Agu 282018
 

Pasukan Jerman dari 8th Reconnaissance Battalion, 12th Armored Brigade. (photo: U.S. Army photo by Spc. William Marlow)

Moskow, Jakartagreater.com – Kanselir Jerman Angela Merkel tidak mendukung gagasan untuk memberlakukan kembali wajib militer di negara itu guna mengatasi kekurangan staf dan biaya tinggi sistem rekrutmen militer, dirilis Sputniknews.com, Senin 27-08-2018.

Sebelumnya pada bulan Agustus 2018, Annegret Kramp-Karrenbauer, sekretaris jenderal partai Demokrat Demokratik Jerman (CDU) yang berkuasa, telah menggagas sebuah debat untuk mengembalikan tugas wajib militer karena jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan bahwa mayoritas orang Jerman mendukung gagasan tersebut.

“Saya tidak ingin memberlakukan kembali wajib militer,” kata Merkel kepada penyiar ARD, menambahkan bahwa persyaratan untuk tentara telah berubah.

Pemimpin Jerman itu mencatat bahwa dia baru-baru ini bertemu dengan pemimpin militer negara dan mengatakan bahwa tujuan mereka adalah untuk mengatasi situasi, ketika jumlah pelamar untuk layanan tentara sukarela melebihi yang ditentukan oleh anggaran.

Jerman mengakhiri wajib militer pada 2011. Namun, negara Eropa dilaporkan telah berjuang dengan kekurangan staf di Bundeswehr, yang bertujuan untuk mengatasi masalah dengan merekrut lebih banyak orang di bawah usia 18 tahun.

Bagikan:

  2 Responses to “Merkel Menentang Gagasan Wajib Militer”

  1.  

    Jerman yg penduduknya dikit saja…pening juga alokasi anggaran militernya

  2.  

    gak terbayang bahwa negara ini pernah memiliki kekuatan militer yang ditakuti

 Leave a Reply