Jul 062019
 

KRI Ki Hajar Dewantara. (commons.wikimedia.org)

Surabaya, Jakartagreater.com – Angkatan Laut Indonesia (TNI-AL) telah mengajukan rencana untuk memensiunkan kapal latih buatan Yugoslavia, dan menyelamatkan meriam Bofors 57 mm milik kapal tersebut. Pengajuan ditujukan kepada kementerian pertahanan negara tersebut untuk mendapatkan persetujuan, dirilis situs Janes.com, 5-7-2019.

Pihak militer berniat untuk memasang senjata laut itu di tempat latihan penembakan meriam kapal berbasis darat (land-based naval gunfire range) yang akan dibangun di Paiton, Jawa Timur, dua sumber terpisah yang dekat dengan masalah tersebut telah dikonfirmasi oleh Janes.com.

Kapal yang dimaksud adalah KRI Ki Hajar Dewantara (364), yang ditugaskan oleh layanan pada Oktober 1981. Kapal telah non-operasional sejak 2017. Mengingat bahwa itu akan dinonaktifkan tanpa nilai residu, persetujuan resmi dari kementerian pertahanan diperlukan sebelum proses pensiun dapat dimulai. Ini sejalan dengan peraturan pemerintah Indonesia, kata sumber TNI-AL kepada Janes.com.

Visualisasi yang dihasilkan komputer dari salah satu fasilitas yang akan dibangun di dalam jangkauan tembakan angkatan laut dan kompleks simulator di Paiton, Jawa Timur. (Source: Indonesian defence industry source / Janes.com)

KRI Ki Hajar Dewantara memiliki panjang keseluruhan 96,7 meter, balok keseluruhan 11,2 meter, draft lambung 4,8 meter, dan memindahkan 2.000 ton pada beban penuh. Sementara dalam layanan pelatihan, kapal memiliki 190 kru, termasuk 11 perwira dan 14 instruktur, dan dapat menampung hingga 100 kadet untuk misi pelatihan.

Selain 57 mm sebagai senjata posisi utama, kapal juga 2 meriam Rheinmetall 20 mm, 2 tabung torpedo 533 mm, dan 2 peluncur di tengah kapal dapat menggunakan Rudal anti-kapal Aerospatiale Exocet MM38.

Setelah dinonaktifkan, KRI Ki Hajar Dewantara akan disumbangkan ke Kota Surabaya. Janes.com belum menerima konfirmasi tentang apa yang ingin dilakukan pemerintah setempat dengan kapal itu, tetapi laporan media setempat menunjukkan bahwa kapal itu akan dikonversi menjadi objek wisata terapung, dengan memasukkan museum maritim dan restoran.