Nov 282018
 

Personel TNI AD melakukan persiapan uji fungsi rudal dengan menembak sasaran di udara © suaramerdeka.com/dok

JakartaGreater.com – Indonesia terus mengembangkan peralatan utama sistem senjata atau alutsista demi kemandirian dan tidak tergantung dengan negara lain untuk dapat memenuhi kebutuhannya, seperti dilansir dari SuaraMerdeka.com.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa Dislitbang TNI Angkatan Darat bekerjasama dengan pusat riset Center for Integrated Research and Innovation (Cirnov) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta berhasil melaksanakan uji coba rudal.

Uji tembak rudal berlangsung di lapangan tembak Dislitbang TNI AD di Buluspesantren, Kebumen, Jawa Tengah. Kedua lembaga menguji coba fungsi rudal supersonik pertama karya anak bangsa yang diberi nama “Rudal Merapi”.

”Rudal buatan Dislitbang TNI AD bersama Pusat Riset Cirnov UAD mampu menunjukkan performansi manuver tiap-tiap komponen yang ada melalui alat telemetri yang dipasang di dalam rudal tersebut”, ungkap Kepala Cirnov, Prof Hariyadi.

Dijelaskan Hariyadi, alat telemetri ini merupakan pemberi informasi rudal saat terbang dengan gerakan berputar (rolling), menggeleng (yawing) dan mengangguk (pitching), termasuk ketinggian dan kecepatan.

Selama pengujian, data-data tersebut dapat diperoleh meskipun dalam kondisi hentakan yang cukup besar, lebih dari 14 G. Keberhasilan uji coba ini menjadi dasar diperolehnya data-data riil mengenai rudal selama penerbangan, sehingga karakteristiknya dapat diketahui dengan lebih baik dan akurat.

Terlebih lagi gerakan rudal sangat cepat, mendapatkan tekanan angin yang sangat kuat, perubahan suhu, kelembaban udara dan mengalami pengurangan berat seiring dengan terbakarnya bahan roket pendorong.

Uji cuba peluncuran rudal supersonik Merapi dihadiri Kepala Dislitbang TNI AD Brigjen Mulyo Aji MA, Kasubdisiptek Kolonel Burlian Sjafei, Komandan Poltekad Kolonel Bagus Antonov, Pussenarhanud, Pussenif, staf di lingkungan Dislitbang TNI AD, Poltekad serta Tim Konsultan dari UAD dan Pustekbang Lapan.

Kaliber 70 mm

Rudal Merapi ini merupakan rudal kaliber 70 mm dengan kecepatan supersonik buatan anak bangsa yang pertama. Rudal ini mampu menunjukkan performansinya sebagai peluru kendali menggunakan roket pendorong dengan kecepatan awalan penembakan lebih 650 km/jam yang selanjutnya mampu melesat melebihi kecepatan suara.

Roket pendorong adalah hasil karya Poltekad yang telah melalui pengujian yang intensif selama bertahun-tahun. Kecepatan rudal Merapi mampu merontokkan pesawat tempur, helikoper militer serta sasaran udara lainnya seperti drone juga pesawat sipil.

Dalam uji fungsi rudal, pada tahap awal digunakan sasaran di udara berupa flare yang menghasilkan radiasi sinar infra merah yang dibawa terbang oleh drone. Selama uji coba, sistem pencari rudal dapat bekerja aktif serta mengirimkan sinyal secara sangat cepat ke sistem kendali rudal yang diikuti dengan gerakan manuver oleh canard (sirip kendali) dan rudal melakukan pengejaran target.

Pencari atau seeker merupakan teknologi pencarian target yang sangat lazim digunakan untuk meningkatkan akurasi mengejar dan mengunci sasaran seperti pesawat, helikopter yang menghasilkan radiasi sinar infra-merah melalui panas mesin yang ada.

Kepala Dislitbang TNI AD Brigjen Mulyo Aji mengatakan bahwa suksesnya uji coba rudal menandakan Indonesia telah mampu untuk menguasai teknologi senjata rudal. Karena itu, pembuatannya akan disempurnakan demi memenuhi syarat-syarat tipe dan kelaikan rudal yang sesuai dengan postur TNI untuk meningkatkan kekuatan daya tempur.

Bagikan:

  39 Responses to “Merapi, Rudal Supersonik Pertama Karya Anak Bangsa”

  1.  

    Rudalnya gede bgt..??

  2.  

    Mantap, lanjutkan!

    •  

      wang ne piro mas

    •  

      Memang Mantap Jiwa , walaupun seeker Panas adalah yang paling “primitif” teknologinya dibanding seeker yang lain, tapi keberhasilan integrasi data seeker ke pengendali Rudal itu kuncinya.

      Seeker bisa berubah-rubah, tapi yang paling sensitif teknologinya adalah Data Seeker ke pengendali Rudal. Titik ini yang sering di jadikan sasaran Jammer Pernika, untuk itu tabu teknologi ini bocor ke luar.

      Itulah kenapa TOT Seeker ini susah sekali didapatkan. Hanya sedikit negara di dunia ini yang menguasai ini.

      Rudal Surface to Air ini hanya tinggal sejengkal mencapai puncak teknologi rudal yaitu Air to Air.

      Masalah jarak tak masalah bisa terus dikembangkan setelah Pabrik Propelan Dahana beroperasi penuh. Jika kita bisa mulai dengan setara sidewinder infrared 18 km, sudah sangat-sangat membanggakan.

  3.  

    Ada rudal petir, rudal merapi, rudal pasopati
    Semua prototipe rudal sudah di uji dan hampir sampai ke tahap akhir yaitu penyempurnaan
    Hanya tinggal satu saja yang belum
    Yaitu dukungan dan bantuan dana penuh dari pemerintah untuk menyempurnakan dan mengembangkan lagi rudal tersebut
    Semoga pemerintah mau membiayai penyempurnaan dan pengembangan rudal tersebut

  4.  

    KUTIPAN….”Kepala Dislitbang TNI AD Brigjen Mulyo Aji mengatakan bahwa suksesnya uji coba rudal menandakan Indonesia telah mampu untuk menguasai teknologi senjata rudal”
    …………Hemm…………….SUDAH KU DUGA.

  5.  

    Jangkauannya berapa km?

  6.  

    Bagus! Ukuran segitu bisa 5 km dan kecepatan nya bisa mengungguli patriot

    😎

  7.  

    ssssstttttttt,,,,? bisa ngak sih ngak berisik,mbok ya agak”RAHASIA” dikit,,hai Indonesia,,ngumpet dikit dong seperti ngumpetnya zaman dapat hawk dr Israel,kalau bisa nanti si,35 mbok ya rahasia dikit! bikin rudal mbok ya ssssstttttttt,,dikit.

  8.  

    Yg di tes ukuran mini…tp diterapkan pd jarak jauh…lumayan biar kawasan tetep adem…eh jgn berisik…ssstttt…rahasia dikit kenapa…

  9.  

    Mantap, ini bisa jadi ATGM kayak kornetE nya russia yg enteng melumat Abraam tank dan bisa dijadikan Manpad juga

  10.  

    rudal petir bentuk nya kok mirip drone ya?

 Leave a Reply