Mesir Memesan S-300VM Rusia

62
68
Sistem pertahanan udara jarak jauh S-300VM
Sistem pertahanan udara jarak jauh S-300VM

Mesir telah menandatangani perjanjian pembelian sistem pertahanan udara jarak jauh S-300VM dengan harga 500 juta USD dari Rusia, ungkap harian bisnis Rusia, Vedomosti pada 23 September, yang mengutip pejabat industri pertahanan Rusia dan sumber dari Rosoboronexport.

Laporan Vedomosti muncul setelah surat kabar Fontanka St Petersburg melansir pada 11 September bahwa pabrik yang berada di kota Kirov ini akan membangun 22 kendaraan yang digunakan untuk sistem S-300VM bagi pelanggan asing tak dikenal. Harian itu menerbitkan foto-foto yang menunjukkan salah satu kendaraan dicat dengan warna gurun, meskipun yang lain dicat hijau. GM-830 chassis hanya digunakan untuk membawa seri S-300V.

Alexander Fomin, kepala Badan Federal Rusia untuk Kerja Sama Teknik Militer, menyatakan belum ada kontrak final namun Kairo dan Moskow telah mencapai kesepakatan awal untuk kesepakatan 3.5 miliar alat pertahanan.

Meski Fomin tidak memberikan rincian dari kesepakatan itu, para pejabat Mesir sebelumnya mengatakan tertarik untuk mendapatkan alutsista dan pesawat dari Rusia. Militer Mesir telah mengoperasikan 2K12 Kub buatan Rusia/soviet, S-125 Pechora-2M, Buk-M1-2 dan sistem pertahanan udara Tor-M1, tetapi tidak memiliki sistem rudal pertahanan jarak jauh permukaan-ke-udara (SAM).

S-300VM yang juga dikenal sebagai Antey-2500, adalah versi ekspor dari keluarga sistem pertahanan udara yang dikembangkan secara paralel dengan seri S-300P. Sistem ini dapat menggunakan dua rudal yang berbeda, satu untuk mencegat rudal balistik jarak menengah, yang lainnya untuk mencegat pesawat tempur.

Produsen S-300VM mengatakan sistem pertahanan Almaz Antey, dapat menghancurkan semua jenis pesawat, termasuk pesawat yang memiliki radar cross section sangat rendah, rudal jelajah, dan rudal balistik dan taktis jarak menengah. S-300VM dapat menyergap hingga empat target sekaligus, untuk jangkauan maksimum 200 km dan ketinggian 25.000 m.

Namun, S-300VM belum dijual seperti halnya seri S-300P, yang mana hanya Venezuela yang diketahui telah menjadi pelanggan ekspor. (Janes.com).

62 COMMENTS

  1. “””bahwa pabrik yang berada di kota Kirov ini akan membangun 22 kendaraan yang digunakan untuk sistem S-300VM bagi pelanggan asing tak dikenal. Harian itu menerbitkan foto-foto yang menunjukkan salah satu kendaraan dicat dengan warna gurun, meskipun yang lain dicat hijau. GM-830 chassis hanya digunakan untuk membawa seri S-300V.”””

    • Kaya nya bung frans kok ga suka sama indonesia ya ? Selalu sinis n pesimis kadang meremehkan sama apapun alutsista indonesia yg baru datang , akan datang bahkan yg belum dibeli .. bahkan lebih sinis dari komentar orang malaysia karena kita ga begitu paham bahasa mereka .. kalo anda bilang komentar anda kritis itu salah . Kritis beda dengan sinis . Anda kritis atau sinis bung ?

  2. Kayaknya mesir dah mulai sadar akan dirinya yg cuma di perdaya oleh bang isrok dan bangAsu.dijejelin terus dg alutsista.. Barat.
    Tapi setelah itu di banting dan gebuk sama sperti irak tempo doeloe..

    matanya di tutupin pakai tenk top nya usa.dan pespor ala kadarnya f16 yg jelas kalah di kawasan bila melawan isrok..

    Bung diego..
    thanks artikelnya selalu buat intermezo buat negara ini…

  3. Banyak negara yg “tergila2” dgn rudal produk Rusia khususnya yg ini. Bhkn bbrp negar yg mndpt ancaman ato dianggap musuh oleh ASU dan Eropa, rela “mengemis” agar dpt izin utk ekspor rudal ES telungatus ini. Dan bbrp negara sprti China, Venzuela, Vietnam dan Saudi, diam2 eh tahu2 pesan gt aja.
    Nah utk kita Indonesia Raya Tercintrong ini kok justru ruwet ya. Pdhl kita memiliki kelebihan dibanding negara2 di atas. Kita, sudah diTAWARIN langsung oleh Mr. Putin!!! Rakyat, bangsa Indonesia jg buanyak yg berharap dan mengelu2kan utk memiliki rudal anti serangan udara itu demi pertahanan dan keutuhan NKRI!!! Soal duit, saya rasa negara kita masih mampu utk membelinya meski hanya bbrp baterai.
    Apa sudah nasib kita sll berkutat di lubang yg RUWET ya…???
    Alih2 alasannya utk menjaga tdk trjdnya perlombaan senjata di kawasan. Pdhl mnrt saya, negara berdaulat sprti Indonesia, ngapain ngurus. Mau perlombaan senjata ya terserah dong wong pengadaan Alutsista GAHAR tujuannya hanya utk PERTAHANAN. Toh negara kita belum prnh sekalipun dpt cap sbgai PENJAJAH. Bhkn negara kita dikenal sbgai negara Asean yg santun, sll jd penengah atas stiap konflik di kawasan bhkn dunia. Negara kita sll lantang menyuarakan perdamaian ABADI. So, apa mslhnya klo kita punya alutsista GAHAR semisal S-300V itu???

    Nah utk urusan ini, saya setuju klo Bu Mega jd pembisik dan berbisik ke Jokowi utk membeli produk2 Alutsista Rusia. Secara Mega kan dikenal deket dgn Alutsista Ruskie. Syukur2 sbgai negara sahabat, Rusia berkenan ngasi ToT.
    #EdisiBeharapJokowiBeliSSSS

  4. Dirahasiakan supaya kekuatannya sulit diukur dan efek merusaknya tidak dapat diperkirakan. Tahu2 musuh nkri sudah menjadi bongkahan daging yang dimangsa belatung dan tidak memiliki kebanggaan apapun selain debu dan kehinaan

    Salam

  5. kl beli sekarang percuma om, masih aman damai. mending buat nambah RND roket lapan biar cepat.
    yang penting kita sm om ruskie saling pengertian, kl di telp ya langsung diangkat dan segera kirim jangan sampai klh sm penjual delivery.
    pres ina: halo om ruskie?
    pres ruskie: halo, ono opo le?
    pre ina: tetonggoku usil banget, dolanan neng genteng omah. aq njaluk espetangatus!
    pres ruskie: oo…kurang ajar wani ganggu. oke dikirim segera….
    pres ina : maturnuwun.

  6. Bikin sendiri aja, tinggal rhan dikasih mata, telinga, dan hidung. Coz klo bikin sendiri kita bisa bikin semau kita jumlahnya.
    Kayaknya perlu diadain fakultas teknik satelit dan peluru kendali deh, dg jur teknik satelit dan teknik peluru kendali.
    Hidup ini bebas lakukan apa yg kita mau. Kawasan asean semakin maju, perluas referensi standar minimum kita setingkat nato dan pakta warsawa.

LEAVE A REPLY