Mikhail Galuzin : Sukhoi SU-35 Jalan Terus

138
150
Sukhoi SU-35
Sukhoi SU-35

Jakarta – Rusia menyambut gembira rencana TNI AU membeli jet tempur SU-35. Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin memaparkan kerja sama Indonesia dan negara Eropa Timur ini sudah berlangsung sangat baik. Bukan sekali dua kali Indonesia membeli persenjataan dari Rusia, tetapi sejak puluhan tahun lalu.

“Hingga saat ini masih positif dan tidak ada hambatan dan untuk sampai saat ini termasuk proyek Sukhoi akan terus dilanjutkan,” kata Galuzin menjawab merdeka.com di Jakarta, Selasa (10/2).

Dubes-Rusia2
Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Yurievich Galuzin.

Galuzin menjelaskan kerjasama pembelian senjata dan teknologi antara Rusia dan Indonesia sudah berlangsung sejak tahun 1950-an. Untuk Sukhoi Su-35, dia berharap dalam waktu dekat tercapai kontrak kerja sama.

Kita telah siap untuk mempromosikannya tidak lama lagi,” kata dia.

Dulu tahun 1960-an, kekuatan tempur Indonesia menjadi macan Asia. Sejumlah jet tempur paling canggih dari Rusia sudah dimiliki TNI AU. Mulai dari MiG-15, MiG-17, hingga MiG-21. Ada juga pembom strategis Tu-16 dan Tu-16 KS. Kini Indonesia berharap sejarah emas itu bisa terulang kembali.

TNI AU berencana membeli jet tempur Su-35 untuk menggantikan pesawat F-5 Tiger yang sudah uzur. Pesawat F-5 buatan Northrop Co, Amerika Serikat ini sudah digunakan TNI AU 30 tahun lebih.(Merdeka.com).

138 KOMENTAR

  1. latih FA-50 = latih dan serang ringan (operator) TNI AU dan TNI AL, Gripen NG = Patroli Laut (Operator TNI AL, mengingat luas laut butuh pesawat jet, pulau-pulau terluar berperan sebagai kapal induk), Thypoon = Patroli Udara & Intercept, SU 35 Fighter (Operator TNI AU)

  2. Su 35 itu kartu truf indonesia buat blok barat, tapi tidak disiapkan untuk PLA. teknisi PLA sudah tahu seluk beluk pesawat ini. sedangkan untuk PLA , kartu trufnya mesti dari blok barat, (Typhoon, gripen, atau rafale)atau KFX mungkin. gak bisa dong jeruk minum jeruk. yang penting memanfaatkan kelemahan lawan, dan menggunakan keunggulan kekuatan sendiri. tidak peduli seberapa canggih pesawat itu kalo sudah dikenalli luar dalam bakal bisa di eksploitasi

  3. “Meskipun kita tahu, beliau lebih condong ke blok barat, itupun sudah sewajarnya tatkala alutsista kita dari timur sudah terlalu over, sehinggga alutsista barat wajib sebagai menu selanjutnya yang tentu saja menjadi pelengkap sajian”, alutista timur yg mana yg over lah ini aja masi kekurangan kok bisa2nya ngetik over, salah makan obat kali yg ngetik.

  4. @mak erott, yang sekarat tuh barang loe mungkin, makanya pake nama mak erott…kalo komen jangan ngasal. kita butuh yang namanya flanker, loe mau negara loe diserang ama tetangga-tetangga yang resek? mikir dong jangan asal jeplak, MEF 123 harus didukung, bukan dikerdilkan dengan komen kayak gitu. Ketika baru beli tahun 80-an juga F-16 ada yang harus diperbaikin, malah udah banyak yang jatoh…Flanker is The Best…

  5. perlu anda cermati om, jangan baca komen -baca komen. Biar tidak ada prasangka / pengerdilan , anda lihat foto di atas yg bernomor seri su no o4. Mungkin anda tidak teliti apa cuma cuab2 untuk sensasi. Sungguh kerdil sekali jiwa anda ini. Sejak era presiden mega , tlah mendatangkan 4 su 27 no seri 01,02,03,04. Dan katanya mangkrak di gudang. Sekarang saya tanya pada anda, no berapa gambar sukhoy di atas. Masak ada penomeran ganda / gimana. Mohon tanggapan anda.