Mar 312017
 

China ingin membeli persenjatan baru berteknologi tinggi untuk Angkatan Laut dan Angkatan Udara, tetapi untuk melakukannya, China harus memberhentikan 300.000 tentara, ungkap Kementerian Pertahanan China pada Kamis, dan menyatakan rencana Beijing untuk mengurangi jumlah pasukan militernya akan selesai pada akhir tahun ini.

China berusaha untuk mengubah militernya dari pasukan besar, dengan kekuatan darat mencapai 2,3 juta personel menjadi pasukan militer yang lebih ramping dan strategis namun dengan kekuatan teknologi yang lebih tinggi dan modern, yang bukan hanya mampu mempertahankan keamanan China di dalam negeri namun juga kepentingan China di luar negeri.

China akhir tahun 2016 sudah membeli empat pesawat tempur canggih Su-35 dari Rusia sebagai bagian dari kesepakatan US$ 2 miliar pembelian 24 jet SU-35 dalam waktu tiga tahun. Tercatat Beijing adalah negara dengan pengeluaran militer terbesar kedua di dunia, menghabiskan uang sebesar US$ 215 miliar pada tahun 2015, rilis Stockholm International Peace Research Institute.

Pengurangan personel militer bukan berarti menjadikan militer China semakin lemah, China membutuhkan personel militer yang lebih sedikit karena akan menggunakan persenjataan yang lebih modern dan canggih.

Menurut June Teufel Dreyer, professor di University of Miami Political Science kepada Bloomberg, “ Semakin modern senjata China, semakin sedikit personel yang dibutuhkan. Sedikit uang yang dihabiskan untuk personel berarti lebih banyak uang untuk membeli pesawat tempur, kapal selam, kapal fregat dan rudal.”

Newsweek.com
Editor : Muhidin

Bagikan Artikel:

  29 Responses to “Militer Cina Semakin Ramping Tapi Semakin Kuat”

  1. Bener banget itu ramping ramping kalo diliat he he

  2. semakin ramping jumlah jendralnya tentu semakin kuat kemampuan anggaran pembelian alutsistanya. kok bisa? Bung Ngitung pHd yg berhak menjelaskan. kalo saya sih lebih suka jumlah anggota dewan yg dipangkas baik pusat maupun daerah. anggota dewan di kabupaten itu diganti para camat merangkap sbg senator utusan mewakili kecamatannya masing2 saja sebenarnya cukup malah bgus ditambah 5 -10 orang anggota independent sbg stok utusan ke propinsi dan pusat jika diperlukan sewaktu2. jadi birokrasinya ramping dan efisien. saat ini dpr gaji gedhe minim kerja rakyat gak kenal model mukanya gimana cuman ngabisin anggaran pemilu. kebnyakan money politik.

    • jadi anggota senator dewan di daerah itu ngumpul untuk mewakili visi misi kecamatannya dan bukan mewakili partai. mereka pelayan rakyat dan bukan pelayan partai. tugas administratif di kecamatan bisa di handle wakil camat atau sekretaris yg diberi kewenangan khusus ketika camat gak ada. toh cuman ngurus kartu kependudukan sambil mengorganisir kepala desa bawahannya saja gak bnyak. yg laen diurus para staf. apalagi jika ada yg megang E-KTP di kecamatan tdk di kabupaten mlah lbh cpet dan mudah lg itu tugasnya.

    • Setuju 100%. Tapi impian anda hanya akan menjadi khayalan bila presidennya msh Jokowi. Berani taruhan?

      • bung OpenMind kok pesimis. soal birokrasi pak joko lumayan jg harus fairlah bnyak koruptor yg kciduk KPK di daerah. pembangunan jg bnyak meski ada kurang emang iya. yg bobrok itu pejabat daerahnya plus para mafia mafia berdasi.

      • @Openmind
        Emang menurut anda siapa yg seharusnya jd presiden utk mewujudkan impian itu.?
        Pemilu sdh selesai bung. Kalo mau kampanye nanti tunggu 2019.
        Yg penting dukung kebijakan pemerintah skrng biar bisa kerja dng tenang dan fokus.

  3. .
    China Mantap Jiwwaaaaaa ”

    China semakin OK militernya ,

    Semakin Kuat ,

  4. Duuuhh…. namun kalo nggak salah yang nomor 2 dari kanan itu sudah meninggal saat latihan akrobatik, pesawatnya bermasalah dan dia eject dari cockpit tapi saat terlempar keluar, badannya tersambar sayap pesawat temannya.

    Hiks hiks cantik2 tapi kok udah mati…

    Edisi nangisnya playboy…

    Xixixixi

  5. Haiyaaa.. Ini muhidin emang pintel kasi gambal lamping lamping.. Dali yang milf sampe yg masih pelawan di ulutin dali kili ke kanan.. lee ceng swee ajaahh..

  6. yg bener emang dikuatin jumlah dan kualitas alutsistanya dulu apalagi yg made in dalam negeri. soal jumlah personil bisa mengikuti pilih yg hnya berkualitas multitalenta lengkap gak cuma otot saja. kita gakada urusan dg jumlah personil. kalo perlu satu minggu ato sebulan pun ikut diklat cepat bisa dapet 100 juta personil siap tempur. masalahnya personil sebanyak itu apa disuruh megang bambu runcing semua kah?? padahal musuhnya pespur, drone, tank, rudal segala ukuran dan terakhir nuklir. apa cukup semangat gombal mukiyo? MIKIIIIIRRRRR….!”

  7. Lihat yg ramping jadi segarrr…, mudah2an urusan birokrasi kita kedepan dapat ramping juga.

  8. Boleh juga nich…ane naksir yg no1 dari kanan.calon bini ke 2. 😮

  9. Mana?

  10. Kalau pilot wanita itu rada ketir-ketir…pas lagi fit sihh OK…lha pas waktu latihan tempur atau panggilan fighting, tiba-tiba “wayahe/bocor”….wahhh bawaannya bisa serba salahhh…kawan bisa di damprat kalau “repeat/re-calling in the air” command…
    Pesawat tempur kita wajib pilot dari Laki-laki, emosi stabil dan siap tempur

  11. shot for propaganda purpose only.

    cintailah ploduk-ploduk Indonesia seperti dek Cintia
    IGO Yes, Amoy No

  12. kira” pilot itu ada yg statuse janda apa ga ya???

  13. alutsista buatan cinak, ogah, boleh lah contract saja si amoy nya tuh, ………. muihihihi !!!

  14. Dikita malah klu alutsista ditambah ya personil jg harus ditambah apalagi pilot2 dan abk/kru kaprangnya.

  15. china keren

 Leave a Reply