Sep 142018
 

Marinir AS (USMC) operasikan mortir M327 120mm. (USMC via commons.wikimedia.org)

JakartaGreater.com – Militer AS ingin mengganti mortir 120 mm yang terpasang dan diderek saat ini dengan sistem baru yang akan menembak lebih jauh dan menawarkan perlindungan bagi awaknya, seperti dilansir dari laman Military.com.

Pejabat Angkatan Darat dari Product Manager Precision Fires dan Mortars and Project Manager Combat Ammunition Systems memulai survei pasar pada bulan Agustus untuk menemukan perusahaan pertahanan yang mampu memproduksi Mortar Future Indirect Fire Turret 120 mm pada tahun 2021 dan Extended Range Mortar System 120 mm pada tahun 2026.

Sistem mortir 120 mm yang disebut juga “Future Indirect Fire Turret” atau FIFT adalah turret amunisi mortir 120 mm yang memberikan perlindungan dari sistem anti baterai musuh dan melindungi tentara dari efek kebisingan dan ledakan bertekanan.

“Turret ini akan mampu menembakkan proyektil yang lebih berat, jangkauan yang lebih besar dari Battalion Mortar System (BMS) saat ini ataupun Recoil Mortar System-Light (RMS-L)”, tulis permohonan itu.

Sebagai persyaratan, Angkatan Darat AS menginginkan sistem turret baru untuk dapat menembak hingga 20.000 meter atau 20 km, menurut permintaan FIFT.

Baik Angkatan Darat dan Korps Marinir telah menyatakan minatnya pada sistem mortir yang dapat menembak lebih jauh. Awal tahun ini, Korps mulai mencari perusahaan yang mampu memproduksi Advanced Capability Extended Range Mortar atau ACERM yang kompatibel dengan sistem mortir Marinir dan Angkatan Darat AS, yaitu M252 81 mm yang juga menawarkan jangkauan efektif hingga 20 km.

Extended Range Mortar atau ERM, akan dirancang untuk menembak secara signifikan lebih jauh dari jarak 7.2 km dari sistem mortir derek M120A1 yang ada saat ini dan akan menggantikannya.

“Jangkauan sistem mortir harus cukup untuk mencapai target pada jarak 9 km. ERM 120 mm akan memberikan tembakan jarak jauh yang akurat dan responsif dengan bantuan pengendalian tembak digital yang mirip dengan sistem kendali tembak Mortir M150 yang telah diganti”, tulisnya.

Meskipun jangkauannya diperpanjang, ERM Angkatan Darat AS mungkin lebih berat daripada M120A1 saat ini, yang berbobot 319 pon dan dioperasikan lima awak tentara. ERM tidak lebih dari 400 pon untuk persyaratan negara. “Sistem ini harus portabel, dengan masing-masing anggota skuad 4 personel”.

ERM juga harus “membatasi efek ledakan dan paparan kru terhadap tekanan berlebih ke batas yang dapat diterima untuk mendukung penembakan hingga 100 amunisi per hari”.

  8 Responses to “Militer AS Butuh Sistem Mortir 120mm Jangkauan 20 Km”

  1.  

    Cari mortar yg jangkauan nya 20 km? Mending ente tidak usah perang aja, itu bermanfaat bagi kamu dan negara lain.

  2.  

    Mortir dengan jangkauan 20km, rawan buat pasukan para dan infantri, lawan yg sepadan adalah Tank medium dan panser 6×6 yang bergerak cepat dan serangan Helikopter untuk backup laju di darat

    •  

      Mortir itu buat ngancurin perkuburan musuh memanfaatkan tembakan tidak langsung. Sehingga susah dideteksi arah tembakannya dan tembakannya bisa jauh sekitar 8-16 km bergantung model. karena lebih ringan dari Howitzer atau Artileri Swa Gerak makanya lebih mudah dideploy kemana aja. Jadi itulah kenapa mortir dibutuhkan buat pertempuran. Gak melulu pake panser, tank medium atau heli tempur.

      •  

        cocoknya hanya untuk negara2 yang masih mengandalkan perang klasik… terutama di wilayah timur tengah atau Afganistan… dimana perang masih cenderung konvensional dan mengandalkan persenjaraan yang lebih primitif…
        Kalau lawanya sudah modern, maka sistem ini bahkan akan kesulitan apalagi untuk memindahkanya dalam jangakuan yang ekstrem…
        Kalau lawanya negara kuat maka ini adalah misi bunuh diri…

        •  

          Ente terlalu ngandelin senjata beroda. Di Afganistan aja Uni Soviet mundur kok. Ente tau ga, kenapa Howitzer dan Mortar masih dipake walopun teknologinya udah 100 tahun … Artileri swa gerak memang memudahkan pergerakan, tapi cukup sudah diangkut secara cepat. Mortar bisa dibawa pake heli medium. Gitu juga dg M777A2 bisa dengan mudah dibawa pake Super Stallone atau Chinook. So, kecepatan penyebaran tergantung dari bagaimana strategi platform itu digunakan.

  3.  

    Hahahha…..

 Leave a Reply