Jul 172016
 

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebelum ini menyebut bahwa tragedi kudeta militer diprakarsai oleh seorang ulama terkemuka Turki, Fathullah Gulen. Terkait tuduhan itu, Amerika Serikat (AS) sebagai tempat tinggal Gulen saat ini meminta kepada Presiden Erdogan untuk memberikan bukti bahwa Gulen benar-benar terlibat dalam kudeta militer tersebut. Permintaan itu disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri AS John Kerry. Selain itu, Kerry juga menawarkan bantuan kepada Turki untuk membantu penyelidikan kudeta berdarah tersebut. Karena itu, AS mengundang pihak Turki untuk membeberkan keterlibatan Gulen dalam kudeta tersebut. Saat berbicara di Luxembourg, Kerry mengatakan Washington belum menerima secara resmi permintaan untuk melakukan ekstradisi Gulen, tapi mereka telah mengantisipasi jika muncul pertanyaan terkait Gulen. “Kami mengundang pemerintah Turki, seperti yang selalu dilakukan selama ini untuk memberikan kami bukti yang sah. AS akan menerima dan meneliti serta membuat kesimpulan objektif terhadap bukti tersebut,”

Gulen yang merupakan seorang ulama terkemuka di dunia Islam disebut-sebut telah merencanakan penggulingan pemerintahan Turki di bawah kepemimpinan Presiden Erdogan. Karena itu, saat terjadi kudeta militer, pejabat Turki langsung berasumsi bahwa tindakan tersebut dilakukan oleh Gulen. Gulen selama ini diketahui tinggal di sebuah kota kecil dekat Pegunungan Pocono di negara bagian Pennsylvania, Amerika Serikat (AS).

Kendati John Kerry menampik bahwa AS belum menerima permintaan ekstraisi dari Turki, tapi menurut keterangan pejabat Turki, mereka telah mengajukan ekstradisi tersebut semenjak tahun lalu. Namun, permintaan tersebut tidak direspons oleh AS.

Berbagi

  9 Responses to “AS meragukan tundingan Erdogan terkait kudeta militer Turki”

  1.  

    Ya dibuktikan saja kalo ragu. Dislikidi aja dulu. gampang toh.?

  2.  

    isa jadi betul bahwa upaya kudeta dikomandoi oleh ulama turki yg ada di USA (hasil penyelidikan intel pihak turki tentunya). gak semata2 turki mengeluarkan statemen vital sprti itu. USA pun gak mau memerima malu kalau negaranya menjadi sarang/tempat bagi pihak “separatis/teroris” negara lain.
    Bila ini memang benar. Ada pihak yang tersenyum lebar “sekali mendayung. dua tiga pulau terlewati”.

  3.  

    turki mulai sadar klo slama ini d kibuli as

  4.  

    Kasihan rakyat yg selalu jd korban unt kepentingan2 para elite politiknya….

  5.  

    erdogan lagi panik

  6.  

    berat amat sih amerika tuh, selalu aja punya standar ganda….USA dah ketahuan sebagai negara sarang “perusuh separatis/teroris” negara lain…provitmart

  7.  

    sdh biasa lah,amrik memang tempat berlindung nya pemberontak pemberontak dr negara negara yg berseberangan dgn politik luar negeri amrik,lht aja di negeri amrik byk menampung pemberontak negeri ini.mungkin mereka suatu saat bisa di pakai buat onar

 Leave a Reply