Militer Indonesia dan Amerika Serikat Sepakat Perangi ISIS

47
140
dubes-as-22
Panglima TNI Jenderal Moeldoko menerima kunjungan Dubes AS Robert O. Blake di Jakarta

Jakarta – Militer Indonesia dan Amerika Serikat sepakat perangi ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) serta peningkatan kerjasama militer kedua negara yang selama ini telah berjalan dengan baik. Demikian ditegaskan Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko saat menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat Mr. Robert O. Blake beserta Staf, di ruang tamu Panglima TNI Jl. Merdeka Barat No. 2 Jakarta Pusat, kemarin.

Terkait perkembangan ISIS di Indonesia, Panglima TNI kembali menegaskan bahwa ISIS merupakan ancaman potensial bagi eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sehingga harus dikelola dengan baik. Untuk itu, Panglima TNI terus melakukan komunikasi dengan para pimpinan agama Islam dan beberapa komponen lain di Indonesia guna menyatukan persepsi yang sama dan menempatkan ISIS menjadi musuh bersama.

“ISIS tidak boleh berkembang, tidak boleh tumbuh di satu wilayah pun di Indonesia, ini sudah menjadi suatu keputusan. Untuk itu TNI akan menggelar latihan dalam jumlah yang relatif besar di Poso, karena saya mewaspadai Poso, saya tidak ingin Poso menjadi tempat yang nyaman bagi tumbuhnya ISIS setelah mereka kembali dari Suriah dan Irak”, tegas Panglima TNI.

“Saya punya keyakinan penuh bahwa dalam kepemimpinan Duta Besar Amerika Serikat di Indonesia dapat membangun komunikasi yang sangat baik dengan TNI khususnya, dan dapat membuahkan hal-hal baru dalam konteks hubungan antara kedua Angkatan Bersenjata” kata Jenderal TNI Moeldoko.

Panglima TNI juga menyampaikan bahwa pada saat pertemuannya dengan Panglima Militer Amerika Serikat Jenderal Martin Dempsey terkait prospek hubungan kedua Angkatan Bersenjata, bahwa Indonesia dan Amerika Serikat memiliki pandangan yang sama untuk membangun kekuatan dan hubungan yang semakin kuat.

dubes-as-33

Sementara itu, Dubes Amerika Serikat mengatakan sangat menghargai atas ketegasan Panglima TNI terkait masalah ISIS, dan mengharapkan Indonesia dapat mengawasi ISIS dengan baik serta dapat bekerjasama dengan negara ASEAN.

Dubes Amerika menyampaikan terima kasih atas bantuan dan kerjasamanya yang selama ini telah berjalan dengan baik. “Saya berkeinginan untuk dapat mengundang para perwira-perwira di kawasan ASEAN, untuk membicarakan tentang perkembangan ISIS ke depan dan bagaimana dalam menyikapinya”, ujar Mr. Robert O. Blake

Dalam kesempatan tersebut, Dubes Amerika juga menyampaikan penggunaan landasan di Lanud Ranai, Natuna, dapat digunakan sebagai tempat pengisian BBM pesawat dalam mendukung pelaksanan latihan gabungan militer Indonesia dengan Amerika.

Turut mendampingi Panglima TNI dalam pertemuan tersebut, Asintel Panglima TNI Laksda TNI Amri Husaini, Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Fuad Basya, Kapuskersin TNI Laksma TNI Suselo dan Staf Khusus Panglima TNI Marsma TNI (Purn) Prayitno. (Puspen TNI, 19 Maret 2015).

Autentikasi : Kapuspen TNI, Mayjen TNI M. Fuad Basya

47 KOMENTAR

  1. Tertawa lebar lah si amrik, pak muldoko Indonesia bisa memberantas Isis tnpa asu, kenapa negeri kit a selalu byk nurut ma asu mereka juga toh dalang lahirnya Isis, jgn mau lah diatur2 mereka, atau jgn tanggung2 udh bersekutu aja ma asu suruh mereka buat pangkalan di Indonesia biar wanita2 Indonesia pada bunting semua oleh tentara mrk kya di pilipina, maaf temen2 sy LG bosen dgn carut marutnya bangs a kita…moon maaf komennya kasar.

  2. standar janda ham , teroris , selalu menjadi alasan amerika untuk mengintervensi, mereka bisa saja mengirim pasukan tanpa peduli kedaulatan sebuah negara dengan alasan teroris…. ingat skenario penangkapan osama mereka bisa masuk dengan diam – diam tanpa terdeteksi pasukan pakistan, mengingat kejadian sekarang di poso , semoga tni tidak lengah dan semoga saja ini bukan menandakan ketidak mampuan pemerintah menangani isu teroris…..

  3. Faktor lokasi geografis juga mungkin bung… setahu saya ISIS juga sudah pernah masuk Libanon, tapi berhasil dipukul mundur oleh Hizbollah. Selain itu kalo kita lihat, ISIS ada di negara2 yang pemerintahan dan militernya lemah atau sedang kacau. Di Iran dan Yordania dimana kondisi negaranya solid, ga ada ISIS.

  4. begini lo nga usah binggung,,
    Kogabwilhan akan dipimpin jenderal bintang tiga di pembagian wilayah kan bagi bagi jabatan..komandan jendralnya satu,.ini buat nangkal pergerakan AUSIE,SINGAPORNO,MALAYSHIT..
    berani masuk bikin onar kewilayah indonesia,,gebuk rame rame,,.

    yang penting ada kesetaraan wilayah pembangunan,,kekuatan gempur merata,,

  5. Setuju Panglima bahwa Isis harus di berantas jangan sampai berkembang sejengkal pun di Seluruh Wilayah Kedaulatan NKRI
    Soal Kerjasama sih boleh Panglima tapi jangan mau klo diminta mengirimkan pasukan ke Suriah utk membantu US krn ulah US lah Isis berkembang..kita konsentrasi basmi isis di wilayah NKRI kita sendiri, kalo ya mau bergabung ke suriah silahkan saja knapa harua pake dicari segala cabut paspornya klo ketahuan mau gabung kesana biar tau rasa gmna rasanya gak punya kewarganegaran tpi kalo masih nekad buat kembali ke sini biar mereka rasakan akibatnya sendiri

  6. TNI memang harus membasmi ISIS yang ada di Indonesia dan TNI sangat mampu untuk itu tanpa ada dukungan ASu sekalipun,
    Dalam membasmi ISIS di Indonesia tidak perlu melibatkan ASu, sebab ASu akan menggunakan kesempatan ini hanya sebagai ” dalih ” saja, yang akan merugikan Indonesia dan melukai perasaan rakyat Indonesia. ……. ingat itu !!!
    ASu GO AWAY FROM INDONESIA ……….. !!!