Mar 212017
 

Jet tempur siluman Chengdu J-20 buatan China

Mesin afterburning turbofan terbaru buatan China yang ditujukan untuk mentenagai jet tempur siluman Chengdu J-20 China mungkin tidak unggul secara signifikan dalam hal kinerja bila dibandingkan dengan mesin jet tempur buatan Rusia yang ada saat ini.

Chine Topix dalam artikelnya menyebutkan, bahwa perusahaan Aero Engine Corporation of China (AECC) yang sedang mengembangkan pembangkit listrik terbaru dan mengklaim bila mesin tersebut akan “segera” digunakan pada jet tempur siluman Chengdu J-20, akan tetapi tidak menyebutkan kapan waktunya.

Berdasarkan siaran pers seorang ilmuwan senior yang bekerja untuk perusahaan Aero Engine Corporation of China (AECC), bagaimanapun, menimbulkan pertanyaan tentang spesifikasi dan kualifikasi dari mesin baru tersebut, terutama pada rasio thrust-to-weight.

Rasio thrust-to-weight merupakan indikator kunci dari kemampuan sebuah mesin jet, dan beban pada sayap merupakan parameter yang paling penting dalam menentukan kinerja dari pesawat terbang.

“Pengembangan mesin berjalan dengan baik. Kami juga telah mulai merancang mesin pesawat terbang generasi selanjutnya dengan rasio thrust-to-weight yang jauh lebih tinggi dari jenis yang ada saat ini”, kata Chen Xiangbao, wakil presiden AECC Beijing dan juga anggota dari Chinese Academy of Engineering.

“Tidak akan memakan waktu lama bagi pesawat tempur generasi kelima kita untuk memiliki mesin buatan China”, tambahnya.

Chen, bagaimanapun, secara tidak langsung menyebut bahwa mesin baru tersebut belum berkelas dunia dengan menunjukkan bahwa mereka telah mulai merancang mesin turbofan generasi berikutnya.

Dia juga mengatakan bahwa China masih belum setara dengan 5 (lima) negara maju yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Rusia dalam kemampuan produksi mesin turbofan canggih untuk jet tempur militer.

Chen mengatakan para ilmuwan dan insinyur China masih terus berusaha untuk mengejar pemain top dunia dalam hal penelitian dan pengembangan mesin pesawat terbang mutakhir. Dia mencatat China masih memiliki jalan yang panjang untuk dilalui sebelum dapat mengembangkan dan memproduksi mesin jet berkelas dunia.

“Misalnya, kita dapat mengembangkan dua komponen yang paling penting dalam sebuah mesin canggih yaitu bilah turbin tunggal dari kristal superalloy dan metalurgi bubuk superalloy untuk cakram turbin dalam produksi massal, yang saat ini kualitasnya sangat tidak memuaskan”, kata Chen.

Membuat mesin handal masalah waktu dan ketekunan, menurutnya. “Jalan menuju sukses penuh dengan kemunduran dan kegagalan. Setiap mesin terkuat di dunia telah berjalan melewati semua rintangan ini”, kata Chen.

Pembuatan mesin pesawat etap menjadi salah satu dari beberapa bidang di mana China masih tertinggal dari para pemain top seperti Amerika Serikat dan Rusia, menurut pengakuan Yin Zeyong, Kepala Komisi Sains dan Teknologi di AECC.

  21 Responses to “Mesin Terbaru Untuk J-20 China Masih Belum Bisa Dikatakan “Berkelas Dunia””

  1. Chinokkk blangsooot

    • Kalau China & AS (beserta sekutu) bisa produksi mesin

      Kita lebih canggih, konon mesin-mesin motor aja kita bisa ngoprek apalagi ngoprek mesin pesawat kita pasti bisa

      *Kata orang-orang yang penuh keyakinan*

  2. PERTAMAX RACING

  3. Paling tidak china sdh membuktikan negaranya bisa. Hanya soal waktu saja utk kesempurnaan.

  4. Cuma mesin aja yg belum mumpuni, teknologi pendukung sdh hampir setara.

  5. Masih mentok di racikan bumbu..supaya masakan logam tahan api nya sempurna..

  6. Tiongkok masih belajar…
    Indonesia kapan belajar?

    • Jika diibaratkan seorang pelajar, maka china itu adalah siswa yg giat belajar, dan sekarang mereka sdh kuliah.

      Lalu RI? Indonesia ini di ibaratkan Pelajar yg putus sekolah saat lulus SD, dan setelah puluhan tahun tdk sekolah, Indonesia pun akhirnya mulai melanjutkan sekolah, dan saat ini RI sdh kelas 3 SMP.

      @Efek_Sianida

      • Hmm India sama China pastinya sudah lulus S1…
        Sekarang S2 atau S3
        Universitas Uni Sovyet aja sudah tutup

      • Ketika Indonesia berpaling dari USSR, sebenarnya Indonesia pindah sekolah ke IMF, USA, MEE (masyarakat ekonomi eropa). Namun sayang, sekolahan USA dan gang ternyata lbh mengarahkan siswa Indonesia untuk bergaya hidup borjouis ketimbang tekun mandiri mengembangkan barang sendiri. Siswa Indonesia lbh puas mendapat barang (militer) kelas dua, lungsuran dari mentor USA, tentu dg berbagai puja-puji yg melenakan siswa Indonesia tentang kemonceran berbaga alat perang buatan mentor USA nya.

        Ah itu masa lalu, mari kita mulai melihat ke depan.

  7. Karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT… itulahh kira2 jawaban cina saat ini.

  8. Lanjut China….
    Sempurnakan lagi yaa

  9. Pake mesin TIK lebih top..

  10. Pakai mietsin aja cina jagonya wkwkwkwkwk

  11. Dibidang yg menyangkut teknolog itu ada yg namanya konsep, design dan dilanjutkan dgn R&d yg jk di umpamakan memasak adlh sprt menaruhkan seberapa banyak bumbu racikan yg dipakai. Nah.. di tahap R&d itulah sebenarnya tahapan yg plg penting utk dilalui, bukan lgsg lompat, melompati R&d dgn jurus main copas. Sekarang baru merasain kalau masakannya kagak karuan rasanya kan?
    Hehehe…

 Leave a Reply