May 202017
 

Tank tempur utama M1A2 SEP Amerika Serikat, penerus dari M1A2 Abrams. Meriam dan akurasinya hanya sedikit lebih rendah dibandingkan Leopard 2A7 Jerman. Β© Special Ops

Pusat Penelitian, Pengembangan dan Teknik Otomotif Angkatan Darat (TARDEC), saat ini sedang dalam pengembangan konsep desain untuk platform tank berteknologi super tinggi. Pengerjaan perluasan konsep, simulasi dan pemodelan sangat diperlukan sebelum dilanjut dengan “pembentukan logam” dan menghasilkan tank baru, seperti dilansir Special Ops.

Angkatan Darat sekarang mengerjakan model konsep dan desain awal untuk platform tank ringan baru, mematikan, berteknologi tinggi, dapat mendeteksi dan menghancurkan target di area luas dari jarak yang lebih jauh, menyebrangi jembatan, menembak drone memakai laser dan menghancurkan artileri musuh yang mendekat mulai tahun 2030-an.

Kendaraan tank ringan baru, yang sekarang muncul secara murni masih dalam fase konsep, didasarkan pada kenyataan bahwa tank tempur utama M1A2 SEP Abrams hanya dapat di upgrade sampai batas tertentu, menurut pejabat senior Angkatan Darat AS menjelaskan.

Pusat Penelitian, Pengembangan dan Teknik Otomotif Angkatan Darat, atau TARDEC, sekarang terbenam dalam pengembangan konsep desain untuk berbagai platform tangki berteknologi tinggi, Mayjen David Bassett, Program Officer, Ground Combat Systems, mengatakan kepada Pramuka Prajurit dalam sebuah wawancara eksklusif.

Pembuatan konsep, simulasi, dan perancangan desain yang ekstensif akan dibutuhkan sebelum ada kesempatan untuk pembentukan logan dan produksi tank baru, menurut Mayjen Bassett.

“Kami telah menggunakan konsep permodelan. Apa yang menjadi batasan dan apa yang bisaΒ  Anda lakukan? Seperti apa bentuk kendaraan yang dibangun nantinya? Kami berasumsi, jika akan mengembangkannya, itu karena ada sesuatu yang tidak bisa kita lakukan pada kendaraan yang ada saat ini”, Basset menjelaskan.

Tank baru akan muncul setelah penugasan pertama tank M1A2 SEP v4 Angkatan Darat AS sebagai upgrade tank Abrams pada tahun 2020-an, yang lebih mematikan dengan hadirnya sensor inframerah generasi ke-3 yang memperbesar resolusi dan jangkauan penargetannya, serta dengan amunisi Advanced Multi-Purpose (AMP) yang lebih mematikan dengan cara menggabungkan banyak peluru kedalam amunisi 120 mm tunggal.

Amunisi AMP akan menggantikan empat jenis amunisi tank yang sekarang digunakan. Dua yang pertama adalah amunisi M830 yaitu amunisi High Explosive Anti-Tank (HEAT) serta amunisi M830A1 yaitu amunisi Multi-Purpose Anti -Tank (MPAT).

Varian SEP v4 dijadwalkan akan diuji pada tahun 2021, akan mencakup teknologi pengintai laser baru, kamera berwarna, terintegrasi jaringan, slip-ring baru, dan sensor meteorologi canggih, serta amunisi data link dan penerima peringatan laser.

Meskipun para pengembang Angkatan Darat sering mempertahankan bahwa Abrams SEP v4 terbaru memiliki teknologi tinggi yang jauh lebih maju daripada tank Abrams pertama yang diproduksi puluhan tahun yang lalu, namun ada batasan seberapa jauh platform Abrams bisa ditingkatkan versinya.

Dengan bobot yang lebih ringan, tank berteknologi tinggi akan memungkinkan mobilitas yang lebih besar di masa depan, termasuk kemampuan untuk menyebar lebih cepat, dapat mengatasi medan yang sangat berat, mengintegrasikan senjata baru, melintasi jembatan yang tidak dapat diakses oleh tank Abrams saat ini dan memaksimalkan integrasi jaringan bersama.

Berbagi

  20 Responses to “Militer AS Kembangkan Tank Baru Untuk Gantikan Abrams Tahun 2030”

  1.  

    87

    •  

      Teknologi tinggi tank masa depan terletak pada platform yg ringan, sistem, sensor, senjata yg sangat terintegrasi, jadi bukan pada bobot yg berat, karena jelas kurang bermanuver, tidak lincah dan tidak semua medan dapat dilalui…
      Ternyata benar kata bpk habibi dulu, orang cerdas memang tahu masa depan…

  2.  

    kaleng krupuk πŸ˜†

  3.  

    hmm… napa gak kembangin MBT tapi malah tank ringan ya? koq malah jadi ikutan RI sih?

    •  

      Orang pintar tolak minum angin…

    •  

      Mobilitas mungkin?

      •  

        benar bung Marder, dan lebih mudah lewati jembatan (diluar AS) tentunya, dengan tank ringan mereka gak perlu capek menghitung berat tank dan kemampuan jembatan, terlebih mengurangi resiko kerusakan sebelum perang πŸ˜€

        •  

          Sepakat bung…
          Yg sudah terlanjur dibeli biarlah jadi pengalaman, karena memang sebelumnya TNI belum pernah mengoperasikan jenis tank MBT…

      •  

        Sebagai tambahan, klo ditempat saya jembatan-jembatan yang dilewati truk kapasitas 30-an ton saja sudah pada rusak dan berlubang, apalagi sekelas Leopard, wassalam deh…

    •  

      tank medium atau light tank akan lebih mudah di desain untuk kemampuan all terain dan tidak butuh kendaraan khusus. karena bisa dibuat amphibi. jadi lebih mudah dioperasikan. perihal daya hancur bisa disiasati dengan perlengkapan atgm selain amunisi tank yang ditingkatkan daya ledaknya.

  4.  

    kasian negara tetangga byk tank MBT, di masa depan cuma tank ringan ampibi & medium, pemerintah cukup cerdik membuat tank medium kaplan tinggal modifikasi jd ampibi, bawa RBS-70 NG/ RBS-15 mk3, manpads, peluru DU (Depleted Uranium) penembus tank mbt, jd utk leopard tetap di ambil utk jangka pendek & T.o T

  5.  

    Itu tank kok bawaan nya kyk ribet bgt, kyk org aja yg suka pake baju dobel, pake slayer, bw tas ransel yg berat dan pake gelang tangan yg banyak bgt…xixixi R I B E T

  6.  

    Duh semakin ketinggalan teknologinya. Dimasa depan ngumpet pake kamuflase daun udah g bsa, bakal ttp ketauan dong.

 Leave a Reply