Jun 112019
 

Teheran, Jakartagreater.com   – Dalam sebuah upacara di Teheran, Menteri Pertahanan Iran, Amir Hatami meluncurkan sistem pertahanan udara dalam negeri yang dijuluki “Khordad ke-15”.

Sistem pertahanan udara ini dikembangkan oleh para ahli Kementerian Pertahanan Iran dan secara resmi dikirim ke Angkatan Pertahanan Udara Angkatan Darat, dirilis situs Tehrantimes.com, 9-6-2019.

Dalam komentar di acara tersebut, Jenderal Hatami mengatakan sistem pertahanan udara baru telah dipasangkan dengan Rudal jarak jauh Sayyad-3 dan mampu mendeteksi berbagai target, termasuk pesawat tempur dan Drone yang mengganggu, dalam jarak 150 kilometer dan melacaknya di jarak 120 kilometer.

Menurut menteri tersebut, sistem juga dapat mendeteksi target siluman dalam jarak 85 kilometer dan menabraknya dalam jarak 45 kilometer.

Ini mampu mencegat 6 target secara bersamaan, kata menteri, menambahkan bahwa kemudahan mobilitas akan memungkinkan prajurit untuk mempersiapkan sistem pertahanan udara untuk keterlibatan dalam waktu kurang dari 5 menit.

Jenderal mengatakan bahwa sistem pertahanan udara dilengkapi dengan radar Array bertahap dan landasan peluncuran independen dan dapat secara efektif mengambil tindakan terhadap berbagai sasaran udara, seperti pesawat pengintai, pembom dan pesawat tempur taktis.

Menteri kemudian mengatakan bahwa Khordad ke-15 dapat dioperasikan untuk menembak jatuh sasaran pada ketinggian maksimum 27 kilometer dan dalam jarak 75 kilometer.

 

Para ahli dan teknisi militer Iran dalam beberapa tahun terakhir telah membuat kemajuan besar dalam pembuatan berbagai peralatan asli, membuat angkatan bersenjata mandiri di bidang pertahanan.

Iran menyatakan bahwa militernya mungkin tidak menimbulkan ancaman bagi negara-negara kawasan, menekankan bahwa doktrin pertahanan Republik Islam sepenuhnya didasarkan pada pencegahan.

  3 Responses to “Militer Iran Terima SAM Khordad 15”

  1.  

    cucoooook mantap lancroootkan.

  2.  

    Negara yang sering diacuhkan, dimusuhi, dihina, dan disingkirkan di panggung dunia tapi belajar dan bekerja dengan sungguh2 malah lebih mandiri dalam banyak hal terutama pengembangan persenjataan, tidak dipungkiri bahwa mereka menguasai teknologi maju.

  3.  

    Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali