa sawit melalui transfer teknologi dan pembagian pekerjaan.

Kemungkinan kunjungan Menteri Pertahanan berkaitan dengan masa depan armada 18 pesawat tempur Su-30MKM Angkatan udara malaysia dan MiG-29N Fulcrums yang grounded sebagaimana ditulis The New Straits Times.

Malaysia juga mempertimbangkan tawaran Rusia untuk pesawat tempur Su-35 atau bahkan Su-57E, dan delapan unit helikopter Ansat, helikopter Mil Mi-8/17 dan helikopter Kamov Ka- 32A11DC Rusia.

Juga ada kemungkinan masuk dalam agenda adalah pesawat latih Yak 130 untuk menggantikan pesawat latih Aermacchi MB339 buatan Italia.

Direktur Kerjasama internasional dan kebijakan regional Rostec State Corp – Viktor Kladov mengatakan Rusia berkomitmen untuk secara drastis meningkatkan pembelian minyak sawitnya dari Malaysia.

Kladov mengatakan bahwa Rusia bersedia membeli minyak sawit Malaysia dalam jumlah besar untuk meningkatkan neraca perdagangan bilateral, dengan kemungkinan trade-off untuk pengadaan senjata dan pertahanan.

Menteri Teresa Kok menambahkan bahwa banyak negara seperti Rusia telah menunjukkan minat dalam menggunakan minyak kelapa sawit sebagai biofuel, termasuk di sektor penerbangan.

The New Straits Times

 Posted by on April 18, 2019  Tagged with:

  10 Responses to “Menteri Pertahanan Malaysia Akan ke Rusia Bahas Barter Minyak Sawit dengan Pesawat Tempur”

  1.  

    Indonesia di acuhkan.. lebih baik memilih yg pasti daripada PHP trus

  2.  

    DI ASIA TNI AU MENJADI LANGGANAN KE DUA SU.35 SETELAH PLA.
    MALONS ANTRI KEBELAKANG………. Muhehehehee

  3.  

    Mari kita berharap indonesia tidak disusul malaysia dlm akuisisi SU-35. Apa lagi kalau malay sampai belanja SU-57E yang ditawarkan juga oleh russia.

  4.  

    Saingan sama Indonesia tuh Malay. Kita mah cukup 1 ska Su35 di back up 1 ska Su27/30, 3 ska F16, 1 ska T50 golden eagle dan 10 ska JF17…..TNI top

  5.  

    negara kita sdh di berikan solusi.
    tp jadinya di birokrasi kita yg berbelit belit.

  6.  

    Selamat kepada Malaysia, negara anda beruntung masuk pakta US jadi ndak akan diembargo paklik SAM, ndak usah terlalu jauh bilang Su-35 yg akan kalian dapat Yak-130 pun jika Malaysia miliki masih jauh lebih battle proven dan lethal dibanding T50 TNI AU….selamat ya dan untuk TNI perbanyak saja pelatihan, diskusi, seminar, dan kirim sebanyak mungkin prajurit untuk peace keeper UN bukankah prajurit kita disana sangat terkenal sebagai friendly smile soldiers…penting citra kita di luar bagus lah perkara otot lemah ndak usah dipikir…toh aman kita ini. Belum lama patroli laut kita dikejar kejar kapal patroli dan helikopter Malaysia diwilayah perairan kita karena nelayan mereka mencuri ikan…ternyata tidak juga menyadarkan bahwa kita terlalu lemah terbukti tidak ada bantuan yg dalam sekejap bisa backup patroli laut kita yg dikejar seperti maling dirumah sendiri

    •  

      Pertama…itu bukan perairan indonesia..itu kawasan bertindih..jangan asal klaim

      Kedua…kalau benat itu kawasan indonesia…Di lanjutakan ke hukum internasional..Biar Malaysia di hukum…

      Ketiga…Faktanya..penahanan nelayan di kawasa bertindih itu jelas melanggar penjanjian malaysia-indonesia…Atas sebab ini..indonesia kirim officer ke malaysia tak lama setelah kejadian. Tujuan utk minta maaf….

  7.  

    Kita pernah di tawari s300 dan s400 tp kita malah ambil oerikon,rudal startrek dan nasam sekrg bayk negara mengincar membeli s400. Jd saya bingung kenapa itu bisa terjadi. Jd jangankan Rusia kita aja bingung apa yg ada di pikiran mereka. Jd dr PD bingung mgkin pihak Rusia milih yg pasti aja