Jun 282016
 

Kebutuhan helikopter angkut berat tentu tak bisa ditawar untuk menunjang operasional TNI. Setelah sebelumnya menggunakan Mil Mi-17 V5, Puspenerbad TNI AD sebagai elemen kavaleri udara nasional dikabarkan tengah dalam proses menerima helikopter angkut berat asal AS, Boeing CH-47 Chinook. Meski berita pengadaan CH-47 Chinook cukup santer, namun hingga ini toh belum juga dilangsungkan kontrak pembeliannya. Lepas dari itu, muncul kabar lain, bahwa TNI AD justru tertarik pada helikopter angkut raksasa Mil Mi-26 dari Rusia.

MI-26_en_Mexico

Meski kabar pengadaan Mil Mi-26 belum bisa dikonfirmasi, tapi sinyal hadirnya helikopter yang sempat tampil dalam film Die Hard 5: A Good Day to Die Hard (2013), mendapat dukungan dari pihak internal user, terlebih Puspenerbad selama ini telah berpengalaman menggunakan helikopter asal Rusia, seperti Mil Mi-17 V5 dan heli serbu Mil Mi-35P Hind. Seperti halnya kabar jumlah CH-46 Chinook yang ditawarkan ke Indonesia, Mil Mi-26 yang rencananya akan didatangkan untuk TNI AD diproyeksikan sebanyak empat unit. Dan bila mengacu ke periode pengadaan, helikopter yang mampu membawa tank ini idealnya hadir pada periode tahun 2016 – 2019.

Bila nantinya Mil Mi-26 jadi memperkuat arsenal Puspenerbad, rasanya kehadiran helikopter ini bakal mendapat sambutan hangat dan suka cita dari warga, khususnya penggemar alutsista asal Rusia. Pasalnya, Mi-26 bisa menjadi obat rindu saat di era 60-an, TNI AU pernah mengoperasikan helikopter angkut raksasa Mil Mi-6. Merujuk ke sejarahnya, hadirnya Mil Mi-26 tak lain sebagai pengganti dari Mil Mi-6, dan sayangnya tidak ada jejak Mi-6 yang bisa dilihat saat ini sebagai monumen atau museum di Indonesia.

Ruang dalam Mil Mi-26 yang lega mampu mengangkut kendaraan militer maupun tank.

Ruang dalam Mil Mi-26 yang lega mampu mengangkut kendaraan militer maupun tank.

Kembali ke Mil Mi-26, bisa dipastikan sampai saat ini Ia menjadi helikopter terbesar yang ada di muka Bumi. Fakta bahwa Mi-26 raksasa tak hanya bisa dilihat dari ukurannya yang super jumbo, tapi kapasitas cargo pun luar biasa hebat, yakni punya payload 20 ton. Bisa dipastikan tank amfibi andalan Marinir BMP-3F atau truk Ural 4320 mampu dibawa dengan mudah oleh Mi-26. Untuk urusan mobilitas pasukan misalnya, Mi-26 bahkan bisa menandingi daya tampung C-130 Hercules, sebanyak satu kompi pasukan infanteri dengan senjata lengkap dapat langsung diangkut oleh satu unit Mi-26.

Dari sejarahnya, Mil Mi-26 mulai dirancang pada awal 1970 oleh biro desain Mil Moscow Helicopter Plant. Dari bobotnya yang ekstra besar dan punya kemampuan mengangkut kargo lewat sling seberat 12 ton, Mi-26 awalnya diperuntukkan untuk mendukung pekerjaan konstruksi berat, pembangunan jembatan, dan pemasangan transmisi listrik. Saat memasuki tahap pembuatan, Mi-26 diproduksi oleh Rostvertol, yakni dengan terbang perdana pada 14 Desember 1977.

Mil Mi-26 juga dikenal sebagai helikopter pertama di dunia yang menggunakan rotor utama dengan delapan bilah baling-baling. Sumber tenaganya dipasok dari dua mesin turboshaft Lotarev D-136 yang masing-masing mesin mampu menghasilkan tenaga 8.500 kW (11.399 shp). Dalam spesifikasinya, helikopter ini tidak dilengkapi dengan persenjataan, dan sudah lumrah bila Mi-26 dalam operasinya mendapat kawalan dari helikopter gunship.

Kokpit pada versi Mi-26TC sudah menggunakan teknologi digital.

Kokpit pada versi Mi-26TC sudah menggunakan teknologi digital.

Kelebihan lain sebagai helikopter raksasa, pada fasilitas ruang kargo dilengkapi dua derek listrik, yang masing-masing punya kapasitas tarik 2,5 ton. Derek ini digunakan untuk memudahkan proses pemindahan muatan di dalam ruang kargo. Awak helikopter juga dapat memantau proses pemuatan dan kondisi ruang kargo lewat kamera CCTV. Untuk menjamin keamanan dalam penerbangan, bila terjadi masalah pada power, Mi-26 sanggup terbang meski hanya dengan satu mesin, pasalnya Mi-26 dirancang dengan sistem berbagi beban pada mesin, jika satu mesin mati, maka otomatis bisa tetap terbang hingga jarak tertentu.

Karena fungsinya asasinya tak melulu untuk kebutuhan militer, Mi-26 banyak juga digunakan oleh pihak sipil, terutama dalam bisnis penerbangan charter pemindahan alat berat. Dan Bila kelak helikopter ini jadi memperkuat TNI, maka Indonesia menjadi negara kedua di Asia Tenggara, setelah Kamboja yang mengoperasikan Mi-26. Dalam kode NATO, helikopter mendapat penamaan sebagai HALO. Sampai saat ini, Mi-26 telah hadir dalam belasan versi.

Spesifikasi Mil Mi-26
– Crew: Five: 2 pilots, 1 navigator, 1 flight engineer, 1 flight technician
– Capacity: 90 troops or 60 stretchers/20.000 kg cargo
– Length: 40,025 meter (rotors turning)
– Rotor diameter: 32 meter
– Height: 8,145 meter
– Empty weight: 28.200 kg
– Loaded weight: 49.600 kg
– Max. takeoff weight: 56.000 kg
– Powerplant: 2 × Lotarev D-136 turboshafts, 8,500 kW (11,399 shp) each
– Maximum speed: 295 km/h
– Cruise speed: 255 km/h
– Range: 1.920 km (with auxiliary tanks)
– Service ceiling: 4.600 meter

sumber  : wikipedia dan indomiliter.com

Bagikan:

  27 Responses to “Mil Mi-26, Helikopter Angkut Raksasa yang Mencuri Hati Puspenerbad TNI AD”

  1.  

    Ambil banyak ndan…

  2.  

    setuju sekali jika TNI AD akuisisi nih barang

  3.  

    Lanjutkan

  4.  

    borong

  5.  

    satelit militer Indonesia,katanya mau mengorbit 2019….

  6.  

    ni namanya badak terbang.. gwede banget badannya..

  7.  

    ini bukan kaleng krupuk neng carin@..

  8.  

    Mantabb… lanjutken
    Hehehe….

  9.  

    Yg menjadi masalah jam terbangnya. Ni heli klo udh servis lama tp klo masalah jarak si goodlah

  10.  

    Comment:

    kalau mau lebih efisien dan irit chinok crew 3: pilot, co-pilot, enginer . persenjataan ada. 24 liter jangkauan 2252 km. max speed 315 km/h. cruise speed 240 km/h. iya kalau pilih beban muatan lebih banyak sampai pabriknya bisa di ajak terbang pilih mil 26. hehe.

  11.  

    Chinok mau di kemanain

  12.  

    WOW..Itu dalamnya MI 26 seluas Halte Bus Transjakarta Hamoni… untuk dropping jarak pendek sangat efektif jika tidak ada landasan Udara yg panjang..yg penting ada lapangan sepakbola..bisa didarati ini Heli…masalahnya siap ngga perawatan dan operasionalnya..

  13.  

    kalo gw sih cenderung ke chinook, syukur2 bisa beli osprey

  14.  

    Ini heli angkut berat, pasti bawanya yang berat-berat.. kalau sampai heli sebesar dan semahal ini kena embargo yaa Wassalam saja….mangkanya beli saja dari Russia, heli ini bisa angkut banyak personil dan senjata.ya jaga-jaga aja soalnya tetangga terdekat kita antek-antek NATO lo…

  15.  

    Beli aja yg ini pak RR dari pada chinook….Mi-26 bisa angkut chinook tp chinook ga bs angkut Mi-26…. lagian produsen chinok lelet…bikinya lamban,…ga sesuai jadwal….

  16.  

    mau trek trek an sama chinook….nih seru….

  17.  

    bagusan chinhook

  18.  

    Helli drunken master…

  19.  

    BISANYA CUMA COPASSS AJA…………………. GA KREATIF

  20.  

    saya cuma senyum senyum aja dgn kalimat ini Meski berita pengadaan CH-47 Chinook cukup santer, namun hingga ini toh belum juga dilangsungkan kontrak pembeliannya. mana yg koar koar sudah diteken sama bapak gembul?

    bpk gembul cuma beli besi tua dan anehnya besi tua yg sudah dikirim mesinnya di pinjam utk dipasangkan ke besi tua lainnya utk delivery selanjutnya, wow!!!

    beli kok ama mama rika, belituh ke angel mengkel no tipu tipu dia klo jualan..

  21.  

    ini helikopter malah bisa ngangkut chinok. coba cari video nya di youtube

  22.  

    Oalahhhhhhh……….ini bukan jaman dinosaurus jonnnnn…………satu sengatan RPG di badan trus piye……..mending super puma PT DI…… aku suka produk rusia tapi masuk akallah……untuk yg ini jangan……

 Leave a Reply