Jan 132016
 
Model MiG 1.44 Gen 5

Model MiG 1.44 Gen 5

Meski dalam kondisi sulit, Russian Aircraft Corporation, MiG, tetap melanjutkan pengembangan jet tempur generasi kelima, yang diumumkan Direktur Jenderal MiG, Sergey Korotkov, dalam pameran aviasi Le Bourget.

Sergey Korotkov mengaku belum ada pesanan untuk pesawat siluman ini, namun mereka akan tetap membuatnya.

Perusahaan pesawat ternama MiG mempertaruhkan pengalaman mereka, brand awareness, dan fakta bahwa “pasar global untuk jet tempur ini cukup besar”. MiG memutuskan untuk mengikuti jejak kompetitornya, Sukhoi, yang dilakukan pada 1990-an. Saat itu, Sukhoi mengubah target pasar pada pasar global dan menarik investasi asing untuk menciptakan pengembangan baru. Bedanya, kali ini MiG harus melakukannya tanpa adanya kontrak pemesanan.

Sukhoi Jadi Prioritas

Sejak tahun 2000, Rusia menjadikan pengembangan Biro Desain Eksperimental Sukhoi sebagai prioritas, karena perusahaan itu berhasil bertahan di tengah situasi sulit dan adanya pesanan dari luar negeri, serta mampu membuktikan efektivitasnya. Di saat yang sama, proyek pesawat generasi kelima dicabut dari Biro Desain Eksperimental MiG lalu diberikan untuk proyek S-37 Sukhoi. Padahal pada 1999, MiG 1.42 telah melakukan penerbangan pertama prototipe pesawat tempur generasi kelima MiG 1.44, atau Multifunctional Frontline Fighter/MFF.

Pada akhirnya, pemerintah Rusia memilih untuk memprioritaskan pendanaan bagi proyek Sukhoi. Bahkan setelah jelas bahwa S-37 ditakdirkan hanya menjadi model eksperimen, proyek MiG tetap diabaikan, dan pemerintah lebih memilih mengembangkan PAK FA, yang baru dimulai pada 2002, dan terbang pertama kali pada 2010.

Sementara, pengembangan MiG 1.44 sudah dimulai awal 1980-an. Ketika Uni Soviet runtuh, desain awal dan model pesawat tersebut sudah siap, sehingga sangat layak dikembangkan menjadi jet tempur generasi kelima. Pada tahun 1990-an, bahkan tanpa adanya sokongan dana, tim MiG membawa proyek ini ke tahap pengembangan prototype terbang, namun, sepertinya pemerintah Rusia tak membutuhkan hasil dari upaya itu.

MiG 1.42

MiG 1.42

Pada 2006, MiG menjadi bagian dari United Aircraft Corporation (UAC), yang kemudian mengurangi independensi dan prospek promosi bagi perusahaan tersebut.

Menurut Ovanes Mikoyan, putra pendiri MiG di era Soviet dan kini menjadi perancang pesawat di Biro Desain Eksperimental Mikoyan, pesawat generasi kelima yang dibuat Mikoyan telah ‘hancur’. Menurut Mikoyan, dalam sistem industri aviasi Rusia saat ini, ‘yang punya lebih banyak uang dan pengaruh yang akan bertahan’. Padahal menurut veteran aviasi Soviet dan Rusia itu, MiG dan Sukhoi selalu mengembangkan pesawat tempur dengan tipe berbeda (MiG mengembangkan pesawat ringan, Sukhoi mengembangkan pesawat berat), sementara kompetisi baru dimulai saat ‘kepentingan pendanaan mereka mulai bertabrakan’. Sederhananya, MiG kalah dalam perebutan pendanaan dari pemerintah.

MiG 1.42

MiG 1.42

Saat ini, perusahaan MiG tidak punya pesanan. Kontrak besar terakhir untuk memasok pesawat tempur MiG-29K Angkatan Laut Rusia dan India telah selesai. MiG kalah dalam tender untuk memasok pesawat tempur ringan India, yang dimenangkan oleh perusahaan Rafale Prancis. Proyek desain UAV yang ditawarkan oleh MiG tak mendapat pendanaan pemerintah. Sehingga, kini manajemen perusahaan harus mencari kesempatan untuk memperbaiki portofolio pesanan, termasuk mencari mitra atau pembeli, bagi pesawat tempur generasi kelima. Ini tak akan mudah dilakukan tanpa produk yang sudah ditangan, dan perusahaan kini harus membuat setidaknya prototipe terbang atau demonstrasi teknologi.

Namun, UAC menyatakan, pengembangna pesawat tempur generasi kelima kelas ringan bukan prioritas perusahaan. Selain itu, proyek PAK FA juga menjadi beban finansial yang berat untuk pemerintah, dan jumlah PAK FA yang akan dibeli pemerintah secara konstan menurun. Oleh karena itu Sergey Korotkov mulai bicara tentang perlunya mengganti MiG-29, “yang tersebar di seluruh dunia”. Namun, perihal akankah pesawat tempur generasi kelima kelas ringan Rusia bisa memasuki pasar global masih menjadi tanda tanya.

Indonesia.rbth.com

Thanks : Boedi Satriyo

Berbagi

  54 Responses to “MiG Cari Partner Bangun Pesawat Tempur Generasi V”

  1.  

    pertamak,,
    joint saja sama indonesia

    •  

      sebaiknya MIG buka pabrik pesawat di Indonesia

    •  

      Nah kan….. mending ini daripada IFX

    •  

      Andai saja para pemimpin kita SENSITIVE Dengan kemandirian……

      andai saja pemimpin kita ingin NKRI Maju dan di segani

      Program seperti ini pasti akan di ambil.

      Namun sayang pemimpin kita kurang PEKA…..!!!

      Yang ada di bayangan pemimpin kita adalah…AKAN….MINAT….AKAN DI PERTIMBANGKAN…!!

      Sayang Pemimpin seperti SOEKARNO di negeri kita sudah tdk ada.

      •  

        kasihan rusia hingga kini belum ada pesawat generasi ke 5..
        hanya contoh,dan contoh dan contoh..fakfa,mig 1.44..
        sedangkan america sdh duluan dengan f 22 dan f 35..dan china j 20 dan j31
        kasihan…..aduh miris sekali rusia. bisa kalah dengan china

    •  

      Apa Rusia pernah ToT dengan Indonesia ?
      Rudah Brahmos saja, ada komponen yang dirahasiakan dan harus tetap impor ke Rusia
      India saja merasa di cekik sama Rusia dalam proyek PAK-FA (HAL FGFA)

      Sumber : JKGR

      India mengeluhkan teknologi canggih pesawat tersebut ditutup tutupi oleh Rusia,
      India menduga Rusia berusaha lebih memanfaatkan kemitraan keuangan daripada kolaborasi teknologi
      Sumber-sumber India mengklaim insinyur mereka dilokalisir dari program ini,
      karena Moskow tidak tertarik untuk berbagi rincian teknis tentang pesawat ini

      Seorang pejabat senior IAF mengatakan, “Kami tidak mendukung (program) FGFA.
      Pesawat tempur PAK FA terlalu mahal (walau sudah direvisi), dan kami tidak yakin pada kemampuannya

    •  

      Kalo untuk pespur kan udah ada KFX, nanti malah jadi ga fokus pengembangannya. Mendingan kalo emang mau sama MiG, proyek UCAV MiG Skat itu aja yang kita ambil alih.

    •  

      Betul, mending kerjasama sm Indonesia pasti pihak mikoyan mau TOT sm Indonesia, drpd sm sukhoi 35 msh ruwet smpe skrg, wong China aja g dikasih tot pdhl mau beli bamyak, apalagi indonesia yg cm beli 8 biji, kalo mslh kemampuan msg2 punya kelebihan dan kekurangan su35 bs bawa senjata 8 ton, kemampuan radar 400km mendeteksi musuh, speed maks 1,9 mach (klo g slh sih), sedangkan mig 35 bs bw senjata 7ton, kemampuan radar 160km mendeteksi musuh, speed 2,3 mach, kyknya kecepatan mig 35 yg jd kelebihan drpd sukhoi35, dan kyknya mau kasih tot sbb lg crcpembeli pertama, kalo mslh kekurangan kan indonesia pasti bs kembangkan sndri yg penting dpt pedoman utk kembangkan sistem avionik yg canggih…gitu aja koq repot….

  2.  

    Kesempatan Buat LAPAN

  3.  

    Dual engine dan konsep aerodinamika yang unik

  4.  

    harusnya Indonesia bisa mengambil kesempatan ini.

  5.  

    Sudah ditandatangani kemarin dengan PT.DI lunas dibayar info Mbelung : Togog kagak percaya

  6.  

    Desainya Kalo Dilihat Mirip KFX ya.

  7.  

    Mungkin MIG kalah pamor sama sukhoi gara2 dogfight Su-27 ethiopia vs Mig-29 eritrea dimenangkan sukhoi ethiopia

  8.  

    mirip sekali dengan j20 tiongkok
    j20 sepertinya memang mig 144

  9.  

    join saja sama indonesia, kalau urusan desain kyknya insinyur indonesia jago jago bikin desain pesawat siluman modern,untuk tekhnologi biar d kerjakan bersama.walaupun indonesia belum ahli d bidang pesawat tempur tapi saya yakin mereka mampu mengimbangi, kalau urusan desain saya juga yakin indonesia jago cuma blm d imbangi sama penguasaan tekhnologinya, jadi ini kesempatan.

    •  

      tapi permasalahanya apakah Komisi 1 DPR bakalan setuju?. belum lagi masalah anggaranya bung, lebih baik kita tunggu aja KFX/IFX rampung terus kalo udah siap kita upgrade ke GEN 5, kalo ikut dua tender pembuatan pesawat tempur sekaligus saya rasa indonesia yang sekarang belum siap menurut saya, semoga saja indonesia yang kedepanya bisa lebih baik dibidang anggaran pertahanan dan bidang yang lainya!!!

  10.  

    sebenarnya waktu DAPA vs LM menegnai 4 item TOT KFX ga deal, saya sangattt berharap bergulir menjadi besar dan putusnya hub itu. Artinya Indonesia tidak kena penalti jarena yg force majeur adalah pihak Korea.
    Kesempatan untuk menggaet Mikoyan. Ga usah muluk-muluk ke generasi 5, cukup dapat TOT full Mig35, deterennnya bakal sangat mengerikan. Udah AESA dan harga terjangkau.
    https://id.wikipedia.org/wiki/Mikoyan_MiG-35
    Spek MIG35 ini silakan baca dan sangat cocok untuk menggantikan semua F16 dan sesuai dengan level/kelas IFX.

    •  

      Tapi mig35 belom ada penggunanya dari negara lain selain 3 order yg unknown.

      •  

        Ya memang begitu alasannta bung hell. Mig35 ini sial saja pada saat pengembangannya kondisi ekonomi rusia tdk bagus dan saingan terberatnya sukhoi berhasil memenuhi kriteria au rusia. Sukhoi dirancang sbg heavy fighter dimana rusia merasa tertinggal dengan f18 n f15.
        Ketidak mujuran mig 35 inilah sebenarnya bisa menjadi keuntungan siapapun itu yg masuk berinvestasi ke sana.
        Banyak ulasan di google bahwa mig35 adalah bintang yg tidak beruntung.

  11.  

    Kalo pemerintah kita setuju, pendanaan ada, insinyur dan teknisi ada. Apa iya pemerintah dan parlemen rusia dengan mudah menyetujui proyek tersebut?

  12.  

    Kemungkinan akan kerjasama dengan China. Kalau Indonesia ada budget lebih, mungkin bisa diajak kerjasama permodalannya, baik dana dan SDM.

  13.  

    coba indonesia ikut untuk sekalian modal bagi perkembangan ifx blok berikutmta,,agar nanti IFX blok II dan sterusnya ga tertebak jeroan nya, baik oleh china,aushit,dan asu…

  14.  

    Desainnya masih bagus Kfx/ifx ..salam kenal bung 😀

  15.  

    kaya j 20 cina ya sekilas

  16.  

    buset atas ane pada latah (¬?¬)
    btw Mikoyan LMFS gak diabaikan pemerintah russia deh kayaknya, russia nunggu PAKFA selesai dulu sampai masuk tahap produksi, baru ini pesawat dilanjutin untuk mengisi peran yang sama dengan Mig 29 (light fighter + temen duetnya anang -eh PAKFA)

  17.  

    Klu pemerintah indonesia berpikir realistis lebih baik gandeng MIG dari KFX karena pada 1999, MiG 1.42 telah melakukan penerbangan pertama prototipe pesawat tempur generasi kelima. ne prototype nya undah ditest sedangkan KFX yg hanya baru diatas kertas….masih lama nunggunya…. soal modelnya masih sama sama pesawat ringan, Kedua KFX masih generasi 4,5 dan teknology downgradenya F35,,,,, maka klu mau bikin program jangan nepotisme…. undang semua pihak baik blok barat, rusia, dan amerika…. jangan mau jadi volunteer, mendingan yang udah ketahuan ada,,, semua klu masih angan angan kemungkinan gagal besar, dan mark up biaya juga akan mengganjal….

    •  

      Lalu apakah jika kita menggandeng MIG kita mendapatkan timbal balik sama seperti yang diberikan oleh Korea dengan projek KFX nya? Ini yang harus dipertimbangkan karena selama ini TOT untuk Rusia terkenal pelit.

      •  

        Semuanya kembali ke hitung dagang, india aja kebagian banyak TOT, mulai dari rudal Bramos= bramana moskow, sukhoi MKI yang bikin rafael dan F 18 termehek mehek, kapal induk, dan sukhoi PAK FA T-50,,,,,semua klu hitungan dagangnya oke siapa yang ngak mau…Russia juga manusia yg realistis,,, asal jangan kencing ngak bayar… tentu mereka ngak mau,,,, klu kita negara poros maritim ya harus kuat….

      •  

        Benar Rusia terkenal pelit ToT. AS, Cina, Inggris/Eropa masih lebih dermawan memberikan ToT, asal belinya banyak dan temenan baik pastinya hehe. Lihat tuh PAK-FA/FGFA India ngebiayain 50% biaya proyek itu tapi teknologi kunci seperti avionik dan mesin ngga dikasih juga sama Rusia tanpa alasan jelas, sampai India kesal. Ditambah performa PAK-FA yg sampai saat ini jauh dibawah janji pabrik Sukhoi, biaya semakin membengkak, kerjaan molor bertahun-tahun. Rusia dan India akhirnya sama2 kurangin pesanan pespur PAK-FA/FGFA.

  18.  

    General characteristics

    Crew: 1
    Length: 19 m (63 ft)
    Wingspan: 15 m (50 ft)
    Height: 4.50 m (15 ft)
    Empty weight: 18,000 kg (40,000 lb)
    Loaded weight: 28,000 kg (62,000 lb)
    Max. takeoff weight: 35,000 kg (77,000 lb)
    Powerplant: 2 × Lyulka AL-41F afterburning turbofans, 176 kN (39,680 lb) each

    Performance
    Maximum speed: Mach 2.6 [27] (2,760 km/h, 1,725 mph)
    Range: 4,000 km (2,500 mi)
    Service ceiling: 21,555 m (70,720 ft)

  19.  

    Armament

    Guns: 1× 30 mm Izhmash GSh-301 cannon, 250 rounds
    Missiles: R-77 (AA-12 Adder) medium-range radar-guided missiles, R-73 (AA-11 Archer) short-range IR-guided missiles, K-37 long-range radar-guided missiles, K-74 short-range IR-guided

    Ne bisa berak berak F 22 raptor dan F 35 dibikinnya

  20.  

    Hati2 kerjasama dengan Rusia. Lihat saja India yg jadi partner utama untuk PAK-FA/T-50/FGFA teknologi2 kunci seperti avionik dan mesin ngga dikasih sama Rusia, bahkan India kecewa dengan performa stealth, mesin, ketahanan dan keamanan pesawat PAK-FA yg jauh dibawah janji pabrik Sukhoi, yg bilang Menteri Pertahanan India sendiri, Manohar Parrikar pada Januari 2015 lalu. Proyek PAK-FA terus molor bertahun-tahun karena sangat rumitnya pembuatan pesawat gen-5 dan biaya terus membengkak disaat kondisi ekonomi Rusia yg sedang krisis. Akhirnya Rusia hanya akan membeli 12 pesawat sampai 2020 dari rencana 55 pesawat. 12 Pesawat itu hanya cukup untuk unit skuadron evaluasi. Rusia sadar PAK-FA tidak sesuai harapan dan memilih untuk upgrade pespur lama seperti Su-27/30. Berita terakhir India terpukul karena Rusia sendiri mengurangi order PAK-FA/FGFA, sedangkan India menanggung 50% biaya pengembangan PAK-FA Rusia. Mungkin klo MIG buat pespur Gen-5 bisa lebih bagus dari Sukhoi PAK-FA, mungkin saja. Membuat Pespur dengan teknologi Gen-5 bukan perkara mudah.

    •  

      India juga sudah tanda tangani kontraknya di akhir desember 2015 kemaren harganya diskon lagi 50%, urusan ama india russia ke bablasan ambil semua tehnology bayar murah cicil lagi, siapa yang ndak tahu watak india,,, dibanding F 35 harganya mahal skali 150 mio usd per unit dan KFX yang nanti cost per unit 100 mio usd, mendingan pilih murah dan tehnology lebih tinggi …. dari pada KFX masih angan angan, di ancam embargo tehnology,,,, kita juga udah belanja banyak su 27, su 30 dan udah pesan su 35, tank tank buat marinir, rudal…. wajar dong sebagai konsumen minta agak lebih MIG 1.42 kita yang lanjutkan produksinya.. sayang dong cost dikeluarkan,,, bagi russia yang penting dapur ngebul… bagi indonesia 20% dari 20 b usd yang harus bayar ke Korea sbg ongkos pengembangan terbuang percuma klu core technology yang 4 tidak punya….

      •  

        @Alex
        Harga F-35 per unit dengan mesin saat ini sekitar US$ 115 Million (per 2014) dan harganya terus turun seiring meningkatnya rate produksi pabrik LM. Bahkan tahun 2020 ke atas harganya akan sekitar US$ 90 Million. Meskipun biaya pengembangan tinggi tapi sebenarnya harga itu masuk akal. Avionik seperti radar AN/APG-81 AESA dan sensor2 elektroniknya setara F-22 (tp tetap F-22 lebih canggih), mesin Pratt & Whitney F135 yg adl mesin pespur paling bertenaga di dunia yaitu dgn tenaga 43.000 lbf (Mesin F-22 yg ditingkatkan), teknologi stealth generasi ke-3 (Rusia saja masih bikin gen ke-1 mereka) dimana RAM coating tidak lagi di semprot ke body pesawat, tapi body pesawat sudah dibuat dr awal mengandung bahan RAM, teknologi airframe pesawat terbaru dan sistem manajemen kontrol pesawat yg tidak pakai sistem hidrolik seperti pespur di generasi sebelumnya, melainkan menggunakan sistem Electro Hydrostatic Actuators yg ditenagai sumber listrik yg redundant alias terlokalisir, jd klo ketembak gak efek ke kontrol pesawat yg lain. Itu baru beberapa contoh saja, tapi F-35 benar2 isinya teknologi2 baru yg sama sekali belum pernah diterapkan dlm pespur gen sebelumnya. Masalahnya itu, AS terlalu berani menggunakan banyak teknologi baru yg perlu waktu lama pengembangannya, makanya jd mahal dan molor. Klo soal MIG 1.42 masih beresiko dan membutuhkan banyak sekali dana utk melanjutkan pengembangannya. Gua masih lbh setuju klo Indonesia join PAK-FA daripada MIG 1.42. Salam

  21.  

    dr segi teknologi mig ketinggalan tp dr msa lalu indonesia sangat dsegani krn memakai mig dr berbgai jenis.
    lbih baik indonesia berkiblat ke mig dgn kerjsama perushaan bumn….
    mig msih di perhitungkan..

  22.  

    Proyek sukhoi PAK FA emang sepertinya emang bener bung, russia kek setengh2 ToT sama india, mereka terlihat menginginkan uang india dari pada share teknologi sukhoi PFA. Apaa mungkin karena faktor anggota persemakmuran india bung…entahlah.

    Ane rasa cukup kita ToT di IFX ini aja bung, kita kembangkan sendiri saja tekgnologi jet tempur tersebut…

  23.  

    Ayooo..dilarisi MIGnya..katanya butuh pespur banyak?…pengganti HAWK belom ada?..pengganti F16..kan IFX…padahal ada pemekaran skuadron…dan bandara…

  24.  

    bukannya nih blueprintnya udah di beli China dan dikembangkan sedikit lalu muncul J20 Chengdu??

    kalo menurut saya,..IFX sangat potensial, tapi ada satu yang menganjal, Situasi politik di Korea Selatan tidak stabil, karena adanya perseteruan KORSEL dan KORUT,..walaupun demikian dinamikanya, KORSEL mampu maju dan menciptakan Brand2 yang luar biasa, sebut saja SAMSUNG, HYUNDAI, KIA, DOOSAN, LG dll,..dan juga posisi keuangan KORSEL utangnya masih 35% dari total GDP, level aman. beda dgn jepang, yang sudah 250% dari GDP,…alias sudah bangkrut.

    menurut saya, tetep jalan dengan KFX/IFX ini satu2nya source teknologi bagi Indonesia dari kalangan BARAT.

    jika ekonomi Indonesia maju, bolehlah proyek MIG ini di ambil juga, sehingga Indonesia mampu membangun pesawat tempur yang sempurna. perpaduan design antara barat dan timur.

    Salam.

  25.  

    Indonesia harusnya bisa kerjasama dalam hal ini, karena Indonesia sangat butuh belajar teknologi kemiliteran

  26.  

    Kalo mau gabung sama ini peoyek memang sepertinya harus lebih berhati hati, kalo di ruski saja yg notabene produk lokal mereka sendiri aja masih meragukan produk mig mengapa kita harus gabung dgn invest untuk pengembangan pespur mereka. Saya kira bisa jadi gambling kalo kita jadi invest ke mikoyan.

  27.  

    nasib mig sedang sulit. penawaran mig 29 smt yang diperkirakan oleh serbia, juga jumlah yang ditolak aljazir serta mig 29 k untuk kapal induk india, merupakan pesanan akhir yang tidak cukup menggembirakan.
    pada renstra au rusia dari 2010 sampai 2020 direncanakan penambahan 600 pesawat dan 1000 helikopter operasional. dari 600 unit itu mig 35 hanya kebagian pesanan 30 unit, plus tidak ada rencana penggantian mig 31 yang akan pensiun. mig malah berani merencanakan pesawat interceptor pengganti mig 31 di saat ketidakpastian anggaran.
    anggaran untuk pakfa sendiri tidak berjalan mulus, dari rencana 13 prototipe sampai tahun 2013 hanya berwujud 6 prototipe pada 2015. padahal rencana produksi awal 2016 dipastikan akan ada penyesuaian. diperkiran dari pesanan 52 sampai 2020 diyakini hanya 12 unit yang akan tercapai.
    Jadi memang gambaran pabrikan mig agak suram, bila memang ada terobosan dengan pemerintahan indonesia apakah time framenya bersesuaian ? imho..
    cmiiw, salam tabik…

  28.  

    Indonesia g da uang

  29.  

    meding bangun tol laut ajah biar cepet makmur apanya ….

  30.  

    PT. DI mau gan ayokk

  31.  

    mikoyan sudah berpartner dgn belarusia utk mengemnbangkan pespur gen 5, nanti bakalan terbang

    hahhaahaaaa

 Leave a Reply