Sep 022019
 

Mockup Brahmos II (@ Missiledefenseadvocacy.org – MDAA)

Moskow,  Jakartagreater.com   –   Rudal jelajah BrahMos-NG next-generation dapat memasuki uji coba dalam empat hingga lima tahun, kata Co-Direktur India untuk Pesawat BrahMos Aerospace Rusia-India Sudhir Kumar Mishra kepada TASS pada acara dirgantara internasional MAKS-2019 pada 28-08-2019.

“Kami butuh empat hingga lima tahun untuk memulai uji coba Rudal ini,” kata Mishra. Sekarang Rudal berada pada tahap awal pengembangannya, katanya. “Kami telah mencapai tingkat yang baik untuk membuat mesin Ramjet untuk itu. Kami sedang melakukan pekerjaan kami tanpa terburu-buru.”

Co-direktur India untuk BrahMos Aerospace sebelumnya mengatakan kepada TASS bahwa perusahaannya memiliki rencana untuk mengembangkan mesin Ramjet Hipersonik untuk Rudal BrahMos. Penggunaan material baru dan peningkatan lainnya juga akan membantu meningkatkan kecepatannya ke Mach 4.8, ia menjelaskan.

Rudal Supersonik BrahMos dengan jangkauan penerbangan 290 km saat ini sedang beroperasi di Angkatan Darat dan Angkatan Laut India. Modifikasi peluncuran Rudal juga telah dikembangkan. Pengembangan Rudal jelajah hipersonik BrahMos akan memakan waktu setidaknya tujuh-delapan tahun, kata Mishra.

“Saya percaya Brahmo hypersonic akan muncul tidak lebih dari tujuh hingga delapan tahun,” katanya. Pekerjaan pada teknologi hipersonik berjalan bersama dengan mitra-mitra Rusia – asosiasi Penelitian dan Produksi Mesin-Bangunan dan Moscow Aviation Institute, serta dengan lembaga-lembaga penelitian India, katanya.

Penelitian dasar terkait dengan masalah melindungi kompartemen internal Rudal dari suhu tinggi yang beberapa bagian dari desain dapatkan pada kecepatan hipersonik, jelasnya. “Kami berharap bahwa kami akan menemukan solusi untuk masalah ini,” katanya.

PJ-10 BrahMos adalah Rudal jelajah Supersonik yang dikembangkan bersama oleh Asosiasi Riset dan Produksi Mesin-Bangunan (Wilayah Moskow) dan Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan (DRDO) yang berbasis di India.

PJ-BrahMos adalah modifikasi dari Onik Rudal anti-kapal Soviet. Nama Rudal tersebut berasal dari nama dua sungai: Brahmaputra India dan Moskva Rusia. Peluncuran pertama Rudal terjadi pada 12 Juni 2001 dari peluncur pantai. Produksi Rudal telah dilakukan di Rusia dan India.

Acara kedirgantaraan internasional MAKS-2019 berjalan di kota Zhukovsky di luar Moskow pada 27 Agustus – 1 September 2019. Penyelenggara acara tersebut adalah Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Rusia dan perusahaan teknologi tinggi Rostec. Sebanyak 827 perusahaan dari 33 negara mengambil bagian dalam pertunjukan dirgantara, termasuk 184 perusahaan asing.

  33 Responses to “Mesin Ramjet Hipersonik untuk Rudal BrahMos-NG”

  1.  

    Itu artinya dng jarak 290 km hanya butuh waktu sekitar 3 menit utk melumat sasaran. Dng demikian respon yg dibutuhkan utk menghadang rudal harus dibawah 3 menit.
    Utk itulah maka kecerdasan buatan diciptakan. Krn jika operatornya manusia, kemungkinan besar gagal menghadang.

  2.  

    Penasaran dengan sistem targetingnya ? Hypersonic – 800 KM ?? gile ndro ….

    Brahmos saat ini adalah missile dengan platform yang paling komplit dan multi development, …takniah

  3.  

    Sebenarnya, seberapa efektifkah rudal hipersonik digunakan dalam pertempuran nyata??? Kecepatan yg sangat tinggi dari awal peluncuran akan memudahkan untuk dideteksi karena radiasi inframerah yg terpancar dari panas gesekan apalagi dg jarak yg sangat jauh seperti 800km, dengan sistem terintegrasi seharusnya USN bisa memantau hampir seluruh area bumi secara real-time sehingga lebih menambah Situational Awareness menghadapi ancaman rudal hipersonik. Dengan jamming yg sangat kuat, bisa saja rudal hipersonik dibuat meleset dari sasaran.

    Cara lainnya bisa saja dg menggunakan kecepatan subsonik pada awal dan pertengahan penerbangan rudal jelajah tersebut. Setelah mencapai 30-60 km baru menggunakan kecepatan hipersonik.

    •  

      Kan sdh disebut diatas mbah, material baru yg tahan suhu tinggi, guna mengeliminir jejak panas yg ditinggalkan.

      Rudal hypersonik itu sdh dipersiaspkan anti jamming lho mbah.

      Rudal hypersonik terbaru itu kecepatannya 170 Km/menit mbah. Itu artinya tidak sampai 5 menit dr mulai ditembakan sampai dng merobohkan sasaran. Dan kemampuan radar kapal perangnya brp kilo baru bisa mengendus datangnya rudal, tinggal brp menit saat terendus.?
      Jika dengan sistem terintegrasi pun yg dipandu satelite, hanya bisa mengetahui arah datang sementara utk melock msh menunggu capaian radar kapal.
      Kalo spt cara2 si mbah harusnya AS sdh tidak khawatir lg toh. Karena mereka tentu lebih menguasai dr pd si mbah yg hanya fansboy military saja. Tp pd kenyataannya, itu menjadi momok…….xicixicixicixi

      •  

        Ane rasa sih sebenarnya ente udah paham tapi ane gak tau kenapa ente komen lucu kayak gitu.

        Gini ya Dhek Ruskye, membuat material tahan panas itu berbeda dengan mereduksi panas karena gesekan dg udara pada obyek udara seperti pespur dan rudal. Untuk membuat rudal tahan panas dan ringan misalnya bisa menggunakan bahan serat karbon. Tapi kalo membuat radiasi panasnya berkurang akibat gesekan jelas mustahil kecuali kecepatannya ente kurangi.

        Sekuat apapun kemampuan anti jamming yg dimiliki rudal, lah.itu.seberapa kuat daya yg bisa dihasilkan?? Ruang untuk seeker aja udah sempit apalagi untuk nambah daya.

        Ingat, kapal destroyer sekelas Arleigh Burke bisa bawa heli OTHT. Salah satu tugas utamanya adalah sebagai kepanjangan mata dan telinga kapal, segaligus sebagai penerus pemandu rudal. Itu kalo satu kapal, kebanyakan kaprang USN bergerak dalam satu armada kapal induk yg dilengkapi beberapa AWACS mini. Jelas itu akan lebih mendongkrak mata dan telinga armada.

        •  

          Mbah ….tahan panas itu secara otomatis dia mereduksi panas yg timbul mbah.

          Bahan yg biasa dipake pesawat ulang alik pada bodynya itu salah satu contoh mbah. Bahan keramik. Sekarang lebih moderen lg mbah ada yg disebut bahan komposit yg terdiri dr campuran keramik dan logam.

          •  

            Bambank, ente nangkepnya kurang. Tahan panas memang maksudnya bahan tersebut mereduksi panas akibat gesekan pada bodi. Tapi bukan berarti akan menghilangkan atau mengurangi jejak panas yg tertangkap oleh sensor diluar obyek tersebut akibat gesekan saat bergerak.

            Bodi didalam memang jadi adem, tapi diluar tetap panas, dan itulah yg dideteksi oleh sensor penjejak panas pada rudal hipersonik dan obyek udara lainnya seperti pespur. Paham??

          •  

            * sensor penjejak untuk menangkap atau mendeteksi obyek yg terbang dg cepat pake IRST.

          •  

            xicixicixicixi…..sebenarnya saya sdh tau maksud si mbah, cuma mbah salah menggunakan kosa kata. Tahan panas sdh pasti mereduksi panas mbah itu hukum thermodinamikanya klo mbah belajar. Nah klo masalah gesekan dng udara yg akan menimbulkan jejak panas itu sdh pasti tertangkap alat penjejak mbah. Yg menjadi bahasan persoalan adalah seberapa jauh alat itu bisa mendeteksi, sementara waktu yg dibutuhkan cukup nda utk antisipasi yg hanya sisa 2 menit itu mbah….xicixicixicixi

          •  

            Coba pertanyaannya Ane balik, kira-kira apakah Rusia juga bisa menghadapi ancaman rudal hipersonik?? Setau ane S400 varian laut sekalipun rudalnya tidak cukup buat menghentikan rudal hipersonik.

          •  

            Bisa mbah. Frigate terbaru Rusia Admiral Gorshkov telah dilengkapi dng kecerdasan buatan yg di integrasikan pd sistem Rudal permukaan-ke-udara Polim-Redut dan Palash CIWS. Jd begitu radar penjejak menangkat benda asing yg meluncur ke arah kapal, sistem komputer langsung mencitrakan bentuk benda asing tersebut dlm sepersekian detik, yg kemudian data diteruskan pada perangkat iFF kemudian data yg didapat diinput ke sistem rudal polim-redut dan palash CIWS kesemuanya dilakukan hanya dalam hitungan detik saja. Tanpa campur tangan manusia. Operator hanya dibutuhkan utk pengawasan target.

            Kalo mau link sbg sumbernya bisa saya kirim mbah. Asal mbah komen…. Rusia Strooong….Rusia Strooong selama semiggu di jkgr mbah…..xicixicixicixicixi

          •  

            Mengandalkan AI untuk memproses data dan mengelola sistem senjata ya. Ente kira Arleigh Burke gak bisa pake itu apa??

            Kelemahan AI itu pada hati dan semangat. Jika ia mendeteksi mustahil buat mengintersep ancaman maka jawabannya hanya 404. Hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh

            Bakal matung tuh AI.

          •  

            Ane kira ente gak paham Thermo dinamika. Hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh

          •  

            Ahhh…nda jg mbah. Apanya yg matung.? Memang itulah teknologi sekarang yg diandalkan. Meminimalisir human error.
            Kecepatan mengantisipasi ancaman yg datang…..xicixicixicixi

            Arleigh Burke masih sepenuhnya bergantung dr manusia sbg operatornya yg terlibat utk operasionalnya mbah. Itu yg membedakan…..xicixicixicixi

          •  

            Sebenarnya ane mau ngetawain ente mbah, tp takut kualat. Masa tahan panas beda dng mereduksi panas. Ketahuan klo bukan org teknik ya mbah…..xicixicixicixi

          •  

            Ya ane tanya ke ente, kalo ente gesek2in pipa besi ke kain dg cepat terus ente pegang tuh pipa bagian luar bakal panas atau enggak?? Masak gitu aja gak paham??? Gitu mau ngomongin Thermo dinamika Ama Ane. Hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh

          •  

            Lho mbah ini mau bahas masalah tahan panas/ mereduksi panas atau mau main gesek2 nih mbah.? Kok makin bergeser lg topiknya mbah.?
            Berarti saya harus mulai dr yg dasar aja dulu buat ngasi ilmu ke mbah.?
            Kalo mbah tanya masalah gesekan 2 benda. Ini jawabnya mbah :
            – sama kah panas yg ditimbulkan antara gesekan pipa dan kain dng panas gesekan pipa dng air, lalu pipa dng udara.?

            Kalo mbah nda bisa jawab itu, saya kasi tau jawabannya asal mbah tulis komen ….Rusia Strooonggg…..Rusia Strooong bingiiit….xicixicixicixicixi

            Krn mbah salah mengambil contoh….xicixicixicixi

          •  

            Bambank, itu ente jawab dulu pertanyaan Ane. Atau kalo ente bingung Ama pertanyaan dasar Ane, ane ganti topik pertanyaannya.

            Kalo rudal dg bodi tahan panas lalu melaju dg kecepatan Supersonik atau Hipersonik, permukaan luarnya masih tetap panas atau enggak?? Jawab ini aja dulu, gak usah ngepot. Hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh

          •  

            Yg panas itu roket pendorong rudal itu mbah. Itu yg terdeteksi. Masa gitu aja gak paham mbah. Sampe ngambil perumpamaan pipa dng kain. Ahhh…jadul banget kamu mbah.
            Kalo bodynya dng temuan bahan komposit baru tdk panas, sebab kalo panas sdh meledak itu rudal mbah, kecuali mbah panasin dikompor……xicixicixicixi

            Masa hal sepele gitu aja gak masuk logika berpikir nya si mbah……..xicixicixi

          •  

            Lah mesin roket pendorongnya kan udah include Ama body rudalnya. Gimana tow Bambank.

          •  

            Ya jd satu donk mbah masa terpisah. Kaslo pisah gmn terbangnya. Yg didereksi itu panas dr pembakaran roketnya mbah…kok gak bisa paham2 hal yg sesederhana aja gitu kok….xicixicixicixi

            Nanti saya beriyahu apa nama bahannya mbah. Tp mbah harus janji tulis komen ….Rusia Strooonggg…..Rusia Strooong bingiiit….xicixicixicixi

        •  

          Begini lho bung agato yang maniz dan melambai….

          Menghadapi kekuatan dan ancaman senjata hypersonic itu tidak cukup dengan nyinyir dan ngeles seperti yang biasa dilakukan idola ente di gedung putih sana.

          Itu butuh penelitian, R&D yang besar untuk menciptakan antidot. jadi jangan habiskan itu anggaran dephan untuk perang di timteng dan ngebully negara-negara kecil. Gunakan uang dengan bijak untuk merekrut ahli-ahli yang kompeten, sekali lagi, ahli-ahli yang kompeten bukan sekedar tukang loby di kongres untuk membuat alat-alat pertahanan menggantikan alutsista paklik Sam yang sudah ketinggalan jaman.

    •  

      Si Bambank Ruskye itu terlalu ngeyel untuk ngebahas hal yg terlalu teknis dan sepele. Ampe Ane dan Bung SP harus jelasin juga. Makanya dilapak sebelah suka dibully. Hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh

      •  

        Yg dibully bukannya ente dilapak sebelah mbah. Makanya sampe sekarang gak berani sowan ke lapak tetangga…….xicixicixicixicixi

        Klo ane sih alhamdulillah blom pernah dibully krn sumber komen ane jelas, sementara komen ente cuma asumsi dan modal ngeyel mbah……xicixicixicixicixi

        Rusia ternyata strong ya mbah….xicixicixicixicixi

        •  

          di lapakan sebelah itu lapakan mana Bung Ruskye ?

          •  

            Lapak barbar bung, banyak dr jiran sebelah nimbrung disono.
            Tp si mbah takut sowan kesono bung SP, habis kena bully langsung jera….hikhikhik

        •  

          Lah kan disana banyak yg satu haluan Ama ane disana. Jadi gak seru dong kalo sama semua.

          •  

            Heellleewhhhh…bilang aja penakut alias minder, ssh kalah set duluan…..pake ngeles segala…….xicixicixicixicixi

          •  

            Maksud mbah satu haluan yg komennya asbun tp ngeyel terus itu kan.?….xicixicixicixicixi

        •  

          Sebetulnya yg bikin males itu bukan gimana nanggepin komentarnya tapi format komentarnya yg bikin males. Lebih bagus websitenya JKGR. Mungkin lapak sebelah kurang iklan makanya kayak gitu. Kalo JKGR kan banyak iklannya makanya templatenya bagus.

          •  

            xicixicixicixicixi…..ngaku nyerah jg dia.

            Makanya kalo argumen dibiasakan fokus ke satu pokok bahasan mbah….biar nda ngeles sana ngeles sini. Itu yg bikin fansboy lapak sebelah bully ente terus….xicixicixicixicixi

  4.  

    Rudal anti kapal brahmos sendiri tdk hanya mengandalkan kecepatan tetapi juga memliliki kemampuan bermanuver dan seaskiming yg berarti bisa terbang sekitar 3-4 meter diatas permukaan laut utk menghindari radar ,deteksi inframerah ataupun ditembak jatuh saat mendekati target selain itu rudal brahmos jg akan dilengkapi radar AESA.