Militer Israel Condong Memilih F-15i Dibanding F-35i

37
49
Jet tempur F-15i Ra’am Angkatan Udara Israel (IAF) © US Air Force via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Angkatan Udara Israel akan memutuskan dalam beberapa bulan kedepan antara membeli skuadron ketiga jet tempur F-35 atau F-15I, yang meskipun tidak begitu canggih namun memiliki kelebihan lain, seperti dilansir dari laman media Israel, Haaretz.com.

Akuisisi tersebut memerlukan persetujuan dari staf umum dan komite menteri, namun rekomendasi Angkatan Udara Israel (IAF) pada umumnya yang akan disetujui dan juga ditindaklanjuti. Kepala Staf IAF, Mayjen Amikam Norkin kabarnya lebih condong untuk mengakuisisi jet tempur F-15 daripada F-35, dan akan mengajukan rekomendasi pada bulan Mei.

Israel dan Amerika Serikat tahun lalu telah setuju untuk pembelian 50 jet tempur F-35 – dua skuadron – dari Lockheed Martin dengan pengiriman selesai pada 2024. Sembilan jet tempur F-35 telah dikirim sejauh ini dan IAF baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kemampuan operasional awal.

Penuaan yang cepat pada armada tempur IAF sekarang ini membuat pembelian baru diperlukan. Angkatan Udara Israel masih menggunakan sejumlah jet tempur yang di beli pada akhir 1970-an.

Dalam konferensi ekonomi dunia di Davos pekan lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebutkan tentang rencana penjualan F-16 IAF kepada Angkatan Udara Kroasia.

Israel menutup skuadron terakhirnya dari F-16A/B tahun lalu. IAF kini sedang mencari pembeli untuk jet tempur F-16C/D-nya, dan pada akhirnya juga harus mengundurkan F-15 dari layanan.

Sementara jet tempur F-35 yang didefinisikan sebagai pesawat tempur generasi kelima, akan menjadi pesawat tempur IAF di masa depan. Pejabat senior IAF telah memberikan pujian atas kemampuan pesawat tersebut, salah satunya adalah kemampuan operasi secara siluman untuk tidak muncul pada radar musuh.

Sepasang jet tempur siluman F-35i “Adir” Angkatan Udara Israel melakukan terbang perdana. © IAF

Namun, apabila bermaksud memanfaatkan kemampuan silumannya, maka jet tempur F-35 harus terbang dengan persenjataan di dalam perut pesawat, dan ini membatasi daya dukungnya. Jika dipasang dibagian luar pesawat, tentunya kemampuan siluman pesawat tersebut akan terganggu.

Meskipun jet tempur F-15 lebih tua, namun memiliki dua keunggulan dibanding F-35, yaitu jarak penerbangan yang lebih panjang serta kemampuan untuk membawa rudal dalam jumlah besar.

Faktor lain yang menguntungkan F-15 adalah pembangunannya pada platform yang berbeda dan berarti angkatan udara akan memiliki perpaduan antar pesawat daripada hanya mengandalkan pada model tunggal.

F-15I juga lebih murah untuk dioperasikan daripada F-35. Namun jet tempur F-15 kini sedang di modernisasi oleh Boeing dan harganya diperkirakan akan meningkat dalam kesepakatan masa depan. Dengan demikian bisa saja memiliki biaya yang sama seperti pada F-35.

Perdebatan dalam Angkatan Udara Israel tampaknya tak membahas apakah skuadron F-35 ketiga dibutuhkan, tetapi pada seberapa cepat itu dibutuhkan. Pendukung F-15 lebih suka menunda pembelian skuadron F-35 ketiga sampai menjelang akhir dekade berikutnya.

37 KOMENTAR

  1. Setahu saya fungsi F35 kalo dalam formasi tempur hanya sebagai fire support,sebagai “sniper” kalo pasukan infantri biasa..karena itu hanya dikasih single engine,dan minim dogfight,soalnya dia hanya dibaris belakang,tahu2 nge lock dan tembak aja… bumpernya kalo pengen murah cukup F16,agak mahal F15/18,pengen mahal F22,..seperti mig 31bm fungsinya kalo team tempur ya cuman fire support, dan pengejar kalo ada yg lari dr pertempuran..