Sep 262018
 

Dok. Perang Proxy Gerakan Separatis Darfur-di-Libya , Commons wikipedia, org

Tripoli, Libya, Jakartagreater.com   –   Satu milisi yang terlibat dalam konflik bersenjata pada Senin 24-9-2018 di Ibu Kota Libya, Tripoli,  mengumumkan kelompok itu menerima bantuan militer, kendati ada peringatan dari misi PBB di Libya. Dirilis Antara.

“Brigade Assumud (Perlawanan)” mengatakan di laman Facebook bahwa “Komandan Salah Badi menerima pasukan pendukung pertama dari Kota Misurata”, sekitar 250 kilometer di sebelah Timur Tripoli, demikian laporan Xinhua, yang dipantau Antara pada Selasa malam 25-9-2018 di Jakarta.

Milisi yang berpusat di Misurata menyiarkan rekaman video yang memperlihatkan kendaraan militer yang dikatakan milisi adalah bantuan dari Misurata. Misi Dukungan PBB di Libya (UNSMIL) pada Kamis 21-9-2018 memperingatkan bahwa semua pihak yang berperang di Tripoli, termasuk milisi Badi, agar tidak melakukan serangan terhadap daerah permukiman di kota tersebut.

Sejak 26 Agustus 2018, bentrokan sengit berlanjut antara pasukan yang bersekutu dengan pemerintah, yang didukung PBB, dan anggota milisi bersenjata, sehingga menewaskan dan melukai ratusan orang. Pada awal September 2018, Misi Pendukung PBB di Libya menengahi kesepakatan gencatan senjata antara pihak yang berperang. Namun, kesepakatan tersebut dilanggar dan kerusuhan telah berlanjut sejak itu.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga telah menyampaikan keprihatinan mengenai pelanggaran yang terus terjadi terhadap kesepakatan gencatan senjata yang diperantarai PBB di Tripoli. Ia menyeru semua pihak yang berperang agar “menghormati gencatan senjata tersebut dan menahan diri dari tindakan apa pun yang akan meningkatkan penderitaan penduduk sipil”.

Pemerintah Libya pada Jumat 21-9-2018 menyeru masyarakat internasional dan PBB “agar melakukan tindakan lebih tegas dan tindakan praktis yang efektif guna menghentikan perang dan melindungi warga sipil”. Libya telah menghadapi kondisi tidak aman dan kerusuhan yang meningkat sejak jatuhnya rejim lama negeri itu, yang dipimpin oleh Muammar Gaddafi, pada 2011.

Bagikan:

  3 Responses to “Milisi Berperang di Tripoli Menerima Bantuan”

  1.  

    Sebenernya kasian juga libya, susah-susah jatuhin gaddafi bukannya bersatu malah makin ancur negerinya…

    Padahal meski jaman gaddafi diktator, justru malah aman tentram..

  2.  

    Inilah yang akan terjadi pada Suriah jika Assad dilengserkan oleh barat… dibiarkan larut dalam perang saudara berkepanjangan…

  3.  

    ada perang = dapur ngebul

 Leave a Reply