Dec 192014
 
Kapal Vietnam yang berhasil ditangkap TNI AL Kepri saat mencuri ikan akan ditenggelamkan, Jumat (5/12/2014)

Kapal Vietnam yang berhasil ditangkap TNI AL Kepri saat mencuri ikan akan ditenggelamkan, Jumat (5/12/2014)

Jakarta — Pemerintah Provinsi Ba Ria-Vung Tau, Vietnam, melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Ho Chi Minh City, memohon izin kepada Pemerintah Indonesia agar 1.928 kapal nelayan dapat berlindung di perairan Indonesia.

Kapal-kapal dengan 13.399 awak kapal itu butuh perlindungan untuk menghindari terpaan badai. “Saya ingin menyampaikan penghargaan ke Kedutaan Besar Vietnam atas good will, atas niat baiknya,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di kantornya, Kamis (18/12/2014).

“Hari ini, kami dapatkan surat dari mereka yang intinya memohon perlindungan untuk 1.928 kapal nelayan Vietnam yang membawa 13.399 awak untuk mereka dapat berlindung dari serangan badai di sekitar Kepulauan Natuna,” lanjut Susi.

Menurut Susi, permohonan tersebut menunjukkan iktikad baik Vietnam untuk membuka diri dengan banyaknya kapal mereka yang berkeliaran di Laut China sampai Natuna.

“Jadi, dari situ kita melihat jelas bahwa memang sudah terlalu banyak kapal penangkap ikan asing yang merambah dan menjarah lautan kita,” kata Susi.

Susi menyebutkan, permohonan tersebut didasarkan kekhawatiran akan adanya badai topan (thyphoon) Hagupit. Southern Hydrometeorology Station memperkirakan, badai ini memiliki kekuatan berlevel 8-9, dengan kecepatan angin setara 62-88 kilometer per jam.

SHS memperkirakan pula, kekuatan badai bisa meningkat sampai level 11-12 dengan lokasi mata badai sekitar 340 kilometer sebelum timur laut Song Tu Tay Island.

“Hari ini saya betul-betul menyampaikan rasa terima kasih atas good cooperation dari Pemerintah Vietnam yang punya iktikad baik supaya kita tidak ada salah paham. Mereka sadari mereka salah, tetapi karena ada masalah badai, mereka minta perlindungan ke kita,” kata Susi.

Meski begitu, Susi menegaskan Pemerintah Indonesia juga memberikan penjelasan bahwa kapal-kapal itu selambat-lambatnya harus meninggalkan wilayah perairan Indonesia dalam satu-dua pekan ke depan.

“Untuk sekarang mereka sembunyi dari badai, it’s okay, tetapi tentu untuk waktu tertentu saja dan mereka harus leaving,” kata Susi. ( KOMPAS.com )

 

Menteri Susi: Lagi, 13 Kapal Ikan Asing Terpantau Satelit di Perairan Indonesia

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti

Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Kamis (18/12/2014), mengatakan pantauan satelit Automatic Identification System (AIS) mendapati 13 kapal asing diduga mencari ikan secara ilegal di perairan Indonesia.

“Mereka belum tertangkap. Kami menangkap mereka di satelit, tengah melakukan operasi. Mereka eks Taiwan, eks China. Kalau tertangkap AIS berarti (ukuran kapal) di atas 300 gross ton,” ujar Susi.

Susi sangat berharap, kapal-kapal yang terpantau satelit AIS itu segera bisa ditangkap oleh TNI AL. “Tentu kami mohon Bapak Presiden, segera memerintahkan Panglima dan Kepala Staf AL untuk segera menangkap kapal-kapal tersebut,” ujar dia.

Sebanyak sembilan dari 13 kapal yang tertangkap satelit AIS beroperasi di Laut Arafuru. Ketigabelas kapal tersebut adalah sebagai berikut:
1. Goang Shing Lih No 6
2. Shin Jyi Chyuu No 36
3. Zhen Yuan Yu 805
4. Zhen Yuan Yu 817
5. Zhen Yuan Yu 805
6. Zhen Yuan Yu 808
7. Zhen Yuan Yu 818
8. Jin Yu Cheng
9. Yi Feng No.682
10. Ju Rong Yu 6
11. Zhen Yuan Yu 809
12. Zhen Yuan Yu 819
13. Fu Yuan Yu 383

Sumber : KOMPAS.com

  52 Responses to “Menteri Susi: Vietnam Minta Perlindungan Indonesia untuk 1.928 Kapal Nelayan”

  1.  

    Tuhh kaan..

    •  

      Zhen yuan yu buanyak amat punya kapal.., 7 kapal diantara 13 kapal..

      Namanya kyk obat kuat..

      :medicine:

    •  

      Butuh goodwill semua pihak tni al jgn cuma disudutkan, dukung biaya operasi, audit penggunaannya…cek pelaksanaan operasi2nya…disatu sisi knapa jg aparat tdk recek via satelit…AIS kan ada sejak baheula…..memang bakamla perlu dimantabkan agar sesuai visi negara maritim, kasigan tni kalau cm jd tukang ronda tangkap maling kelas ece2 yg 300ton baru mantabs….kalau rangkap, sita dan lelang didalam negeri, agar daya saing pelaku usaga perikanan bisa unjuk gigi

  2.  

    Lhooo..kok sendirian..pd kmana??

    •  

      Saya temani bung Petruk Kantong Bolong,
      Komentar Saya, saya menyayangkan data “13 kapal yang tertangkap satelit AIS beroperasi di Laut Arafuru” itu harusnya menjadi data rahasia. Dan kemudian bu menteri susi bisa langsung koordianasi dengan semua pihak yg terkait.
      Jadi jangan dilempar ke media massa atau media online dulu. Krn pasti cepat menyebar berita tsb, dan ke 13 kapal tsb pasti telah kabur dulua,
      Dan kemudian semua pihak pasti saling lempar tanggung jawab dan mencari “kambing hitam” …..

  3.  

    Ooii dah ada bung mblehog don..kirain cm sendirian

  4.  

    MOHON….
    MOHON….
    MOHON…

    MOHON UNTUK TIDAK MENYALAHKAN BU MENTRI
    KAYAK SUDAH HEBAT SAJA PAKE MENYALAHAKAN MENTRI
    MEMANGNYA SITU HEBAT APA ? HAH ?APA SUDAH HEBAT ????

    MAU TERUS BU MENTRI…….
    KAMI RAKYAT KECIL MENDUKUNGMU….

    NGAK MASALAH KALAU MASIH BELUM BERANI MENENGGELAMKAN KAPAL CHINA.
    DAN MOHON BIARKAN SAJA KAPAL CHINA, JANGAN DI USIK.
    KALAU DI USIK NANTI BISA JADI MALAPETAKA YANG DAHSYAT.

    LANGIT BISA PECAH DENGAN MURKANYA SANG KAISAR YANG AGUNG, (KAISAR CHINA YANG MAHA DIGDAYA, MAHA MENGUASAI SEGALA GALANYA YANG MERANGKAK, TERBANG MAUPUN MENYELAM)

  5.  

    Ini baru MANTAP! selain galak,eh ternyata baek hati juga ya?.lanjutkan!. :2thumbup dua jempol for you’ lanjutkan ! (Rawe Rawe rantas malang malang putung), tau artinya, apa” salam NKRI.

  6.  

    MBAH LEBIH SUKA MENYEBUT CHINA SEBAGAI NEGERI CHINA YANG AGUNG

    TENTARANYA MBAH LEBIH SENANG MENYEBUT “TENTARA ABADI”

    JADI JANGAN PERCAYA KALAU ADA YANG BILANG CHINA DIKALAHKAN

    MEREKA CHINA ADALAH RAS PILIHAN,

  7.  

    Ini baru MANTAP, tumben baek hati & welas asih. Dua :2thumbup for you, lanjutkan (rawe rawe rantas malang malang putung) tau artinya apa’an. Siip!,,,

  8.  

    salut bwt menteri kelautan, teruskan bu susi anda bekerja dg baik, selama ini yg lelet jalas TNI AL jd kalau ada yg menyalahkan bu susi sy jd heran??? sy adalah org yg sangat cinta TNI tapi TNI yg profesional bukan sprt TNI AL yg ada saat ini, sy berharap pengganti KSAL kelak adalah org yg bnr2 berintegritas tinggi agar mampu membenahi TNI AL baik secara kelembagaan atau personal amin…….

    •  

      Setojohhh, bu susi memang hebat. Lanjutkan bu ! Selesaikan dengan ‘ cara kekeluargaan dan b icara hati ke hati’ thd kapal cina yg mencuri ratusan triliun dari laut indonesia ! anda memang hebat dan gk omong doank

      •  

        santai aja bung, gak usah sinis

        anda ingat tampang atau nama menteri kelautan (ex golkar) sebelum beliau yang kasih subsidi 1 kapal rp 1,25 M/tahun walau hasilnya cuma rp 60 juta /thn ?
        pernah ngomong apa dia soal tindakan terhadap kapal maling ikan ?

        anda pernah / punya kritik buat ybs ?

  9.  

    Clue lagi…intinya Indonesia dah punya satelit untuk memantau perairan dan wilayah indonesia………apakah ini jg hoax?

  10.  

    Dari tahun anggaran 2006 ke 2008, Pemerintah Amerika Serikat telah memberikan bantuan dana sebesar 57 juta dolar AS melalui the National Defense Authorization Act Section 1206 untuk mendukung Indonesia dalam membuat sebuah sistem pengawasan maritim terpadu atau IMSS yang akan ditempatkan di beberapa lokasi strategis seperti Selat Malaka, Laut Sulawesi, dan Selat Maluku.

    Pengoperasian IMSS secara penuh akan meningkatkan kemampuan Indonesia untuk mendeteksi, melacak, serta memantau kapal-kapal yang melewati perairan Indonesian dan internasional. Kemampuan seperti ini sangat penting untuk memerangi pembajakan, penangkapan ikan secara illegal, penyelundupan, dan terorisme baik di dalam perairan wilayah Indonesia maupun di perbatasan. IMSS juga membantu untuk mencapai tujuan AS dan Indonesia di bidang maritim seperti yang telah dicanangkan dalam Kemitraan Komprehensif, serta menjadikannya sebuah contoh untuk kerjasama multilateral dengan Malaysia dan Filipina.

    IMSS adalah jaringan terintegrasi antara kapal dengan pantai berbasiskan sensor, perangkat komunikasi, dan komputasi dengan mengumpulkan, mengirimkan, menganalisis dan menampilkan larik yang luas mengenai data kelautan. Dalam sistem ini juga termasuk sistem identifikasi otomatis (AIS), radar permukaan, kamera pengintai, sistem pemosisi global (GPS), monitor peralatan, dan transmisi radio lalu lintas maritim di daerah operasional yang luas. Kemampuan melakukan sensor berulang-ulang dan banyakanya jalur komunikasi yang tersedia membuat IMSS menjadi sebuah sistem yang kuat dan handal.

    IMSS secara resmi diserahkan kepada Pemerintah Indonesia setalah dilakukan uji coba di Surabaya tanggal 25 Oktober 2011. IMSS dioperasikan oleh Angkatan Laut Indonesia, yang terdiri dari 18 Stasiun Pengawasan Pesisir (CSS), 11 Kapal berbasis radar, dua Pusat Komando Daerah, dan dua Pusat Komando Armada (Jakarta dan Surabaya)

  11.  

    Masih bandel aje tuch maling ikan. pdhl udah d’ksh peringatn dngn menenggelamkannya, tp emang dasar maling ttp aje tambeng ..

  12.  

    bung e_Banggang, tdk ada seleksi coment, kecuali komentar yg menjurus SARA, ngetrol, atau berkata kasar, akan di hapus/delele atau dimasukkan spam.
    Kecuali, IP yg kena banned sama Bung diego.

    Terima Kasih
    Salam Hangat

  13.  

    Vietnam aja 1.928 kapal. itu yang terverifikasi. Malaysia, china, Thailand, Nyanmar DLL berapa Kapal????

  14.  

    1928 kpl=13399 abk,ini baru laporan (KJRI) Ho chi minh city (vietnam) saja.lalu dari malay,thailand,taiwan,cina,philipin kira2 berapa ribu lgi ya?.ngak kebayang bila kalo lautan kita,di jaga,dipelihara,diawasi(ketat) dan di manfaatkan oleh bangsa kita sendiri (pasti swasembada hasil laut).
    kemudian kira2 seberapa besar ya? nanti pengaruhnya pada kawasan regional & konsukfensinya (bila RI menyetop seluruh perijinan nelayan asing) kira2 kawasan geger gak ya?.salam NKRI..

  15.  

    Mba Bowo tuh seharusnya malu sama mbah susi, masa laki laki jalanya kaya perempuan. sedangkan yang mbah perempuan (susi ) saja galak. bisa ngatur dan mengayomi rakyat. ente mbah tua gak jelas!

  16.  

    :bingung:

  17.  

    Disatu pihak Vietnam memang secara prosedural meminta idzin secara resmi utk menghindari bahaya bencana alam para nelayannya, dan dilain pihak mereka juga telah menerima konsekuensi tegas atas tindakan ilegal fishing yg dilakukan warganya di perairan Indonesia

    Dan demi alasan kemanusiaan serta tetap tegaknya kedaulatan NKRI …. bu Susi mampu melaksanakan kedua tantangan tersebut secara bersamaan tanpa kendala apapun, salute!

    Sedangkan 13 kapal asing yg terpantau oleh satelit kita yg terindikasi milik WN China, bila keberadaannya memang ilegal fishing tetap saja prosedur hukumnya sama dgn negara lain, hanya yg perlu diwaspadai/dicermati karakter negara ini sering melakukan suatu tindakan balasan yg sepadan meskipun mereka jelas2 salah dan ilegal, oleh karenanya sikap jelas dan kecepatan diplomasi terbaik kita patut dikedepankan terlebih dahulu, sebelum negara ini melakukan inisiatif tindakan balasan yg tak perlu!

  18.  

    :tabrakan: :tabrakan:

  19.  

    kalo sdh tau mo ada badai … ya kagak usah melaut dah, suruh diem di rumah slimutan ama bini nya …

    itu mah cuma alasan … pulang berlindung di Natuna mereka nebar jaring lg, nangkep ikan lg mabok yg baru kena koclok badai …

    bu Susi kudu waspada jgn mudah percaya …

  20.  

    Tuh kan mbah bowo….pemerintah tidak main main…tidak pencitraan.cina juga dihabisin bila jarah ikan di laut nkri…

  21.  

    Boleh mancing gk bu?

  22.  

    walaupun ada badai atau apapun memasuki wilayah NKRI secara ilegal apa lagi kapal maling, harus ditembak atau bakar ditempat sampai tenggelam, tidak peduli kapal china, vietnam atau dari jiran manapun…………………JANGAN ADA PERLINDUNGAN DAN KOMPROMI DENGAN MALING !!!