Sep 182018
 

Ilustrasi: Arsitektur turbin triple-stream © General Electric

JakartaGreater.com – Angkatan Udara AS mendanai pengembangan mesin jet kelas baru dengan thrust-adaptive 45.000 pon, yang dirancang untuk dapat menggerakkan pesawat tempur generasi keenam masa depan pada tahun 2030-an. Dua kontrak telah diberikan, masing-masing untuk menyelesaikan tiga purwarupa mesin selama empat tahun, seperti dilansir dari laman Defense Update.

Bulan Juni 2018 General Electric Aviation menerima kontrak sebesar US 437 juta dolar untuk pekerjaan ini. Kemudian Pratt and Whitney minggu lalu juga mendapatkan kontrak dengan nilai yang sama. Laboratorium Riset Angkatan Udara (AFRL) diperkirakan akan menginvestasikan sebesar US $ 1,5 miliar dolar dalam program Pengembangan Teknologi Mesin Adaptif (AETD) hingga tahun 2022.

Inti yang disempurnakan adalah salah satu perbaikan utama dari mesin masa depan yang memungkinkan pengoperasian pada suhu dan tingkat tekanan yang lebih tinggi. Teknologi yang digunakan untuk memproduksi inti tersebut termasuk bagian yang dibuat dengan manufaktur aditif, yang menawarkan peningkatan efisiensi, penyerapan panas yang lebih baik, mengurangi berat dan peningkatan kinerja secara keseluruhan.

Terobosan teknologi lainnya untuk mesin adaptif adalah arsitektur turbin triple-stream. Arsitektur ini beradaptasi dengan baik ke fase misi yang berbeda, menawarkan lebih banyak daya dorong, efisiensi bahan bakar yang lebih baik dan ketahanan misi yang lebih lama.

Mesin baru ini diharapkan dapat memberikan pengurangan 25 persen dalam konsumsi bahan bakar dan meningkatkan penyerapan panas sebesar 60 persen, dibanding dengan mesin yang ada saat ini.

Peningkatan tersebut akan meningkatkan jangkauan tempur pada misi yang khas hingga 35 persen, sementara waktu jelajah diperkirakan akan bertambah hingga 50 persen. Triple-stream juga akan menyediakan aliran udara untuk menghasilkan sejumlah besar listrik untuk menggerakkan senjata berenergi tinggi dan sistem elektronik.

GE menguji mesin siklus adaptif triple-stream pertama dan satu-satunya di industri ini pada tahun 2014 sebagai bagian dari aktivitas program AETD-nya. Ini mengikuti program Adaptive Versatile Engine Technology (ADVENT) yang sangat sukses, di mana GE berhasil mencapai kompresor gabungan dan suhu turbin tertinggi dalam sejarah mesin propulsi jet. Tahun lalu Pratt & Whitney berhasil menguji kipas adaptif triple-stream yang terintegrasi dengan inti F135 yang memvalidasi beberapa kemampuan ini.

Bagikan:

  5 Responses to “Mesin Baru Untuk Jet Tempur Generasi Ke-6 AS”

  1.  

    Menurut prediksi, suatu saat nanti insyaallah Indonesia menjadi mercusuar dunia. Tapi perlu waktu satu generasi setelah PD3 / baroto yudho joyo binangun.

    Permisi, ada bacaan semoga bermanfaat. Aammmiiiiiiiin.
    https://jakapingit.blogspot.com/2018/09/surutnya-kejayaan-amerika-serikat.html
    Silahkan dibaca.

  2.  

    haaaahhh ???? Sugimura Agato binti China sdh ganti nama??? jadi Sugimura Agatong binti jemut. hhhhhhhhhh aaaahhhhh

  3.  

    Komponen mesin baru Su 57 masih dalam proses, tidak lama lg akan terbang
    😀 😆

  4.  

    Faktanya mesin f35 sdh di obral2 desainnya di yutub . Itu berarti desain baru bakal msk proses pengembangan scr legal… pak fa kalo sdh selesai paling2 pake kover tambahan doank diatas mesin su27nya… ruskies terbukti tdk mengerti melakukan deal jangka pjg su35 dgn malaysia. Logikanya economi ruskies bakal collapse hy utk membiayai pak fa. Smg mrk jual murah ke indonesia krn fans agamais biasanya suka penampilan luar doank

    •  

      Mesin F-35 diobral di yutub??? itu bukan di obral kaleeeee… tapi di obrasss

      Cek saja perbedaanya… spek paling penting dari mesin pespur itu kemampuan supercruise, dimana tanpa afterburning tetapi sangat cepat, karena akan lebih hemat bahan bakar dalam kecepatan tinggi… selain kemampuan 3d vectoring mesin Sukhoi yang membuatnya semakin manuverable…
      F-35 bahkan kecepatan maksimalnya hanya Mach 1,6…
      Russia tahu diri dan belajar dari kegagalan Uni Soviet yang terlalu bernafsu dalam bersaing dan loyal dalam kompetisi militer dengan USA dan sekutunya… lihat saja anggaran militer Russia yang kisaran 5% dari anggaran militer USA…
      Pak Fa dan pespur gen ke 5 itu dengan digadang2 siluman, belum dibutuhkan.. selain mahal, juga terlalu rumit dalam perawatan… toh saat ini tidak pernah itu pespur gen ke 5 tampil dalam perang dan menunjukan keunggulannya sebagai pespur gen 5…
      Justru operasi militer yang ada pun cukup dilakukan pespur gen ke 4 bahkan gen ke 3 pun sudah cukup mumpuni untuk melakukan operasi militer…

 Leave a Reply