Sep 272014
 
https://i0.wp.com/batamtoday.com/media/news/peresmian_kcr_menhan.jpg?resize=447%2C335

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, meresmikan lima kapal perang di Pelabuhan Batuampar, (27/9/2014). (batamtoday.com)

Batam – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Purnomo Yusgiantoro, meresmikan penggunaan lima kapal perang di Pelabuhan Batuampar, Sabtu (27/9/2014).

Kelima kapal perang tersebut yakni KRI Sidat 851 yang diserahkan kepada TNI Angkatan Laut, serta meresmikan empat kapal perang lainnya, KRI Surik 645, KRI Siwar 464, KRI Parang 647, dan KRI Terapang 648.

Kapal-kapal perang tersebut, terbuat dari baja khusus High Tensile Steel yang diproduksi PT Citra dan Palindo Marine Shipyard Batam. Bahan baja tersebut diproduksi PT Krakatau Steel, Cilegon.

KRI Sidat 861, merupakan jenis kapal cepat rudal (KCR) 40 dengan spesifikasi teknologi tinggi dengan panjang 44 meter, lebar 8 meter, tinggi 3,4 meter dan sistim propulasi fixed propeler 5 daun.

Kapal yang disiapkan untuk penambahan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI AL dalam mengamankan wilayah laut Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) itu, mampu berlayar dengan kecepatan 35 knot.

“Meski berukuran kecil, kapal ini lincah di segala medan. Selain itu, kapal ini juga dilengkapi dengan peluru kendali yang bisa menghadapi kapal besar,” kata Purnomo Yusgiantoro, dalam peresmian kapal-kapal tersebut, Sabtu siang.

Ditambah dengan KRI Sidat 851, sudah 5 kapal tipe KCR 40 yang diprosuksi di Batam. Sebelumnya, kapal perang seharga Rp73 miliar yang diperuntukkan menambah armada dan kekuatan TNI AL adalah KRI Alamang 644, KRI Clurit 641, KRI Kujang 642 dan KRI Beladau 643.

Kapal KCR 40 ini lanjutnya, dipersenjatai rudal anti kapal C-705 buatan China. Rudal-rudal itu ditempatkan di bagian buritan dengan posisi melintang. Pada bagian depan juga terpasang meriam Closed In Weapon System (CIWS) kaliber 30 mm, sementara di bagian anjungan belakang akan dipasang 2 buah meriam 20 mm.

Kapal KRI Sidat 851 nantinya akan digunakan untuk memperkuat pengamanan laut di wilayah armada barat (Armabar). Kapal ini cocok dengan karakteristik wilayah barat yang lautnya lebih dangkal karena bentuknya yang kecil. Rencananya kapal ini juga diturunkan dam HUT TNI Oktober nanti,” kata Purnomo.

Meskipun bentuknya lebih kecil dibandingkan kapal perang lain, namun kapal jenis ini bisa lebih cepat dalam melakukan manuver saat digunakan untuk penjagaan dan pengamanan di laut.

Sama dengan KCR 40 lainnya, KRI Sidat 851 diciptakan untuk operasi militer pertempuran dan perang, selain itu bisa digunakan dalam tugas TNI AL dalam menjaga keamanan laut,” tambahnya.

Peresmian tersebut ditandai dengan penyerahaan miniatur kapal dari PT yang memproduksi kepada Menhan RI secara simbolis, serta penandanganan peresmian. (batamtoday.com)

  111 Responses to “Menteri Pertahanan Resmikan 5 Kapal Perang”

  1. mantapp

  2. Mantap….

  3. mantabz pak Pur…moga dilanjutkan pemerintahan baru.

  4. WOW

  5. 10 besar

  6. lumayan nambah lagi

  7. Mantap TNI AL

  8. Makin mendekati berakhirnya pemerintahan pak SBY Alutsista makin banyak bermunculan. Clue dari om Nayarana mendekati kenyataan. Siapa yg suka hoeax.hoax akan tambah hoax hoax. He he he.

  9. Dalam peresmian ini langsung 5 buah kapal KCR 40 sekaligus diresmikan oleh pak Poer 😀

    …………………………..,,,,,,,,
    … … … … … … … … .„–~–„ .
    … … … … … … … ../:.:.:.:.:.|
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/
    … … … ._„„„„„„„_.);.;.;.;.;.;|
    … … … „-“:.:.:.:.:.:.”~-„;..;.;.;|
    … … .. (_„„„„„„—„„_:.:.:);.;.;…”„
    … … „-“:.:.:.:.:.:.:.:””-„/;.;.;.;.;.”„
    … .. (:.___„„„„„„„„„___);.;.;.;.;.;.;.|
    … .. /””:.:.:.:.:.:.:.:¯””\;.;.;.;.;.;.„”
    … . \:.__„„„„„„„„„„„„„„__/;;;;;;;;;;;/\
    … .. \.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.);;;;;;;;;;/:::\
    … … . \„„„„—~~~;;;;;;;;;;;;;„”:::::::\
    … … … . “””~~–„„„„„„„„„„„-“::::::::::::\
    like thiss.. 🙂
    !

  10. Tinggal tambah torpedo dan sonar, biar lebih gahar lagi,

  11. kecil2 cabe rawit. (KCR )

  12. Biar kecil tapi cabe2an kapalnya

    • Minimal bisa mengatasi penyelundupan dan perompakan karena banyak betul kerugian negara disektor ini, klo untuk perang menunggu jadinya PKR 105 daya pukul lebih besar

  13. Tanpa Kehadiran Bung PS_LS_NR_EW Dll Warung ini Menunya serasa kurang Maknyus…!! Hehehe.

  14. mananih foto kapalnya?

  15. KRI Siwar no.lambung 464
    Perasaan itu nomer lambung buat kasel
    maaf kalo salah…

  16. Mantap…barang goib..bermunculan…sippp dah…

  17. bung Gue, ke empat kapal lainnya; KRI Surik 645, KRI Siwar 464, KRI Parang 647, dan KRI Terapang 648, termaksud jenis kapal apa yah..?

    • biasanya klo nomer lambung kode 6XX masuk ke kapal cepal rudal, kapal cepat terpedo juga masuk seperti ajak class. Sedangkan nomer lambung 8XX masuk ke Kapal Patroli Cepat/kapal patroli ( khusus untuk KRI layang 801 sudah membawa rudal C-802)

      Untuk KRI Siwar kayaknya kode lambung salah di artikel tsb , harusnya bukan KRI Siwar 464 yang benar KRI Siwar-646. Krn kode 4xx biasanya masuk jajaran KS.

      Salam

  18. Nyimak sambil ninaboboin satria kecilku..

  19. piizz…..

  20. Nambah terus, lanjutkan!

  21. Joss tenan mg aja tabah trs sukur seng luweh jooss.amin

  22. Mantap,, tambah trz

  23. Banyakin KCR boleh. Tinggal dilengkapi drone pak Joko. Klop sudah kombinasinya

  24. Inilah hasil dari kepercayaan terhadap industri maritim strategis kita…jika kita punya dana melimpah mungkin seluruh galangan kapal dalam negri bisa di berdayakan semua…jd nantinya bisa swasembada KRI…awalnya KCR tp nanti ke depannya Destroyer

  25. Jossssss……

  26. Semoga terus diproduksi dengan pengembangan dan inovasi KCR 80, KCR 100, dst…

  27. hidup mbah Pur

  28. Rasanya jika diinstal 1 system oerlikon skyshield + rudal sam boleh tuh bung gue

  29. sexy dan kenceng ya…
    hehehe

  30. Nih kapal kecil2 nyedotnya hebat… nyedot keberanian lawan jadi menciut hingga nyalinya pupus

  31. Monggo silahkan bung penyimak….kemandirian alutsista kita mudah2an cepat tercapai…

  32. Busyet .. Gile lu ndro..5 kaprang sekaligus, emang kt udah beli ak630 brapa biji?trus radarnya pake apa neh?coba di install sonar dan SUT bikinan pt DI, lebih mematikan

  33. sesepuhnya ga plg2
    kayak bang toyib

  34. 1 tahun, 5 kapal? Impresive!!

    Terimakasih PT Citra dan Palindo Marine Shipyard Batam!

  35. Nyimak…

  36. Alhamdulilahh kaprang jadi tankkerpun meluncur. G perlu balik kpangkalan.

  37. Saya berharap selain KRI yang sudah ada, Indonesia bisa memiliki minimal
    – 1 Kapal Penjelajah (Pengganti RI Irian).
    – 9 Destroyer (Seperti zaman Bung Karno).
    Serta menambah jumlah KRI jenis Fregat.
    Mungkin untuk lebih irit dalam pendanaan, bisa membeli 8 Fregat Bremen Class milik Jerman yang sudah di pansiunkan.
    Meski bekas, sistem persenjataan Kapal ini cukup bagus, apabila terdapat kekurangan, saya yakin bisa di upgrade kembali

  38. C705 + ak630 mantap

  39. Bung Yogi, setahu kita di NKRi nda ada sejarahnya pemerintahan sah dikudeta militer kalaupun ada diluar NKRI …
    TNI BERSAMA RAKYAT NEGARA KUAT ..

  40. maju terus Indonesiaku ….

  41. Kandungan material baja dan lapisan bajanya beda dari sebelumnya. Teknologi stealth mungkin sudah ditambahkan dalam kaprang kali ini. Tinggal radar yg canggih dr PT LEN harus diinstal juga sempurna sudah.

  42. KCR-40 dan 60 ini masuk jenis kapal serang cepat (FAC) yg adalah sebuah kapal perang kecil, cepat, lincah dan ofensif dipersenjatai dengan rudal anti-kapal, senjata dan / atau torpedo. FAC biasanya dioperasikan di dekat daratan karena mereka tidak memiliki baik seakeeping dan serba kemampuan defensif untuk bertahan hidup di laut dalam (blue water). Ukuran kapal juga membatasi bahan bakar, muatan dan persediaan air. Ukuran mereka biasanya antara 50-800 ton dan dapat mencapai kecepatan 25-50 knot.

    Keuntungan utama FAC atas jenis kapal perang lainnya adalah relatif murah. Banyak FAC dapat digunakan dengan biaya yang relatif rendah, memungkinkan angkatan laut yang berada di posisi yang kurang menguntungkan untuk secara efektif mempertahankan diri melawan musuh yang lebih besar. Sebuah kapal kecil, ketika dilengkapi dengan senjata yang sama seperti kapal yang lebih besar, dapat menimbulkan ancaman serius untuk bahkan yang kapal terbesar. Doktrin di balik penggunaan kapal FAC didasarkan pada prinsip mobilitas lebih dari pertahanan.

    Ada beberapa perrtanyaan :
    Apa bedanya KCR-40 dengan 60 (selain lebih kecil, sehingga jarak jelajahnya kurang, juga membatasi bahan bakar, muatan dan persediaan air)? Sistem dan senjata juga sama, artinya doktrin penggunaannya juga sama. Mengapa mesti perlu 2 jenis? Bukankah ini akan menambah persoalan logsitik dan penyediaan awak kapal? Bukankah lebih baik konsentrasi saja pada KCR-60?

    Selain itu negara lain dengan kelas yg sama persenjataannya bisa jauh lebih banyak. KCR kita hanya mengusung 2 C-705 terlalu sedikit. Kenapa kita nggak bisa?

    Ambil contoh Ramadan class Mesir, 4 rudal Otomat dan meriam Oto Melara 76 mm.

    Atau Tarantul class Rusia , 4 x P-15 Termit/SS-N-2 Styx atau 4 x P-270 Moskit/SS-N-22 Sunburn atau 8 x Kh-35 Uran/SS-N-25 Switchblade anti-ship missiles.
    1 SA-N-5 SAM (1×4) MANPAD air defence missiles
    1 x 76 mm AK-176 dual purpose main gun
    2 x AK-630 30 mm gun or 1 x CADS-N-1 Kashtan CIWS (Close-in weapon system) pertahanan udara.

    • ane kira bisa2 sj kcr dibuat seperti itu tapi kembali lagi dana yang berbicara lihat saja dalam peresmianya kapal2 tsb masih kosongan tanpa senjata. selain itu tni mungkin butuh cepat karena tni masih kekurangan kapal untuk patroli

      • Masih kosongan tapi senjatanya ya itu saja.
        Menurut saya, lebih baik KCR-40 dihentikan, diteruskan dengan re-desain KCR-60 agar lebih gahar.

        • saya setuju dengan bung @Antonov tidak banyak manfaatnya lebih baik kembangkan KCR-60 lebih bisa gahar.

          • kalo misalnya pindah ke kcr 60 ane ok2 saja, tapi kata-kata tidak banyak manfaatnya itu yang bikin ane bingung trus kapal seperti apa yang menurut ente banyak manfaatnya secara kcr 40 dan 60 itu fungsinya hampir sama sebagai patroli. bukan kapal kombatan yang berdiri di front line,

    • Kalo emang menurut anda begitu, tapi kenapa tni masih aja beli/pesan kapal ini? Kenapa ga kcr 60 aja semua, saya yakin tni lebih tau dari anda

      • Bukan masalah siapa lebih tahu. Bukankah forum JKGR ini adalah forum diskusi alutsista? Komen ini adalah pendapat sy dengan data2. Boleh setuju atau tidak, monggo … he he he.

        • Kali ini ane setuju dgn bung Antonov, KCR 40 ini kesannya nanggung (menurut pribadi saya). Mengingat di negara lain kapal dgn kelas yang sama bisa membawa persenjataan yang lebih banyak dan lengkap.
          Kenapa tidak di kompakkan aja ke KCR 60 dgn persenjataan yang lebih diperbanyak dan lengkap. Tapi ya lagi-lagi kembali kepada User, kemungkinan KCR 40 ini sesuai dgn doktrin dan strategi TNI.

    • Salam kenal bung Antonov & warjag yang lain… Secara pribadi si saya sependapat dengan anda soal lebih memilih KCR-60 ini jika dilihat dari efektifitas fungsi… Hanya saya jg menganalisa dari sudut yang lain, mungkin TNI-AL punya pemikiran mirip dengan AU Rusia saat memutuskan membeli MiG-35 dan Su-35 (padahal mereka cm tertarik dengan Su-35), supaya kedua pabriknya terus hidup & bersaing mengeluarkan produk terbaik…. Mungkin TNI-AL dan pemerintah ingin memberi kesempatan pada galangan2 kapal di Indonesia untuk bisa tetap eksis & berkarya, dengan menggunakan produk masing-masing yang tentunya juga sudah sesuai syarat standar TNI-AL… Cm analisa dari tukang mainan plastik aja

    • Bung Antonov mungkin berkaitan dengan Strategi perang yang akan diterapkan saat pertempuran sudah berada di Tier ke 3 dan ke 4 Pertahanan kita..

      Dengan Strategi Gerilya laut mana yang sebagai kapal pemukul dan mana kapal sebagaiperan kucing kucingan dan bersembunyi di antara kepulauan dan karang .. atau yang berperan sebagai Kapal ASW.
      Disaat pertempuran sudah di Tier ke 3 dan 4
      armada kapal Tier ke 1 dan ke 2 Sudah pada rontok.

      Fungsi yang kedua sebagai kapal patroli cepat litoral baik yang 40 maupun yang 60

      Maaf koment awam tukang warnet sahaja

      • sepakat, bahkan AL iran /syria yang menggunakan speedboat untuk mengusung c-802 menciptakan asimetri yang menyulitkan lawan, jika ingin ditembak dengan rudal anti kapal, lebih mahal rudalnya, ditembak dengan kanon kalah kauh jangkauannya dari rudal lawan…

    • Sepertinya KCR-40 itu ditempatkan untuk kawasan Barat dan KCR-60 unduk kawasan Timur.

  43. Kalau sdh di Instal Rudal C-705 berarti radarnya jg di Install jg y..?

  44. bung jalo, yayan,nara,dll, tolong dong tampil lagi….jangan ngilang begini…..

  45. pemilihan 2 tipe ukuran kapal cepat saya rasa sdh melalui kajian yg cukup matang bung @antonov, dengan mempelajari medan dan jenis tantangan yg dihadapi misal untuk mengejar kapal nelayan asing yg mampu bergerak cepat dan menyelinap diantara pulau yg sempit serta dangkal tentu diperlukan kapal bertonase lb kecil dari kcr 60.oleh sebab itu tni mengambil opsi untuk membuat kcr 40.

    • Doktrin KCR itu menurut saya bukan utk menghadapi nelayan asing/ pencurian ikan di ZEE. Lha wong pake rudal. Lagian untuk pengamanan ZEE kan sudah ada Bakamla.

      • Bung @antonov, mhn maaf saya awam. Saya komentar skdr memperdalam ilmu dan pemahaman dari Anda. Saya setuju dgn pndapat Anda. Tp seingat saya prnh baca komentar salah satu sesepuh di artikel sblmnya, bhw memperbanyak pengadaan KCR 40 dan 60 itu dimaksudkan utk “main keroyok” (saya tdk ingat istilahnya) jika konflik terjadi. Jika demikian mksd user memperbanyak KCR 40/60, bagaimana mnrt analisa Anda???

        Mhn maaf saya yg awam, dan terima kasih telah berkenan berbagi ilmu dan pemahamannya bung @antonov.
        Salam Jaya NKRI…!!!

        • Istilahnya wolfpack bung wedus (ati ati bung dah dekat idul adha :mrgreen: ) artinya serangan kawanan serigala…persis seperti kawanan serigala yg mengeroyok mangsa yg lebih besar kemudian setelah berhasil bagi bagi dagingnya secara damai….

          Taktik ini digunakan U Boat jerman dlm battle of atlantic untuk menyerang konvoi kapal sekutu…sebagian KS bertugas untuk memancing keluar kapal pengawal keluar formasi (decoy) sebagian lagi bertugas mentorpedo kapal konvoi yg ditinggalkan pengawalnya itu satu persatu sampai ludes di telan laut…

          Memang ide itulah yg mendasari taktik perang KCR….tp masalahnya memang untuk meneggelamkan kapal berbobot 1500 ton dua rudal C705 masih cukup…tp kalau diatas itu masih kurang…untuk itu diperlukan lebih dari dua KCR untuk menyerang sebuah fregat atau destroyer…

          Contohnya saat destroyer INS Hanit dihajar C802 hisbullah yg lebih besar dr C705 cm rusak medium saja tdk tenggelam dan masih bs pulang kepangkalan…itu bukti bahwa satu dua rudal ukuran kecil blm sanggup untuk menenggelamkan kapal sekelas fregat/destroyer…kalo yakhont djamin bubar…

          • Bung @wehrmacht, ikhlas kok klo memang terpilih pada Hari Raya Idul Adha (qurban), heheheee…

            Terima kasih pencerahanya Bung wehrmacht.
            Sayang ada yg kurang, Anda blum/tdk memaparkan analisa atau pandangan Anda apakah TNI kita cocok jika menerapkan strategi wolfpack trsbt jika trjd konflik dgn negara2 tetangga kita ato negara2 besar semisal ASU ato China???

            Sblmnya terima kasih Bung wehrmacht, dan ditunggu lg pencerahannya sambil slupuuuud kopiiii, sedot udude…

          • Wolfpack akan sulit diterapkan kalau melawan ASU karena mereka punya sistem AEGIS yg bs memetakan ancaman yg paling potensial….tp kalau melawan cina masih bisa karena cina masih inferior dlm perang elektronik….

            Tp kalau cm buat melawan sonotan,sonora dan spore sih taktik ini ideal sekali….

          • Atau disebut dengan IStilah Bee swarm

          • Nah ini bung satrio ahlinya datang…ane amit mundur dulu…malu kalo salah 😀

          • bung wehrmac ,, hahaha bisa aja,,
            Lanjutin,, ane mau rtb , IShoma dan ngudud

      • Salam kenal bung Antonov & warjag yang lain… Secara pribadi si saya sependapat dengan anda soal lebih memilih KCR-60 ini jika dilihat dari efektifitas fungsi… Hanya saya jg menganalisa dari sudut yang lain, mungkin TNI-AL punya pemikiran mirip dengan AU Rusia saat memutuskan membeli MiG-35 dan Su-35 (padahal mereka cm tertarik dengan Su-35), supaya kedua pabriknya terus hidup & bersaing mengeluarkan produk terbaik…. Mungkin TNI-AL dan pemerintah ingin memberi kesempatan pada galangan2 kapal di Indonesia untuk bisa tetap eksis & berkarya, dengan menggunakan produk masing-masing yang tentunya juga sudah sesuai syarat standar TNI-AL… Cm analisa dari tukang mainan plastik aja

      • Saya jadi ingat dengan analisa bung@nowyoudont,.”KCR 40 dan 60 mungkin bisa dikategorikan Litoral Combat Ship alias Kapal tempur pesisir.
        Trend ini (kapal perang pesisir) menunjukan arah dimana pertempuran masa depan akan terjadi. Secara luas -IMO- di perairan relatif dangkal di LCT dan LCS.
        Design multi hull type 022 mungkin bisa diterapkan juga pada KCR40/60″ (As dan Jepang Mengembangkan Kapal Tempur Pesisir”).

  46. Jgn ada lagi yg komen kalau pemerintahan SBY gak pro produk dalam negeri ya. Ini bukan wacana lagi… 😀

    • @bung sanjaya

      saya secara pribadi memang sungguh mengesankan pak sby diakhr masa kepemimpinan beliau dibidang hankam(alutista), sayang diakhr masa tugasnya pula tentang perpolitikan sdg dipertaruhkan (pilkada) ,semoga semua para politikus bisa memberikan terbaik untuk negeri ini.

      terima kasih pak sby
      maaf cucu lancang

  47. Missiom accomplished

  48. He he selama Konsepnya MEF yg berarti patokanya kuantitas maka jangan harap kualitasnya gahar…selip selip kita jadi junkyard nya ASU karena memenuhi MEF dgn ROAME (rongsokan amerika).tempo hari ASU JG menawarkan Frigat Oliver Hazard Perry class barengan dgn elang botak…untung ALRI gak mau karena teknologinya sekelas dgn Van Speijk Class…

    Kita ini sedang diincar ASU-Inggris agar cm punya alutsista banyak tp kualitasnya memble…caranya kita dihibahin rongsokan dgn biaya upgrade tinggi…toh yg mau dihibahin memang mau discrap jg…untung belipat lipat…biaya simpan hilang,gak hilang waktu buat ngurusin rongsokan,dana segar tersedia buat riset selanjutnya dan yg terpenting,musuh potensial tdk punya alutsista yg punya efek deterjen…

    Alutsista buatan dalam negeri mungkin sederhama namun itulah efek gentar yg sesungguhnya…musuh kita tdk dpt menerka apa yg kita tanam didalamnya dan terbuka untuk ditingkatkan kualitasnya secara mandiri…

    Secanggih apapun alutsista yg kita punya kalau buatan luar sdh disiapkan antidotnya…sesederhana apapun alutsista buatan sendiri musuh sulit untuk menerka kekuatannya…

  49. Mantab, semoga disetiap peresmian alutsista baru nantinya pesan pada banner selalu ” Aku cinta 100 % buatan Indonesia”. Semoga, amin. Moga sehat2 semua, kangen dgn para sesepuh( Bung PS, Bung Yayan, dll) . Salam NKRI

  50. berarti dalam perang kapal kagak mutlak harus nenggelemin kapal, udah bisa ngerusak yg bisa mempengaruhi kinerja sistem persenjataan n navigasinya ntu dah lebih cukup..bener begino bang wehrmacht ozawa 😀

    • kepleset, nginjek lendir..

    • taktik sniper, biarkan terluka agar ada yg nolong buat diberondong..tapi ntu di pilem, mungkin kalo beneran dah pada nafsu buat exe habisin target..

      • Jd ingat tawuran masa2 remaja. Lawan 15 org. Satu dibacok, terkapar, berdarah2. Mental 10 lawan down, lari terbirit2. Sisa 4. Eh cuma satu yg melakukan perlawanan (yg mestinya 4 org), smntr 3 lainya sibuk gotong kawannya yg terkapar bersimbah darah.

        Heheheeee…baru tau trnyata filosofis tawuran jalanan bisa dipakai sbgai taktik/strategi perang skala besar juga yaaaaa….

        Setuju bung lare sarkem & bung wehr…

  51. Itu memang doktrin sejak era kastaf ASU George C Marshall…tidak akan meninggalkan teman diseorang pun belakang…mayatnya pun akan di gotong pulang sebisa mungkin…

  52. Kalo dilengkapi torpedo dan sonar mungkin lebih okeh ini KCR khusus buat anti kapal selam hahahahha

  53. SALAM NUSANTARA AGUNG

  54. Bagaimanapun kita berbangga atas kemandirian dalam segala bidang, termasuk industri Alutsista

  55. Bukane KRI Sidat 851 itu ikutnya kapal Patroli (SATROL) PC-43…. biar jadi temannya KRI Pari 849 dan KRI Sembilang 850, cuma yg 849 & 850 buatan Palindo Marine Shipyard, yang 851 buatan Citra Shipyard…. kalau yang KRI Surik 645, KRI Siwar 646, KRI Parang 647 (buatan Palindo Marine) dan KRI Terapang 648 (buatan Citra Shipyard) ikutnya baru Kapal Cepat Rudal (KCR) 40 di satuan Kapal Cepat (SATKAT), antara buatan Palindo dan Citra memang sedikit berbeda…..

 Leave a Reply