Mei 162018
 

Jet tempur ringan Tejas buatan India dipersenjatai rudal R-73 (AA-11 Archer) © Ajai Shukla via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Untuk meningkatkan kemampuan dari Jet Tempur Ringan alias Light Combat Aircraft (LCA) Tejas, Angkatan Udara India tampaknya berencana untuk mempersenjatainya dengan rudal jarak jauh dari kelas Meteor yang akan membantu memperoleh keunggulan atas jet tempur musuh, seperti dilansir dari India Today.

Rudal-rudal tersebut harus melengkapi armada 83 jet tempur LCA Tejas Mark 1A yang telah dipesan oleh Angkatan Udara India (IAF) dari Hindustan Aeronautics Limited.

“Permintaan proposal telah meminta pesawat untuk dilengkapi rudal jarak jauh di luar jangkauan visual dari kelas Meteor yang dapat menjangkau jet tempur musuh dari jarak lebih dari 100 km. Dan ini akan membantu LCA Tejas mendapat keunggulan atas pesawat musuh”, kata sumber-sumber pemerintah.

LCA Tejas Mark 1A, yang akan memiliki kemampuan lebih rendah daripada LCA Mark 2 yang kini sedang dikembangkan oleh DRDO, tidak memiliki kemampuan tertentu jika dibandingkan dengan pesawat lain tetapi dengan jarak tembak yang lebih jauh, dapat menjatuhkan pesawat musuh tanpa masuk jangkauan mereka, tambah sumber-sumber pemerintah tersebut.

Baik militer Pakistan maupun China tidak memiliki rudal dengan daya jangkau seperti Meteor yang telah dikembangkan oleh konsorsium Eropa dan misil itu akan melengkapi pesawat tempur Rafale yang dibeli dari Prancis oleh India.

India telah membeli paket rudal Meteor bersama dengan jet tempur Rafale dan semua mungkin bisa menjadi pengubah permainan alias “game changer” karena kemampuan luar biasa rudal meteor mencapai lebih dari 100 km.

Sumber-sumber mengatakan bahwa sampai perang Kargil dan beberapa tahun setelah itu, Angkatan Udara India memiliki keunggulan penuh atas Angkatan Udara Pakistan karena tidak memiliki rudal di luar jangkauan visual yang dipasang pada pesawat F-16 Pakistan ataupun pesawat tempur yang disediakan China.

Rudal Meteor bukan bagian dari kesepakatan Rafale yang dilakukan oleh pemerintah sebelumnya tetapi ketika Modi memutuskan untuk masuk dalam pengadaan darurat pesawat tempur Rafale dari Perancis, IAF ingin memasukkan rudal Meteor itu sebagai bagian dari paket senjatanya.

Selama Perang Kargil, pihak India telah memiliki dua rudal di luar jangkauan visual yang termasuk rudal S530D Perancis dan rudal RVV AE Rusia yang menghalangi Pakistan menggunakan armada pesawat tempurnya, kata sumber tersebut.

“Pertimbangan yang berlebihan adalah kemampuan rudal BVR jet tempur IAF yang tidak menguntungkan pada kemungkinan keberhasilan misi”, kata mantan pejabat Angkatan Udara Pakistan Kaiser Taufel di blognya tentang perang.

Menurut sumber pemerintah India, salah satu hal yang baik tentang Meteor ini adalah bahwa rudal Meteor belum terintegrasi dengan pesawat F-16 Pakistan atau pun JF-17 tidak bisa mendapatkannya di masa yang akan datang. Kemungkinan besar China yang mengintegrasikan rudal diluar jangkauan visual bisa dikesampingkan.