JakartaGreater.com - Forum Militer
Mar 062015
 

image

Jakarta – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu didampingi Dirjen Pothan, Timbul Siahaan Kamis (5/4) menerima kunjungan Presiden Direktur Thales Nederland, Leonard Francois Greindl, di Kantor Kemhan RI, Jakarta.

Maksud kunjungan Presdir Thales Nederland tersebut untuk menyampaikan kepada Menhan tentang kerjasama yang selama ini telah dilaksanakan dengan PT. LEN, dan diharapkan dapat mengembangkannya ke arah kerjasama yang lebih bervariasi lagi.

Integrated mask (tiang dan komunikasi (bulat) yang menonjol di tengah kapal)

Integrated mask (tiang dan komunikasi (bulat) yang menonjol di tengah kapal)

Thales Nederland adalah perusahaan terkemuka yang bergerak di bidang: pertahanan, transportasi dan keamanan. Untuk urusan pertahanan, produk mereka bergerak di bidang combat and management system; radar seperti: antena radar AESA untuk pendeteksian di permukaan maupun udara di lingkungan maritim. Mereka juga membangun radar jarak jauh 3D SMART-L EWC yang mampu mendeteksi wilayah udara, luar angkasa dan target permukaan, yang dikombinasikan dengan teknologi AESA dengan Dual Axis Multi-beam processing.

Thales Nederland juga membangun Integrated Mask (tiang pancang/ tower utama kapal perang, sebagai solusi antara pembangunan kapal dan sistem sensornya. Selama ini persoalan antena dan peralatan lainya sering saling membatasi kemampuan masing-masing modul. Thales Nederland membangun Integrated Mask dengan pendekatan integrated topside untuk mengintegrasikan seluruh sensor dan komunikasi antena dalam satu superstruktur.

(Kemhan.go.id).

Bagikan :

  24 Responses to “Menteri Pertahanan Terima Kunjungan Thales Nederland”

  1.  

    SISTEM AEGIS MASBRO ….

  2.  

    Great

  3.  

    semoga lancar

  4.  

    Maaf boleh tahu kehebatan Sistem Aegis itu apa? Untuk yang dari blok timur sistem apakah ada sistem yang serupa?

  5.  

    Sistem radarambil sebanyak2nya+ tot cover seluruh kawasan dr ujung ausi sampek ujung cina, gmn om joko dolar kok naik tajam janjimu mana mana?????

  6.  

    A. Perangkat Radar Aegis

    Radar AN/SPY-1
    Yang menjadi “Mata” utama dari Aegis adalah radar AN/SPY-1 yang merupakan piranti pendeteksi berkekuatan sangat tinggi (4 juta watt) mampu menjejak lebih dari 100 target di udara dan memandu rudal kearahnya untuk menghancurkan.
    Dengan daya sebesar itu, pada jarak 20 mil perangkat Radar Warning Receiver (RWR) yang terpasang pada pesawat tempur beresiko rusak terbakar karena sengatan radiasi elektromagnetik berkekuatan tinggi dari radar Aegis. Varian pertama dari radar ini yaitu AN/SPY-1A yang terpasang pada kapal penjelajah USS Ticonderoga (CG 47) dan punya daya endus sampai sekitar 100 mil laut (180 km).
    AN/SPY-1 merupakan jenis radar passive electonically scanned phased array yang terdiri banyak antena kecil yang pancaran gelombang elekromagnetiknya bisa diatur sedemikian rupa sehingga menyebar seperti radar biasa atau bisa difokuskan menyorot ke satu titik.
    Varian terbaru dari radar jenis ini adalah AN/SPY-1F dengan kemampuan endusnya sekitar 200 mil laut (370 km).
    Selain Radar AN/SPY-1 sebagai radar utama multifungsi, sistem Aegis juga menggunakan radar-radar pendukung lainnya seperti AN/SPS-55 sebagai radar pencari sasaran permukaan, AN/SPS-49 sebagai radar pencari sasaran udara, AN/SPS-64 sebagai radar Navigasi, AN/SPQ-9 sebagai radar kendali tembak meriam dan AN/SPG-62 sebagai radar iluminator. Kekuatan radar-radar pendukung tersebut memang tidak sekuat radar Utama yaitu AN/SPY-1.
    Beberapa perangkat deteksi juga diusung oleh Sistem Aegis untuk kapal selam, yaitu AN/SQQ-53C, AN/SQQ-89 dan Sonar tarik (towed sonar) AN/SQR-19B. Apabila terjadi peperangan dan melibatkan kapal selam maka seluruh koordinasi deteksi dan penjejakan target diatur melalui perangkat AN/SQQ-89. Sonar-sonar ini berfungsi sebagai komplemen dari fungsi antikapal selam yang diemban oleh kapal selam kelas Los Angeles (SSN 668) dan helikopter serta pesawat antikapal selam. Selain itu sistem Aegis memiliki kemampuan komunikasi antar kapal (ship to ship data link), yang memungkinkan semua kapal-kapal yangdilengkapi dengan sistem ini dapat berkoordinasi dan bekerjasama (CEC : Cooperative Engagment Capability) dalam artian bahwa apabila dalam pertempuran salah satu kapal Aegis mengalami kerusakan parah akan tetapi masih memiliki persediaan rudal, maka kapal lain yang masih baik kondisinya bisa memandu rudal yang diluncurkan dari kapal yang rusak tadi.

    B. Perangkat Komputer Aegis

    Sebagai “Otak” dari sistem ini adalah Komputer seri UYK, mulai generasi awal UYK-7 dan UYK-20 sampai dengan yang paling gres yaitu UYK-43/44, yang terpasang pada 9 kapal kelas Ticonderoga terbaru serta kelas Arleigh Burke.

    Semua koordinasi dan kendali dilakukan dari dalam ruangan yang sangat terlindung yang dinamakan CIC (Combat Information Center).

    C. Helikopter.

    Untuk menutupi kekurangan dari radar AN/SPY-1, dimana jarak jangkau radar yang dibatasi oleh bentuk muka bumi yang bulat (Over The Horizone/OTH) yaitu sekitar 50 mil laut (90 km) sehingga target yang terbang rendah tidak dapat ditangkap oleh radar, maka digunakanlah helikopter yang telah dilengkapi sistem radar LAMPS (Light Airborne Multi Purpose System) sebagai mata tambahan yang terbang pada wilayah batas radar tersebut.
    Helikopter yang digunakan adalah dari jenis Sikorsky SH-60 Seahawk LAMPS Mk.III yang merupakan varian dari Blackhawk US Army dan USAF.

    •  

      Terima kasih atas pencerahannya Bung MERDEKA ATAOE MATI, kalau dari blok apa sudah ada sistem yg menyamai AEGIS

      •  

        Ada bung namanya AENIS, anak gadis pak RT kampung rambutan… 🙂
        sorry just kidding…biar pagilebih semangat.

      •  

        @4rdi blok timur dipakai oleh JMSDF kapal destroyer jepang, tipe kongo dan atago class.

        •  

          @4rdi kalau pertanyaan anda sistem serupa yg menyamai aegis, Jepang mengembangkan sistem manajemen tempur dan sensor “ATECS” pada kapal destroyer Akizuki class DDG sebagai tandingan AEGIS, ATECS bisa dikatakan sistem ‘aegis’ nya jepang.

          “The Akizuki class achieves the C4ISR improvments with an OYQ-11 advanced Combat Direction sub-System (CDS), the FCS-3A AAW weapon sub-systemm and the OQQ-22 Integrated Sonar System over the earlier Takanami class DDGs. All of these new systems combine to create Japan’s own indegenous ATECS battle management system and sensors that rival the AEGIS capabilitiy. ATECS is routinely referred to as the Japanese “AEGIS.”

          “ICWI:Japan worked closely with Thales to develop the X band Mid Course Guidance with Sampled Data Homing system for ATECS. This capability is called ICWI. The Japanese system allows their vessels equipped with ATECS to intercept numerous simultaneous incoming missiles. Japanese scientiest, working with Thales, indicate their belief that each single JMSDF vessel equipped with ATECS has the targeting, tracking, and simultaneous launch capability of two to three Arleigh Burke class destroyers.”

          •  

            Terima kasih banyak atas pencerahnnya bung PapaAugusta..
            Semoga Ilmuan Indonesia bisa membuat yg seperti AEGIS atau ATECS bahkan semoga lbh baik…

    •  

      Sepertinya CMS yang akan di bangun Thalles & PT. LEN lebih gahar daripada AEGIS….

  7.  

    semoga indonesia bisa bikin sendiri radar canggih.radar sangat penting bagi kedaulatan indonesia.ada rudal ga ada radar sama aja NOL. apa mungkin radar bisa di jammer klo make radar dri luar negara?

  8.  

    semoga industri alusista dalam negeri bisa belajar dan memetik manfaat dari kerja sama ini

  9.  

    saya lebih suka dengan mentri pertahanan yang dulu, yg skrg kelihatannya memble. 🙁

  10.  

    lebih percaya buatan dalam negeri

  11.  

    Bukannya aegis system itu buatannya lockheed martin? Sepengetahuan saya produk dari thales netherland yaitu TACTICOS CMS, SMART radar dan ciws Goalkeeper. Mungkin kerjasama yang di maksud adalah pemasangan cms dan 3d radar pada pkr sigma dan melibatkan pt Len sebagai syarat ToT. Tidak menutup kemungkinan pengembangan radar maritim bersama dengan pt Len 🙂

    •  

      yes, Aegis lockeed Martin punya. dan artikel diatas memang tidak membicarakan Aegis, kebetulan saja ada yg nanya soal Aegis atau yang inisiatif PD. tapi hal menarik jika integrasi radar eropa (thales) dengan sistem Aegis (US) :

      “In 2009, a joint U.S.-Netherlands study concluded SM-3 could be integrated with the Signaal Multibeam Acquisition Radar for Tracking-L (SMART-L) and Advanced Phased Array Radar (APAR) sensor suites, providing non-AEGIS ships a viable missile defense capability. 20 such radars (or their derivatives) are already deployed with frigates and destroyers of six NATO navies, including four DutchDe Zeven Provinciën class frigates, three German Sacsen frigates and three Danish Navy Iver Huitfeldt class frigates.”

      http://defense-update.com/20130311_integrating-european-radars-with-aegissm-3-missile-defenses.html#.VPlaKnyUe50

      •  

        terus kabar kerjasama dengan lockheed martin untuk pengembangan radar untuk tni au sudah sampe’ mana @bung Papa? ada info-info lainnya?

        •  

          kerjasama lockheed dengan PT CMI yg tahun 2012 maksudnya? Maaf untuk perkembangannya saya kurang tau.

          -radar AN/TPS-77 (lockeed) ataupun CM-77 (PT CMI) semuanya mengandung komponen modul buatan CMI. beroperasi dalam frekuensi L-band 1-2 ghz, jangkauan 250 nm (463 km) dengan kemampuan mendeteksi sasaran di bawah horizon hingga -6 derajat, Jika radar ini ditaro diatas bukit maka mampu mendeteksi penerbangan pesawat atau helikopter yang terbang rendah mengikuti kontur lembah. PT CMI sebelumnya berhasil membuat microwave signal processor untuk pesawat F-5, F-16 waktu diembargo.

 Leave a Reply