Mesin Ramjet Baru Tingkatkan Kemampuan Tempur J-20 China

Sebuah render jet tempur siluman J-20 China menembakkan rudal. © bbs.huangiu.com

China telah berhasil menguji mesin ramjet berbahan bakar padat dalam dua kali uji terbang baru-baru ini, sebuah terobosan baru di bidang penelitian mesin yang dapat meningkatkan kemampuan tempur nyata pesawat siluman China termasuk J20, menurut para ahli militer seperti dilansir dari China Military. (06/06/2017)

Tim riset dari institut penelitian No. 4 yang berafiliasi dengan China Aerospace Science and Technology Corporation (CASIC) mengungkapkan bahwa pada 31 Mei 2017, mereka telah berhasil melakukan dua uji terbang dengan mesin ramjet berbahan bakar padat.

Mereka mengatakan bahwa mesin ramjet baru tersebut telah siap untuk aplikasi teknik lebih lanjut, yang membuka jalan bagi generasi penerus rudal hipersonik masa depan China, lapor Science and Technology Daily pada hari Kamis.

Menurut laporan tersebut, mesin ramjet berbahan bakar padat adalah mesin ramjet dengan keunggulan rendah biaya, berdaya tinggi dan pengendalian yang tinggi dengan ukuran yang kompak. Dan teknologi itu hampir tidak dapat diakses di dunia karena menuntut penelitian teknologi yang canggih dan sangat sulit.

Mesin baru tersebut, dapat meningkatkan jangkauan tembak yang menakjubkan, mobilitas rudal udara-ke-udara dan rudal anti kapal yang melengkapi pesawat tempur siluman China termasuk jet tempur J20, tutur Song Zhongping, seorang ahli militer yang biasa bertugas di PLA Rocket Force kepada Global Times.

Mesin ramjet akan memungkinkan jet tempur siluman J20 untuk menembak dari jangkauan yang lebih jauh dan rudal yang ditembakkan itu akan melesat lebih cepat dengan kecepatan hipersonik, sehingga meningkatkan kemampuan tempur mereka, kata Song.

Institut penelitian tersebut telah membentuk tim peneliti khusus guna mengerjakan proyek ini sejak tahun 2000 silam. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka telah melakukan 8 kali uji terbang dengan mesin ramjet baru.

Ini merupakan tonggak sejarah bidang penelitian mesin, yang telah menjadi hambatan bagi China selama ini, tutur Li Jie, seorang ahli militer yang berbasis di Beijing, pada hari Senin.

Ketika miniatur mesin dapat tercapai, ini akan memungkinkan rudal udara-ke-udara China mencapai target hingga 300 kilometer dengan kecepatan diatas 5 Mach, menurut perkiraan Song, ia juga menambahkan bahwa mesin ramjet mini tersebut dapat diterapkan pada rudal terbaru China termasuk rudal PL12.

Banyak penelitian perlu untuk dilakukan dimasa depan untuk mencapainya.

China juga harus melakukan penelitian untuk membangun jaringan radar jarak jauh untuk mendukung serangan jarak jauh tersebut dan sistem pemandu presisi harus mampu untuk memproses informasi tersebut dengan kecepatan super tinggi, kata Wang Ya’nan kepada Global Times.

Saat ini, mesin seperti itu akan digunakan terutama untuk rudal, sedangkan untuk pesawat tempur tampaknya jalan masih panjang, karena daya dorong mesin semacam itu masih tak cukup untuk itu, kata Song.

Rudal jelajah dan pesawat eksperimental termasuk drone juga dapat mengadopsi teknologi tersebut untuk mewujudkan perjalanan berkecepatan tinggi di atmosfer, tambah Wang.

Tinggalkan komentar