Jun 212019
 

Surabaya, Jakartagreater.com – Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu kunjungan kerja ke AAL, dalam rangka memberikan pengarahan kepada seluruh Taruna dan anggota tetap AAL pada Kamis 20-6-2019 di gedung Maspardi AAL, Bumimoro, Surabaya.

Kunjungan Menhan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu beserta rombongan, disambut dengan Vallreef dan Gordon Taruna AAL, selanjutnya diterima Gubernur AAL Laksamana Muda TNI Edi Sucipto, S.E. M.M., Wagub AAL Brigjen TNI (Mar) Endi Supardi, S.E. dan pejabat utama AAL di gedung R. Soebijakto Mako AAL, dilanjutkan acara foto bersama.

Usai foto bersama, rombongan tamu, para pejabat utama AAL, Wagub AAL dan Gubernur AAL mendampingi Menhan RI masuk ke dalam gedung R. Soebijakto Mako AAL.

Ketika berada di dalam gedung, sempat terjadi perbincangan tentang rencana pengerukan anjungan Halong yang berada di kawasan AAL, sambil menunjukkan denah miniatur AAL di lobi Gedung R. Soebijakto AAL.

Gubernur AAL mengungkapkan harapannya kepada Menhan RI bahwa anjungan Halong, kedepannya apabila sudah dikeruk bisa dijadikan tempat sandar KRI Dewaruci dan KRI Bimasuci bahkan musium apung TNI AL, sehingga bisa menjadi tempat destinasi wisata umum yang menarik di wilayah Jawa Timur.

Selanjutnya, Menhan RI beserta rombongan dan para pejabat AAL bergeser ke gedung Maspardi AAL, dalam rangka pengarahan Menhan kepada seluruh Taruna dan Antap AAL.

Pada acara pengarahan Menhan RI di gedung Maspardi, Gubernur AAL Laksda TNI Edi Sucipto, S.E. M.M., dalam kata pengantarnya mengatakan, atas nama lembaga menghaturkan selamat datang dan terima kasih serta penghargaan setinggi-tingginya atas kesediaan Bapak Menhan RI untuk meluangkan waktu dan memberikan perkuliahan tentang bela negara kepada seluruh Taruna dan Antap AAL

Pada kesempatan tersebut, Gubernur AAL juga menyampaikan situasi perkuliahan Taruna AAL sudah memasuki Semester Genap, dimana taruna tingkat IV angkatan 64 sudah memasuki Semester 8.

Pada tanggal 16 Juli 2019, Insya Allah para taruna tersebut akan dilantik menjadi Perwira TNI di Istana Merdeka, Jakarta. Selain itu, agar terjalin komunikasi yang baik, Gubernur AAL menyampaikan curriculum vitae Menhan RI kepada seluruh peserta yang mengikuti pengarahan Menhan.

Dalam pengarahannya tentang bela negara, Menhan RI mengatakan kepada para Taruna dan Antap AAL, ancaman yang dihadapi bangsa Indonesia begitu kompleks dan multidimensional.

Ancaman tersebut, diantaranya ancaman nyata seperti radikalisme, bencana alam, cyber, perampokan, pencurian sumber daya alam dan lain-lain.

Selanjutnya, ancaman belum nyata seperti perang terbuka dan yang terakhir, ancaman yang paling berbahaya adalah yang mempengaruhi mindset atau pola pikir sehingga dapat memecah belah persatuan bangsa.

“Untuk itu, satu-satunya simpul dan benang perekat persatuan nasional yang tidak akan pernah berubah sampai kapanpun, yaitu TNI dengan jiwa Sumpah Prajurit, Sapta Marga dan Delapan Wajib TNI-nya,” ungkap Menhan RI.

Kepada para Taruna AAL, Menhan RI memberikan beberapa penekanan, yaitu kelak ketika para taruna menjadi perwira TNI, tampillah sebagai perwira TNI yang profesional pada bidangnya dan fokus pada tugas pokok yang diberikan, jadilah pemimpin yang senantiasa menjadi solusi dari setiap permasalahan dan bukan sebaliknya malah menjadi masalah serta menjadi duri bagi organisasi.

Selain itu, agar menjadi perwira yang memiliki kepribadian Merah Putih, loyalitas tinggi, disiplin dan solid, sehingga TNI senantiasa disegani dan dihormati oleh rakyat.

“Ilmu pengetahuan memang faktor penting menjadikan generasi bangsa yang cerdas, namun kecerdasan tersebut tidak akan berarti apa-apa jika tidak diperkaya dengan karakter dan wawasan kebangsaan yang kuat,” tegas Menhan RI.

Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab bagi para Taruna AAL. Usai sesi tanya jawab, acara dilanjutkan makan siang bersama Taruna AAL, Menhan RI beserta rombongan, Gubernur AAL, Wagub AAL dan seluruh pejabat utama AAL serta para pendukung di Ruang Makan Taruna, gedung RD. S. Hadiwinarso.

Hadir pada acara tersebut, Irjen Kemhan Laksamana Madya TNI Dr. Didit Herdiawan Ashaf, M.P.A., M.B.A., Dirjen Kuathan Kemhan Mayor Jenderal TNI Ida Bagus Purwalaksana, Dir Bela Negara Ditjen Pothan Kemhan Brigjen TNI Tandyo Budi Revita, S.Sos., Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol. Drs. Toni Harmanto, M.H., Kasgartap III/Surabaya Brigadir Jenderal TNI (Mar) Lukman Hasyim, S.T., M.Si.(Han) dan segenap pejabat jajaran Kemenhan RI.
(Bagpen AAL).

Bagikan: