Apr 272018
 

KFX/IFX Model

Jakarta – Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Marsekal Madya Hadiyan Sumintaatmadja mengatakan ada keterlambatan dalam proses pembuatan pesawat jet tempur KFX/IFX yang sedang dibuat Indonesia-Korea Selatan.

“Bukan penundaan, tapi ada kelambatan proses-lah gitu, bukan penundaan, tapi kelambatan. Ada masalah yang harus kita selesaikan dengan pihak Korea,” ujar Marsdya Hadiyan saat ditemui di kawasan Monumen Nasional, Jakarta, pada Rabu, 25 April 2018, dirilis oleh situs TEMPO.

Menurut Marsdya Hadiyan, keterlambatan terjadi karena ada masalah teknis. Ia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai hal tersebut. Namun ia yakin program pembuatan pesawat tempur tersebut akan terus berjalan.

Jet tempur KFX/IFX adalah pesawat semi-siluman generasi 4.5 yang dikembangkan Indonesia dan Korea Selatan. Kerja sama pengembangan pesawat ini sebatas pada pengembangan pesawat hingga mencapai prototipe.

Dari 6 prototipe yang akan dihasilkan, satu prototipe akan diserahkan kepada Indonesia. Pada Juli 2017, program Engineering Manufacture Development (EMD) telah menyelesaikan 14 persen dari keseluruhan perencanaan program yang berlangsung hingga tahun 2026.

Kepala Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia Mayor Jenderal Sabrar Fadhilah mengatakan target penyelesaian akan tercapai. “Setiap perencanaan pasti diatur waktunya, dirancang sedemikian rupa untuk bisa mencapai target,” kata Kapuspen TNI.

Duta Besar Korea Selatan

Sebelumnya, pada 19 April 2018, Duta Besar Republik Korea Selatan untuk Indonesia Kim-Chang-beom menyatakan bahwa Korsel dan Indonesia terus melanjutkan pengembangan proyek pesawat tempur generasi 4.5 KF-X/ IF-X.

Dubes Kim dalam sesi wawancara khusus dengan kantor berita ANTARA di Jakarta, Kamis, 19 April 2018 mengungkapkan bahwa KF-X/ IF-X adalah proyek kerja sama jangka panjang antarpemerintah yang telah berlangsung dengan cukup lancar.

Pemerintah Korea Selatan memiliki hubungan yang dekat dengan Menhan Ryamizard Ryacudu dan terus berkonsultasi dalam pengembangan proyek pesawat tempur KF-X/ IF-X yang bisa mengakomodasi kemampuan siluman, atau tak terdeteksi oleh radar itu.

“Sejauh yang saya tahu, keseluruhan presentasi berjalan dengan baik dan saya belum mendengar adanya keputusan resmi terkait pengunduran diri dari proyek yang sedang berlangsung ini,” ujar Kim.

Proyek KF-X/ IF-X adalah proyek kerja sama jangka panjang antara Korsel dengan Indonesia untuk membangun kemandirian industri pertahanan di tengah keberadaan negara-negara besar dalam laju pengembangan alat utama sistem persenjataan dunia.

Proyek pembangunan pesawat tempur yang mempunyai rentang spesifikasi teknis di antara generasi 4 dan 5 tersebut pertama kali ditawarkan oleh pemerintah Korsel ke Indonesia pada 2010. Kerja sama ini dilaksanakan melalui 3 tahap yaitu Fase Pengembangan Teknologi, Fase Pengembangan Mesin dan Manufaktur dan Fase Pengembangan Produksi.